
AL memang sangat tegas dalam hal apapun, termasuk pekerjaan. Itulah yang membuat AL menjadi pengusaha muda yang paling di takuti,namun juga paling di puja oleh kaum hawa,karena ketampanannya. Setelah meminta Bryan untuk mengurus biaya orang tua Bunga. Kini AL berjalan menuju ruang rapat. Sedangkan Bunga,saat ini begitu kesal.
" Mentang-mentang dia bos dan dia lebih segalanya,membuat dia nggak mau mendengar penjelasan. Apa salahnya sebelum marah tanya dulu apa alasannya,dasar hati batu, manusia es" gumam Bunga kesal
"Kalau kamu mau mengumpat langsung saja,jangan di belakang,karena menikam dari belakang itu lebih pengecut dari pada berhadapan langsung" Sindir AL yang entah sejak kapan dia berada disana.
Bunga yang mendengar suara sang atasan,begitu terkejut. Namun masih sempat mengumpat dalam hati.
"Siapa yang mengumpat pak?" tanya Bunga
" Entahlah mungkin hantu yang ada di ruangan ini" jawab AL
" Bapak ngatain saya hantu?" tanya Bunga kesal
AL yang malas berdebat mengacuhkan pertanyaan Bunga. Tak lama peserta rapat semua telah hadir. Bunga siap mencatat semua yang di perlukan selama rapat. Satu setengah jam akhirnya rapat selesai.
__ADS_1
AL, Bryan dan Bunga berjalan menuju ruangan masing-masing.Bunga melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari sang ibu, membuat Bunga menjadi khawatir, dan menelpon sang ibu kembali.Namun hingga panggilan ke 5 sang ibu tak juga diangkat,membuat Bunga khawatir. Tapi di karenakan Bunga masih harus bekerja, membuatnya mengurungkan niatnya untuk menelpon sang ibu lagi.
* * * * * *
Di tempat yang berbeda Seorang gadis Tengah berkutat dengan dengan berbagai macam berkas. Dia adalah ALea Putri Nugraha,gadis cantik berusia 24 tahun,degan rambut coklat yang di cerle. Lea memang harus menggantikan sang kakek untuk mengurus perusahaan milik Renata. Lea termasuk gadis yang dingin namun sangat hangat dengan para karyawan yang bekerja di perusahaan miliknya.
Karena kecerdasan Lea juga lah membuat, perusahaan sang kakek bertambah maju. Renata memang tak ingin mengambil alih perusahaan sang ayah,dan itulah yang membuat Lea yang harus memimpin perusahaan yang sang kakek bangun dari nol itu.
Banyak pengusaha yang mencoba mencuri perhatian gadis itu, Namun belum ada satu pun yang berhasil membuat Lea terpesona. Karena Lea hanya fokus pada perusahaan. Al dan Lea yang menjadi cucu tertua harus menjadi contoh adik-adiknya.
Sedangkan Mila yang kini Usia yang semakin renta, membuatnya harus keluar masuk rumah sakit. Namun entah kenapa Allah belum mengizinkannya berkumpul bersama sang suami. Seperti hari ini tiba-tiba Mila harus di larikan ke rumah sakit,karena kondisi Mila tiba-tiba drop. Semua orang berkumpul, Mereka bersiap dengan kemungkinan terburuk. Karena mereka tak ada yang bisa melawan ttakdir.
Mila harus dirawat di ruang ICU. Dan atas izin dari dokter,karena Izar yang memiliki rumah sakit, kini Ibra, Izar, Nai dan Azza berada di ruangan sang bunda dengan memakai pakaian khusus. Ibra sebagai anak yang tertua membisikan sesuatu yang memang sudah mereka sepakati bersama.
" Bun... apa begitu sakitnya...apa bunda sudah tak sanggup lagi bertahan.... apa ayah sudah menjemput....kalau memang iya kami semua ikhlas bunda pergi, bukan karena kami tidak menyayangi bunda, tapi tidak ingin bunda merasakan sakit lagi" ujar Ibra seraya menitikkan air mata dan Ibra pun membimbing Mila.
__ADS_1
Dan akhirnya bunyi monitor panjang menandakan Mila telah pergi, pergi untuk selamanya. Usai sudah perjuangan Mila. Menemani anak-anaknya,membimbing hingga mereka menemukan kebahagiaan. Usai sudah Tugas Mila sebagai seorang Ibu, kini Mila telah kembali kepangkuan illahi. Senyum terukir di bibir tuanya. Mungkin Mila bahagia,tak ada beban yang dia rasa, melepas semua urusan di dunia.
Merelakan meninggalkan ana-anaknya. Masih Adakah Cinta untuk Mila telah usai. Kini tinggallah anak keturunannya yang masih mencari Kisah cinta yang indah seperti kisah cinta Kamila dan Sadewa. Kisah cinta yang di pisahkan oleh maut.
Pemakaman Mila di iringi Isak tangis anak dan menantu. Terutama Azizah dan Renata, dimana mereka merasakan kasih sayang Mila yang begitu besar kepada mereka. Mengajarkan mereka banyak hal. Bagi Azizah dan Renata Mila bukan hanya sekedar mertua, tapi Mila juga menjadi orang tua,dan sahabat. Mereka beruntung memiliki mertua seperti Mila. Kini raga itu tak lagi ada, senyum tulus yang sering terukir dari bibirnya tak akan pernah lagi terlihat. Karena semua kini sudah tertimbun tanah.
Usai pemakaman mereka bersiap untuk melaksanakan pengajian untuk Mila. Ibra begitu terpukul, bagaimana tidak Ibra yang menjadi saksi hidup bagaimana, dulu sang ayah menyiksa batin sang bunda. Bagaimana sang bunda menjadi wanita kuat.
" Bunda.... Abang akan terus menjadi tameng untuk adik-adik hingga Abang menyusul bunda nanti.Hanya doa yang Abang Langitkan untuk bunda selamat jalan bunda kau adalah wanita terhebat"ujar Ibra
Usai pemakaman mereka semua pulang kerumah. Dan sampailah acara tahlilan untuk kepergian Mila Seratus anak yatim-piatu Ibra Indang untuk mendoakan sang bunda. Mereka semua merasa kehilangan. Karena Mila lah semua anak di panti itu bisa bersekolah.
Kisah ini tidak akan berhenti sampai disini,karena kisah ini masih akan terus berlanjut hingga ke anak cucunya. AL pun tak kuasa menangis dan hal itu terlihat oleh Bunga. Bunga tak menyangka kalau AL seorang pemimpin, yang di kenal kejam dan tegas,mampu mengeluarkan air mata.
" Oma maafkan AL yang masih belum bisa memenuhi permintaan Oma, Suatu saat kalau AL bertemu dengan gadis yang membuat hati Bian bergetar,Oma yang pertama Al kenalkan" gumam AL.
__ADS_1