Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Dewa dan Mila begitu bahagia setiap kali melihat anaknya, mendengar detak jantungnya dilayar monitor, ada rasa yang membuncah setiap mendengar perkembangan bayi mereka


"Nah lihat pak, bu semuanya lengkap sudah, baby nya juga sehat berat badannya sudah sesuai"


"Kalau jenis kelaminnya apa bisa dilihat dok"


" Mudah- mudahan bisa kalau baby nya nggak sembunyiin ya"


Dokter terus menggeser alat yang ada diperut Mila setelah beberapa saat dokter bisa menemukan jenis kelaminnya


" Nah ini ibu, bapak jenis kepaminnya sudah kelihatan"


"Apa jenis kelaminnya dok" tanya Dewa tak sabar, Mila yang melihat hanya bisa tertawa


" Baby nya princes nih pak pasti kakaknya senang"


" Iya dok kakak perempuannya memang ingin baby princes" ujar Dewa saat teringat Nai yang berkata mau baby cewe biar ada temannya


"Oo y ada lagi pak yang mau ditanya dan dilihat"


"Nggak dok terima kasih"


Setelah selesai USG dan mendengar nasihat dokter, Mila dan Dewa keluar dari ruangan menuju apotik, menebus vitamin ibu hamil.


Selesai menebus obat Dewa mengantar Mila pulang dan berangkat kekantor karena hari ini ada klien yang akan datang.


Diperjalanan pulang Dewa selalu menggenggam dan mencium tangan Mila, dan mengucapkan banyak terima kasih karena Mila mau mengandung anaknya.


"Makasih sayang kamu sudah memberikan kebahagiaan yang sangat banyak buat mas"


"Aku juga terima kasih karena kamu mau menerima aku dan anak- anak"


"Mereka juga anak- anakku Mil dan mereka semua akan memakai nama Nugraha dibelakang nama mereka"


Ada rasa yang tak bisa aku jelaskan, begitu besar cinta mas Dewa kepada kami, sampai anak- anakku memakai nama belakangnya


Segera aku melepas setbel dan mengecup pipi mas Dewa, entah apa yang akan aku dapat andai bukan mas Dewa yang menjadi suamiku


"Terima kasih mas, kamu sudah menjadi ayah yang baik buat anak- anak"


Dewa mengusap kepala Mila yang tertutup hijab, 30 menit perjalanan mereka sampai dirumah, Dewa membuka pintu untuk Mila dan menggandengnya masuk.


Dan sampai didalam dia pamit kepada Mila, karena akan kekantor sebab asisten Kevin bilang klien sudah menunggu.

__ADS_1


Mila ingin mengantar suaminya keluar dilarang oleh Dewa karena harus istirahat dan Mila pun akhirnya menuruti.


Mila merebahkan tubuhnya diatas kasur king size nya, tak pernah terbayang olehnya setelah perceraiannya dengan Anto dia akan menikah lagi, apalagi dengan Dewa yang notabene pengusaha sukses.


Dulu Mila hanya berharap usaha yang dia rintis sukses, agar dia bisa membesarkan anak- anaknya dengan baik, tapi ternysta rencana Allah lebih indah.


Kesedihan yang dia rasakan selama pernikahannya bersama Anto, terbayar dengan kebahagiaan yang diberi oleh Dewa, bukan hanya dirinya tapi ke3 anaknya juga bahagia.


Saat tengah melamun tanpa sadar mila terlelap, dia bermimpi ayah dan ibunya tersenyum bahagia, karena melihat Mila bahagia.


Mila terbangun saat terdengar bunyi ponselnya pertanda ada yang menelpon, dan ternyata Fatma yang telpon, segera dia menerima panggilan itu


"Assalamualaikum Fat"


"Waalaikum salam Mil kamu dimana?"


"Dirumah, kenapa?"


"Gimana keadaan keponakanku, kamu tadi jadikan periksa kandungan, gimana keponakan aku cewek apa cowok"


Mila terkekeh mendengar Fatma yang begitu antusias, mau tau jenis kelamin anak Mila


"Ayo tebak,"


"Ah.. kamu nggak asik Mil main tebakan segala" kesal Fatma cemberut


"Wah... senengnya pasti Nai juga akan senang, karena ada temanya"


Ya .... memang Nai ingin punya adik cewek, karena katanya kalau cowok malas nanti kayak Izar dan Galen jahil.


Ceklek pintu kamar terbuka ternyata Dewa yang masuk dan Mula menyambut suaminya dengan raut bahagia.


"Mas kok sudah pulang tadi katanya mau ketemu klien"


" Iya Mil, mas sudah ketemu dan hasilnya memuaskan, dan mas pulang karena merindukan kamu"


"Ai... mas tambah pintar ya gombalnya, mau Mandi tawar Mila"


"Iya mas mau mandi dan rebahan sebentar sebelum makan malam, kamu temani mas ya"


" Ok, aku siapkan dulu airnya ya mas," Mila segera kekamar mandi menyiapkan air mandi Untuk Dewa dengan aroma terapi yang sangat enak


Mila keluar dari kamar mandi, dan segera menyiapkan baju Dewa, sedangkan Dewa segera masuk kekamar mandi, dan melepaskan pakaian yang menempel.

__ADS_1


Dewa masuk kedalam bak mandi, yang membuat badannya sedikit lebih segar , 15 menit berendam Dewa, segera membilas tubuhnya dengan. Dewa keluar dengan hanya menggunakan handuk.


Dewa melihat istrinya sudah tak ada dikamar, dan dia tau Mila pasti kebawah menyiapkan makan malam, selesai berpakaian Dewa menyusul istrinya, dan dimeja istri dan anak- anaknya sudah menunggu.


Mila mengambil makanan untuk suaminya, Nai dan dirinya sendiri sedang Ibra dan Izar mengambil sendiri makanannya.


Selesai makan malam Dewa mengajak keluarganya keruang keluarga menonton tv, saat yang lain asik menonton Dewa mengajak Ibra bicara


"Ibra bolah ayah bicara dengan Ibra?" tanya Dewa


"Iya yah boleh, ayah mau bicara apa?" jawab Ibra


"Begini, apa boleh ayah minta tolong abang bantu ayah dengan urusan kantor, sekalian abanh belajar agar kelak abang bisa gantiin ayah"


Ibra terdiam sejenak memikirkan perkataan Dewa, dan perlahan menarik nafas dan menghebuskan secara perlahan, sebelum menjawab permintaan Dewa.


"Apa nggak ada yang lain yah, kan masih ada Om Wisnu, bukan Ibra nggak mau lagi pula sebentar lagi Ibra ujian akhir yah"


"Ayah sudah minta kepada Om Wisnu, tapi Om Wisnu nggak bisa tinggalkan pekerjaannya, dan dia juga meminta kamu yang menggantikannya" terang Dewa


"Tapi sebentar lagi Dewa ujian yah takutnya malah tidak konsentrasi" jawab Ibra


Sebenarnya Ibra kasihan lihat ayahnya yang terkadang kurang istirahat, karena banyak sekali pekerjaan yang harus ayahnya cek an kerjakan, tapi dia akan menghadapi ujian takut kerjaannya malah terbengkalai.


"Kamu akan bantu ayah setelah kamu selesai ujian bang"


Ibra menghembuskan nafasnya dan melirik bunda yang memberi anggukan dan akhirnya


"Baik yah Ibra akan membantu ayah sebisanya, tolong bimbingannya ya ayah"


Dewa langsung memeluk Ibra dan mengucapkan terima kasih, dan dalam hati Dewa akan menempah Ibra, agar bisa menjadi pemimpin menggantikannya jika dia tak ada.


Dewa sangat menyayangi anak- anaknya walau dia tau mereka bukan anak kandungnya, tapi mereka lah yang mengisi kekosongan hati Dewa, sejak pertama kali bertemu Dewa sudah menyayangi mereka.


Hari sudah semakin malam mereka memutuskan istirahat, Mila dibantu Dewa menuju lantai 2 kamar merek.


Rencananya Dewa akan mengajak Mila pindah kelantai bawah, takut karena kehamilan Mila yang sudah besar beresiko naik turun tangga.


Hari- hari berlalu, hari ini Ibra sedang melaksanakan ujian akhir selama satu minggu, dan Dewa memberi anaknya semangat karena dia tau kemampuan Ibra.


"Semoga abang lancar ya ujiannya dan mendapatkan nilai terbaik" ujar Dewa


"makasih yah" jawab Ibra dan turun dari mobil

__ADS_1


Ya hari ini Ibra diantar oleh Dewa, karena Dewa ingin dia yang pertama mengantar Ibra menuju kesuksesan, dan setelah Dewa melihat Ibra masuk dia menyuruh sopir menjalankan mobilnya.


Sedang Ibra yang masih menatap mobil Dewa dari gerbang, merasa bersyukur mendapatkan Dewa sebagai ayah sambungnya,dan dia berjanji tidak akan mengecewakan bunda dan ayahnya.


__ADS_2