Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu Nai sudah kembali berjalan normal, hanya saja dia belum boleh melakukan aktifitas yang berat.Hari ini dia janji bertemu klien yang akan memesan baju pengantin.Dengan diantar Rayyan akhirnya dia sampai ditempat yang dituju.


Rayyan yang menunggu Nai tak jauh dari tempat Nai bertemu klien.Saat sedang asik memeriksa email dari Teo, Rayyan dikejutkan oleh kedatangan seorang gadis. Dia adalah Clara gadis manja yang Marco jodohkan dengannya.


Ya... semenjak Marco merasa Rayyan menyukai Nai,Marco segera menjodohkan Rayyan dengan Clara, anak dari teman lamanya, saat dia kuliah dulu.


"Hai... Mas Ray, kok mas disini dan mas kenapa berpakaian begitu? " protes Clara dengan nada merajuk


Rayyan memutar mata malas dan memilih meninggalkannya, walau Clara berlari mengejarnya, namun Rayyan tidak perduli.


"Mas Ray... tunggu" ujar Clara sambil mengejar Rayyan


Dan Rayyan yang jengah dengan kelakuan Clara segera berlari meninggalkannya menuju parkiran, tepatnya mobil yang mengantar Nai kemana pun.


Setelah menunggu selama 2 jam akhirnya Nai kembali kemobil.


"Maaf ya mas Nai lama" ujar Nai sesaat setelah Nai masuk kedala mobil


"Iya... Tidak apa-apa nona Nai itu kan tugas saya"


"Mas....sudah berapa kali sih Nai bilang jangan panggil Nai dengan Nona, Nai nggak suka"ujar Nai membuang muka melihat kearah jendela


Ya... Nai memang meminta Rayyan memanggilnya tak menggunakan embel-embel Nona.


"Maaf Nai, Mas belum terbiasa" jawab Rayyyan


" Setelah ini kita kemana Nai? "tanya Rayyan lagi


Kekampus lama Nai,disamping kampus ada warung lesehan" jelas Nai pada Rayyan masih melihat keluar


Rayyan, segera melajukan kendaraan menuju tempat yang Nai sebutkan. Tak menunggu lama akhirnya mereka sampai. Nai segera turun dari mobil, berjalan menuju kearah warung tersebut. Sedangkan Rayyan memilih memarkirkan mobil. Nai yang telah masuk kedalam warung terlihat kesal, bagaimana tidak Rayyan tidak mengikutinya masuk kedalam.


Setelah mendapatkan Tempat nai segera menghubungi Rayyan.

__ADS_1


"Hallo Nai... ada apa? " tanya Rayyan polos


"Ih... mas Ray kok dari tadi Nai tunggu nggak datang-datang sih" ujar Nai kesal


Rayyan yang mendengar perkataan Nai, segera keluar dari mobil, dan menyusul Nai kedalam warung, dan setelahnya dudukntepat dihadapan Nai.


Nai masih dengan wajah cemberut, menyerahkan buku menu pada Rayyan. Rayyan pun segera memesan makanannya. Sambil menunggu pesanan mereka datang, Rayyan dan Nai terdiam, namun tak lama Rayyan memulai pembicaraan dengan Nai.


Ya... Rayyan merasa sudah cukup mendampingi Nai hingga sembuh,dan bisa berjalan kembali.Karena Rayyan harus kembali menjalankan perusahaan, yang dibangun mendiang sang kakek.


"Nai... apa mas boleh bicara"Ucap Rayyan


Nai yang mensengar pertanyaan dari Rayya pun mengangkat kepalanya.


"Ada apa mas,kenapa wajah mas serus sekali? "Tanya Nai lafi yang belum kembali dari keterkejutannya


"Iya Nai... mas ingin mengundurkan diri menjadi supir pribadi Nai, karena mas akan kembali kekampung" jelas Rayyan penuh kebihongan


Nai yang mendengar terdiam mendengar perkataan Rayyan. Nai mencerna setiap kalimat yang Rayyan ucapkan. Tak lama pesanan mereka datang. Mereka melanjutkan makan siang yang mereka pasan. Hingga selesai mereka memakan makanannya, Nai masih terdiam.


"Baiklah, kapan mas Rayyan akan resain? " ujar Nai datar


"Mulai Lusa Nai" jelas Rayyan


Setelahnya mereka segera pulang kekediaman Mila. Sedangkan di tempat yang berbeda, Marco begitu sangat marah. Bagaimana tidak dia mendapatkan laporan dari orang tua Clara.


Sedangkan Rayyan tidak menghiraukan panggilan telpon dari sang ayah. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, akhirnta mereka kembali kebutik. Karena Nai ingin menenangkan diri dengan menenggelamkan diri larut dalam pekerjaaan.


Satu harian ini Nai nampak diam, bahkan sampai rumah pun Nai tidak banyak bercerita dan gal itu menjadi perhatian Mila. Mila yang melihat tingkah Nai, dan segera menunggu Nai didalam kamar sang gadis. Karena tadi saat masuk kamar, Nai langsung nasuk kedalam kamar mandi membersihkan diri.


Setelah lama akhirnya Nai keluar dari kamar mandi.Setelah selesai Mila, segera meminta Nai untuk duduk disampingnya,sambil Mila menyisiri Rambut panjang Nai.


"Nai sayang? "Tanya Mial kepada sang anak

__ADS_1


"Iya bun ada apa" tanya Nai


"Enggak... bunda hanya bertanya,Nai kenapa bunda lihat sedari tadi wajah Nai cemberut? "


Setelah sekian lama akhirnya Mila melihat tubuh Nai bergetar, karena saat ini Nai merasa entah kenapa rasanya.Saat Rayyan mengutarakan akan resain menjadi sopirnya.


"Tadi mas Ray bilang, kalau dia mengundurkan dirienjadi supir pribadi Nai" jelas Nai masih dengan sesekali segukan.


Mila yang mendengar jawaban dari sang anak, segera mengerti kenapa anaknya begitu sedih saat mendengar ucapan dari sang putri. Ya... Mila tau Nai saat ini sedang merasakan yang namannya jatuh cinta. Namun Nai sendiri tak melanjutkan kata -katanya.


"Nai.... mungkin merasa, sebentar lgi harus berganti sopir lain"


Nai yang mendengar hanya terdiam,Mila segera berbaring diranjangnya setelah mereka selesai bercerita.


Pagi menjelang semua berkumpul diruang makan. Nai pun pagi ini turun dengan wajah tidak seceria bias. Dan hal itu membuat Renata Dan Azizah saling Padang. Mereka saling tanya dalam diam.


Setelah selesai sarapan, Nai segera berpamitan pada sang bunda,karena hari ini dia ada janji bertemu dengan toko kain.


Tak memerlukan waktu lama mereka akhirnya sampai didepan butik. Butik yang merupakan saksi bisu bagaimana antara Rayyan dan Nai. Walau tanpa ucap dari tatapan dan sikap dapat terlihat hat kalau mereka saling mencintai.


Namun sayang Rayyan merasa cinta tak berpihak kepada mereka. Karena Rayyan takut jika suaru saat, semua orang tau bahwa Rayyan adalah putra dari seseorang yang membuat Nai lumpuh. Rayyan tak sanggup mendapat tatapan kebencian dari Nai. oleh sebab itu Rayyan berusahan menyembunyikan perasaannya.


Hari selain kebutik, Nai juga harus ketoko kain dan juga Nai, harus memeriksa pesanan gaun malam buat model terkenal itu.


Hari yang melelahkan bagi Nai. Apalagi sejak kamarin mood Nai tidak baik. Dan hal itu berdampak dari tadi pegawai toko kain,saat mereka menjelaskan tentang kain yang Nai pakai untuk desain gaun pengantinnya kali ini.


Rayyan pun merasakan perubahan sikap Nai. Namun Rayyan tak bisa mundur. Karena sekali saja dia goyah semua akan susah untuk kembali.


"Maaf kan mas ya Nai... semua ini mas lakukan karena mas tak sanggup jika suatu saat Nai membenci mas"ujar Rayyan mobil sambil menunggu Nai


Tak berselang lama Nai keluar dari toko kain langganan butik mereka. Rayyan melajukan mobilnya hingga sampai parkiran.Rayyan merasa perih saat melihat wajah Nai yag tampak sendu dengan mata menahan segela yang berkecamuk.


\=\=\=\=!\=!!!!!\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Maaf sampai disini dulu ya dan maaf katanya terlalu sedikit, karena bunda sedang sibuk didunia nyata dan jufa saat ini bubda sedang sakit dan dipaksakan untuk nulis karena kemarin bunda sudah libur,karena kondisi tubuh bunda yang nggak bisa diajak kompromi. Jangan lupa like n komen selalu cerita bunda ya agar bunda bisa memperbaiki tulisan bunda. Terimakasih


__ADS_2