Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

"Yah.... maafkan Ibra, yang telah lalai menjaga bunda, dan Nai hingga ada orang yang bisa menyakitinya. Maafkan Abang, yang belum bisa membuat orang itu merasakan,dinginnya sel tahanan. Ibra janji akan membalas apa yang dia lakukan kepada ayah, bunda dan Nai" monolog Ibra.


Sedangkan ditempat yang berbeda,tepatnya dikota X, Izar baru saja sampai dihotel tempatnya beristirahat.Izar menyempatkan menghubungi sang istri sebelum dia memberikan seminar.


Tut....


Tut....


Tut...


"Assalamualaikum sayang Mas baru sampai hotel"


..............


"Iya sayang.... mas nanti langsung pulang"


...............


"Kamu juga hati-hati ya disana"


...............


Waalaikum salam


Setelah sambungan terputus Izar memutuskan untuk istirahat sejenak. Namun saat baru saja ingin memejamkan mata terdengar bunyi pintu kamar terbuka.


Izar segera bangun dari atas ranjang dan melihat siapa yang datang kekamarnya.


"Sayang.... aku kangen" ujar Siska memeluk Izar


"Mau apa kamu kesini" tanya Izar dengan rahang mengeras


"Aku kan mau temani kamu perjalanan bisnis sayang" ujar Siska


"Apa hak kamu menemani aku? " tanya Izar menaikan sebelah alisnya


"Sayang apa aku harus jadi istri kamu dulu baru aku boleh nemenin kamu" ujar Siska manja


"Aku pinta kamu keluar dari sini sekarang sebelum terjadi hal yang tidak akan kamu lupakan seumur hidup kamu" Ujar Izar dengan tegas


"Aku rela kalau kamu menginginkanku, aku bisa melayanimu lebih dari pada istrimu"


Siska membuka cardigan yang dipakainya, dan membuka dres yang dia pakai. Sedangkan Izar mengeraskan harangnya, dan segera mengirim pesan kepada orang suruhannya.

__ADS_1


"Sekali lagi aku pinta padamu untuk keluar dari kamar ini, sebelum aku berubah fikiran"


Siska tidak mendengar perkataan Izar, dia malah semakin maju menghampiri Izar. Tanpa dia sadar setelah ini hidupnya akan hancur.


"Aku peringatkan sekali lagi padamu keluar dari kamarku sekarang"


Siska tetap melakukan aksinya, saat inu dia hanya memakai bra dan dalaman yang senada. Namun saat dirinya hampir mendekat kearah Izar,pintu kamar Izar terbuka, menampilkan 10 orang pria dengan seringai tajam bersama asisten Izar.


Siska yang melihat segera menutupi tubuhnya yang nyaris bu**l. Izar mendekat kearah Siska, berjalan mengelilingi Siska.


"Kenapa kau menutupinya? Bukankah kau yang sengaja membukanya? " tanya Izar dengan seringai menyeramkan


"Aku... aku hanya ingin kau yang melihatnya" jawab Siska gugup


"Kenapa... bukankah kau sering menjajahkan tubuhmu? "tambah Izar


"Aku sudah berulang kali memberimu peringatan, tapi kau tidak menghiraukan peringatanku. Dan sekarang kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan dan tak akan kamu lupakan seumur hidupmu" ujar Izar dengan tawa yang mengerikan dan memberikan kode kepada orang suruhannya


"Tidak Izar... tidak,tolong aku Izar, apa salahku kalau aku nau mempertahankan cintaku, aku mencintaikamu Izar" teriakan Siska terdengar hingga pintu kamar tertutup rapat. Didalam kamar Siska diberi suntikan obat pe****ng dan dia harus memuaskan 10 orang tersebut.


Sedang Izar yang berniat untuk beristirahat menjadi urung, karena kedatangan Siska dan akhirnya memutuskan datang lebih awal ketempat seminar, sambil melihat-lihat kondisi kampus tersebut.


Sedangkan dikediaman Mila. Entah kenapa sedari tadi perasaan Renata tak tenang. Dia memikirkan sang suami.Azizah yang melihat adik iparnya melamun mendekati, kemudian ajak untuk berbincang.


"Enggak ada apa-apa mbak, hanya saja tiba-tiba perasaan Rena enggak enak" aku Renata


"Kamu bawa berdoa saja, biar Izar selalu dilindungi oleh Allah dimana pun dan kapan pun dia ada" ujar Azizah mengelus punggun Renata


"Iya mba... makasih ya atas sarannya" ujar Renata dengan menahan tangisnya


Memang akhir-akhir ini Renata sering tiba-tiba mellow. Namun Izar memaklumi hormon i u hamil. Terkadang Renata tiba-tiba manja, atau menangis, atau meminta apa yang tidak dia suka dan masih banyak lagi. Mila memberi pengertian kepada Izar.


Terkadang Renata merasa bersalah kepada Izar, dengan segala sikap dan sifat menyebalkannya selama kehamilannya ini.


Sore hari menjelang semua berkumpul diruang keluarga,minus Izar dan Ibra. Ibra yang harus pulang agak sedikit terlambat karena dia diajak untuk makan dikafe, tepatnya kafe milik Azza.


Saat sedang asik berbincang, ponsel Renata berdering, yang ternyata panggilan dari sang suami Izar. Izar berkata saat ini sedang berada dijalan menuju arah pulang,dan bertanya Renata minta dibawakan apa.


Tepat pukul 9 malam, asistan Izar segera meninggalkan rumah Izar, setelah mengantarkan Izar kerumah Mila.


Renata yang sudah mendapatkan kabar bahwa suaminya sudah hampir sampai. Namun Tak lama Rena mendengar suara mobil.


Rena segera menghambur kepelukan Izar.

__ADS_1


"Kangen....... " ujar Renata


Izar membalas pelukan dari sang istri.Dia tidak tau kalau apa yang sedang istrinya rasakan.


Kembali kekantor Izar. Bang bagaimana Sika hampir menghancurkan kelaurganya.Ibra hari inyu pulang sedikit terlambat Karena banyak kerjakan harus Ibra,sedang Izar memilih untuk pulang lebih awal.


Hari-hari berlalu dengan perut Renata yang sudah membesar, Izar selalu berdoa agar Izarnya adalah perempuan.


Sedangkan Siska entah kemana perginya. Dia tidak lagi mendengar kabar tentang Siska.Renata dan Azizah saat ini sedang ada disebuah mall. Mereka berencana ingin membelikan perlengkapan untuk anak yang sedang dikandung Renata.


Baby AL pun kini tumbuh menjadi anak yang cerdas. Mila sebagai nenek sangat merasa bahagia. Karena Diusia senjanya ternyata,dia tidak sendiri.


Setelah memilih perlengkapan bayi, Azizah memilih memasuki salah satu restoran.


"Mba apa dulu saat mba hamil Baby AL,mas Ibra tambah mesum? "tanya Renata


Azizah yang mendengarnya tertawa. Karena Azizah merasa tingkat kemesuman seorang,tepat saat dia melihat sang istri yang makin berisi ditempat-tempat tertentu, saat masa kehamilan.


Setelah selesai manikmati makan siang, mereka kembali kekediaman Mila. Sedangkan di kantor, terjadi kehebohan antara 4 pria yang memang sering berkumpul bersama itu.


Bagaimana tidak, mareka sedang memertawakan Galen, karena Fatma menjodohkannya dengan Rury asisten pribadinya.Namun tanpa mereka tau bahwa Galen memang telah jatuh hati dengan gadis sedehana itu.


"Len kapan kamu sahkan hububgan kalian?" Tanya Ibra


"Apaan Sih Lo bang" elak Galen


"Alah jangan sok nolak deh Lo nanti kalau diambil orang nangis, frustasi galau berkepanjangan" Canda Izar


"Eh... Lo harus ingat bini lo bentar lagi melahirkan,gue kan nunggu anak lo"jawab Galen santai


"Ogah gue punya menentu bujang lapuk" jawab Izar


"Atau Adiknya Al aja ya bang kan nanti anak ke dua lo kan cewe" ujar Galen dengan tawa membahanya.


Ya.....begitu lah mereka. Selalu menyempatkan untuk berkumpul disaat jadwal mereka sangat padat.


"Rom bentar lagi Gisel melahirkan, apa lo udah tau jenis kelaminnya? " Tanya Izar


Belum... Gue mau ini jadi rahasia aja sampai dia hadir didunia ini.


Setelah lama berkumpul mereka akhirnya memutuskan pulang dan berkumpul dirumah Mila.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


malam ini segini dulu ya karena bunda ada keviatan penting didunia nyata. jangan lupa like n komen cerita bunda ya. yang penasaran dengan visual pemain bisa lihat di Fb Bunda " Abi Baim"


__ADS_2