Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Semua orang bahagia mendengar kabar kehamilan Azza. Mila dan Sella tak menyangka akan mendapatkan seorang cucu.Untuk Mila ini cucu yang ke 6, sedangkan untuk Sella ini adalah cucu pertama dari keluarga Malik.



"Selamat ya sayang, dan mama ucapkan terimakasih karena sudah mau mengandung cucu mama" ujar Sella tulus sambil memeluk sang menantu



" Selamat ya sayang... Sekarang anak bunda sudah mau menjadi seorang ibu, jadi harus belajar menjadi ibu yang baik ya sayang" ujar Mila kepada sang putri


" Selamat ya dek mba doakan semoga kalian baik-baik saja sampai hari kelahiran" dia Azizah, Renata dan juga Nai sang kakak


" Selamat ya dek Abang akan selalu siap siaga jika kamu ingin merepotkan kami" ujar Ibra dan Izar, serta Galen yang baru saja datang setelah mendapatkan kabar adik sepupu kesayangannya masuk rumah sakit.



Azza sangat beruntung memiliki keluarga yang sangat menyayanginya.



" Ah...bang Galen sok-sokan mau Azza repotin, sekali nanti Azza repotin bang Galen ngomel-ngomel" ujar Azza yang membuat mereka semua tertawa



Sedangkan Zyan merasa lega, dan tenang jika terjadi sesuatu pada dirinya, akan banyak orang yang akan melindungi istri dan anaknya. Tak lama suster datang membawa kursi roda untuk Azza, karena mereka akan melakukan USG, untuk mengetahui kehamilannya. Semua orang hanya menunggu di kamar rawat Azza.



Azza duduk di kursi roda yang didorong oleh Zyan menuju ruangan dokter Sarah. Kini Azza, Zyan, mama Sella dan bunda Mila masuk kedalam ruang dokter Sarah, yang di sambut senyuman dokter kandungan yang ada di rumah sakit Izar tersebut.



Dokter Sarah menanyakan sejak kapan Azza terlambat datang bulan. Juga menanyakan apa yang Azza rasakan. Setelahnya dokter Sarah meminta Azza untuk berbaring di atas bad yang ada di ruangan itu.


Dengan dibantu oleh seorang perawat, untuk mengulas gel di perut Azza.


Kini dokter Sarah sedang menggerakkan transducer di atas perut Azza. Dan menerangkan apa yang ada di layar didepannya.


__ADS_1


" Ini lihat ya Bu kehamilan ibu Azza memasuki 8 Minggu, dan bisa lihat disini ada dua titik yang berarti janinnya ada dua, detak jantung keduanya juga bagus dan untuk ukuran janinnya sekarang ukurannya sebesar kacang merah dengan panjang 2,7cm. Wajah pun semakin terbentuk, tetapi belum cukup untuk mengenali jenis kelamin" jelas dokter Sarah.



Setelah selesai melakukan USG dan mendengar penjelasan dari dokter Sarah. Kini Azza kembali ke dalam kamar rawatnya dimana semua orang menunggu mereka.Terdengar ucapan syukur setelah mendengar cerita Mila tentang kehamilan Azza.



Mereka akan saling menjaga sang adik. Sekali lagi Zyan merasa tenang. Dan berhatap apa yang dia takutkan tidak akan pernah terjadi.


* * * * * * * * * * * * * * *


Sedangkan di tempat yang berbeda, saat ini seorang gadis tengah menghancurkan semua barang yang ada di meja hiasnya, setelah mendapatkan kabar dari mata-matanya kalau Azza sedang mengandung.



"Dasar wanita si\*\*an, seharusnya aku yang hamil anak mas Zyan bukan kamu ja\*\*Ng, lihat saja aku akan membuat kamu kehilangan bayi itu dan aku akan merebut mas Zyan dari tangan kamu. Karena mas Zyan hanya milikku hanya aku" teriak wanita yang tak lain adalah Yura



Sejak dulu memang Yura sudah sangat terobsesi dengan Zyan. Apapun Yura lakukan untuk mendapatkan perhatian dari Seorang Zyan Malik. Hingga meminta sang ayah menjodohkannya dengan Zyan, yang seketika itu di tolak langsung oleh Zyan, dengan alasan hanya menganggap Yura sebagai seorang adik.




Sedangkan Toni pun begitu marah. Karena pewaris tahta kerajaan bisnis keluarga Malik, akan jatuh kepada anak-anak Zyan. Hingga Toni membuat rencana baru untuk Zyan dan Azza.



Setelah puas meluapkan emosi dan kekesalannya. Yura keluar dari kamar menggunakan pakaian yang sangat \*\*\*\*. Mengendarai mobil menuju club' malam. Toni tak dapat melarang Yura, karena tak ingin membuat sang putri sedih.



" Adam setelah menghabisi kamu aku kira dengan mudah menguasai semuanya. Namun adikku Sella terlalu pintar sehingga dia tau kalau aku menginginkan harta milikmu dan malah memilih menikah dengan Arya sia\*\*n itu, membuat aku semakin sulit mendapatkan semuanya" gumam Toni dengan rahang yang mengeras.



Yura sampai di sebuah club' malam yang terbesar di kota. Duduk di depan kursi bartender, Yura memesan sebotol wine. Yura ingin bersenang-senang sejenak, sebelum menjalankan rencananya untuk merebut Zyan dari tangan Azza.

__ADS_1



Yura juga turun ke lantai dansa. Bergoyang dengan gerakan erotis, membuat beberapa orang pria mendekat dan bergoyang bersama nya. Dan di akhiri dengan memasuki kamar hotel dengan salah satu pria disana.



Yura memiliki kehidupan bebas, karena Toni tak pernah melarangnya. Dan semua itulah yang membuat Sella tak ingin Zyan menikahi Yura, walaupun Yura adalah keponakan Sella sendiri.


* * * * * * * * * * * * * * *


Hari ini Azza sudah di izinkan pulang setelah menghabiskan 5 botol infus. Namun Zyan selalu menjadi suami siaga. Memilih bekerja didekat sang istri. Zyan juga selalu memenuhi apapun yang Azza inginkan, begitu juga dengan ketiga Abangnya, yang sering kali direpotkan terutama Izar dan Galen.



Seperti hari ini... Azza meminta Galen membelikannya Rujak yang diatasnya di letakkan es krim. Hal itu membuat Galen pusing sendiri, sebelum sang kekasih yang tak lain adalah Rury, membantunya mendapatkan keinginan Azza.



Sedangkan Izar di minta Azza untuk Makai bedak baby kalau ingin dekat dengannya. Selesai bersiap dan menebus obat dan Vitamin untuk Azza, yang di lakukan oleh Heru. Kini Zyan mendorong kursi roda sang istri menuju mobil yang sudah terparkir di Loby rumah sakit. Sedangkan barang-barang Azza sudah di masukkan kedalam mobil oleh Heru.



Mila dan Sella membuat penyambutan atas kepulangan Azza, yang beberapa hari kemarin di rawat di rumah sakit. Mereka semua hari ini sengaja berkumpul di rumah Mila. Sebenarnya Sellah ingin membawa Azza tinggal bersamanya. Namun mendengar penjelasan sang suami Arya dan Zyan tentang Toni dan Yura,membuat Sella mengizinkan Azza untuk tinggal bersama Mila.



Ya... setelah berbicara dengan Ibra, Zyan memutuskan untuk sementara waktu mereka akan tinggal di kediaman Mila. Karena di sana penjagaan begitu ketat. Jadi disana lebih aman dari pada di rumah Sella, yang terdapat satu mata-mata dari Toni.



Arya memang sengaja membiarkan, tetap berada di kediamannya. Agar memudahkan Arya untuk mengetahui Rancana Toni selanjutnya. AL yang melihat kedatangan Azza sangat senang Karena Al sangat menyayangi Azza. Apa lagi saat mendengar kalau didalam perut Azza ada dua orang adik.


Bersambung....


Semoga suka ya dengan part malam ini jangan lupa dukung terus Karya author. Dan mampir juga di karya baru author dengan judul


CEO Kejam dan Dokter Cantik Disabilitas


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2