
Puas berkeluh-kesah dengan sang ayah di pusaranya. Azza memutuskan untuk pulang ,karena hari pun sudah hampir maghrib. Tak membutuhkan waktu lama, kini Azza sudah sampai di rumah. Mila yang melihat kedatangan sang anak, segera menyambutnya dan meminta Azza untuk membersihkan diri.
" Sayang sudah pulang?" tanya Mila
" Iya Bun baru aja sampe" jawab Azza
" Ya sudah sana mandi, jangan lupa sholat Maghrib " ucap Mila
Setelahnya Azza segera naik kelantai atas dimana kamarnya berada, dan segera membersihkan diri. Sedangkan Mila begitu sedih melihat wajah murung Azza. Se sai sholat Maghrib. Azza di kejutkan dengan kedatangan Zyan, yang telah meminta izin kepada Ibra dan Mila, untuk mengajaknya pergi.
Ditempat yang berada, tepatnya tempat yang akan menjadi saksi Zyan melamar Azza dihadapan keluarganya. Persiapan acara sudah selesai seluruhnya. Tinggal pelaksanaannya saja, yaitu menunggu target datang.
Azza yang telah bersiap, turun kebawah dimana Zyan berada bersama sang bunda.
" Tante mohon izin bawa Azza ya" ujar Zyan meminta izin
" Iya...nak Zyan hati-hati ya" pesan Mila
Zyan dan Azza meninggalkan kediaman Mila.Setelah kepergian Azza dan Zyan, semua bersiap untuk datang ke tempat yang sudah Zyan siapkan untuk acara malam ini.
* * * * * * * * * * * *
Di perjalanan Zyan sengaja memutar arah, agar keluarga Azza tiba lebih dulu. Sedangkan Zyan menunggu pesan dari calon kakak iparnya.
Ibra dan Mila serta yang lain sudah sampai ditempat yang sudah Zyan siapkan. Tak lama Ibra mengirim pesan kepada Zyan. Zyan yang menerima pesan dari Ibra segera memutar mobil ke arah tempat di adakannya pesta kejutan untuk Azza. Tak jauh dari tempat kejutan, Zyan memberhentikan mobilnya. An hal itu membuat Azza heran.
"Pak Zyan maaf...apakah kita sudah sampai?" tanya Azza
" Satu belokan lagi kita sampai"jawab Zyan
" Lalu kenapa kita berhenti disini pak" tanya Azza lagi
" Sebelumnya boleh aku minta sesuatu sama kamu Za?" tanya Zyan
__ADS_1
" Bisa nggak jangan panggil aku dengan sebutan pak?" tanya Zyan lagi
" Memang saya harus panggil apa?" tanya Azza bingung
" Senyamannya kamu Za panggil sayang, mas hubby atau apa terserah kamu asal jangan pak, berada tua aku Za lagi pula akukan calon suami kamu" ujar Zyan
" Segitu yakin nya mas Azza terima" jawab Azza
" Memangnya kamu menolakku?" tanya Zyan penasaran. Namun Azza memilih tak menjawab, tapi tetap bertanya pada Zyan
" Apa kita akan disini sampai malam?" tanya Azza
" Ya nggaklah ...Sekarang tutup mata kamu dulu ya nanti kalau aku bilang buka baru buka ok" pinta Zyan dan di jawab anggukan oleh Azza
Zyan mengambil syal dan memasangnya di mata Azza, dan memastikan tertutup sempurna. Setelahnya Zyan kembali melajukan mobil ke arah parkiran.
Sampai di tempat Zyan menuntun Azza untuk segera turun dari mobil, dan membantunya berjalan menuju tempat yang telah di persiapkan. Semua orang bersiap memberi kejutan untuk Azza.
Saat membuka mata betapa terkejutnya Azza melihat semua keluarga nya berkumpul. Dan apa itu perayaan ulang tahun untuknya. Tumpah air mata Azza, dia salah sempat mengira kalau semua orang melupakan hari ulang tahunnya.
Azza berlari memeluk sang bunda. Menumpahkan semua sesak yang dia rasakan hari ini. Sesak yang membuat dirinya salah mengira.
" Barakallah fil umrik sayang,bunda memberikan doa terbaik buat kamu sayang" ucap Mila sambil menyeka air mata Azza
" Terima kasih bunda, atas doanya" ucap Azza
Ibra, Izar dan Nai juga memeluk sang adik, mendoakan yang terbaik untuk sang adik. Begitu jauh ga dengan kedua kakak iparnya. Dan tak lupa Zyan juga memberikan ucapan selamat dan doa terbaik buat Azza.
Zyan mendekat dan kemudian berlutut di hadapan semua orang. Dan Zyan kembali mengulang pertanyaan, yang saat ini begitu dinantikan jawabannya, dari pertanyaan yang Zyan berikan.
" Azza... aku mungkin bukan lelaki yang baik, namun demi dirimu aku akan belajar menjadi baik bahkan yang terbaik" ujar Zyan menjeda sejenak kata-katanya
" Syaqila Az-Zahra Nugrah ... aku Zyan Malik ingin meminang mu untuk menjadi istriku,untuk melengkapi kekuranganku. Dapat ku tuntun hingga ke Jannah?" tanya Zyan
__ADS_1
Dan dengan mengucapka kata bismillah, serta melihat ke arah sang bunda dan di ja ab dengan anggukan, begitu juga dengan saudaranya.Akhirnya Azza menganggukkan kepala sebagai jawaban atas lamaran Zyan untuknya.
* * * ** * * * * * * * * * * * * * * *
Semua yang ikut dalam acara bertepuk tangan, dan berucap Alhamdulillah saat mendengar jawaban sari Azza.Semua orang ikut dalam kebahagiaan. Semua orang kembali mengucapkan selamat kepada keduannya.
Setelahnya mereka semua malam dengan wajah bahagia. Setelah selesai makan memutuskan untuk berbincang mengenai kapan acara pernikahan akan di gelar. Mereka juga melakukan Vidio call dengan kedua orang tua. Dan kedua orang tua Zyan pun ikut dalam diskusi. Dan semua menemukan kesepakatan bahwa satu bulan sekarang.
Semua asik berbincang, sedangkan Zyan dan Azza meminta waktu untuk membicarakan segalanya berdua.
" Terimakasih mas" ucap Azza
"Untuk apa sayang" tanya Zyan heran
"Untuk segalanya dan untuk kamu yang mau menerima dan menjadikan aku seorang istri, padahal kamu begitu tau bagaimana aku" jelas Azza sejenak menarik nafas.
" Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk kamu dan jika aku keliru tolong ingatkan aku" ungkap Azza
Setelah puas bercerita dan mengungkapkan isi hati dan harapan mereka. Kini mereka ikut bergabung dengan yang lain menikmati sisa pesta. Dan tepat pukul 11 malam mereka semua memutuskan untuk pulang kerumah.
* * * * * * * * * * * * *
Aku Syaqila Az-Zahra tak menyangka, bahwa di usiaku yang masih muda, Allah sudah mengirimkan jodoh untuk dirinya. Azza berjanji dalam hati akan memberikan yang terbaik dan menjadi pemimpin yang baik untuk keluarga kecilnya.
Malam ini aku begitu terharu mendapatkan kejutan ulang tahun yang ternyata dari Zyan sang calon suami. Tak menyangka benar-benar tidak menyangka. Namun Azza bahagia, ternyata semua orang menyayangi nya mengingat ulang tahunnya. Dan memeberikan kejutan terindah.
Membuat malam ini aku tak bisa tidur,karena terus membayangkan wajah Zyan. Tak lama pintu kamarnya di ketuk dan menampilkan sang bunda yang ingin mengajaknya berbicara.
Bagaimanakah pembicaraan selanjutnya, Bisa keluar begitu saja. Cukup lama mereka berbincang, sampai tak terasa hari sudah sangat malam dan Azza memutujan untuk mengakhiri pembicaraan mereka.Mila membiarkan Azza untuk beristirahat, agar Azza merasa rileks.
Sedangkan Zyan begitu bahagia, karena lamarannya di terima oleh Azza. Zyan berjanji tak akan pernah lagi melakukan hal-hal yang akan membuat keluarga kecilnya tersakiti.
Bersambung.......
__ADS_1