
Hari ini Azizah sudah di izinkan pulang, Mila membantu Azizah untuk membereskan barang bawaanya selama beberapa hari dirumah sakit. Sedangkan Ibra membantu sang istri membersihkan diri.
Dirumah Fatma, bi Asih, dan bi Mina sibuk memasak makanan untuk menyambut kepulangan Azizah dan baby AL.Kamar bayi pun sudah disiapkan dan dibersihkan.
Sedangkan Nai, Azza, dan juga Renata juga tidak kalah heboh, mereka juga menyiapkan kejutan untuk Azizah dan baby AL. Ya saat ini Renata sering berkunjung kerumah Nai. Nai pun sudah tau kalau Renata menyukai Izar.Sedari tadi Nai melihat Renata terlihat seperti mencari keberadaan Izar.
"Bang Izar masih dikamar paling sebentar lagi turun"Ujar Nai pada Renata
Hal itu membua wajah Renata merona "Siap yang nyari bang Izar"jawab Renata
"Ih.....siapa yang bilang kamu nyari bang Izar, kan aku cuma bilang bang Izar masih dikamar" jawab Nai dengan seringai jahilnya
Sedang Renata jangan ditanya lagi, entah sudah semerah apa wajagnya sekarang. Tak lama benar Izar turun kebawah dengan baju santainya, karena hari ini dia meliburkan diri.
Semua sudah bersiap-siap menyambut kedatangan Azizah dan baby AL.Tak lama terdengar suara mobil memasuki halaman. Mereka semua bersiap, saat pintu terbuka. Terlihatlah tulisan
WELCOME BABY ALENDRA BAHARI NUGRAHA.
Azizah sampai tidak bisa lagi berkata-kata, dia merasa terharu. Ibra menggandeng Azizah untuk masuk sedangkan Mila yang menggendong baby AL sudah dikerubuni semua orang yang ingin melihat baby AL.
"Bu den AL mirip banget sama mas Ibra ya"jar bi Asih
"Iya bi... AL ini versi mininya Ibra" jawab Mila saat mengingat Ibra kecil.
Fatma juga ingin menggendong anak Ibra. Mila segera memberikannya pada Mila.
"Coba saja Galen sudah menikah, pasti aku juga bisa gendong cucu"timpal Fatma
"Lah memang anak Luna bukan cucu kamu"jawab Mila
"Ya cucu aku la masak cucu tetangga " balas Fatma
"Nah itu tau, jadi apa lagi yang salah coba? " tanya Mila
"Kan beda Mil, kalau anak Luna itu lebih banyak dengan keluarga suaminya, kalau anak Galen kan bisa aku yang jaga"
Tak lama baby AL menggeliat, dan sedikit menangis.Mila segera memeriksa popok baby AL.
"Ternyata cucu oma sudah basah ya, kita bersihkan ya" Mila bicara pada baby AL.
Mula segera mengganti popok baby AL. Sedang dari tadi Renata terus memperhatikan cara Mila menggantikan popok baby AL.
__ADS_1
"Kalau kurang paham bisa tanya bunda, biar kamu nggak canggu nanti kalau anak kita lahir"ujar Izar membisikkan ditelinga Renata, membuat semburat merah dipipinya.
"Abang bicara apa sih, memang kapan aku hamil anak abang, nikah aja belum" jawab Renata masih dengan wajah menahan malu
"Kalau begitu ayo kita menikah.... Atau mau nyicil dulu" jawab Izar dengan seringai jahilnya.
Renata langsung memukul tangan Izar, yang mana membuat Izar tergelak." Bunda calon menantu bunda KDRT" adu Izar yang membuat Renata jadi salah tingkah
Mila yang mendengar hanya tersenyum. Ya... Mila bisa melihat kalau anaknya menyukai Renata, walau Izar tidak pernah bercerita.
"Enggak tante ...bang Izar aja yang usil" jawab Renata cepat
"Abang anak orang jangan di PHP in, nanti baper,kalau suka bilang suka dan segera temui orang tuanya" ujar Mila
Dan hal itu membuat wajah Renata bersemu merah dan detak jantungnya berdetak begitu cepat.
"Abang sih mau bun tapi, abang nggak tau diterima apa nggak" tambah Izar sambil melirik kearah Renata.
Mila tidak habis fikir dengan sang anak, mau melamar anal orang kok nggakbto the poin.
"Tuh..... Re abang aku nunggu lampu ijo dari kamu"timpal Nai
"Bagaimana sayang, kapan bunda biaa datang kerumah kamu? " tanya Mila
"Nanti Rena tanya mama sama papa ya tante" hanya itu yang bisa dijawab Renata
Sedangkan Fatma dan Gio hanya tersenyum melihat tingkah Izar, tapi setidaknya Izar sudah berani mengungkapkan perasaannya, tidak seperti Galen jangankan istri pacar aja nggak punya.
Tak lama Ibra datang setelah mengantar sang istri untuk beristirahat.Ibra duduk di samping Gio karena memang ada yang ingin Ibra bicarakan mengenai rencana mereka untuk memindahkan perusahaan yang ada di LA ke indonesia.
"Om....semua susah selesai diurus Romi, tinggal bulan depan aja pindahnya" ujar Ibra
"Syukurlah om kira bakal susah" jawab Gio
Mila, Fatma dan yang lain hanya menyimak obrolan dua orang itu.
"Jadi kapan Galen bisa pulang tanya Gio" Hal itu membuat Fatma menatap sang suami dengan serius.
"Mungkin bulan depan,tapi harus serah terima dulu dengan pimpinan baru disana" jawab Ibra menjelaskan
Fatma yang tidak bisa menahan rasa penasarannya bertanya kepada sang suami.
__ADS_1
"Kenapa bang dengan perusahaan kok Galen pulang ke Indonesia? " tanya Fatma dengan raut khawatir.
Gio menggenggam tangan sang istri sambil tersenyum lembut.
"Enggak sayang... abang dengan Ibra hanya memindahkan peruaahaan pusat menjadi diindonesia dan akan dipimpin oleh Galen sedangkan di LA akan dijadikan abak perusahaan yang akan dipimpin oleh anak dari Kevin asisten Dewa dulu" jelas Gio
Ibra yang memberi usul kepada Gio, karena dia melihat tantenya begitu kesepian. Dan Gio pun akhirnya menyetujui, karena Gio juga terkadang merasa kesepian.
Fatma langsung memeluk sang keponakan, Fatma sangat bahagia dengan keputusan yang diambil oleh Ibra dan sang suami. Selama ini Fatma memang merasa kesepian, ditambah lagi Luna jauh darinya.
"Oh iya om kita harus cari orang yang akan jadi asisten pribadi Galen, juga sekretarisnya" ujar Ibra
"Om serahkan semua dengan kamu" jawab Gio
Nai yang mendengar berita itu teringat akan Rury, yang sedang mencari pekerjaan dan basic Rury pun adalah sekertaris walau dia belum ada pengalaman bekerja.
"Bang bagaimana kalau sekertaris bang Galen teman Nai Rury" tawar Nai pada Ibra
"Suruh saja teman kamu membuat surat lamaran dan juga CV nya"
"Yes... seru Nai senang,"
Selama ini Nai memang tau bagaimana kehidupan Rury,karena itu Nai ingin membantu Rury.
Malam pun tiba Renata sedari tadi sudah diantar oleh Izar dan Izar pun sudah menemui orang tua dari Renata, dan mereka menyambut niat baik Izar. Dan meminta malam minggu menanti kedatangan keluarga Izar dan hal itu pun sudah Izar sampaikan kepada keluarganya.
"Jadi malam minggu kita kerumah Renata melamar secara resmi? " tanya Gio saat mereka makan malam
"Iya om... Izar tadi sudah bicara dengan orang tua Renata" jawab Izar mantap
"Kamu benar sudah yakin sayang?" tanya Fatma
"Sudah tante, memang selama ini Izar nggak pernah pacaran dengan Renata tapi Izar yakin Renata adalah calon yang tsrbaik buat Izar" jawab Izar mantap
Mila menghapus sudut matanya, ternyata anak-anaknya sudah dewasa, namun bagi Mila mereka masih sangat kecil. Azizah malam ini ikut makan malam dimeja makan, karena dia bosan makan sendiri dikamar.
Azizah yang melihat Mila menangis memberikan kekuata untuk Mila.
"Ya sudah kita tinggal membuat persiapan" putus Ibra sebagai kepala keluarga.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= Hayo seneng nggak akhirnya Izar melamar Renata. Semoga nggak ada pengganggu ya.Bantu bunda Like n komen ya biar bunda tambah semangat updatenya.
__ADS_1