Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Azza begitu bahagia malam ini. Malam bersejarah dimana dia menerima lamaran dari seseorang yang di cintai ya, tepat di hari lahirnya. Azza berdoa semoga dirinya dan Zyan akan bisa menua bersama, menghadapi badai rumah tangga bersama, hanya bersama Zyan.


Azza melihat wajah bahagia dari keluarganya. Senyum dari wajah sang bunda,wanita yang melahirkannya,wanita hebat yang selalu ada untuknya. Wajah bahagia juga terlihat dari ke dua abangnya, orang yang akan ada di garda terdepan saat ada yang menyakitinya, serta ada wajah bahagia dari kakaknya yang selalu menghiburnya di kala dirinya sedih.


Zyan mendekat kearah sang calon istri, saat melihat Azza sendirian.


" Ada apa sayang, apa kamu kurang suka kejutannya?" tanya Zyan


" Enggak kok mas, Azza suka" jawab Azza


" Kalau suka kenapa wajah kamu sendu?" tanya Zyan


" Azza hanya bahagia melihat wajah bunda dan keluarga bahagia bang, juga sedikit rindu sama ayah" jawab Azza lagi


"Mas nggak akan berjanji sama kamu,tapi mas akan buktikan kalau mas akan buat kamu bahagia"


" Terimakasih ya mas" ucap Azza tulus


Semua pulang kekediaman masing masing. Zyan tadi mengantar Azza terlebih dahulu sebelum pulang ke apartemennya. Dan saat ini Zyan sedang dijalan pulang bersama Heru.


" Bos besok akan ada rapat dengan Diamon grup" ujar Heru


" Jam berapa Ru?" tanya Zyan


" Jam 8 Pagi bos" jawab Heru


" Baiklah saya yang akan bertemu dengan pihak Diamon grup, tapi setelahnya kamu yang handel semua pekerjaan, karena saya sama Azza mau cari cincin pernikahan dan kamu yang urus tentang gedung, Wo dan catring" jelas Zyan


" Baik bos" jawab Heru

__ADS_1


Akhirnya mobil yang di kendarai Heru sampai di basemen apartemen. Zyan segera turun begitu juga Heru yang memang tinggal di apartemen yang sama hanya berbeda lantai.


Sedangkan Azza saat ini sudah berada di alam mimpi. Berbeda dengan Mila, yang malam ini masih terjaga, walau jam sudah menunjukan angka 1 dini hari.


Entah apa yang Mila rasakan malam ini, dia tidak mengerti, dia hanya teringat perkataan Azza di makam Dewa tadi sore. Ya...Mila memang sengaja pura-pura tidak tahu kemana Azza pergi, tapi Mila mencoba mengikuti nya dengan pak Ujang.


" Mas... aku merasa sedih, karena belum bisa membahagiakan anak kita. Hingga Azza tak mau bercerita tentang keluh kesahnya. Menyimpan semua sendiri demi membuat aku tak menangis mas" gumam Mila


* * * * * * * * * * * *


Mila duduk di sebuah bangku taman yang sangat indah. Namun tiba-tiba, seseorang duduk di sampingnya, dan yang membuat Mila begitu terkejut, ternyata dia adalah Dewa pria yang sampai saat ini masih bertahta di hatinya. Air mata tak terbendung saat Mila mendapatkan sebuah pelukan yang sudah lama dia rindukan.


" Mas...aku rindu.... kenapa baru sekarang kamu menemui aku, apakah disana terlalu indah, apa aku bisa ikut bersama kamu" ujar Mila


" Sayang.... kamu harus kuat, karena saat ini hanya kamu kekuatan anak-anak, kalau kamu rapuh mereka juga akan rapuh. Dan belum saatnya kamu ikut bersamaku, karena anak-anak masih membutuhkan kamu, terutama Azza sayang...." ujar Dewa lembuh sambil mengelus rambut Mila


"Azza gadis yang kuat mas... dia bisa mengatasi semuanya kamu lihatkan" jawab Mila


Tak lama terlihat cahaya, dan di sana ada seorang wanita cantik, yang melambaikan tangan kepada Dewa. Dan meminta Dewa mendekat kepadanya.


" Sayang....aku pergi dulu ya, ingat kuatlah demi anak-anak terutama Azza" pinta Dewa


Dewa mulai berjalan menuju wanita yang memanggilnya. Dan membuat Mila mengejarnya sambil menangis memanggil Dewa, namun hanya senyum dan lambayan tangan yang Dewa berikan. Dan setelahnya cahaya itu menghilang bersamaan dengan Dewa dan wanita cantik itu.


Membuat Mila terduduk menangis memanggil Dewa. Dan tepukan seseorang membuat Mila tersentak, dan segera bangun dari tidurnya. Mila terduduk di tempat tidur.


" Ternyata hanya mimpi, tapi kenapa seperti nyata, dan kenapa mas Dewa meminta aku menjadi kuat untuk Azza" gumam Mila


Tapi Mila tak menemukan jawabannya, selain menganggap bahwa itu, hanya ikatan antara ayah dan anak,walau mereka sudah berbeda alam.

__ADS_1


Mila melihat air di nakas tempat tidurnya, dan mulai meminum air yang ada disana. Mila melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 5 Pagi, dan akhirnya Mila memutuskan untuk membersihkan diri, dan melaksanakan sholat subuh. Setelah selesai Mila kedapur ingin menyiapkan sarapan pagi, di bantu bi Asih yang kebetulan juga terbangun.


Sarapan selesi di buat dan satu persatu anak dan menantunya turun. Mereka sarapan dengan di selingi obrolan mengenai persiapan pernikahan Azza dan Zyan.


" Bang bagaimana dengan gedung dan Wo" tanya Mila


" Semua Zyan yang mengerjakan Bun, jadi bunda nggak usah khawatir" jelas Ibra


" Tetap aja bang kita juga bantu memantau, jadi jika ada kekurangan bisa segera teratasi" jawab Mila


"Baiklah Bun nanti Abang minta Romi yang memeriksa dan undangan apa bunda sudah punya liatnya?" tanya Ibra


" Sudah bang.... bunda juga sudah meminta Tante Fatma dan Om Gio juga Galen pulang, karena nanti Om Galen yang akan menikahkan Azza" jelas Mila


Selesai sarapan Ibra hari ini ada metting dengan pihak pengembangan dan beberapa menejer terkait, proyek yang saat ini sedang perusahaan tangani.


Sedangka Izar selesai sarapan tadi langsung pergi kerumah sakit, karena pagi ini dia di minta untuk melaksanakan operasi. Semalam Izar dan Renata memang menginap di rumahnya. Karena baby Lea sangat senang bermain bersama AL.


* * * * * * * * * * * * *


Saat ini Zyan dan Azza dalam perjalanan menuju mall terbesar. Karena mereka ingin menjadi cincin pernikahan mereka. Kini Zyan dan Azza sudah sampai di mall yang di tuju. Mereka berjalan dengan Zyan yang menggandeng tangannya.


Sampai toko yang di tuju Zyan meminta Azza memilih cincin mana yang menurut Azza cantik.Dan dapatlah sebuah cincin dengan model sederhana, namun tetap terlihat cantik.


Zyan juga memilih beberapa perhiasan sebagai kado ulang tahun Azza. Azza sempat menolak, namun bukan Zyan namanya kalau Azza langsung setuju dengan permintaan sang mama.


Selesai dari mall Zyan mengajak Azza makan siang bersama. Dan setelahnya mereka lanjut ke makam Dewa bersama Zyan. Karena Azza ingin memperkenalkan Zyan kepada sang ayah dan juga sebaliknya. Mereka makan siang dengan menu yang benar-benar menggunggah selera.


Selesai makan Zyan kembali melajukan mobilnya menuju area pemakaman, yang baru kemarin Azza datang dan hari ini Azza kembali berkunjung.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2