Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Hari-hari berlalu, kondisi Azizah masih sama. Azizah selalu memuntahkan apa saya yang dia makan. Dan puncaknya hari ini, Azizah terpaksa di infus dirumah,akibat kekurangan cairan. Ibra merasa sedih melihat keadaan sang istri. Azizah terbaring lemah dengan infus yang dipadang ditangannya.


Ibra baru sadar,dulu saat dia yang merasakan ngidam saat Azizah hamil baby AL,itu belum seberapa dengan keadaan Azizah saat ini. Bagi Ibra sudah Cukup dua anak saja. Ibra tak ingin sang istri merasakan hal seperti ini lagi.


Ibra selalu setia menemani sang istri. Ibra hanya beranjak dari kamar, jika ingin buang air dan juga melihat keadaan baby AL. Untung saja baby AL tidak rewel. Mungkin dia mengerti keadaan sang mama.


" Sayang kamu mau makan apa? " tanya Ibra kepada Azizah


Ibra menanyakan makanan apa yang diinginkan sang istri, sebab dari pagi Azizah belum ada sedikit pun mengisi perutnya.


"Enggak mas, Zizah nggak mau apa-apa " ujar Azizah lemah


" Sayang... kamu harus makan demi dedek" ujar Ibra sendu


Azizah memikirkan makanan apa ya kira-kira yang membuatnya merasa segar. Akhirnya Azizah meminta semangkok bakso. Ibra bergegas membelinya.Tak memerlukan waktu lama, Ibra pulang membawa semangkok bakso. Ibra membantu Azizah memasukkan saos, kecap dan sambal yang tadinya dipisah.


Namun hal tak terduga terjadi, Ibra yang awalnya begitu antusias melihat sang istri mau makan, hanya bisa melongo. Bagaimana tidak semangkok bakso yang ada dihadapan Azizah,hanya habis seluruh kuahnya saja sedangkan bakso dan teman-temanya dibiarkan begitu saja dimangkok.


" Sayang kok bakso sama mienya nggak dimakan?" tanya Ibra


" Enggak mas nanti muntah soalnya Zizah lihatnya aja udah mual, mas aja deh yang makan" ujar Azizah tanpa dosa.

__ADS_1


Hal itu berlangsung selama trimester pertama kehamilan. Terkadang Ibra dibuat kesal bagaimana tidak. Azizah meminta Sate padang yang tempatnya lumayan jauh, namun sampai dirumah dia hanya makan kuahnya saja sedangkan lontong dan satenya harus Ibra yang menghabiskan.


Galen yang tak tau apa-apa puntak luput dari ngidamnya Azizah. Alhasil saat ini Ibra dan Galen harus ekstra olahraga untuk mengembalikan perut kotak-kotaknya.


Fatma yang melihat Azizah mengerjai Galen hanya bisa tertawa. Dan akan marah juga mengomel, kalau Galen menolak permintaan Azizah. Dan omelan itu nggak jauh-jauh dari kata menikah.


Namun ditrisemester kedua Azizah sudah tidak mual dan muntah lagi. Namun terkadang hal-hal tidak masuk akan yang Azizah kerjakan. Seperti hari ini, Azizah meminta Ibra untuk memanjat pohon mangga tetangga, yang mana pohon mangga itu banyak semutnya. Alhasil saat ini hampir seluruh tubuh Ibra bentol-bentol semua.


Romi melihat keadaan sang bos yang mengenaskan hanya bisa mengulum senyum. Bagaimana tidak Romi merasa itu balasan, karena dulu Ibra selalu membuat Romi dan Gisel kesusahan saat Ibra mengidam.


Sedangkan saat ini hubungan Nai dan Rayyan sudah membaik. Rayyan meminta waktu kepada Nai untuk menyelesaikan semua, agar mereka bisa menjalani rumah tangga dengan aman.


Clara dan kedua orang tuanya jangan ditanya,mereka begitu susah bergerak, akibat semua tindakan mereka diawasi orang-orangan orang Rayyan dan tanpa mereka sadar.Mereka pun diawasi oleh orang - orang Ibra.


Hari ini dirumah Mila sedang dilakukan pengajian 4 bulanan kehamilan Azizah. Mila memanggil 200 anak yatim piatu dan juga mengundang tetangga dan krabat dekat.


Seperti biasa Mila selalu menyiapkan bingkisan dan juga amplop untuk anak-anak yatim itu, begitupun Ibra. Hari ini mereka semua kompak menggunakan seragam putih. begitu juga dengan baby AL dan beby Lea. kedua bocah itu sedang lincah-lincahnya berjalan. Siti yang memang sudah berpengalaman mah ngasuh mereka dengan baik.


Namun ada berita yang kurang mengenakan dikediaman Mila. Saat ini bi Mina pembantu sang selalu setia sama seperti bi Asih dan Siti tengah dirawat dirumah sakit,dua hari yang lalu. Mila yang sudah menganggap bi Mina seperti ibunya sendiri merasa sedih.


Namun Mila tak bisa mengelak takdir.Mila memang berniat untuk mencari pekerja baru untuk membantu bi Asih dan bi Mina yang sudah tua.Dan meminta mereka untuk sekedar mengawasi saja. Namun hal itu dilarang oleh bi Asih dan bi Mina, mereka bilang, mereka akan pulang kekampung kalau dilarang bekerja. Karena bagi mereka pekerjaan mereka itu sangat menyenangkan dan pun tidak terlalu berat. Begitu pun dengan pak Ujang.

__ADS_1


Bekerja dirumah Mila, bagi mereka sebuah keberuntungan, karena Mila tidak pernah menganggap mereka hanya seorang pembantu. Tapi mila dan anak-anaknya memperlakukan mereka seperti keluarga.


Akhirnya cara pengajian 4 bulanan kehamilan Azizah sudah selesai. Saatnya mereka mbagikan amplop dan juga bingkisan untuk anak yatim. Mereka sangat bahagia menerima bingkisan san dari Mila.


Setelah semua selesai Mila mengajak keluarganya untuk makan bersama. Merka berbagi cerita. Apalagi Fatma yang saat ini sering berkeliling negara.


AL dan Lea kini terlelap, mereka kelelahan bermain bersama anak-anak panti.Sedangkan Azizah saat ini begitu lahap memakan maknanya.


Memang belakangan ini na**u makan Azizah meningkat.Berbeda saat beberapa bulan yang lalu. Saat ini berat badan Azizah pun naik hingga beberapa kilo


Namun hal itu tidak menjadi masalah untuk Ibra.Ibra merasa senang melihat pipi chaby sang istri, dan sangking gemasnya terkadang Ibra sampai menggigit pipi itu. Dan hal itu membuat Azizah akan mendiamkannya 1 harian penuh.


Sedangkan Azzah selain disibukan denga kuliah, dia juga diai ukan dengan Kafenya uang selalu ramai dan tidak jarang kafenya dipakai untuk acara-acara tertentu.


Setelah Fatma, Gio dan Galen pulang. Mereka semua kembali kekamar Merek masing-masing. Mila punjuga sama kembali kekamarnya. Kembali kedunia dimana dulu dia dan Dewa selalu bersama,berbagi suka dan duka bersama.


"Mas... Apakah aku harus meneriman Rayyan sebagai suami Nai,jika suatu saat dia melamar Nai?" tanya Mila pada Foto Dewa


Sedangkan dikamar Ibra terjadi sedikit drama dimana Azizah meminta Ibra untuk tidur memakai daster kesayangan Azizah. Ibra jelas menolak, namun berikutnya Azizah sudah menggunakan senjat air mata untuk meluluhkan Ibra. Dan pada akhirnya Ibra dipihak yang kalah.


Dengan sangat terpaksa malam ini Ibra menuruti perkataan sang istri.Berbeda pula dikamar Izar, saat ini Renata tinggalhanya berdua bersama Lea, karena beberapa saat lalu Izar ditelpon pihak rumah sakit bahwa ada kecelakaan beruntun yang mengakibatkan salah satu korbanya harus melakukan tubdakan operasi secepatnya, untuk menyelamatkan sang korban.

__ADS_1


Bab ini sampai disini dulu ya besok kita lanjut dan like n komen terus karya bunda ya karwna tanpa kalian bunda bukan apa-apa


__ADS_2