MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
KEBINGUNGAN DEA (POV AUTHOR)


__ADS_3

Saat Marvel tengah mandi, Dea dan ketiga sahabatnya kini sudah tiba di rumah. Ia terkejut melihat di depan rumahnya ada tenda, dan juga keadaan rumahnya sangat ramai.


Awalnya pikirannya di penuhi oleh pikiran buruk, ia takut terjadi sesuatu pada sang bibi, namun ketika melihat sang bibi tersenyum ke arahnya ia menjadi lega.


Ia berjalan menghampiri bibinya sambil tersenyum kepada beberapa orang yang ada dihalaman rumah.


''Ada apa bi? Kenapa ramai sekali dan ada tenda?'' Tanya Dea ketika ia sudah berada di depan sang bibi.


''Ngak ada apa-apa koq sayang, ayo sini kamu masuk dulu terus mandi. Habis mandi kamu temui bibi di kamar bibi ya'' ujar bi Tina menggandeng tangen Dea kedalam rumah.


Dea melihat ke belakangnya ke tempat dimana ia berdiri bersama ketiga sahabatnya tadi, ia terkejut karena tak menjumpai ketiga sahabatnya disana.


Saat hendak berjalan mencari sahabatnya bi Tina segera menahan tangannya, ''kamu mau kemana?'' Tanya bi Tina.


''Mau cari teman-teman Dea bi''


''Ngak usah di cari, mereka sedang makan di dalam'' ujar bi Tina menunjuk ketiga sahabat Dea yang sedang duduk sambil memakan kue di dalam rumah.


Dea merasa heran karena tadi ia tak melihat teman-temannya masuk.


''Ayo kita masuk, kamu mandi terus ke kamar bibi''


''Iya bi'' ujar Dea masih kebingungan dengan apa yang sedang terjadi di rumahnya.


Dengan terburu-buru Dea mandi kemudian masuk ke kamar bibinya sesuai dengan apa yang di katakan bibinya tadi. Saat memasuki kamar bibinya, ia terlejut saat melihat orang-orang yang ada di dalam sana.


Di dalam kamar itu ada Imelda kakak Marvel, bi Tina dan juga kedua sahabatnya.


''Ayo kemari sayang'' ujar Imelda.


Dea berjalan ke arah Imelda dan langsung memeluknya, ia sangat merindukan Imelda, baginya Imelda seperti kakak baginya.


''Kak Imel aku snagat rindu sama kakak'' ujar Dea memeluk erat Imelda.


''Kakak juga rindu, ayo duduk nanti kita lanjutkan lagi peluk-pelukannya'' Imelda mendudukkan Dea di kursi yang ada di hadapannya.


''Sekarang kamu diam ya, biar kami yang mengurus semuanya'' ujar Darmi memegang pundak Dea sambil melihat alat make up yang ada di tangan Sukma.


''Aku mau di apain nih?''


''Udah diam aja'' ujar darmi mulai mengikat rambut Dea. Sukma dan Imelda mulai menyapukan bedak dan segala kawan-kawannya ke wajah Dea.


Tak butuh waktu lama untuk membuat Dea terlihat semakin cantik, wajah ayu Dea yang memang jarang sekali terkena polesan membuatnya terlihat sangat cantik jika sudah di poles dengan sapuan bedak yang tipis.


''Cantiknya sahabat aku nih'' ujar Sukma memeluk Dea dari belakang.


''Ada apa sih sebenarnya kak? Kenapa rumah begitu ramai? Dan kenapa juga aku di make up seperti ini?''


''Apa kamu tidak ingat ini hari apa?''

__ADS_1


''Hari apa?'' Beo Dea.


''Iya, kamu ngak ingat?"


''Ini hari rabu kak'' ujar Dea.


''Maksud kakak, apa kamu ngak ingat kalau hari ini ada yang spesial?'' Tanya Imelda.


Dea berpikir sejenak kemudian tersenyum tapi dengan cepat senyum itu hilang dari wajahnya. Ia tak merasa hari ini spesial, karena sudah lama hubungannya dan Marvel tak sehangat dulu.


''Ini hari...''


''Kamu ganti dulu pake baju ini'' ujar bi Tina memotong ucapan Dea. Ia memberikan sebuah baju kebaya berwarna cream pada Dea.


''Harus pake baju ini?''


''Iya sayang''


Dea segera menuju ke samping lemari bi Tina mengganti bajunya dengan setelan kebaya yang di berikan oleh bibinya. Setelah berpakaian ia duduk di pinggir ranjang bersama bi Tina dan Imelda.


''Sukma sama Darmi kemana?'' Tanya Dea karena ia tak mendapati kedua sahabatnya itu setelah mengganti bajunya.


''Mereka sudah keluar nak, bibi juga keluar dulu ya ada yang bibi mau urus'' bi Tina bangkit dari duduknya dan keluar dari kamar meninggalkan Dea dan Imelda di dalam sana.


''Iya bi'' ujar Dea.


''Sebenarnya ada apa sih kak? Apa ada acara?'' Tanya Dea menggenggam tangan Imelda.


''Ingat kak, tapi....''


''Tapi apa De?''


''Ngak apa-apa kak, apa pak Marvel tahu kalau kakak bikin acara?''


''Pasti sayang'' ujar Marvel muncul dari pintu, ia mengenakan setelan kemeja dengan warna yang senada dengan kebaya yang di pakai Dea. Aura ketampanannya semakin terlihat, ia juga terlihat dewasa dengan pakaian yang ia kenakan.


''Loh ada kakak juga?''


''Iya dong, ngak mungkin aku biarkan kamu sendirian di acara syukuran atas pertunangan kita'' ujar Marvel mendekat ke arah Dea.


''Tapi, bukannya..''


''Aku keluar ya Vel, sebentar lagi aku panggil kalian'' Imelda berjalan keluar dari kamar meninggalkan Dea dan Marvel di dalam sana.


''Tapi apa sayang?'' Tanya Marvel berjongkok di hadapan Dea.


''Bu-bukannya kakak ngak ingat sama hari ini?''


''Mana mungkin aku tak mengingatnya sayang? Hari ini tepat setahun yang lalu aku menjadikanmu istri ku bagaimana mungkin aku bisa lupa?''

__ADS_1


''Tapi selama ini?''


''Maafkan aku sayang jika sikap ku selama ini sudah membuatmu sedih, aku melakukan itu semua atas perintah mama dan bibi. Mereka ingin membuat kejutan ini untukmu, oleh karena itu, aku di minta untuk berpura-pura tak peduli padamu.Maafkan aku sayang'' Marvel mencium tangan Dea sembari terus meminta maaf.


Dea sangat terharu mendengar ucapan Marvel, ia sangat bahagia memiliki keluarga seperti mereka. Hampir saja ia menangis jika tidak mengingat bahwa ada polesan bedak di wajahnya.


Marvel mengambil tempat duduk tepat di samping Dea, ia menatap wajah Dea yang agak kurus dari biasanya.


''Maaf ya sayang gara-gara sikap ku kamu jadi kurus'' ujar Marvel.


''Tidak apa-apa kak, lagi pula aku tidak kurus koq'' ujar Dea menggembungkan pipinya kemudian tertawa.


Marvel gemas dengan sikap Dea dan spontan saja ia mencium pipi Dea.


''Loh koq aku di cium sih kak'' ujar Dea kesal.


''Habisnya tadi kamu panggil aku bapak lagi'' ujar Marvel berkilah karena ia tak mau jika Dea tahu kalau ia menciumnya karena gemas.


''Kapan?''


''Tadi waktu kamu bicara dengan kak Imel''


''Tapi itu kan ngak sengaja kak''


''Tapi kan tetap aja kamu harus di hukum'' ujar Marvel mencubit gemas pipi Dea.


''Heh kamu apain anak mama'' ujar bu Valencia dari arah pintu.


Dea berlari ke arah bu Valencia dan memeluknya, ''mah pak Marvel naykitin aku, di cubit pipi ku mah'' ujar Dea bermanja-manja pada ibu Valencia.


''Marvel''


''Ngak mah, Dea bohong mah''


''Benar mah, lihat ini pipi Dea sampai merah, mama percaya sama aku kan?''


''Iya sayang, awas kamu Vel udah nyakitin anak mama'' bu Valencia mengusap kepala Dea.


Dalam dekapan bu Valencia, Dea menjulurkan lidahnya ke arah Marvel, karena gemas Marvel ingin berdiri dan menciumnya lagi.


''Mah, lihat pak Marvel mau nyakitin Dea lagi'' ujar Dea mempererat pelukannya pada bu Valencia.


''Awas kamu Marvel, sekarang ayo kita keluar, orang-orang sudah nunggu kalian''


''Orang-orang?'' Tanya Dea.


''Iya sayang, bude dan pakde kalian dari jawa'' ujar bu Valencia membuat Dea bingung. Karena ia tak pernah mendengar jika mereka punya kerabat yang tinggal di luar jawa.


Dea menatap ke arah Marvel dengan tatapan bingung, melihat ekspresi sang kekasih membuat Marvel berbisik pada Dea.

__ADS_1


''Maksudnya keluarga ibu dari jawa sayang'' bisik Marvel.


Dea hanya mengangguk pertanda mengerti apa yang di ucapkan oleh Marvel. Mereka berjalan bergandengan tangan ke luar rumah mengikuti langkah bu Valencia yang berjalan di hadapan mereka.


__ADS_2