
Aku pernah berkata, tak akan pernah menikah lagi setelah aku berpisah dengan Mas Anto. Karena aku takut jika nanti Suamiku kelak akan menyia- nyiakan anak- anakku.Aku pun takut jika dia akan memperlakukanku seperti Mas Anto memperlakukanku.
Aku sudah tak percaya pada yang namanya cinta.Bagiku cukup aku dan anak-anak, tanpa siapa pun kami bahagia.Aku juga selalu berusaha memberi yang terbaik bagi mereka.Aku sudah biasa berjuang, walau saat masih bersama Mas Anto bagiku berjuang sekali lagi demi anak- anak tidak ada masalah.
Ibra putra sulungku, selalu memberikan aku semangat, dia selalu mendukung semua keputusanku, termasuk saat aku ingin berpisah dari Mas Anto.Aku fikir mereka baik- baik saja,mereka tampak bahagia tak pernah mereka mengeluh.Aku mencoba selalu memberikan yang terbaik bagi mereka ,menjadi ayah sekeligus seorang Ibu.
Tapi ternyata aku salah, merka diam karena mereka tak mau aku bersedih.Mereka memendam kerinduan hadirnya sosok seorang ayah.Walau sejak dulu mereka tak pernah merasakan itu.Meskipun saat itu Mas Anto ada,tapi dia tidak pernah memberikan apa yang anak- anak butuhkan, yaitu kasih sayang seorang ayah.
Namun hal yang mereka inginkan,tiba- tiba mereka dapat dari orang asing.Orang yang baru pertama kali mereka temui.Lelaki itu bernama Sadewa Nugraha.Pria yang kesepian karena ditinggalkan untuk selama- lamanya dengan orang yang dicintainya.
Pertemuan anak- anakku, Untuk pertama kalinya dengan Mas Dewa.Membuat mereka bisa merasakan rasanya diperhatikan, dan dijaga.Begitu juga dengan Mas Dewa, pertemuannya dengan anak- anakku membuat hatinya yang sudah lama gersang kembali hidup.Wajahnya yang dulu kaku mulai mencair.Aku kira setelah saat itu kami tidak akan bertemu kembali.
Tapi Allah berkata lain.Allah menjodohkanku dengannya.Lelaki yang berjuang selama setahun merobohkan tembok tinggi yang aku bangun.Meluluhkan hatiku tang sudah beku.Dan akhirnya saat melihat ketulusannya aku menerimanya.
Menjawab pinangannya,walau dia pun harus berjuang mendapat kepercayaan anak- anakku.Tapi dia berhasil mendapatkan aku dan anak- anakku.Mas Dewa berhasilendapatkan kami juga mengunci hatikami.
Bukan hanya itu saja pejuangan dia.Dia juga berjuang membuktikan kasih sayangnya kepada kami, dan berhasil.Setelahnya Allah memberikan kami kebahagiaan, dengan hadirnya seorang anak yang benar- benar darah dagingnya, anak kandungnya.Tapi dia tak pernah berubah.Lelaki baik yang membuat aku bener- benar beruntung mendapatkannya,aku benar- benar bersyukut dia memilihku.Mas Dewa selalu mencurahkan kasih sayangnya kepada semua anak- anakku, walau terkadang aku melihat ada rasa khawatir dimata anak sulungku Ibra.Ya aku tau semenjak kehamilanku, Ibra menjadi anak yang pendiam kembali, tapi itulah mas Dewa selalu bisa membuat anak- anakku merasa bahwa mas Dewa lah ayah mereka yang sesungguhnya.
Mas Dewa bukan hanya menjadi ayah sambung yang baik.Mas Dewa juga selalu berusaha menjadi teman berbagi cerita dan sahabat yang bisa mendengar keluh kesah anak- anakku.Itulah yang membuat Ibra kembali ceria, karena dia tau bahwa kasih sayang Dewa padanya dan adik- adiknya bukan palsu.
__ADS_1
Aku kira kehidupan kami akan selalu bahagia karena telah bertambah satu anggota baru seorang princes cantik yang kembali lahir dari rahimku.Tapi ternyata,semua itu sirna kebahagiaan itu hilang, semenjak hari itu.Hari dimana Mas Dewa pergi untuk selama- lamanya.
Duniaku terasa runtuh, tapu bukan hanya aku anak- anakku juga merasakan hal yang sama.Kami hancur, kebahagiaan kami hilang.Dunia kami runtuh, tiada lagi orang yang akan menguatkan kami di saat kami merasa lelah, terpuruk dan membutuhkan sandaran.
Kini tanggung jawab itu Mas Dewa limpahkan kepundaknya.Aku tau itu berat,tapi Ibra selalu bersikap seperti Mas Dewa.Ibra selalu mendahuluka kepentingan orang lain dibandingkan kepentingannya sendiri.
Tapi saat ini disepertiga malamku, disaat ku tengadahkan tanganku.Berharap Doaku sampai.Aku pun mencurahkan kegundahanku.Agar Mas Dewa mendengar bahwa, aku terlalu sulit menjalankan hari- hari tanpa dia.Tapi sekali lagi permintaan itu yabg membuat aku kuat.
Banyak orang yang ingin menjatuhkanku.Tapi aku akan selalu berusaha berdiri.Tak perduli rasa sakit yang mereka berikan.Aku Kamila akan selalu bahagia walau tanpanya,Aku Kamila akan selalu berusaha menjadi wanita hebat, wanita kuat, demi dia.
Dan kini aku benar- benar tak akan bisa menikah lagi.Bukan karena tak ada yang mau bersamaku, tapi karena hati dan cintaku hanya untuk Mas Dewa.Dia telah membawa kuncinya.Jadi bagiku takkan ada cinta lagi.
Hari haru berlalu sangat cepat tak terasa sebentar lagi Izar akan lulus sekolah Ke Dokteran.Izar selalu berkata, itulah cara dia membuat ayah Dewanya bangga padanya.
Begitu juga Nai yang menunjukkan bakat alami.Berbagai desain yang sudah dia buat, dia pun berkata" Ayah Nai menuruti apa yang ayah mau,yaitu menjadi diri sendiri, tanpa takut merasa gagal, karena gagal adalah kunci kesuksesan.
Azza putri kecilku pun demi kian membuktikan,dia menjadi yangvterbaik dibidangnya.
Aku selalu berdoa semoga Mas Dewa, bahagia disana. Saat aku merindukanya aku selalu mendatanginya dan berkata.
__ADS_1
" Mas jangan khawatirkan kami disini, aku dan anak- anak akan bangkit dari rasa sedih.Dan akan selalu kami selipkan namamu disetiap untaian doa."
Saat ini hanya satu yang menjadi fikiranku yaitu anak sulungku Ibra.Aku selalu bertanya kapan dia memikirkan masa depannya.Kapan dia akan memikirkan untuk berumah tangga.Tapi selalu jawaban" Bun nanti kalau ada gadis yang Ibra sukai, Bunda adalah orang pertama yang akan tau"
Tapi yang aku fikirkan sampai saat ini disaat umurnya yang menginjak 28 tahun belum juga ada seorang gadis pun yang dia perkenalkan kepadaku.Jadi sampai kapan aku menunggu, sedangkan sang adik Izar sudah pernah membawa gadis yang dia sukai.
Apalagi Galen sepupunya,bahkan sudah sering gonta ganti pasangan, yang membuat sahabatku Fatma pusing.Aku juga terkadang ingin rasanya menimang cucu seperti Fatma yang susah mempunyai2 orang cucu dari Luna.
Tapi ya mau bagai mana lagi, aku tak ingin memaksa.Aku tau hal yang membuat Ibra belum mau mencari jodoh yaitu kedua adik perempuannya,Nai dan Azza.Padahal mereka berdua sudah sering sekali bilang " abang kapan abang bawa kakak ipar untuk kami, tapi jangan seperti bang Galen yang tak jelas perempuannya" ujar mereka berdua.Yang hanya ditanggapi Ibra dengan senyumnya.
Kadang aku berfikir, bagaimana gadis bisa tertarik padanya, sedangkan dia selalu saja bersikap dingin, kecuali kepada keluarganya.
**********************************************Malam readers semoga suka ya dengan bab ini soalnya ini bab terakhir tentang Mila.insyallah bab selanjutnya menceritakan anak- anak Mila ya.
Dan siapa ya kira - kira jodohnya Ibra , setelah tanpa ada yang tau dia juga pernah dikhianati oleh kekasihnya. baca terus ya Masih Adakah Cinta yang tulus buat Ibra yang pernah dikhianati.
Nantikan terus bab selanjutnya ya
Salam sayang bunda dee~ vie
__ADS_1