
Mata Nai akhirnya terbuka sempurna, Izar yang melihat segera memeriksakan keadaan sang adik. Setelah dirasa keadaan membaik, barulah Izar mengajak Nai bicara. Nai menanyakan keadaan sang bunda dan pak Ujang. Mila yang melihat sang anak sadar merasa sangat bahagia. Renata sudah mengambikan kursi roda untuk sang mertua.
"Sayang.... maafin bunda ya nak.... maafin bunda" ujar Mila setelah mendekat kearah Nai
"Bunda nggak salah kok, jangan nangis lagi ya nanti Nai sedih lo"ujar Nai menampilkan senyum terbaiknya
Namun semua itu berubah, saat Nai ingin menggerakkan kakinya, untuk memeluk sang bunda. Nai tidak merasakan apa-apa. Diangkatnya selimut dengan takut, Namun kedua kakinya masih utuh.
Di tatapnya sang bunda, ke dua kakaknya. Setelah mendapat jawaban dari tatapan mereka, Nai tidak dapat lagi membendung air matanya. Mila yang melihat segera memeluknya, begitu juga Ibra dan Izar.
Nai memang tidak histeris, tapi Mila tau anaknya begitu terpukul dengan keadaan yang terjadi. Ibra yang melihat kesedihan sang bunda dan adiknya.Ibra mengepalkan tangannya. Ibra berjanji jika dia sudah mendapati orang yang membuat keluarganya begini, dia yang akan memberi orang itu pelajaran yang tak akan pernah dia lupakan.
Nai segera menghapus air matanya. Nai gadis yang hebat, dia berusaha tegar menghadapi kenyataan bahwa saat ini dia tidak bisa berjalan.
"Sayangnya abang tenang ya... Nai masih bisa berjalan kok, kita akan terapi, abang akan mencarikan Dokter terbaik buat Nai" ujar Ibra sambil menggenggam tangan sang adik, begitu juga Izar.
Nai hanya diam, menampilkan senyum dan memeluk sang bunda.Berusaha terlihat baik-baik saja dihadapan sang bunda.Agar sang bunda tak merasakan sedih.
Sedangkan ditempat yang berbeda, tepatnya dikediaman Marco, seorang pemuda tengah berdebat dengan sang ayah,perihal kecelakaan yang menimpa Mila dan Nai.
"Apa yang daddy lakukan, kenapa daddy menyakiti orang yang bahkan tidak mengenal daddy, Apa setelah semua yang daddy lakukan bisa membuat tante Dara hidup kembali?" tanya Rayyan pada Marco "Sudah Cukup dad.... Cukup daddy membuat om Dewa meninggal, jangan buat orang-orang yang nggak bersalah menanggung cinta buta daddy. Apa daddy nggak pernah berfikir tentang perasaan mommy,lupakan tante Dara dad biarkan tante Dara tenang sana. Mommy tersiksa dad dengan cinta buta daddy" ujar Rayyan
"Tau apa kamu, jangan ikut campur urusan daddy, jalankan saja perusahaan" bentak Marco pada sang anak
"Aku nggak akan ikut campur kalau tidak menyakiti mommy, tapi ini sudah menyakiti mommy, Mommy sakit saat melihat daddy masih mengingat tante Dara, mommy sakit saat dia tau bahwa suaminya masih mencintai sahabatnya, mommy sakit saat tau bahwa daddy menjadi seorang pembunuh, hanya karena cinta yang daddy punya tak terbalas. Apa daddy pernah tau betapa mommy kehilangan sahabatnya, apa daddy tau apa arti tante Dara buat mommy, apa daddy tau kalau mommy pernah mencintai om Dewa. Tidak daddy tidak pernah tau karena daddy masih terjebak dengan cinta yang salah" ungakap Rayyan tentang kebenaran sang mommy.
Marco terdiam, namun dalam hati dia bertanya apa benar juga jesica istrinya pernah mencintai Dewa.Kenapa dia nggak pernah tau, atau memang dia yang tidak pernah mau tau.
"Mommy melepas om Dewa,karena mommy tau om Dewa tak pernah mencintainya,Om Dewa lebih mencintai tante Dara. Kenapa mommy tak memperjuangkan,karena mommy tidak ingin kehilangan sahabatnya" tambah Rayyan
__ADS_1
Jesica yang berada dilantai atas mendengar semuanya. Jesica hanya bisa menangis, mengingat sahabatnya dan cinta pertamanya.
Ya.. Jesica, Dara dan Dewa adalah sahabat, mereka berjumpa saat mereka kuliah dikampus yang sama. Jesica sudah menyukai Dewa sejak pertama kali bertemu,.Namun Jesica tau dia dan Dewa berbeda. Ditambah dia tau kalau Dewa mencintai Dara, begitu pun dengan Dara.
Saat Dewa dan Dara menikah pun Jesica menjadi pagar ayunya.Saat Dara terkena penyakit kanker pun Jesica tau. Hingga hari dimana Jesica kehilangan sahabat satu-satunya yang mau berteman dengan gadis miskin seperti dirinya, dan saat itu Jesica tau bahwa Dewa begitu mencintai Dara.
Jesica menikah dengan Marco terjadi karena Marco telah memp****sa jesica, yang saat itu bekerja menjadi pelayan dirumah Marco. Dan Jesica baru tau bahwa Marco mencintai Dara, saat mereka telah resmi menikah dan Marco membawa Jesica tinggal diapartemennya. Dimana disana banyak foto-foto dara dari kecil hingga tamat SMA.
Dan saat itu juga Marco tau bahwa Jesica adalah sahabat dari wanita yang dicintainya. Jesica pernah mengingatkan saat Marco ingin membalas Dewa, tapi apalah daya Jesica hanya istri yang tak dianggap, dan Saat Marco ingin membuat Mila celaka pun Jesica sudah memintanya berhenti, tapi Marco tak pernah mendengarkannya.
Padahal Jesica sudah berusaha menjelaskan betapa Dewa mencintai Dara, dan bagaimana hancurnya Dewa saat kehilangan Dara. Jesica pun telah menjelaskan bahwa Mila tak salah apapun, karena Mila tau rasanya sakit dihianati, Namun Marco tutup mata dan telinga.
Kembali pada Marco dan Rayyan.
Marco masih bergeming,dia diam tanpa bisa menjawab. Sedangkan Rayyan matanya melirik keatas dimana mommynya berada. Rayyan tau tentang kesakitan sang mommy. Rayyan tau selama ini mommynya sudah mencintai sang daddy,tapi daddynya menutup mata akan cinta sang mommy.
"Rayyan akan menebus semua kesalahan daddy pada keluarga tante Mila" putus Rayyan
"Aku akan membantu agar Nai bisa berjalan kembali, aku akan menyamar sebagai sopir pribadi Nai" jawab Rayyan
Setelah berbicara Rayyan meninggalkan Marco yang masih diam ditempatnya. Rayyan menuju dimana sang mommy berdiri dan segera memeluk sang mommy.Dan itu membuat tangis Jesica pecah.
Ditempat yang berbeda.
Setelah beberapa hari dirawat Di Rumah Sakit Akhirnya Nai diizinkan pulang oleh Dokter.Mila dan pak Ujang sudah keluar dari Rumah sakit beberapa hari yang lalu.
Semua menyambut kedatangan Nai dengan meriah. Nai yang pulang menggunakan kursi Roda memberikan senyum yang indah. Nai sudah memutuakan untuk melanjutkan hidupnya dengan atau tanpa berjalan.
Mereka semua berkumpul dirumah Mila ,Azza yang paling heboh menyambut kehadiran sang kakak.Ibra sudah mencari supir pribadi untuk sang adik,Karna Nai akan tetap datang ke butik seperti biasa.
__ADS_1
Awalnya Mila menolak, tapi setelah dapat penjelasan dari Izar, agar membiarkan Nai tetap disibukan dengan kegiatan,agar dia melupakan kejadian yang menimpanya. Saat itu lah Mila mengizinkannya,dengan syarat Nai pergi bersama supir dan Nai setuju.
Romi sudah mendapat titik terang tentang siapa dalang dari ini semua. Tapi dia masih ingin mengumpulkan beberapa bukti lagi agar bisa menyeret Marco ke dalam tahanan.
Ibra pun harus membagi waktu untuk semuanya. Namun dia sangat bahagia Azizah selalu setia mendampinginya. Azizah dan Renata selalu memberikan suport terbaik untuk Nai. Dan untuk sementara waktu Renata dan Izar memutuskan untuk tinggal bersama Mila.
"Bagaimana Rom... apa kamu sudah mendapatkan sopir yang aku pinta? "
"Sudah bos Namanya Rayyan, dia pernah bekerja menjadi sopir pribadi dan baru berhenti karena sang majikan pulang kenegara asalnya" jelas Romi tentang data diri Rayyan, yang mana semua data diri Rayyan telah dipalsukan tanpa ada yang tau termasuk anak buah Ibra yang bertugas sebagai hekcer.
"Baiklah pinta dia datang kerumah, biar bunda bisa menilainya" ujar Ibra
"Oh... iya Rom bagaimana perkembangan kasus itu? "
"Saya masih mencari bukti yang lain, agar dia tidak bisa lagi berkelit bos" jawab Romi
"Ya sudah... kamu boleh kembali keruanganmu jangan lupa bilang ke istrimu siapkan ruangan meeting" pesan Ibra
"Siap bos" jawab Romi
Romi dan Gisel memang sudah menikah, sebelum kecelakaan itu terjadi.
"Sayang.... bos minta siapkan ruang metting" ucap Romi
"Iya... mas"
Setelah bicara dengan sang istri,Romi kembali keruangannya. Gisel memang masih bekerja karena Ibra belum mau mengganti sekertaris.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Kita lanjut besok lagi ya jangan lupa like n komen cerita bunda ya.Untuk yang sudah komen terima kasih banyak masukannya ya itu akan jadi referensi buat bunda dan bunda juga mengikuti alur yang sudah bunda fikirkan. Dan alur ceritanya sudah mulai kalian mengertikan.