Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Mila yang tadinya ingin membuka paket tersebut urung, karena melihat sang sahabat mengomel, dan entah apa yang membuatnya kesal.


" Kamu kenapa sih Fat datang -datang sudah ngomel-ngomel? " tanya Mila


" Bagaimana aku nggak ngomel Mil, itu si Galen anak orang digantung terus tanpa kejelasan" ujar Fatma


" Apa kamu udah tanya sama Galen baik-baik? " tanya Mila


" Gimana aku mau tanya baik-baik coba,orang dia kabur-kaburan terus" jawab Fatma sambil misu-misu


Tak lama tampak kakak iparnya Gio masuk menyusul sang istri. Dan hanya gelengan kepala saat melihat Fatma masih saja mengomel.


"Bagaimana Mil persiapannya? " tanya Gio


" Sudah bang tinggal acaranya aja nanti malam" jawab Mila


" Loh...ini apa Mil? "tanya Gio yang melihat 3 paket besar diruang tamu


" Mila aja nggak tau bang tadi kata kurir sih dari Nai, baru juga mau buka, eh ini istri abang masuk kerumah bukannya salam malah ngomel-ngomel" adu Mila pada sang Ipar


" Ih.. Mila kok kamu gitu sih, aku tu ngomel karena kesal dengan Galen, ya... mana aku tau kalau kamu mau buka paket" ujar Fatma membela diri


" Ya sudah buka sekarang aja Mil, abang jadi penasaran itu apa" ujar Gio memberi saran


Dan akhirnya dibantu Fatma dan Gio Mila membuka paket yang Nai kirim. Dan setelah dibuka, Mila tidak dapat berkata-kata lagi.Hanya air mata yang mengalir membasahi pipi mulusnya.


Begitupun dengan Gio dan Fatma. Paket yang berisi lukisan, dimana Lukisan pertama adalah saat Dewa menggenggam tangan Mila dengan wajah mereka saling berhadapan,dengan senyum merekah. Lukisan kedua adalah Lukisan saat Dewa dan Mila duduk memandang matahari yang terbenam ditepi pantai dan Mila mengingat hal itu.

__ADS_1


Dan Lukisan yang paling besar Lukisan ketiga. Disana Dewa dan Mila duduk berdampingan dan dipangkuan Mila ada Azza kecil dan dipangkuan Dewa ada Nai kecil,sedangkan Ibra berdiri disamping Dewa, dan Izar disamping Mila. Dan Mila ingat Lukisan Itu adalah saat Azza berumur 2 bulan sebelum Dewa meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.


Pecahlah tangis Mila, ternyata cintanya kepada Dewa begitu besar,dan Cinta itu akan selalu ada. Tak perduli dunia mengejeknya, bagi Mila Cintanya pada Dewa itu nyata walau raga mereka terpisah.


Fatma juga ikut mengeluarkan air mata sambil memeluk sahabat sekaligus iparnya itu. Fatma tau berapa besarnya Cinta mereka berdua, hingga kini cinta itu tetap ada.


Gio segera meninggalkan ruangan itu.Dia tak ingin terlihat sedih dihadapan dua wanita itu. Kalau ditanya apa perasaan Gio,Dia sama seperti Mila benar-benar kehilangan. Saar itu Gio tak pernah menyangka bahwa sang adik yang lebih dulu menyusul orang tua mereka.


Hari sudah berganti malam acara doa yang diadakan dirumah Mila sedang baru saja selesai saat ini semua orang tengah menikmati hidangan yang telah disediakan.


Dan saat mereka sedang menikmati hidangan. Dilayar besar, munculah slide gambar dari pertama Mila bertemu dengan sang suami Dewa sampai slide pemakaman Dewa. Dan hal itu kembali membuat airmata Mila mengalir dengan deras, bukan hanya Mila, tapi semua orang diacara itu yang mengenal bagaimana Dewa pun menitikan airmata.


Begitu juga keempat anak-anak Mila.Terutama Ibra, Izar dan Nai, yang hanya anak sambung, tapi bagi Dewa mereka tetap anak-anaknya. Selama hidup bersama Dewa baik Ibra, Izar mau pun Nai selalu merasakan cinta yang besar dari Dewa.


Acara sudah selesai, mereka seperti biasa memberikan bingkisan dan juga amplop untuk anak yatim piatu yang mereka undang. Setelah semua undangan pulang mereka masuk kedalam kamar masing-masing. Malam ini semua merasa sedih, mereka semua mengingat kenangan mereka bersama Dewa.


" Ma... papa merasa gagal menjaga bunda dan Nai, padahal ayah meminta papa untuk menjaga mereka,karena papa anak laki-laki tertuanya ayah" jelas Ibra disela tangisnya


" Enggak papa nggak gagal,pasti disana ayah Dewa bangga dengan papa. Yang kemarin itu hanya, ujian buat papa dan papa berhasil melewatinya" ujar Azizah sambil mengusap punggung sang suami


Dikamar Izar pun saat ini Izar tengah menangis dipangkuan sang istri Renata, Izar merasa belum bisa menepari janjinya kepada sang ayah.


Hal yang sama terjadi dikamar Nai dan Azza. Azza yang belum pernah merasakan kasih sayang sang ayah sangat sedih, selama ini semua iti dia pendam sendiri, karena dia tidak ingin membuat sang bunda sedih. Azza tau berapa besar sang bunda mencintai ayahnya, karena hampir setiap malam bundanya berdoa meminta agar sang ayah mendapatkan tempat terindah disurganya allah dan meminta sang ayah untuk menunggunya.


Kesedihan juga ada di kamar Mila, saat ini Mila sedang memandangi Lukisan, dimana dia dan Dewa saling menggenggam tangan,berpandangan sambil tersenyum.


" Mas... kamu sudah mengambil semua duniaku, kamu membawa separuh hatiku. Kehilanganmu meruntuhkan semua impianku. Mas andai kamu masih disini mungkin tidak akan sesedih ini. Tapi kamu meninggalkan aku saat aku baru merasakan bahagia. Mas tunggu lah aku, dan sambut aku ketika nanti aku menyusulmu" gumam Mila sambil membelai Lukisan wajah Dewa

__ADS_1


Hari-hari telah berlalu, sejak malam itu wajah Mila selalu tampak sendu, walau dia mengukirkan senyum untuk anak dan cucunya.


Hari ini Mila jatuh sakit, dan harus dirawat dirumah sakit.Dokter sudah meminta Mila agar jangan steres.Karena hal itu memicu tekanan darah tinggi. Ibra, Izar ,Nai dan Azza sangat sedih begitu juga Azizah dan Renata. Bagaimana tidak Azizah yang pertama kali menemukan Mila tergeletak dikamar.


Flashback on


Pagi itu Azizah yang sedang duduk bersama Renata, yang mengawasi anak-anak bermain, merasa heran. Biasanya kalau sang bunda pergi, pasti akan memberi tahu mereka, dan kalau pun sang bunda dirumah,mereka akan bersama-sama mengawasi AL dan Lea yang sedang bermain.


Tapi pagi ini, Azizah tidak melihat sang bunda. Azizah menjadi khawatir begitu juga Renata. Akhirnya Azizah meminta Renata menjaga anak-anak, karena dia akan melihat keadaan sang bunda.


Saat dijalan Azizah melihat bi Mina yang sedang membersihkan rumah.Azizah segera menghampiri dan bertanya kemana sang bunda.


" Bi... apa bibi lihat bunda, soalnya dari tadi Zizah nggak lihat bunda, apa bunda pergi? " tanya Azizah


" Enggak non,nyonya nggak keluar biasanya pun kalau mau pergi, pasti bilang sama non Zizah atau non Renata" jawab bi Minaa


" Ya sudah bi lanjuti lagi kerjanya Zizah mau kekamar bunda dulu" ujar Azizah dan langsung melangkah menuju kamar mertuanya.


Namun saat membuka pintu kamar sang bunda begitu terkejutnya Azizah melihat Mila sudah tergeletak dilantai. Azizah segera memangku kepala sang bunda sambil mencoba membangunkan sang bunda.


Namun sang bunda tak kunjung bangun.Azizah juga merasakan kalau suhu tubuh sang bunda panas. Azizah segera meminta pak Ujang menyiapkan Mobil dan membantu Azizah mengangkat sang bunda.


Flashback of


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=!\=!\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Maaf semalam libur karena kesalahan teknis jadi baru bisa diupdate ceritanya hari ini semoga suka terima kasih

__ADS_1


__ADS_2