MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
PENGENDARA MENCURIGAKAN (POV DEA)


__ADS_3

Beberapa hari ini perasaan ku tak baik, entah apa penyebabnya aku juga tak tahu. Satu hal yang pasti aku merasa jika beberapa hari ini ada orang yang terus mengikuti kemana aku pergi.


Seperti hari ini, saat aku berangkat ke sekolah aku merasa jika ada seseorang yang sedang mengikuti ku entah apa maksudnya. Orang itu mengendarai sepeda motor, jika aku berhenti berjalan maka sepeda motor itu juga ikut berhenti, tapi jika aku melangkah motor itu juga ikut melaju.


Saat memasuki gerbang sekolah aku baru merasa aman, aku merasa jika orang itu berniat buruk pada ku.


''Kamu kenapa De?'' Tanya Darmi saat aku sudah duduk di bangku.


''Ngak kenapa-kenapa Mi''


''Ngak kenapa-kenapa gimana? Lihat tuh kamu keringatan begitu, kamu sakit?'' Tanyanya.


''Aku ngak apa-apa Mi. Oh iya, kamu ingat ngak cerita yang waktu itu aku bilang sama kalian?''


''Yang mana De?''


''Yang aku bilang kalau aku seperti di ikuti sama seseorang?''


''Inget, kenapa?''


''Tadi ada lagi yang ngikutin aku pake motor Mi, aku takut banget tadi''


''Serius kamu De?'' Tanya Darmi dengan raut wajah yang agak aneh menurut ku.


''Iya Mi, aku jadi takut jangan-jangan orang itu berniat buruk sama aku''


''Kamu harus hati-hati De, coba nanti aku kasih tahu pak Marvel, siapa tahu dia punya solusi''


''Jangan Mi, aku ngak mau pak Marvel kepikiran. Kamu tahu kan kalau sekarang papanya sedang sakit''


''Tapi De..''


''Ngak apa-apa Mi, semoga saja pikiran ku salah'' ujar ku berusaha meyakinkan Darmi agar tak menghubungi pak Marvel.


Aku tak Mau pak Marvel kepikiran dan membuatnya tak fokus dalam mengurus papanya disana.


''Kamu kenapa menghayal De?'' Tanya Sukma menepuk pundak ku.


''Ngak apa-apa, koq aku ngak liat kalian masuk?''


''Gimana mau liat, kamu sibuk melamun. Pasti lagi mikirin yayang Marvel tuh'' goda Gema.


Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan Gema karen memang itu yang terjadi aku sedang memikirkan pak Marvel saat ini.


''Kalian mau ngapain nih?'' Tanya ku mengalihkan pembicaraan.


''Ngak ngapa-ngapain sih, emangnya kenapa?''


''Kita ke perpus yuk, ada buku yang mau aku cari''

__ADS_1


''Boleh, aku juga mau pinjam buku bu....'' ujar Sukma yang membuat kami bertiga kompak menoleh ke arahnya.


''Pinjam buku?'' Tanya Gema memotong ucapan Sukma.


Kami semua terkejut mendengar ucapan Sukma yang hendak meminjam buku, bukan tanpa sebab keterkejutan kami. Sukma adalah sahabat ku yang paling malas membaca buku dan kali ini ia akan meminjam buku merupakan hal yang sangat langkah.


Gema bakhan meraba kening Sukma memastikan jika ia sedang tidak sakit saat ini.


''Ngak demam koq'' ujar Gema.


''Ngapain sih Gem?'' Kesal Sukma.


''Ya aku ngecek aja siapa tahu kamu lagi sakit terus ngomong mau ngelantur gitu, mau pinjam buku''


''Aku ngan sakit koq, aku memang ingin minjam buku di perpus''


''Serius Ma?''


''Iya aku serius''


''Tumben banget? Ada apa tumben mau pinjam buku''


''Bukan buat aku tapi buat adik aku'' ujar Sukma yang membuat kami bertiga hanya bisa ber-O ria.


''Ngomong dong'' ujar Gema.


''Gimana mau ngomong aku belum selesai ngomong kamu udah ngomong duluan'' ujar Sukma mencebikkan bibirnya.


''Kalua gitu kita ke perpus sekarang aja gimana?'' Tanya Darmi.


''Ayo''


Kami berempat berjalan ke perpustakaan beberapa murid juga berada disana.


''Tumben perpus rame, biasanya hanya anak-anak kutu buku seperti Dea yang ada disini'' ujar Gema.


''Bener tuh'' ujar Sukma dan di ikuti gelak tawa kami bertiga.


''Udah ah kamu mau cari buku apa Ma?''


''Mau nyari buku tentang Anatomi Fisiologi, kayaknya aku pernah liat di perpus kita''


''Oh gitu, kamu cari gih, aku mau baca-baca aja disini'' ujar ku.


Setelah cukup lama kami berada di perpustakaan dan Sukma juga sudah mendapatkan buku yang ia cari kami memutuskan untuk kembali ke kelas.


''Loh kalian ternyata masih di sini?'' Tanya Rosa.


''Iya, memang ada apa Ros?'' Tanya ku.

__ADS_1


''Ngak apa-apa aku pikir kalian udah pulang tadi''


''Ngak kita ke perpus tadi nyari buku, kamu juga tumben belum pulang. Biasanya langsung pulang kalau sudah ngisi absen'' ujar Darmi meledek Rosa.


''Ngak apa-apa, lagi malas aja pulang cepat, oh iya pak Marvel koq sudah lama ngak kelihatan'' ujar Rosa.


''Iya benar'' timpal Leni.


''Pak Marvel lagi ada di kota G nganter bapaknya berobat'' ujar ku spontan.


''Kamu tahu De?''


''Eh, i-itu aku dengar dari guru-guru juga'' ujar ku berbohong.


''Oh gitu''


Untuk saat ini proses belajar mengajar belum dilaksanakan karena masih fokus pada penerimaan murid baru.


Saat bel tanda waktu pulang berbunyi, kami memutuskan untuk pulang juga. Namun sebelum itu aku dimintai tolong oleh bu Sisil guru bahasa jepang untuk mengambil buku yang ia tinggalkan di tempat fotocopy.


''Kalian tunggu aku sebentar ya, aku mau ngambil buku bu Sisil di tempat fotocopy dulu'' ujar ku.


''Tunggu De, kita ikut ya aku merasa khawatir'' ujar Darmi tiba-tiba dan di angguki oleh Gema dan Sukma.


''Ya udah ayo'' ujar ku.


''Gema dan Darmi berjalan beriringan kemudian di ikuti oleh Sukma dan terkahir aku''


Aku juga merasa ada yang aneh saat aku menyebrangi jalanan tadi namun aku tak mengatakannya pada teman-teman ku.


Setelah mendapatkan buku milik bu Sisil kami segera kembali ke sekolah, saat akan menyebrangi jalan raya aku melihat pengendara sepeda motor yang mengikuti ku tadi pagi. Namun saat aku melihatnya ia segera melajukan motornya meninggalkan tempat itu.


''Kamu kenapa De?'' Tanya Gema.


''Ngak apa-apa Gem''


''Kami mau beli jajanan disana dulu ya De'' ujar Sukma menunjuk sebuah gerobak batagor yang memang selalu mangkal disana.


''Iya, aku bawa buku bu Sisil dulu ya ke sekolah kalian tunggu aku saja disini'' ujar ku mulai menyebrang jalan raya.


Aku mencari bu Sisil di ruang guru kemudian memberikan buku padanya, setelahnya aku pamit dan keluar dari dalam sekolah.


Saat di gerbang sekolah aku melihat Gema dan Sukma masih menikmati batagor yang mereka beli tadi.


''Ayo De, ini enak loh. Nih aku udah beliin kamu'' teriak Darmi dari seberang jalan.


''Iya'' ujar ku mulai melangkahkan kaki.


Saat aku mulai berjalan, aku sempat melihat sebuah mobil tak jauh dari ku. Pengendara mobil itu terlihat sangat mencurigakan, saat aku mulai melangkah ke arah jalan raya, ia dengan cepat masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Aku mulai mempercepat langkah ku karena aku merasa jika mobil itu ingin menabrakku. Terbukti saat aku berlari menyebarangi jalan raya mobil itu semakin melaju mendekati ku.


Tepat saat aku akan sampai di sebrang jalan aku merasa jika tubuh ku sudah melayang di udara, aku mendengar suara jeritan dan suara teman-teman memanggil namaku dan tak lama semua terasa gelap.


__ADS_2