Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Azza sanggt gugup melihat tatapan sang suami. Sedangkan Zyan begitu mengagumi sang istri, apa lagi saat ini Azza memakai baju dinas yang warnanya kontras, dengan kulit Azza yang putih bersih. Dengan perlahan Zyan menarik sang istri agar maju dan menempel tepat di dadanya. Debaran jantung saling bersahutan. Dan entah siapa yang memulai kini mereka telah berbagi salivanya. Dan terjadilah yang seharusnya terjadi.


Malam ini menjadi malam yang panjang untuk sepasang pengantin itu. Dan entah pukul berapa mereka tidur. Zyan merasa sangat bahagia, karena dia adalah yang pertama buat Azza.


Matahari menyapa, saat ini Zyan telah bangun terlebih dahulu, setelah tadi sehabis subuh mereka kembali mengulang, kegiatan yang menyenangkan bagi mereka. Zyan terus menatap sang istri yang masih terlelap, setelah pergulatan panas mereka.Satu kata yang Zyan ucapkan.


" Cantik" itulah yang Zyan lihat dari sang istri yang masih memejamkan matanya.


Eughhh


Azza menggeliatkan badannya, yang terasa remuk. Dan memulai membuka matanya.Hal yang pertama kali diabliahat adalah sang suami yang sedang menatapnya penuh cinta.


" Mas.... kamu sudah bangun memang jam berapa ini?" tanya Azza


" Jam 9 sayang, ayo bangun kita belum sarapan" ujar sang suami.


Azza bangun dari tidurnya dan mulai membersihkan diri. Setelah mereka sarapan bersama, walau sudah terlambat untuk di katakan sarapan. Sedangkan keluarga yang lain mereka sudah pulang setelah sarapan.


Selesai sarapan Azza dan Zyan kembali kekamar mereka. Mereka memang tidak merencanakan bulan madu, karena padatnya pekerjaan Zyan. Tetapi Zyan akan selalu ada buat sang istri sesibuk apa dirinya. Dan Zyan akan membawa Azza kemana pun. Walau dirinya tak akan pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya.


Saat ini mereka tengah menikmati kebersamaan mereka. Zyan sangat tidak menyangka bahwa saat ini dirinya telah menikah dengan seorang gadis yang sangat dia cintai.


"Mas.... aku boleh tanya sesuatu nggak?"


" Memang kamu maubtanya apa sayang"


" Sebelum bertemu dengan Azza mas pernah Deket dengan wanita lain nggak?" tanya Azza

__ADS_1


" Mau jawaban jujur atau bohong?"tanya Zyan menggoda sang istri


" Ya jujur la ih mas mah..." ujar Azza kesal


" Mas belum pernah dekat dengan wanita manapun, karena yang mas fikirkan hanya bagaimana cara memajukan perusahaan yang di tinggalkan papa" jawab Zyan jujur


" Mas juga ada mau bicara sesuatu sama kamu boleh?" tanya Zyan lembut


" Silahkan sayang"


Zyan memeluk sang istri dari belakang.


" Aku mempunyai seorang saudara sepupu bernama Yura, ayah Yura adalah anak dari Om Toni kakak mama. Tapi aku tidak dekat dengan mereka. Dan jika suatu ada orang bicara sesuatu kepada kamu yang rasanya untuk menghancurkan rumah tangga kita, mas harap kamu bicarakan dulu sama mas... sebelum kamu mengambil keputusan. Dan ingat satu pesan mas sama kamu mas akan selalu menyayangi kamu, nggak ada wanita lain selain kamu dan nggak akan pernah ada walau apapun yang terjadi. Dan mas harap kamu juga begitu" pinta Zyan


" Insyallah hanya ada nama mas di hati Azza"jawab Azza


"Pa.... mas Zyan sekarang sudah menikah, sangat sulit untuk mendekat, jadi sekarang kita harus bagaimana" tanya Yura


" Biarkan saja dulu, biarkan mereka merasa bahagia dahulu, sebelum mereka kehilangan semua yang mereka miliki termasuk senyum kebahagiaan" jawab Toni


" Apa papa sudah ada rencana?" tanya Yura


Toni tersenyum menyeringai, sebagai jawaban kepada sang anak. Dan hal itu membuat Yura ikut tersenyum. Sepasang ayah dan anak itu memang terkenal licik. Mereka akan melakukan apapun agar apa yang mereka inginkan tercapai, termasuk dengan membunuh Adam ayah dari Zyan suami adik kandungnya sendiri. Itu semua mereka lakukan untuk mendapatkan harta milik Adam, yang di wariskan kepada Zyan.


Toni menelpon orang suruhannya untuk mengawasi Zyan dan Azza. Sedangkan Yura punya rencana sendiri untuk Azza. Tanpa dia tau, siapa yang melindungi Azza.


Sedangkan di kediaman Sella dan Arya.Saat ini mereka sedang berbincang.

__ADS_1


" Mas apa mereka sudah bergerak?" tanya Sella kepada Arya


" Belum... Mas sudah meminta anak buah kita untuk terus memantau pergerakan mereka" jawab Arya.


Sedangkan sepanjang hari Sepasang pengantin baru itu, saling berbagi. Mereka hanya istirahat saat mereka merasa lapar dan lelah. Mereka menikmati rasa yang telah menjadi candu untuk mereka berdua.


Jam sudah menunjukkan pukul 7malam. Zyan dan Azza memutuskan untuk makan malam di luar, sambil menikmati keindahan kota di malam hari. Mereka menggunakan pakaian kasual. Mereka menikmati keindahan malam dengan bergandengan tangan.


" Mas ternyata pacara setelah menikah itu lebih indah ya" ujar Azza.


" Iya sayang karena pacarannya bisa melakukan hal yang lebih dan sangat mas sukai" jawab Zyan sambil menarik turunkan alisnya.


Tepat pukul 11 malam mereka sampai di hotel tempat mereka menginap. Rencananya mereka besok akan pulang ke kediaman Zyan yang memang sudah di siapkan untuk sang istri.


Malam ini mereka tidur hanya dengan berpelukan tanpa melakukan apapun. Menyalurkan rasa sayang dan cinta yang tumbuh semakin subur setelah mereka menikah.


* * * * * * * * * * * * -


Pagi hari menyapa, sesuai rencana pagi ini Zyan akan membawa Azza ke rumah mereka. Namun sebelumnya mereka berbelanja terlebih dahulu. Mereka masuk ke swalayan, membeli barang-barang yang mereka butuhkan dan juga bahan makanan untuk Azza memasak. Di kediaman baru Zyan, dia juga menyewa seorang pelayan untuk memasak, seorang pelayan untuk membersihkan rumah mencuci pakaian. Satpam,dan tukang kebun, serta supir untuk sang istri.


Semua itu adalah rekomendasi dari Mila dan Ibra. Azza sangat takjub dengan bangunan dihadapannya ini. Sebuah rumah mewah dengan dua lantai, dan taman yang luas. Dan rumah itu adalah rumah impian Azza.Zyan membawa Azza masuk kedalam rumah mengelilingi setiap sudut rumah dan mengenalkannya pada semua pekerja. Setelahnya Zyan membawa Azza ke kamar utama dirumahnya.


Azza kembali di buat takjub dengan pemandangan indah di hadapannya. Azza berjalan menuju balko, dan hal yang pertama Azza lakukan adalah menikmati pemandangan yang ada, sangat indah.Itulah satu kata yang bisa Azza ucapkan.


Saat sedang asik menikmati keindahan dari balkon, sebuah tangan melingkar di perutnya. Siapa lagi tersangkanya kalau bukan sang suami. Mereka menikmati ke indahan bersama, namun harus terganggu oleh ketukan pintu dari kepala pelayan bi Jum.Bu Jum memanggil mereka untuk makan siang. Dan denan terpaksa Zyan melepaskan pelukannya dari sang istri, dan mengajak Azza menikmati makan siang mereka yang dilakukan di balkon kamar mereka.


Selesai menikmati makan siang bersama kini, mereka beristirahat sambil Zyan menemani sang istri menikmati pop corn. Dan menonton Drakor ke sukaan Azza.

__ADS_1


__ADS_2