Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Ada Cinta


__ADS_3

Dalam keadaan genting, Kevin terus mencari keberadaan Dewa, diantara korban reruntuhan,tetapi karena debu yang beterbangan, menghalangi jarak pandang mereka.


Kevin dibantu petugas polisi setempat, mencari keberadaan Dewa.Kabar runtuhnya bangunan ini, belum sampai ketelinga keluarga Dewa.Dan Kevin pun belum bisa memberi kabar,karna keberadaan Dewa masih dalam pencarian.Ratusan orang dikerahkan dalam pencarian korban, begitu juga puluhan alat berat digunakan untuk mengangkat sisa runtuhan.


Dua hari masa pencarian membuahkan hasil, Dewa ditemukan di antara runtuhan bangunan,dalam kondisi sadar dengan luka parah pada bagian kepala. Tubuh Dewa terhimpit batu besar. Alat berat diarahkan untuk mengangkat batu, proses evakuasi memakan waktu 5 jam, karena mereka harus hati- hati, saat memindahkan pecahan material.


Setelah tim evakuasi bisa mengangkat Dewa,mereka segera melarikan Dewa ke rumah sakit besar setempat.Para Dokter ahli, membantu menangani kondisi Dewa.Kevin yang menunggu belum sempat mengabarkan kekeluarga Dewa.


Sedangkan di negara lain, Mila sangat gelisah. Sudah 3 hari hatinya tidak tenang, begitu juga anak- anak. Apa lagi,sudah 3 hari Dewa tidak memberi kabar,semenjak terakhir kali dia menelpon Mila.Begitu juga dengan Kevin sangat susah dihubungi.Tapi mila tetap berfikir positif, mungkin Dewa dan Kevin sedang sibuk.


Kembali ke LA, setelah dilakukan penanganan. Dokter menyarankan agar segera dilakukan operasi, karena pendarahan di otak, juga kedua kaki Dewa patah akibat tertimpa reruntuhan.Setelah menandatangani surat pernyataan. Dokter segera melalukan tindakan Operasi hari itu juga semua Dokter ahli ikut dalam operasi. Kevin yang setia menunggu didepan ruang Operasi, mencoba menghubungi Ibra.Karena dia takut jika menghubungi Mila.


Setelah mencoba beberapa saat menghubungi, telpon diangkat oleh Ibra.Kevin segera menjelaskan yang terjadi secara singkat, dan memberi tahu bahwa saat ini Dewa sedang dioperasi.Kevin meminta maaf karena mengambil keputusan sendiri.Karena opersi harus segera dilaksnakan.Kevin meminta Mila dan Ibra segera datang ke LA.Setelah menjelaskan semuanya,dan mendengar bahwa Ibra dan Mila akan berangkat malam ini, Kevin mematikan telpon, dan masih fokus menunggu sang Bos di depan ruang operasi.Semua Pekerjaan sudah dialihkan ke asisten kevin juga sekertaris Kevin.


Sedangkan dinegara lain, Ibra yang mendapat telpon dari Kevin begitu syok.Ibra bingung, bagaimana cara menjelaskan kepada sang bunda tentang keadaan ayahnya, sedangkan mereka harus segera berangkat ke LA malam ini juga.


Ibra segera menelpon Fatma, menceritakan semua dan meminta Fatma membantu menjelaskan pada sang bunda.Fatma yang mendapatkan telpon dari Ibra begitu syok, tapi dia mencoba tenang demi menguatkan Mila.


Ibra sudah memberi tahu adik- adiknya kecuali Azza. Dan mereka semua begitu sedih, tapi mereka tidak bisa ikut ke LA karena mereka mempunyai kewajiban sekolah.Mereka semua berdoa demi sang ayah sambung yang sangat menyayangi mereka.Meminta kepada Allah untuk kesembuhan sang ayah.


Fatma sampai dirumah Mila,dan segera masuk mencari Mila.Ternyata Mila sedang memasak didapur,Fatma bingung akan mulai menjelaskan dari mana, tapi dia harus tetap menjelaskan.Karena Mila dan Ibra harus berangkat malam ini.

__ADS_1


"Assalamualaikum Mila, kamu lagi apa?"


"Loh Fatma, kok kamu datang nggak kasih kabar, nih... aku lagi masak makan malam kesukaan mas Dewa.Kamu tumben datang nggak kasih kabar ada apa"


Deg


Fatma terdiam, bingung sekaligus sedih,melihat kearah Mila. Fatma tidak tau apa yang akan terjadi pada Mila,saat dia memberi tahu tentang keadaan Dewa.


"Fat....Fat...kok kamu melamun sih ditanya"


"Ah... iya Mila" Fatma berfikir sejenak sebelum bicara."Mila sini aku mau bicara dengan kamu".


Mila yang melihat wajah aneh Fatma, sedang menerka- nerka apa yang terjadi,dan hatinya tambah berdetak tidak karuan.Mila takut apa yang ada difikirannya terjadi,Karena dia dan Dewa memiliki ikatan batin yang kuat.Tapi dia berusaha menepis semua prasangka.Mila mendekat kearah Fatma dan duduk disamping Fatma.


"Apa yang terjadi dengan mas Dewa Fat, bagai mana keadaannya sekarang" Mila bertanya dengan tenang walau hatinya bergemuruh.


Deg


Ternyata tebakan Fatma tidak salah dia tau Mila bisa merasakannya.


"Keadaan Dewa tidak baik Mil, sekarang dia sedang dioperasi.Karena pendarahan dikepalanya dan kedua kakinya patah".

__ADS_1


Fatma menjelaskan semua yang terjadi.Tapi Fatma takut, melihat reaksi Mila yang tenang, seperti tidak terjadi apa- apa.Bagi Fatma lebih baik Mila menangis meraung, dari pada tenang seperti ini.


"Jam berapa aku berangkat Fat" tanya Mila


Fatma melihat kearah Ibra, yang berada dipintu ruang makan memberi kode.


"Ja....jam 7 malam ini Mil, aku bantu kamu siap- siap ya"


Mila dan Fatma segera kekamar, membereskan barang Mila.Ibra yang melihat sang bunda sedih, bagi Ibra lebih baik sang bunda menagis.Dari pada berusaha tegar tapi rapuh.


Setelah membereskan koper, Ibra dan Mila segera berangkat.Mila menitipkan anak- anak kepada Fatma.Masih dengan wajah tenang Mila naik kedalam privatjat.Ibra menyuruh Mila beristirahat didalam kamar yang ada didalam pesawat.


Sampai didalam kamar, Mila tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya.Tangisnya pecah, belahan jiwanya sedang berjuang dimeja operasi.Hatinya patah mendengar keadaan sang pujaan hati.Ingin rasanya dia segera sampai dan memeluk sang belahan jiwa.


"Mas, berjuang sayang, bertahan demi aku dan anak- anak.Bukankah kita akan berangkat haji bersama.Kamu berjanji menjagamu selamanya, menua bersama.Berjuang sayang jangan pernah berniat pergi tanpa aku.Mas aku akan segera sampai, tunggu aku sayang.Mila meracau dalam tangisnya.


Ibra yang berdiri didepan pintu kamar merasa hancur.Melihat kesedihan sang bunda.Ibra tau apa arti Dewa bagi Mila.Dewa adalah hidup Mila.Bukan hanya Mila Dewa bagaikan malaikat bagi Ibra dan adik-adiknya.


Ibra tidak tau apa yang terjadi, jika Allah mengambil Dewa.Ibra tidak tau akan sehancur apa sang bunda.Saat ini Ibra teringat kembali pembicaraan terakhir Ibra dan Dewa saat Dewa akan berangkat ke LA.Pesan Dewa untuk menjaga sang bunda dan adik-adik.


"Ya Allah selamatkanlah ayahku, jangan kau ambil ayahku ya Allah"

__ADS_1


Perjalanan kali ini terasa begitu lama bagi Mila dan Ibra.Hati meraka bagai ingin berlomba keluar karena perasaan takut.Ya Ibra pun merasakan apa yang Mila rasakan bagi Ibra dan saudaranya.Dewa ada lah malaikat mereka.Tanpa kehadiran Dewa entah apa yang akan terjadi pada mereka.Dan sekarang malaikat itu sedang berjuang sendiri tanpa pendamping.Melewati semua sendiri hanya doa yang bisa mendahului sang belahan jiwa.


__ADS_2