
AL memperhatikan Bunga yang sedang membersihkan ruang kerjanya. Entah kenapa AL suka sekali melihat wajah cemberut sang sekertaris,baginya Bunga menjadi hiburan tersendiri saat AL merasa lelah dengan semua pekerjaannya.
" Bianca di sini masih kotor" tunjuk AL pada meja kerjanya
" Sebentar pak,saya bersihkan ini dulu,lagi pula kenapa saya yang harus membersihkan. Bukannya ada OB khusus untuk membersihkan ruangan pak AL" ungkap Bunga tak dapat di tahan lagi
" Mulai sekarang ini menjadi tugas kamu, karena saya tidak ingin kalau nanti OB yang membersihkan,akan ada berkas penting yang hilang,karena ketidak Tahuan dia tentang seberapa penting berkas itu" jelas AL panjang lebar
__ADS_1
" Kenapa baru sekarang, padahal OB itu kerja sudah sejak sang bos memimpin perusahaan ini" batin Bunga
Karena malas berdebat Bunga kembali melanjutkan tugasnya. Karena Bunga ingin segera pulang, karena badannya sudah lelah seharian bekerja menghadapi bos yang menyebalkan seperti AL. Usai membersihkan ruangan AL, Bunga mengambil tasnya yang terletak di sofa. Bunga keluar dari ruang kerja AL dengan langkah gontai, karena hati sudah menunjukkan pukul 6 sore dan tak lama lagi beduk magrib berbunyi. Sedangkan sang bisa sudah pulang 30 menit yang lalu.
" Mang dasar bos nggak Ada akhlak, gak tau apa aku sangat lelah" gumam Bunga
Kini Bunga sudah sampai di loby kantor. Bunga berjalan menuju kosannya. Namun baru saja beberapa meter, sebuah mobil yang Bunga kenali adalah milik sang bos. Berhenti tepat di sebelah Bunga. AL membuka kaca mobil memerintahkan Bunga untuk masuk,setelahnya Al terus membunyikan klakson. Membuat Bunga terpaksa mengikuti sang atasan. Mobil yang di tumpangi Bunga berhenti di sebuah restoran. Bunga hanya berdiam diri tanpa tau harus melakukan apa. Sedangkan AL sudah turun dari mobil dan menunggu Bunga. Tapi setelahnya Bunga di kejutkan dengan terbukanya pintu penumpang.
__ADS_1
Hal itu membuat Bunga takut,dan cepat turun dari mobil. AL menggenggam tangan Bunga membuat jantung Bunga tak bisa di kondisikan. Sampai di dalam baru AL melepaskan genggaman tangan mereka. Sedangkan Bunga jangan di tanya lagi, selain bingung dengan sikap AL. Bunga juga tak dapat menyembunyikan Rona merah di pipinya.
AL yang melirik sebentar begitu suka melihat wajah Bunga yang bersemu merah. Tak lama makanan yang mereka pesan tiba. Hanya ada keheningan di antara mereka. Bunga pun hanya menikmati makanannya. Toh bukan dirinya yang bayar fikir Bunga. Usai makan malam bersama. Kini AL mengantar Bunga ke kosannya. Tak ada percakapan s lama perjalanan. Hanya memerlukan waktu 15 menit mobil AL telah sampai di kosan Bunga.
Setelah mengucapkan terima kasih, Bunga segera turun dari mobil. Sedangkan AL tak sedikitpun menoleh, karena AL belum yakin dengan perasaannya. Didalam kamar kosnya, Bunga memegangi dadanya yang berdebar saat AL sang atasan memperlakuannya seperti tadi.
" Bunga jangan menghayal, kau dan dia tak sepadan" batin Bunga berkata
__ADS_1
Sedangkan AL kembali melanjutkan mobil miliknya ke kediaman kedua orang tuanya. AL sebenarnya memiliki apartemen. Namun dia lebih suka pulang kerumah dari pada ke apartemen. Karena mengganggu adik-adiknya adalah kebahagian tersendiri bagi AL,di sela penatnya pekerjaan yang AL kerjakan.
Lagi pula,AL tak bisa berjauhan dari sang mommy. Saat kehilangan Mila,sang Oma AL juga takut kehilangan kedua orangtuanya. Jadi sebisa mungkin AL, membagi waktunya. Itu yang di ajarkan sang papa padanya. Karena tempat ternyaman mu adalah bersama keluarga dan saudara.