Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Rasa Cinta berselimut rindu sampai saat ini dirasakan Azza. Empat tahun berpisah membuat rasa itu menggunung. Ingin mempercayai bahwa dia telah tiada, namun hati menolah. Bukan tak ada cinta lain yang ingin singgah, bahkan ingin menetap. Namun hati itu telah penuh dan tak ada sedikitpun lagi tempat untuk cinta yang lain. Walau suatu saat nanti, kenyataan akan menjawab semuanya.


Cinta itu hanya untuknya, Cinta itu akan tetap ada namun hanya ada satu nama yaitu Zyan Malik. Nama yang selalu Azza langitkan setiap malamnya. Berharap segera mendapatkan jawaban dari doa yang selama ini dia langitkan.


Di setiap doa Azza menitipkan Zyan pada sang pencipta. Meminta penjagaan dimana pun dirinya berada. Begitu pun dengan seorang pria yang kini membentangkan sajadah berharap petunjuk atas apa yang terjadi.


Walau dia tak mengingat siapa dirinya. Namun hatinya seolah terkunci hanya untuk satu nama, walau dirinya melupakan nama itu. Zyan tetap melangitkan doa untuk seseorang yang mengunci hatinya.


Keadaan memisahkan mereka namun hanya raga yang berpisah namun hati tetap saling terikat. Di tambah lagi ada dua bocah yang ikut melangitkan doa, untuk seseorang yang mereka sebut ayah. Walau tak pernah bersua raganya namun darah mengalir dalam diri mereka.


* * *. * * * * *


Siang ini Ibra bersama Romi akan berangkat keluar kota, mengunjungi lokasi pembangunan sarana dan pra sarana yang akan di bangun oleh perusahaan Nugraha grup. Azizah telah menyiapkan beberapa lembar pakaian untuk sang suami. Azizah meminta sang suami untuk jangan lupa mengiriminya pesan.


Dengan menggunakan mobil Ibra dan Romi berangkat bersama seorang sopir. Tak lupa beberapa bodyguard yang selalu menjaga mereka. Perjalanan yang lumayan memakan waktu sekitar beberapa jam membuat mereka, harus beberapa kali menepikan mobil untuk beristirahat.


Ibra menyempatkan diri untuk menghubungi sang istri. Ditempat yang berbeda Zyan atau Zen yang bertugas menunggu kedatangan utusan dari Nugraha grup, dan juga menemani mereka untuk mengelilingi lokasi. Walau tanpa ia sadari, itulah yang akan mempertemukan dirinya dengan orang yang selama empat tahun ini menggenggam harinya.


Begitu juga dengan Ibra, dia tidak akan menyangka di tempat itulah dia akan menemukan orang yang selama 4\=tahun ini masih dalam pencariannya.


Usai menempuh perjalanan yang cukup lama membuat mereka memilih untuk beristirahat sejenak di hotel. Dan esok hari baru mereka akan meninjau proyek tersebut. Sampai di hotel Ibra kembali menghubungi sang istri.

__ADS_1


Pertemuan yang sudah lama di nantikan akhir batas pencarian pun berbuah manis. Dengan alur takdir yang bekerja. Empat tahun sudah pencarian berlangsung, namun tak sedikitpun menemui titik terang. Seperti ada satu kekuatan yang melindungi.


Namun jika takdir Tuhan sudah bekerja, hal yang tak disangka pun menjadi awal kebahagian orang tercinta. Seberapa banyaknya kekayaanmu, seberapa hebat kekuatanmu, seberapa luas kekuasaanmu,tidak akan bisa menentang kuasa Allah.


Pagi ini Zyan telah bersiap untuk meninjau lokasi yang akan di pergunakan untuk membangun sarana dan pra sarana, desa tempat tinggalnya. Setelah berpamitan dengan Abah, Zyan melajukan sepeda motornya menuju balai desa.


Zyan memarkirkan sepeda motornya di parkiran balai desa berbarengan dengan sebuah motor metic berwarna pink, yang juga terparkir tepat di sebelah motornya. Pemilik motor membuka helm ,yang ternyata adalah Nurul rekan kerja sekaligus wanita yang mengejar-ngejar Zyan selama 3 tahun ini.


" Mas Zen hari ini cek lokasi ya?" tanya Nurul pada, yang dijawab dengan anggukan


" Berarti kita pergi bersama, karena ayah juga menunjukku untuk menemanimu" ujar Nurus berbohong


Flashback on


Ibra yang telah bersiap segera turun ke lantai bawah hotel, karena Romi pun sudah menunggu di sana.Setelah sampai, Ibra, Romi dan pak Ahmad sopir Ibra, kini menikmati sarapan pagi. Selesai sarapan mereka bertiga berjalan menuju lobby hotel. Mobil mereka terparkir di sana.


Setelah Ibra dan Romi masuk kedalam mobil,dan Ahmad melajukan mobilnya menuju kantor balai desa setempat. Hanya memerlukan waktu 15 menit menuju tempat yang mereka tuju. Sampai di parkiran betapa terkejutnya melihat, orang yang selama ini mereka cari,begitu pun dengan Romi yang membulatkan matanya.


" Tu...tuan itu bukannya Tuan Zyan?" tanya Romi gugup sedangkan Ahmad belum tau karena dirinya sibuk mencari tempat parkir


" Benar itu Zyan" jawab Ibra dingin seraya mengepalkan tangannya saat melihat Zyan berbicara dengan seorang wanita dengan begitu dekatnya

__ADS_1


" Lalu bagaimana ini tuan apa kita langsung ke proyek atau bertemu dengan Lurah setempat lebih dulu?" tanya Romi


Dan akhirnya mereka memutuskan untuk tetap turun dan bertemu dengan kepala desa setempat. Namun ada yang membuat Ibra heran, karena saat berpapasan dengan Zyan mereka seperti orang asing


" Apa dia marah padaku" gumam Ibra namun segera ia tepis, karena Zyan buka seperti Romi yang seperti wanita, salah sedikit ngambek


Pak lurah berbicara dengan Ibra dan juga Zen dan Nurul.


" Baikalah pak Ibra , nanti Zen dan Nurul akan membantu melihat lokasi" Bukan perkataan pak lurah yang membuat Ibra dan Romi melainkan dengan nama Zyan yang berganti menjadi Zen.


Tak lama mereka berangkat bersama Zen dan Nurul. Ibra melihat setiap pekerjaan yang dilakukan Zyan Sampai di lokasi proyek. Zyan menunjukkan semuanya,lokasi proyek tak lupa Zyan juga menjelaskan pembangunan apa saja yang akan mereka bangun.


Ibra masih memperhatikan sang adik ipar beserta seorang wanita yang sejak tadi seperti perangko maunya nempel Mulu.


Selesai mengecek semua kini Ibra merasa lelah. Ibra meminta untuk beristirahat di hotel, tempat mereka menginap. Dan untuk Ibra ingin mengajak Zyan untuk makan siang bersama dan juga Untuk membicarakan sesuatu.


Kini Ibra dan Zyan berada di sebuah resto yang tak jauh dari proyek. Memasuki ruang VVIP Romi, Azza. dan datang yang sedari tadi mereka tunggu . Menyantap makanan dengan sangat nikmat. Selesai makan bersama mereka juga, segera membiarkan Alek yang mengatasi semuanya.


Ibra memulai dari awal mulai menceritakan pada Zyan tentang penyakinya. Karena Azza begitu merindukan sang mama mertua. Kini semua berada di meja, bisa melihat ketulusan ibra.Sambil menutup muka karena mau, tidak lelah. Ya Zyan seperti mengingat sesuatu.


Bagaimana part malam ini semoga kalian didalam lindungan Allah SWT. Untuk yang bilang terlalu lama maaf author punya baby itu yang membuat author keram nikah.

__ADS_1


__ADS_2