
AL masuk kembali kedalam ruangannya,dengan kotak bekal di tangannya. Setelah menutup pintu Bian segera duduk disofa menikmati masakan sang sekertarisnya. Masakan yang Bunga cocok di lidahnya. Namun saat sarapannya tinggal beberapa sendok lagi. Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka,menampilkan Bryan sang asisten pribadi,sekaligus sahabatnya itu.
" Kenapa sih main masuk aja apa lupa cara mengetuk pintu" ujar AL sarkas
" Saya sudah mengetuk pintu dari tadi, dan ingin rasanya melepas pintu itu biar anda tau" balas Bryan kesal
Bagaimana tidak,Bryan sudah hampir 10 menit mengetuk pintu. Tapi sang bos tidak juga memintanya untuk masuk,dan akhirnya dia masuk sendiri. Ternyata sang bos sedang asyik menikmati makanan,yang entah dari siapa. Dan yang membuat Bryan heran,dia melihat AL tersenyum sendiri. Padahal hari ini mereka akan ada metting penting.
" Ada apa,apa yang membuat kamu masuk tanpa mengetuk pintu?" tanya AL masih menikmati sarapannya yang tinggal satu sendok lagi.
" Setengah jam lagi kita harus bertemu dengan Alfa CEO dari AR grup" jelas Bryan karena malas berdebat pagi ini
" Kenapa kau tak bilang dari tadi" tanya AL yang baru saja menyelesaikan sarapannya. Bayangkan AL menikmati sarapan hasil tangan Bunga selama hampir satu jam
Kini mereka sudah berada di dalam mobil menuju restoran tempat diadakannya metting. Setelah perdebatan tadi,yang hasilnya AL tidak mau mengalah,membuat Bryan yang terpaksa mengalah. Bryan meminta AL untuk segera bersiap.
Alfa merupakan pengusaha yang sangat disiplin. ALfa tidak menerima kesalahan sekecil apapun. Saat ini dia ingin membangun mansion mewah untuk sang istri Arsy( baca kisahnya di FZ novel).
Alfa menyebutkan detail apa yang dia inginkan. Perusahaan AL sudah terkenal dengan keprofesionalan nya. Lama mereka berbincang. Alfa sangat puas dengan desain yang AL tawarkan.
__ADS_1
" Baiklah terimakasih tuan AL semoga hasilnya lebih memuaskan dari desain yang saya berikan" ucap Alfa
" Terimakasih tuan Alfa" jawab AL
Setelah pertemuan tersebut AL kembali kekantor. Sedangkan Alfa ke rumah sakit tempat sang istri bertugas. Sampai di perusahaan AL segera duduk di kursi kebesarannya. Di hadapannya ada Bryan yang telah siap membahas masalah metting tadi.
"Aku ingin, kita menggunakan orang-orang yang profesional. Karena jangan sampai tuan Alfa tak mau lagi bekerja sama dengan kita, karena yang aku tau bakal ada Mega proyek yang akan di buatnya" jelas AL pada Bryan
" Baik tuan apa ada lagi?" tanya Bryan
" Tidak kamu bisa kembali ke ruangan kamu" perintah AL
"Bunga masuk keruangan saya sekarang" ujar AL pada sang sekertarisnya
Bunga bergegas masuk keruangan sang bos. Bunga membawakan beberapa berkas yang harus sang bos tandatangani. AL meminta untuk memundurkan beberapa jadwalnya besok, karena besok dia harus mengecek lokasi tempat pembangunan yang Alfa inginkan. Dan kebetulan pagi jadwal AL kosong dan akhirnya AL memutuskan untuk kesana besok pagi dengan di temani oleh Bunga. Aneh memang namun Bunga harus menuruti apapun perkataan sang atasan.
Jam makan siang Bunga ingin melakukannya di ruangannya saja, karena seperti biasa dia membawa bekal makan siang
Namun baru saja mulutnya terbuka untuk makan,tetapi makanan itu sudah berpindah tempat. Siapa lagi pelakunya kalau bukan sang bos.
__ADS_1
Tanpa rasa bersalah AL mulai menikmati makan siang dari bekal sang sekertaris.
" Tuan maaf tapi itu bekal punya saya" ujar Bunga menahan kekesalannya
" Oh begitu, ya sudah nih makan" jawab AL menyerahkan sendok dan makanan yang sudah dia makan setengah.
Bunga yang melihat kearah sang bos menjadi takut
" Tidak usah tuan biar saya beli di kantin kantor saja,jadi silahkan anda lanjutkan" jelas Bunga
" Kalau begitu,kau makan jatah makan siangku saja itu sudah aku letakkan di atas mejamu" ujar AL menunjuk kearah meja Bunga.
Jujur Bunga terkejut,dan bingung karena merasa AL tidak membawa makanan apapun kedalam ruangannya. Namun dari pada sang bos mengeluarkan tanduknya lebih baik Bunga menikmati makan siangnya yang kali ini lumayan enak. Membuat AL tersenyum tipis tanpa di lihat oleh Bunga.
Usai makan siang mereka melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Kebetulan siang ini AL tidak memiliki jadwal apapun. Bunga melakukan pekerjaannya dengan baik. Namun Bunga harus rela bulak-balik keruangan sang bos, karena ada saja yang AL inginkan.
Dan tepat pukul 5 Sore Bunga bersiap untuk segera pulang. Bunga membersihkan meja kerjanya. Setelah di rasa rapi barulah Bunga mengambil tasnya dan berjalan keluar dari ruangannya. Namun sial saat tepat di depan pintu ruang kerja sang bos AL memanggilnya.
Bunga menghembuskan nafas berat. Bunga tau akan ada yang sang bos inginkan. Dan benar saja, AL memintanya untuk membersihkan ruang kerjanya. Padahal OB khusus ruangan AL. Namun walau pun dengan hati kesal Bunga tetep saja mengerjakan tugas dari sang bos.
__ADS_1