Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu tiba. Ibra semalam sudah bilang kepada Azizah dan menceritakan semuanya kepada sang istri


Azizah begitu terkejut sekaligus senang,karena kesedihan yang selama ini sang adik simpan akan hilang, doa-doa yang sang adik langitkan akhirnya terkabul.


Ibra meminta Azizah merahasiakan ini semua lebih dulu. Karena Ibra takut aka terjadi sesuatu kepada Adik dan juga kedua ponakannya. Ibra pun sudah bicara pada Azza untuk pergi bersamanya, dengan alasan yang membuat Azza tak bisa lagi menolak. Dan disinilah mereka di sebuah kampung yang indah,yang masih belum terlalu maju. Ziva sangat senang bisa jalan-jalan,sedang kan Fariz hanya diam karena, memang seperti itulah Fariz.


Sampai di rumah yang tidak terlalu besar,Ibra mengajak ketiga untuk masuk kedalam rumah tersebut. Rumah yang sangat bersih dengan pemandangan yang indah. Rumah itu pun tak jauh dari kediaman Abah dan Zyan.


" Bang pemandangannya cantik banget, bisa nggak ya sementara kami tinggal disini" ujar Azza pada sang kakak


" Memang kamu betah di sini, nanti baru beberapa hari telpon Abang minta pulang" ujar Ibra menggoda sang adik


Dan baru saja ingin menjawab suara Ziva sudah membuat mereka mengalihkan pandangan kepada sang putri .


" Mi.... lihat di sana banyak bunga" ujar Ziva menunjuk sebuah taman bunga yang memang sengaja di tanam disana


" Bang apa boleh nanti sore kami berjalan-jalan" tanya Azza dan dijawab anggukan oleh Ibra


Ibra sengaja membiarkan Azza dan kedua anaknya menikmati hal yang baru pertama mereka lihat dan rasakan. Sedangkan Zyan entah kenapa merasa deg-degan. Terlebih sat Ibra mengiriminya gambar ketiga orang yang belum di ingatnya. Namun sudah membuat jantungnya berdetak lebih kencang, apalagi melihat seorang anak laki-laki yang wajahnya, begitu mirip dengan dirinya.


Saat ini mereka sedang makan siang bersama. Setelah makan siang Azza meminta kedua buah hatinya untuk beristirahat terlebih dahulu, sebelum sore nanti mereka berkeliling kampung.


Azza keluar dari kamar kedua anaknya,berjalan menuju sang Abang yang terlihat sedang memikirkan sesuatu. Ibra yang merasakan kehadiran sang adik segera memfokuskan pada sang adik, yang saat duduk di hadapannya.

__ADS_1


" Memang Abang mau bicara apa, sepertinya serius sekali"tanya Azza


Ibra menarik nafas sejenak. Sebelum menjelaskan semua yang terjadi.


" Dek Abang sudah ketemu dengan Zyan" Satu kata yang keluar dari bibir Ibra membuat jantung Azza berhenti berdetak. Namun dengan cepat dia tersadar dan menoleh kearah sang kakak.


Sedangkan Ibra yang tau arti tatapan Azza pun kembali menjelaskan.


" Namun Abang minta setelah kamu bertemu dengan Zyan untuk sementara waktu, kamu dan anak-anak harus tinggal disini sampai Abang sendiri yang menjemput" ujar Ibra


" Nanti sore kita akan bertemu dengan Zyan, tapi Abang minta, kamu jangan terkejut dengan keadaan Zyan Dan tanpa sadar Azza menganggukkan kepalanya antusias.


* * * * * * * * * *


Sore menjelang Ibra, Azza dan kedua anaknya berjalan menyusuri desa tersebut. Dan lama kelamaan mereka tiba di sebuah rumah yang hampir sama dengan yang mereka tempati tadi. Melihat di sana ada motor yang biasa di gunakan Zyan. Ibra berjalan menuju pintu rumah dan mengetuknya, di ikuti oleh Azza dan kedua anaknya.


Deg


Deg


Betapa terkejutnya keduanya. Rindu yang selama ini tersimpan kini terbuka kembali. Azza segera berlari dan memeluk sang suami. Dari kejauhan seorang gadis mengepalkan tanyanya. Bagaimana tidak dia, melihat bagaimana sang cewek memeluk pria yang selama ini dia suka.


" Kamu tega mas selama ini aku sudah kasih kamu perhatian, jangankan dapat memeluk kamu seperti itu, bicara kamu batasi" gumam Wanita yang ternyata Nurul.

__ADS_1


Hari ini Nurul memang mendapatkan jatah libur. Jadi dia memutuskan untuk pulang, karena tak sabar bertemu pujaan hati. Namun semua harapannya sirna saat melihat mas Zen di peluk oleh seorang wanita.


Didalam rumah Zyan menyediakan minuman untuk semua.Ziva dan Fariz masih belum tau dimana saat ini mereka. Dan siapa yang sedang menghidangkan air kepada tamunya.


Zyan sebenarnya sedang menutupi. Kegugupan saat melihat manik mata yang indah itu. Azza menangis setelah tau kalau sang suami tak mengingatnya. Hanya maaf yang sedari tadi Zyan ucapkan.


" Ziva Fariz salam sama papi" perintah Ibra pada kedua bocah yang ada di sana.


Ziva dan Fariz masih terlihat bingung. Karena memang mereka belum pernah bertemu dengan orang yang ada di hadapan mereka.


Zyan menarik kedua bocah itu kedalam pelukannya. Hanya maaf satu kata yang mampu Zyan ucapkan walau rasanya masih banyak yang mendukung. Setelah berbincang tak lama Abah datang,membawa masakan yang telah dia tunggu-tunggu Sedari tadi.


Mereka semua berbincang dan sedang Azza begitu antusias mendengar cerita temennya. Abah kini bertambah yakin kalau Kedua bayi itu adalah anak Zyan. Abah menceritakan kembali semua yang dia ingat. Membuat Azza menangis dan Zyan segera memeluknya. Mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.


Kini Zyan dan Azza berada di sebuah kamar sederhana.Dan saling berpelukan melepaskan segala rindu yang tertumpuk selama. Dan malam itu terjadilah yang harus terjadi. Suara mereka saling beradu merdu disana.


Sedangkan Ziva dan Fariz sangat bahagia bisa bertemu dengan mereka semua.


Zyan begitu terkejut saat tubuhnya di tabrak oleh gadis dengan tubuh kecil imut. Zyan meminta mereka semua untuk segera masuk.


Azza belum mau tidur karena takut saat dia bangun semua akan hilang bagai mimpi.


Ziva, Faraz dan Ibra menginap di rumah Abah sedangkan Zyan berdua bersama Azza.

__ADS_1


* * * * * * * * * *


Maaf baru up ya kemarin libur karena tekanan darah author naik jadi pusing. Dan untuk yang masih setia author ucapkan terimakasih.


__ADS_2