
Saat Dea tersadar ia merasa jika tubuhnya terasa aneh, ia merasa jika pakaiannya terasa berat. Tepat ketika ia membuka matanya ia terkejut karena ia terbaring di kamar yang terasa asing bahkan ia lebih terkejut lagi karena melihat pakaian yang ia kenakan.
''Dimana aku dan pakaian apa ini?'' Tanya Dea hendak bangun dari tidurnya namun kepalanya terasa berat.
Dea mulai berpikir mengingat kembali apa yang telah terjadi, saat tengah berpikir seseorang masuk ke kamar itu dengan senyuman.
''Kamu sudah sadar nak?'' Tanya wanita parubaya yang baru saja masuk ke kamar.
Dea hanya mengangguk dengan raut wajah bingung, ''maaf bu, saya ada di mana sekarang?'' Tanya Dea.
''Sekarang kamu ada di rumah suami kamu nak, saya oma mertua kamu nama oma, oma Renata'' ujar wanita paruh baya itu duduk di samping Dea yang masih terbaring lemah kepalanya terasa sangat berat.
"Mertua? Tapi Dea belum menikah? Apa oma juga oma Marvel?''
''Marvel siapa nak? Oma ini omanya Reyland suami kamu''
''Su-su-suami?'' Ujar Dea dengan nada penuh tanya.
''Iya nak, apa kamu lupa jika kamu sudah menikah dengan cucu oma tadi siang'' ujar Oma Renata.
''Tapi calon suami Dea namanya bukan itu, nama calon suami Dea Marvel dan kami akan menikah dua minggu lagi'' ujar Dea yang membuat oma Renata bingung.
Saat oma Renata hendak bertanya lagi seorang wanita yang sebaya dengan ibu Dea masuk ke kamar.
''Kamu sudah sadar?'' Tanyanya yang membuat Dea bingung dan hanya mampu menjawab dengan anggukan kepala.
Dea masih merasa bingung dengan semua yang terjadi, ia bahakan tak tahu apa yang sedang terjadi padanya sekarang.
''Bu, ibu istirahat saja sekarang sudah malam'' ujar Wanita itu pada oma Renata.
Oma Renata mengangguk kemudian membelai rambut Dea sebelum keluar dari kamar. Setelah oma Renata tak terrlihat lagi wanita itu kemudian mendekat pada Dea dengan tatapan yang kurang bersahabat.
''Dea, sekarang ini rumah kamu dan sekarang kamu sudah jadi istri dari anak saya. Kamu harus melupakan semua masa lalu kamu ataupun keluargamu karena ibumu sudah menjual kamu pada ku, sebagai imbalannya aku membiayai seluruh biaya pengobatan ayahmu sampai sembuh. Kamu juga bisa pergi dari sini tapi setelahh kamu memberikan saya cucu. Jika kamu kabur dari sini maka ayahmu akan masuk ke penjara'' ujar wanita itu.
__ADS_1
''Maaf bu, tapi saya tidak mengerti maksud ucapan ibu. Saya belum menikah dan saya juga tidak mengenal anak ibu. Saya memang akan menikah tapi dengan kak Marvel dan itu masih dua minggu lagi'' ujar Dea berusaha tetap tenang meski perasaanya sudah gelisah.
''Dengarkan ini saya akan jelaskan semuanya'' ujar wanita itu kemudian menarik nafas panjang dan melanjutkan ucapannya.
''Ibu kamu sudah membuat perjanjian dengan saya, jika saya akan memberikan uang untuk biaya kuliah dan sekolah anak-anaknya juga biaya pengobatan suaminya sampai sembuh. Tapi dengan syarat kamu harus menikah dengan anak saya dan memberikan saya cucu. Nama saya Wayna tapi kamu bisa memanggil saya ibu atau mama terserah kamu saja karena kamu sudah jadi menantu saya''
Dea sangat terkejut mendengar pengakuan wanita yang duduk di dekatnya yang ternyata adalah mertuanya sekarang. Tatapan Dea kosong setelah mendengar ucapan ibu Wayna bahkan untuk berbicara saja rasanya Dea tak bisa. Tenggorokannya terasa kering dan lidahnya terasa kaku, bahkan ia kembali tak sadarkan diri dan membuat sang mertua panik.
Dengan segera ibu Wayna memanggil dokter keluarga untuk memeriksa keadaan Dea.
''Nyonya Dea baik-baik saja, dia hanya syok saja'' ujar Dokter yang mengerti arti tatapan dari bu Wayna.
''Syukurlah kalau begitu, terimakasih dokter'' ujar bu Wayna kemudian mengantarkan dokter itu ke pintu depan.
Setelah kepergian dokter, bu Wayna kembali masuk ke kamar dan mendapati Dea yang masih tak sadarkan diri.
''Tugas kamu cuma satu, berikan saya cucu'' ujar bu Wayna meninggalkan Dea di kamar sang anak.
''Sayang, kamu habis menikah kenapa menemui ku? Kenapa kamu tak menghabiskan malam pengantin dengan istrimu?'' Tanya si wanita dengan bermanja-manja pada si lelaki.
''Kamu tahu kan sayang kalau aku menikah karena paksaan ibu. Jika aku tidak menikahi gadis kampung itu, semua fasilitas ku pasti akan di tarik sama mama dan kita ngak bisa happy-happy lagi''
''Tapi tetap aja sayang kasian istri kamu nungguin suaminya pulang'' ujar si Wanita dengan nada mengejek membuat sang lelaki mencubit gemas hidungnya.
''Ngak usah ngomongin gadis kampung itu, lagi pula mungkin saja bukan aku yang pertama menjamah tubuhnya. Mana ada wanita yang mau dinikahkan dengan orang tak di kenal hanya karena uang, pasti ia sudah sering melakukannya dengan banyak orang'' ujar lelaki itu yang tak lain adalah Reyland suami Dea.
Reyland begitu membenci Dea, ia berpikir jika Dea mau menikah dengannya kerena di beri uang banyak oleh sang ibu. Ia memandang rendah Dea, ia menganggap Dea tak lebih dari wanita-wanita penghibur.
''Pengantin baru galak amat'' goda sang wanita bergelantungan pada leher Reyland.
''Sudahlah Sofi aku tak mau membahas gadis itu lagi, lebih baik sekarang kita habiskan malam dengan minum-minum'' ujar Reyland menuangkan minuman kedalam gelas yang ada di hadapannya.
.
__ADS_1
Pagi menjelang, Dea terbangun dari tidurnya karen merasa jika perutnya lapar, namun ia tak tahu harus berbuat apa.
Matanya berbinar saat melihat segelas susu di atas nakas di samping tempat tidur. Ia ingin meraih gelas itu saat sebuah suara mengagetkannya.
''Sudah bangun kamu, cepat kamu siap-siap kita turun sarapan'' ujar seorang pria yang sedang membelakangi Dea sembari memakai kemeja.
Dea hanya terbengong mendengar ucapan pria itu hingga suara pria itu kembali terdengar dan kali ini seperti perintah yang harus dituruti.
''Ayo bangun semua sudah nungguin kita, jangan lelet begitu'' ujarnya dingin, bahkan terkesan marah.
''Tapi tuan saya tidak punya baju ganti'' ujar Dea lirih.
''Di lemari itu ada baju, segera kamu mandi kemudian ganti baju dan ikut aku turun'' ujar pria itu menunjuk salah satu lemari.
''Ayo cepat'' ujarnya lagi membuat Dea segera turun dari ranjang dan bergegas mengambil baju dari lemari itu dan masuk ke kamar mandi.
Segera Dea mandi dan mengganti pakaiannya setelah itu ia keluar dari kamar mandi.
''Ayo turun'' ujar pria itu membuka pintu kamar dan Dea mengikuti dari belakang.
Saat sampai di tangga, lelaki itu mengenggam tangan Dea membuat Dea terkejut.
''Jaga sikap kamu sekarang kamu sudah jadi istri saya, jangan murung begiru tersenyumlah di depan keluarga. Ingat kita akan seperti suami istri saat ada keluarga saja jika tidak jangan berharap lebih'' ujar lelaki itu yang tak lain adalah Reyland.
Mereka berdua menuruni tangga dengan tangan Dea berada dalam genggaman Reyland. Reyland pulang pagi-pagi sekali agar sang ibu tak curiga jika ia tak berada di rumah semalam.
''Duh..duh..duh.. pengantin baru udah keramas'' ujar oma Renata tersenyum penuh arti sedangkan Dea yang tak mengerti apa-apa hanya bisa tersenyum.
''Pagi oma, pagi ma'' ujar Reyland kemudian duduk di kursi dan di ikuti oleh Dea, para pelayan sibuk menata makanan di atas meja.
''Ayo makan sayang, anggap saja ini rumah kamu sendiri karena rumah ini memang rumah kamu sekarang'' ujar oma Renata.
Dea hanya tersenyum kemudian mengangguk, mereka berempat makan dalam keheningan tak ada yang berbicara semua sibuk dengan menu sarapan masing-masing.
__ADS_1