
Zyan masih memasang wajah kesal, karena sedari tadi Azza hanya bergelayut manja dengan sang mama. Arya yang melihat hanya bisa geleng kepala. Sedangkan Sella begitu bahagia memiliki menantu seperti Azza. Rasanya dirinya bisa memiliki anak perempuan. Sella juga bangga kepada Azza, karena walaupun terlahir dari keluarga kaya, namun Azza tau bagaimana cara menjadi istri yang baik. Sella tau semua yang Azza lakukan adalah didikan dari Mila.
" Sayang kamu sudah dong memonopoli menantu kamu, lihat bibir anak kamu ini sudah panjang, karena sedari tadi istrinya kamu monopoli" ujar Arya seraya terkekeh
" Mas kenapa sih, kamu juga Arya kenapa mesti cemburu sama mama coba, Kalian juga kan nggak setiap hari disini, coba kalau setiap hari pasti mama nggak akan kesepian" ujar Sella kesal melihat kelakuan sang putra
" Ih..mas Zyan kan bisa nanti-nanti, sekarang Azza mau sama mama dulu" ujar Azza manja
Dan akhirnya membuat mereka tertawa bersama. Zyan bersyukur memiliki istri seperti Azza. Dan Zyan berharap mereka akan bersama sampai maut memisahkan mereka.
Di tempat yang berbeda tepatnya di kediaman Eva kini terlihat ramai. Besok pagi tepat pukul 9 acara akad nikah akan di selenggarakan. Eva juga meminta Azza untuk menemaninya dan menjadi pengiring pengantin. Ibu Eva masuk kedalam kamar Eva, yang sudah di hias sedemikian rupa layaknya kamar pengantin. Walau pun mereka akan menginap di hotel setelah resepsi pernikahan selesai. Namun Teo minta untuk menghias kamar Eva.
" Va.... apa ibu boleh masuk nak" tanya ibu Eva
" Masuk saja Bu nggak Eva kunci" jawab Eva setelahnya ibu Eva masuk kedalam kamar Eva
Ibu Eva duduk bersisian dengan Eva diatas ranjang sederhana milik Eva. Ibu Eva menggenggam tangan sang putri.
" Nak...mulai besok kamu bukan tanggung jawab ibu lagi. Tanggung jawab itu berpindah ke pada nak Teo sebagai suami kamu. Begitu juga dengan bakti kamu, kamu harus menuruti permintaan suami kamu jika itu benar, jangan biarkan sikapmu kepada suami, membuat ajaran ibu yang di pertanyakan. Dan layani lah suami kamu dari mulai makanannya, pakaiannya, dan juga urusan ranjangnya. Jadilah istri yang berbakti" nasihat sang ibu
Eva menangis di pelukan sang ibu. Ibu dan sang adik lah yang membuat Eva bisa seperti saat ini. Eva berdoa semoga Teo juga menyayangi keluarganya seperti saat ini tak akan pernah berubah.
"Bu.. terimakasih karena ibu membesarkan, mendidik Eva dengan baik. Eva tak akan pernah bisa membayar semua pengorbanan ibu. Namun Eva hanya bisa berdoa semoga Allah selalu memberikan ibu kesehatan, agar bisa terus bersama Eva dan bisa melihat anak-anak Eva nanti" ujar Eva dengan air mata yang menetes
* * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Pagi hari menjelang Zyan sudah bersiap mengenakan baju batik senada dengan rok yang di gunakan Azza. Sedangkan Azza saat ini tengah di hias oleh MUA. Azza mengenakan kebaya berwarna dusty pink, sangat terlihat cantik, dengan riasan natural.
Selesai bersiap Zyan dan Azza berpamitan kepada Sella dan Arya.
Sedangkan di kediaman Mila, mereka juga tengah bersiap, Ibra dan Rayyan akan menjadi saksi di pernikahan Eva dan Teo. Para pria memakai batik yang sama dengan rok yang di gunakan para wanita sedangkan para wanita mengenakan kebaya dengan warna yang sama.
Tepat pukul 8 Pagi Mereka semua sudah sampai di kediaman Eva. Eva terlihat sangat cantik dengan kebaya berwarna putih dan riasan natural. Tepat pukul 9 pagi Teo mengucapkan ijab qobul atas nama Eva , dalam satu tarikan nafas. Selesai akad nikah mereka sibuk berfoto. Mereka semua akan berangkat ke hotel pukul 5 sore. Azza, Nai, Rayyan dan Zyan memutuskan untuk pulang ke rumah Mila, karena mereka akan berangkat bersama menuju hotel tempat resepsi pernikahan.
Dan tepat pukul 7 malam resepsi pernikahan Eva dan Teo di gelar meriah. Azza dan Zyan memberikan kado pernikahan berupa tiket berbulan madu ke Bali selama 1 minggu. Sedangkan Rayyan dan Nai memberikan hadiah 1 unit rumah. Karena Baik Teo maupun Eva adalah asisten pribadi yang baik, dan bisa di andalkan. Mila, Ibra dan Izar juga memberikan kado spesial buat mereka.
Hal itu membuat ibu Eva terharu. Sedangkan Teo ada rasa getir di hatinya. Di hari bahagianya kedua orang tuanya tidak dapat melihat, kebahagiaannya karena mereka tidak berada di sampingnya.
* * * * * **** * * * * *
Pesta telah usai Mila dan keluarganya telah pulang setelah acara selesai. Sedangkan ibu dari Eva juga memilih untuk pulang, namun tidak untuk pengantin baru itu, mereka akan menginap malam ini di hotel tersebut, sebelum esok mereka akan bertolak ke Bali selama satu Minggu.
Malam ini Zyan dan Azza memilih untuk pulang ke kediaman mereka. Bagi Azza dan Zyan mereka memang lebih suka menghabiskan waktu mereka di kediaman mereka sendiri.
Sampai di kediaman mereka baik Azza maupun Zyan membersihkan diri secara bergantian. Selesai membersihkan diri, mereka memutuskan untuk beristirahat, karena mereka sangat kelelahan, namun sebelumnya mereka melakukan kegiatan yang mereka sukai terlebih dahulu. Dan entah pukul berapa mereka tidur, saat ini mereka tidur dengan Azza menjadikan tangan Zyan sebagai bantal.
*
* * * * * * * * * * *
Bagaimana part ini semoga Kalian suka ya. Jangan lupa like dan komen agar author semangat update nya. Mampir juga di karya terbaru author yang berjudul " CEO Kejam dan Dokter Cantik Disabilitas"
Pagi ini seorang gadis Cantik mengenakan jas kedokteran, berjalan sambil sesekali tersenyum dan menyapa para perawat dan juga keluarga pasien.Tidak ada satu orang pun yang tau, kalau gadis itu memiliki kekurangan pada fisiknya atau sering dinamakan Disabilitas.
Gadis itu bernama Arsyana Pahlevi.Gadis berusia 23 tahun yang bekerja disebuah Rumah Sakit ternama dikota itu. Arsy nama panggilannya, selain cantik dia juga merupakan dokter idola dirumah sakit itu. Karena keramahannya, hampir semua pasien dan keluarga pasien yang pernah dia tangani, sangat menyukainya.
__ADS_1
Arsy sampai diruangannya, dan saat hendak masuk suster yang membantu Arsy,menyapa dan memberikan map yang beriso rekam medis pasien.
" Pagi dokter Arsy" sapa salah satu perawat
"Pagi juga suster Ana" Arsy balas menyapa
" Ini dok rekam medis pasien bernama Ibu Asih yang akan menjalani operasi siang ini" jelas suster Ana sambil memberikan sebuah map berisi rekam medis pasien
" Baiklah suster Ana terimakasih ya" ucap Arsy pada suster Ana
Setelahnya Arsy masuk kedalam ruangannya. Didalam ruangannya Arsy mulai membaca rekam medis dari bu Asih. Saat sedang membaca berkas rekam medis beberapa pasiennya, pintu ruangan Arsy diketuk dari luar. Dan ternyata suster Ana yang datang.
"Dokter Arsy apa kita mulai Visit sekarang?" tanya suster Ana
" Iya sus tolong bawakan ini" pinta Arsy menyerahkan beberapa map pada suster Ana
Mereka berdua mulai melakukan Visit kepada pasien pasca operasi, atau yang akan menunggu jadwal operasi mereka. Para pasien dan keluarga sangat senang saat Arsy melakukan Visit kekamar mereka.
Ada yang terkadang sengaja memberikan makanan,atau bunga dari pasien anak untuknya. Arsy memang bekerja dengan sangat totalitas. Karena ini mimpinya, mimpi yang iya rajut setelah kecelakaan saat usianya 3 tahun,yang membuatnya harus kehilangan sang ibu dan juga sebelah kakinya.
Ya... Semenjak kecelakaan itu, Arsy harus merelakan satu kakinya untuk diamputasi. Walau saat itu dia belum mengerti apapun. Dan hal itu membuat sang ayah Prasetyo Pahlevi begitu terpukul, melihat anak satu-satunya kehilangan satu kakinya,setelah kehilangan ibunya.
Setelah kejadian itu Pras membesarkan Arsy kecil sendiri. Dia yang hanya memiliki warung kecil-kecilan, terus berjuang dan mengembangkan warungnya, sambil mengasuh Arsy. Arsy tetap menjadi anak yang ceria walau dia tidak bisa bermain seperti teman-temannya.
Arsy kecil pun tak akan pernah menangis, andai ada teman yang mengejeknya cacat(disabilita).
Disabilitas sendiri adalah orang yang Memiliki keterbatasan fisik, mental, intelektual atau Sensorik atau dalam jangka waktu yang lama Yang dalam berinteraksi dengan Lingkungan dan sikap masyarakatNya dapat menemui hambatan yang menyulitkannya Untuk berpartisipasi penuh dan efektif Berdasarkan kesamaan hak ( Undang-undang nomor 11 tahun 2011 Tentang pengesahan hak-hak penyandan desabilitas).
Jenis-jenis penyandang disabilitas Salah satunya yaitu Cacat Fisik. Cacat fisik adalah Kecacatan yang mengakibatkan gangguan Pada fungsi tubuh Salah satunya Cacat pada Kaki.
1.Menurut sebab cacat adalah Cacat sejak lahir,di sebabkan oleh penyakit, disebabkan oleh kecelakaan, dan disebabkan oleh perang
2.Menurut jenis cacatnya adalah Putus (Amputasi) tungkai Dan lengan, cacat Tulang, sendi dan otot pada tungkai dan lengan,cacat tulang punggung Celebral palsy, Cacat yang lain termasuk cacatvpada tubuh, ortopedi Dan paraplegia
Dan Arsy kecil merupakan Cacat akibat kecelakaan yang dia alami, yang harus merelakan satu kakinya untuk diamputasi. Namun Pras sebagai ayah tidak menyerah. Dia berjuang melakukan apapun untuk sang putri tercinta agar bisa bermain bersama teman sebayanya.
Pras menabung uang sedikit demi sedikit untuk membelikan Arsy kaki palsu, agar dia bisa berjalan dengan dua kaki. Arsy pun termasuk anak yang cantik dan cerdas. Kecantikan alami terlihat saat dia mulai masuk sekolah dasar dan kecerdasannya pun membuat dia melompat kelas Hingga SD dia hanya 4 tahun, SMP 2 tahun dan untuk SMA pun 2 tahun.Dia pun mendapatkan bea siswa fakultas kedokteran dan lulus dengan nilai cumlaude.
Dikampus dia menjadi gadis tercantik, dengan kecerdasan diatas rata-rata. Banyak Mahasiswa kampus menyatakan cinta padanya. Namun dengan halus dia menolaknya dan juga menceritakan kekurangannya. Hanya ada 3 mahasiswi yang mau menjadi sahabatnya setelah tau kekurangannya. Bianca, Laras dan Pinkan, walau mereka dari keluarga yang cukup berada dibandingkan Arsy.
Prasetyo begitu bangga memiliki Arsy dan pras begitu menyayanginya, karena Arsy adalah kenangan terakhir yang diberikan almarhum sang istri. Maka hinggi kini dia tak pernah menikah lagi, karena dia takut istrinya kelak akan menyakiti sang putri.
* * * * * * * * * * * * * *
Selesai melaksanakan tugasnya hari ini, Arsy mengistirahatkan tubuhnya sejenak sebelum pulang kerumah. Saat sedang istirahat pintu ruangan Arsy terbuka, dan ternyata ke 3 sahabatnya datang berkunjung.
" Aduh.. Sepertinya ibu dokter kita ini sangat kelelahan, sampai-sampai nggak dengar pintunya hampir kita robohkan" ujar Pinkan salah satu sahabat Arsy yang paling bar-bar
" Loh kok tumben kalian datang nggak ngabarin dulu? " tanya Arsy
" Apa Lo nggak buka ponsel dari tadi, sekarang Lihat HP Lo berapa panggilan tak terjawab dari gue, Laras sama Pinkan dan lihat berapa banyak WA yang kita kirim"ujar Bianca kali ini
Arsy membuka ponselnya, dan dia meringis, tersenyum menampilkan gigi putihnya.
" Bagaimana dokter Arsy?" tanya Bianca
__ADS_1
" Maaf gue benar-benar lupa kalau hari ini kita janjian" ujar Arsy
" Jangan bilang kamu juga lupa hari ini ulang tahun ayah" tambah Laras yang dari tadi hanya diam
Sedangkan Arsy melompat dari tempat duduknya, kala mengingat kalau hari ini dia ingin memberikan kejutan untuk sang ayah.
" Ya allah aku benar-benar lupa, ayo tunggu apa lagi, nanti keburu ayah pulang dari toko" ujar Arsy dan hal itu membuat teman-temannya geleng kepala
Mereka semua keluar dari ruangan Arsy dan bergegas meninggalkan rumah sakit, menggunakan mobil mereka masing-masing.Tak memerlukan waktu lama mereka sampai ditempat yang menyediakan perlengkapan ulang tahun. Terkadang mereka berdebat, terkadang mereka tertawa saat mereka memilih pernak pernik ulang tahun.
Prasetyo memang ayah yang baik untuk Arsy dan juga ketiga sahabatnya. Bianca, Laras dan Pinkan lebih suka menginap dirumah Arsy. Karena disana mereka merasa memiliki keluarga. Arsy, Laras, Bianca, dan Pinkan bersahabat sedari SMP hingga keperguruan tinggi, tapi hanya Kayla yang menjadi dokter, sedangkan Laras membuka Kafe, Bianca desainer, dan Pinkan model dari Bianca. Dulu mereka anak-anak manja yang tau hanya menghamburkan uang orang tua mereka, namun setelah mengenal Arsy dan Ayahnya Pras mereka berubah dan hal itu membuat orang tua mereka bahagia, dan begitu berterima kasih kepada Pras dan Arsy.
Mereka juga pernah mengajak Pras untuk bekerja diperusahaan mereka, tapi dengan halus Pras menolak, karena takut waktunya bersama Arsy berkurang.
Setelah banyak tingkah yang Absurd saat berbelanja, akhirnya mereka menyelesaikan acara berbelanja mereka. Mereka segera pulang dan tak lupa mampir ketoko kue. Setelah Selesai semuanya mereka pulang, menyiapkan kejutan buat sang ayah. Dan kebetulan hari ini Pras pulang agak terlambat karena ditoko sedang ramai-ramainya.
Laras, Bianca dan Pinkan bertugas menghias ruangan. Sedangkan Arsy bertugas memasak makan malam mereka. Setelah dirasa semua selesai,mereka semua membersihkan diri. Mereka sengaja mematikan semua lampu. Tak lama terdengar suara mobil memasuki pekarangan rumah yang lumayan luas, mereka berempat bersiap-siap memberi kejutan.
Pras tak heran kalau Arsy belum pulang, karena tugasnya sebagai dokter, terkadang membuatnya harus selalu siap kapan pun diperluka. Pras membuka pintu namun dia cukup terkejut, karena pintunya tak terkunci. Namun saat membuka pintu dan menyalakan lampu dia begitu terkejut mendengar suara keempat gadis itu mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.
" Selamat ulang tahun ayah panjang umur sehat selalu dan selalu diberikan kesehatan" ucap Arsy memeluk Pras
Namun hal itu membuat ketiga gadis lainnya cemburu dan ikut memeluk Pras. Pras menitikkan air mata bahagianya. Mendapatkan kejutan dari anak-anaknya membuatnya merasa bahagia.
" Sekarang ayah tiup lilinnya tapi sebelumnya berdoa dulu" ucap Laras
Setelah berdoa dan meniup lilinnya, mereka semua memberikan kado kepada lelaki paru baya itu.
" Semoga ayah suka ya" ucap mereka
" Terimakasih atas doa kaloan buat ayah, kalian anak-anak ayah yang baik" ujar Pras setelah berhasil membuka suaranya.
Setelah selesai mereka semua mulai makan malam setelah melaksanakan solat maghrib berjamaah. Itulah yang mereka tunggu-tunggu. Selesai makan malam bersama mereka membersikan sisa makanan dan mencuci piring kotor.
* * * * * * * *
Saat ini keempat gadis itu berada dikamar, karena besok bukan hari libur mereka semua memilih tidur, karena biasanya mereka akan menonton drakor atau saling cerita, kalau mereka sedang libur, yang jelas libur mereka mengikuti liburnya ibu dokter.
Pagi-pagi semua sudah siap untuk berangkat beraktivitas.
"Sy kamu weekend ini libur apa nggak? " tanya Bianca
" Sebenarnya iya, ya tapi kalian taukan kalau ada panggilan mendadak dari rumah sakit, aku terpaksa harus membuang impian libur" jelas Arsy
" Ya udah kalau gitu kita jalan-jalan ke mall aja deh" usul Pinkan
" Ok" jawab mereka bersama
Setelahnya mereka mulai mengendarai kendaraan masing-masing, menuju ketempat kerja mereka.Pagi ini Arsy hanya akan melaksanakan Visit kebeberapa pasien. Tak lupa Arsy menampilkan senyum manisnya. Dan hal itu yang membuat dia begitu disenangi.
" Pagi dok.. " sapa suster Ana
" Pagi suster Ana" balas Arsy
Setelahnya Arsy memasuki ruangan dinasnya sebelum melakukan Visit.
__ADS_1