
Hari-hari berlalu tak terasa kandungan Azizah sudah memasuki usia 9 bulan.Pagi ini Ibra mengajak Azizah untuk periksa kandungannya karena sudah 2 hari ini Azizah mengeluh sakit pada perutnya.Tapi Azizah menolak karena, Azizah merasa tidak perlu.
"Sayang... ayo kita kerumah sakit yuk" ajak Ibra dengan raut khawatir
"Biar aja dulu bang nanti kalau sakitnya sering baru kita kerumah sakit" jawab Azizah menenangkan.
"Iya bang itu mungkin baby boy sedang cari jalan buat keluar" tambah Mila menenangkan
Ya... sudah satu minggu ini Ibra memutuskan untuk bekerja dari rumah karena dia ingin menjadi suami siaga. Ibra ingin melihat proses yang dialami sang istri saat melahirkan buah hatinya. Kalau pun ada rapan Ibra melakukannya dengan cara virtual atau zoom. Untung para kliennya mengerti,Izar pun selalu memantau kondisi kakak iparnya, walaupun dia bukan dokter kandungan.
Ibra akhirnya menuruti perkataan sang istri. Walau hatinya masih khawatir, karena Ibra tidak ingin terjadi apa-apa pada anak dan istrinya.
"Bang nanti kalau Zizah mau melahirkan, semua pakaiannya sudah ada disamping lemari ya bang, bawa 2 tas yang ada disana" pesan Azizah sambil duduk di sofa
"Iya... sayang " jawab Ibra masih setia memberi pijatan lembut pada punggung Azizah
Mila yang melihat Ibra, selalu berdoa semoga anak-anaknya tidak pernah menyakiti hati para wanita. Saat sedang asik mengobrol tiba-tiba Fatma dan Gio datang.
"Assalamualaikum " ucap Fatma dan Gio bersama
"Waalaikum salam " jawab mereka serempak
"Bang Gio, Fatma kapan kalian pulang"Tanya Mila sambil cipika cepiki dengan Fatma
Ibra, Azizah dan Azza menyalami Fatma dan Gio. Fatma menyerahkan oleh-oleh yang dibawanya.
"Kami sampai tadi malam,karena disana sedang ada badai jadi kami mengalami keterlambatan "
"Kalian sudah Mila bilang pakai pesawat pribadi aja nggak mau"ujar Mila
"Kamikan mau menikmati perjalanan Mil" jawab Fatma
"Bagaimana keadaan Galen apa betah dia disana tante" tanya Ibra
Gio dan Fatma menghela nafas, Mereka hanya bisa geleng-geleng kepala dengan anak mereka Galen.
"Kamu tau waktu kami mau pulang dia mau ikut pulang, katanya nanti pasti kangen mama dan papa" Ujar Fatma " Padahal kamukan tau sendiri dia lebih sering dirumah kamu dari pada dirumahku Mil"tambah Fatma
"Sayang bagaimana kandungan kamu" Fatma mengalihkan perhatiannya pada Azizah
"Baik tante hanya saja 2 hari ini perut Zizah rasanya sakit, tadi abang mau ajak Zizah kerumah sakit, tapi kayaknya nggak perlu, soalnya sakirnya juga kadang hilang timbul" jawab Azizah menjelaskan
__ADS_1
"Memang kamu belum ada tanda-tanda" tanya Fatma lagi yang dujawab Zizah dengan gelengan
Sedangkan dirumah sakit,saat ini Izar sedang melakukan pemeriksaan pada pasien yang baru selesai melakukan operasi. Setelah selesai Izar segera menuju keruang kerjanya yang ternyata disana sudah ada Renata yang membawakan makan siang buat Izar.
Ya sejak beberapa waktu Izar dan Renata semakin dekat, semenjak Renata tau Izar yang memberikan Dokter terbaik untuk merawat sang papa.
"Bang sudah selesai kerjanya" tanya Renata
"Sudah.... tadi pemeriksa pasien terakhir, kamu bawa apa? " tanya Izar
"Tadi Rena coba resep baru, abang coba ya"ujar Renata antusias
Izar segera duduk disamping Renata,.Dengan cekatan Renata menyiapkan makanan yang dia bawa untuk Izar. Renata menyerahkan piring yang sudah berisi nasi dan lauknya pada Izar.
"Mudah-mudahan abang Izar suka ya"
Izar segera memakan makanannya, kemudian dia tersenyum kepada Renata, dan memberikan 2 jempol.Menandakan dia suka pada masakan Renata.
"Kamu enggak makan? " tanya Izar
"Nanti aja Rena belum lapar"jawab Renata
Tapi Izar segera menyuapi Renata dengan nasi yang ada dipiringnya. Hal itu membuat Renata terdiam dengan muka memerah. Ya... Renata juga sudah mulai memiliki rasa pada Izar tapi beberapa waktu ini, mereka hanya menganggap diri mereka sebagai teman.
"Gue harus gimana ya Wi?"tanya Siska
"Salah lo sendiri la Sis, coba lo nggak manfaati Izar, pasti lo saat ini bisa jadi nyonya Izar" ejek Tiwi sahabat Siska
"Ih... Gue ini minta solusi, biar Izar mau balikan sama gue"ujar Siska dengan wajah cemberut
"Ya... Gue juga enggak tau Sis, kan biasanya Lo yang tau cara menggaet cowok" jawab Tiwi cuek
Siska jadi kesal karena dia rasa percuma ketemu Tiwi, bukanya memberi saran padanya, malah terkesan menyalahkan.
Setelah selesai makan siang Izar dan Renata memutuskan untuk pulang.Izar mengantarkan Renata sampai Loby Rumah sakit, karena Renata tadi membawa mobil sendiri. Setelah mengantar Renata, Izar segera menuju parkiran Khusus.Izar melajukan kendaraannya menuju jalan pulang.
Di perjalanan Izar tidak sengaja melihat seorang wanita sedang mendorong sepeda motornya,yang sepertinya sedang mencari bengkel. Izar segera menghentikan mobilnya dan menghampiri wanita tersebut yang tak lain adalah Rury sahabat dari Renata.
"Rury motor kamu kenapa? " tanya Izar
"Eh.... Dokter, saya nggak tau kenapa tiba-tiba motornya mati"jawab Rury, sambil tersenyum menampilkan lengsung pipi yang membuatnya terlihat manis
__ADS_1
"Kamu sudah cek bensinnya? " tanya Izar lagi
"Sudah Dok, tapi bensinya masih banyak" jawab Rury
"Kamu sekarang mau kemana? "
"Saya mau kekafe tempat saya kerja partime Dok"
"Ya sudah begini saja kamu tinggal aja motor kamu disini, nanti kamu saya antar ketempat kamu kerja, nanti motor kamu di ambil orang bengkel langganan saya" ujar Izar
"Ta. ....tapi Dok"
"Sudah..... nggak usah tapi -tapi" ujar Izar sambil menarik tangan Rury pelan
Namun entah kenapa jantung mereka berdua berdetak lebih cepat. Rury yang ditarik Izar hanya bisa mengikuti. Sedangkan Izar entah kenapa rasanya ada yang berbeda.
Setelah masuk kedalam mobil Izar segera menghubungi bengkel langganannya. Dan segera melajukan mobilnya menuju kafe yang Rury maksud.
"Kamu tenang aja motor kamu sudah dibawa kebengkel nanti kalau sudah selesai nanti diantar kerumah kamu" ujar Izar pada Rury tapi masih fokus pada jalanan.
"Terimakasih Dok, maaf saya sudah merepotkan" ucap Rury sungkan
"Kalau diluar kamu jangan panggil saya Dokter pagil nama aja"pinta Izar
"Emmm gimana kalau mas aja, karena sepertinya mas Izar lebih tua dari saya" tanya Rury sungkan
"Ya ... terserah kamu saja. Oh...iya kenapa kamu kerja.... bukannya kamu masih dalam masa pemulihan" tanya Izar sambil sesekali melihat kearah Rury
"Ya... mas saya nggak mungkin harus lama-lama istirahat kasihan ayah,saya juga harus menyelesaikan kuliah saya tahun ini, biar bisa kerja ditempat yang lebih bagus" jawab Rury
Rury memang seorang gadis biasa, yang harus membantu sang ayah bekerja agar dia bisa membantu biaya sekolah adiknya. Sedangkan Rury kuliah dengan jalur Bea siswa. Rury gadis cantik dari keluarga sederhana, dengan ayah yang hanya seorang buruh kasar,dan ibu yang hanya ibu rumah tangga, semenjak ibunya sering sakit-sakitan. s
Sebelum kecelakaan Rury biasa bekerja didua tempat, tapi setelah kecelakaan Rury hanya mempunyai satu pekerjaan, karena selama Rury sakit bos tempatnya bekerja mencari orang baru.
"Rury sudah sampai" Ujar Izar setelah menepikan mobilnya didepan kafe
"Terima kasih mas Izar"
Setelahnya Izar segera melajukan kendaraannya menuju rumah. Disepanjang perjalanan, Izar selalu memikirkan Rury. Bagaimana tidak seharusnya Rury masih harus istirahat, tapi dia memaksa bekerja demi untuk keluarganya.
\=\=\=\=\=\=!\=\=\=\=\=\=\=\=\=!\=\=\=\=\=\=\=\=!\=\=\=\=\=\=\=\=\=!\=\=
__ADS_1
Sampai disini dulu ya readers besok kita sambung lagi ayo tebak Izar akan bersama Roenata atau Rury tulis dikolom komentar ya. dan bunda ucapkan terima kasih pada readers semua yang sudah mendukung bunda.