Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Ibra sampai dihalaman kediamannya. Mila yang kebetulan akan pergi tak sengaja bertemu Ibra di teras rumah. Ibra meraih tangan Mila setelah mengucapkan salam. Mila menyambut tangan Ibra dan menjawab salam sang anak


" Bang tidak biasanya pulang jam segini?" tanya sang bunda Mila


" Lagi kangen anak-anak Bun" jawab Ibra


Mila sebenarnya merasa aneh dengan jawaban Ibra, Mila seorang ibu jadi dia tau kalau saat ini Ibra tengah memikirkan sesuatu.


" *AL sedang makan dengan bi Siti, Alisa sedang bersama Azizah" jelas Mila


" Bunda mau pergi?" tanya Ibra kepada Mila


" Iya... bunda mau kerumah Tante Fatma" ujar Mila


" Apa mau Abang antar Bun?"tanya Ibra


" Enggak usah bang bunda berangkat dengan supir aja,katanya Abang tadi kanegen anak-anak, Ya sudah.... bunda pergi dulu ya bang Assalamualaikum" ucap Mila dan berjalan ke mobil yang sudah menunggu Mila*


Sedangkan Ibra masuk kedalam rumah. Berjalan ke kamar mereka dan membersihkan diri sebelum bertemu dengan anak-anaknya. Azizah yang mengetahui Ibra pulang segera memberikan Alisa ke pengasuh dan di awasi ni Siti. Azizah berjalan menuju kamar mereka. Sampai di kamar Azizah mendengar bunyi air dari kamar mandi. Azizah segera menyiapkan pakaian untuk sang suami, setelahnya Azizah duduk menunggu di tepi ranjang mereka.


Tak lama Ibra keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk, dannitu terlihat **** di mata Azizah. Ibra tersenyum melihat tingkah sang istri. Ibra berjalan mendekat dan berdiri di hadapan Azizah.


" Kenapa cuma dilihati sayang.... kalau mau di pegang juga boleh" ujar Ibra dengan senyum jahilnya


Azizah begitu terkejut melihat Ibra sudah berdiri di hadapannya. Wajah Azizah merona saat melihat tubuh **** sang suami yang menggoda di hadapannya. Sedangkan Ibra masih terus menggodanya.


" *Mas.... sudah ayo kenakan bajunya, ini bajunya sudah Zizah siapi" ujar Azizah memberikan baju yang tadi disiapkannya


"Enggak mau pegang atau cicip lebih dulu nih?" tanya Ibra*


Azizah segera berdiri dari ranjang milik mereka, karena tak tahan mendengar godaan sang suami. Sedangkan Ibra tertawa melihat wajah malu sang istri.


* * * * * * * * * * * * *


Sedangkan di kediman Fatma saat ini Mila baru saja sampai. Fatma menyambut kedatangan ipar. Fatma memang pulang ke Indonesia karena satu Minggu lagi adalah acara lamaran dari Galen dan Rury.


" *Kamu apa kabar Mil?" tanya Fatma

__ADS_1


" Alhamdulillah aku sehat, kalau kamu gimana, Luna, suami dan anak-anak nya bagaimana?" cecar Mila


" Kamu ini kebiasaan deh kalau nanya nggak satu-satu" ujar Fatma


" Ya biar kamu jawab dan aku nggak usah tanya lagi" Jawab Mila santai


"Bang Gio mana Fat ?"tanya Mila


" Kamu seperti nggak tau mas Gio aja Mila di mana lagi kalau bukan di taman belakang" jawab Fatma*


Memang setelah pernikahan Azza Gio dan Fatma kembali ke Singapura tempat tinggal Luna. Dan mereka baru kembali pagi tadi, karena akan mengadakan pesta pernikahan Galen.


"*Anak-anak bagaimana kabarnya Mil, Galen bilang Azza sekarang tinggal di rumah nya sendiri" tanya Fatma


" Alhamdulillah anak-anak sehat semua, cucu kita juga sehat semua, Azza memang sudah ikut bersama Zyan, kerumah yang Zyan berikan untuk Azza" jelas Mila


" Sekarang Kamu bisa bebas Doni Mila, bisa keliling dunia bila perlu atau mau ikut aku ke Singapura" ujar Fatma


" Aku belum kefikiran kesana Fat, aku hanya menikmati momen bersama ke empat cucuku" ujar Mila*


Tak lama teman-teman arisan mereka datang. Dan terjadilah perbincangan di antara ibu-ibu sosialita. Sebenarnya Fatma dan Mila tak terlalu suka itu. Namun untuk menolak mereka jika tak enak hati.


"*Bagaimana Nak apa Ibra marah sama kamu?" tanya Sella khawatir


" Enggak mungkin sayang aku tau Ibra itu pandai, dia tak akan mengambil keputusan sembara apalagi menyangkut keluarganya" jelas Arya


" Iya.... mama tenang aja, bang Ibra orang yang baik dia juga membantu Zyan menjaga Azza dengan orang-orang yang profesional,tanpa Kita sadar bahwa itu adalah bodyguard" jelas Zyan


" Bagaimana kabar orang-orang yang dibayar Toni, apa kamu memecat mereka?" tanya Arya


" Enggak yah... Zyan memilih membiarkan dia terus mengawasi kita, agar dia bisa melaporkan pada om Toni, dan laporan itu nggak akan sama dengan yang terjadi" jelas Zyan


" Pokoknya mama minta kamu harus selalu hati-hati sayang, jaga menantu mama ya" pinta sang mama


" Insyallah ma... aku akan menjaga Azza dengan nyawa ku sendiri" jawab Zyan


" Kamu makan malam disini sayang?" tanya Sella

__ADS_1


" Enggak ma.... aku makan malam di rumah, karena Azza selalu memasak makan malam untuk Zyan, jadi kasihan kalau sampai Zyan tak memakannya, karena dia selalu menunggu Zyan untuk memakan masakannya" jelas Zyan


" Alhamdulillah, untung kamu menikah sama Azza, tau bagaimana cara mengurus suami , Coba kalau Yura mungkin kamu akan kurus karena kerjaan dia cuma belanja menghabiskan uang" jelas Sella*


Sella memang tak menyukai Yura walaupun Yura adalah anak kakak kandung Sella sendiri. Selesai berbicara Zyan berpamitan untuk pulang,tak lupa Sella menitipkan brownies buatannya untuk sang menantu.


Tak lama mobil yang di kendarai Zyan tiba di halaman rumah Miliknya. Diteras sang istri sudah menunggu kepulangan sang suami. Zyan sangat suka momen ini, dimana Azza selalu menunggu dirinya saat pergi dan pulang kerja. Itulah yang membuat Zyan ingin selalu pulang lebih awal.


Zyan memberikan titipan dari sang mama. Azza dengan senang hati menerimanya. Zyan memang bilang kalau akan kerumah sang mama. Namun Zyan tak mengatakan tujuannya kerumah sang mama, hanya berkata kalau ada urusan dengan sang ayah.


" *Mas sudah makan?" tanya Azza


" Belum sayang mas sengaja pulang karena mau makan masakan kamu" ujar Zyan sambil mengelus kepala sang istri*


Mereka berjalan menuju kamar mereka.Zyan berjalan menuju kamar mandi sedangkan Azza menyiapkan pakaian sang suami. Setelah selesai Zyan dan Azza berjalan bersama menuju ruang makan.


" Sayang kamu belum makan malam?" tanya Zyan walau dia tau jawabannya


" Belum karena Azza tau mas pasti makan malam dirumah, karena kalau mas nggak makan di rumah mas pasti ngabarin Azza yakan" ujar Azza sambil mengambilkan makanan untuk Zyan setelahnya untuk dirinya sendiri


Mereka makan malam dengan tenang. Terkadang sambil bertanya kegiatan mereka hari ini. Selesai makan Zyan dan Azza memilih menonton televisi di ruang keluarga. Kehidupan mereka selalu di isi dengan cinta. Walau tanpa Azza tau selalu ada ketakutan di hati Zyan.


Bersambung.....


Semoga suka bab malam ini ya.... jangan lupa like n komen karya author ya fan baca juga karya baru author Judulnya


" CEO Kejam dan Dokter Cantik Disabilitas"


CEO Kejam dan Dokter Cantik Disabilitas


Deskripsi


Duarrr Bunyi ledakan memekakan telinga, bagi siapapun yang mendengarnya. Namun sayang tidak akan ada satu orang pun, yang akan mendengar ledakan itu.Ledakan dari sebuah mobil yang mengalami kecelakaan tunggal,Dimana tempat itu jarang ada yang melewati.



Namun tidak bagi seorang gadis, yang memang sering melewati jalan tersebut. Dia adalah Arsyana Pahlevi 23 tahun, Seorang dokter bedah termuda. Sedangkan dari jarak yang tak terlalu jauh dari ledakan itu. Seorang lelaki tengah terbaring dengan luka parah akibat kecelakaan itu.Dia adalah Alfaro J Loyard. Bisakah Arsy menolong Alfa dan Siapakah dalang dari kecelakaan itu.

__ADS_1



Jangan lupa mampir ya semoga kalian suka. Terimakasih


__ADS_2