MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
TEMAN BARU DI KOTA BARU (POV AUTHOR)


__ADS_3

Setelah membereskan barang-barangnya, Dea segera menuju ke salah satu toko kelontong yang ada di dekat tempat tinggalnya. Ia membeli beberapa barang dan juga peralatan dapur yang sekiranya ia perlukan sehari-hari.


Setelah merasa jika barang yang ia butuhkan sudah cukup, Dea segera kembali ke kosannnya.


"Nona Dea dari mana?" Sapa bu Jamilah ketika ia berpapasan dengan Dea.


"Saya habis beli peralatan dapur bu buat masak"


"Oh gitu non, ibu ke rumah dulu ya nanti ibu bantuin non beres-beres"


"Terimakasih bu, barang Dea ngak banyak koq bu"


"Baiklah nak, ibu duluan ya"


"Iya bu"


Setelah Dea tiba di kamar kosnya, ia segera membersihkan lagi kamarnya dan menyusun barangnya dengan rapi agar ada tempat untuk peralatan masaknya nanti.


Sekitar 20 menit menunggu akhirnya kendaraan yang mengantarkan barang belanjaan Dea datang. Dea menata peralatan dapur yang ia beli dengan rapi di dalam kamarnya.


Kamar yang berukuran kecil itu memiliki dapur mini dan juga sebuah kamar mandi. Untuk orang yang belum berkeluarga tempat itu sangat cocok karena tidak terlalu besar.


"Non Dea" paggil seseorang dari luar kamar.


"Iya bu" ujar Dea menemui orang yang memanggilnya dan ternyata itu bu Jamilah.


"Ada yang bisa ibu bantu nak?"


"Terimakasih bu, sudah selesai koq kerjaan Dea. Ayo mampir dulu bu" ujar Dea mengajak bu Jamilah masuk ke dalam kamarnya


"Iya non"


"Panggil Dea saja bu"


"Baiklah nak Dea, nak Dea sendirian saja di kota ini?"


"Iya bu, keluarga Dea semuanya di kampung, Dea hanya merantau ke sini buat lanjut sekolah"


"Oh begitu, jika nak Dea butuh sesuatu katakan saja sama ibu atau bapak ya"


"Iya bu. Dea belum lapor sama rt disini bu, rumah ketua rt dimana bu?"


"Rumahnya ada di tepi jalan besar nak, dekat toko kelontong"


"Yang rumah cat biru di saming toko kelontong bu?"


"Iya neng"


"Kira-kira kalau sore ketua rt ada di rumah ngak bu?"

__ADS_1


"Kalau sore biasanya ada koq neng, nanti ibu temani kesana jika neng Dea mau"


"Terimakasih bu" ujar Dea.


Dea dan bu Jamilah bercakap-cakap cukup lama, sampai akhirnya bu Jamilah pamit sebab sang suami sudah ada di rumah untuk makan siang.


Dea membeli sebungkus nasi dan lauk sayur sop untuk menu makan siangnya kali ini. Ia belum masak sebab ia belum berbelanja bahan-bahan masakan.


Setelah makan siang, Dea memutuskan untuk mandi dan istirahat sebab ia merasa sangat lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh juga karena habis menyusun barang-barang di kamarnya.


"Segarnya sudah mandi, besok aku harus ke kampus buat pengenalan, kira-kira aku harus bawa apa ya? Aku tanyakan sajalah pada panitia penerimaan mahasiswa baru" Ujar Dea mengambil ponselnya dan mulai mengirim pesan pada nomor ponsel panitia yang memang Dea simpan semenjak di berikan informasi jika ia lulus tes dan menerima beasiswa.


"Ternyata ngak ada yang perlu aku bawa selain peralatan tulis" ujar Dea setelah menerima balasan pesan.


Karena Dea masuk melalui jalur prestasi dan juga karena mendapatkan beasiswa sehingga ia tak perlu mengikuti kegiatan ospek seperti calon mahasiswa yang lain. Kegiatan ospek sudah selesai di lakukan seminggu sebelum kedatangan Dea. Dea datang ke kota M saat proses belajar mengajar akan di mulai pada ke esokan harinya.


''Sore neng Dea, jadi ke rumah pak rtnya?'' Tanya bu Jamilah setelah mengetuk pintu kamar Dea yang tertutup sebab Dea masih tidur siang.


''Koq ngak ada yang nyaut ya? Mungkin neng Dea masih istirahat karena lelah habis perjalanan jauh, nanti sajalah baru aku datang lagi'' ujar bu Jamilah kemudian kembali ke rumahnya setelah beberapa kali memanggil nama Dea namun tak ada sahutan.


Sekitar pukul 6 petang, Dea baru terbangun karena bunyi nada dering ponselnya, Dea segera meraih ponsel yang ia letakkan di meja kecil samping kasurnya.


''Halo kak Dea'' ujar Hansen dan Yosen dari ujung panggilan.


''Halo juga dek, bagaimana kabar kalian?'' Tanya Dea dengan mata yang masih tertutup.


''Kakak baik-baik saja dek, kakak baru bangun makanya suara kakak begitu. Gimana kabar kalian bertiga? Sudah pulang sekolah?''


''Kabar kami juga baik kak, kami sudah pulang sekolah kakak, ini sudah jam 6 sore'' ujar Yosen yang membuat Dea langsung terbangun dari pembaringannya.


Sembari mengucek-ngucek matanya ia mencoba mencoba untuk menyalakan saklar lampu di kamarnya, ''astaga ternyata sudah malam'' ujar Dea melihat ke luar jendela dimana langit sudah berwarna jingga karena matahari hampir terbenam.


''Kak Dea, halo.. halo kak, kakak baik-baik saja?''


''Oh iya dek kakak baik-baik saja, kakak tutup dulu ya panggilannya kakak mau ke rumah rt buat melapor''


''Baik kak, kakak hati-hati disana''


''Iya dek, kalian juga hati-hati ingat pesan kakak jaga kakak Ana dengan baik''


''Pasti kak''


''Kakak tutup ya''


''Iya kak''


Setelah panggilan terputus Dea segera keluar kamar dan menyalakan lampu teras depan kamarnya.


''Malam mbak, penghuni baru?'' Tanya seorang wanita muda menyapa Dea.

__ADS_1


''Iya mbak, kenalkan nama saya Dea'' ujar Dea mengulurkan tangannya dan di sambut hangat oleh wanita itu.


''Saya Amelia mbak, mahasiswi di kampus depan sana'' ujar Amelia menyambut uluran tangan Dea.


''Oh iya mbak, kuliah jurusan apa mbak?''


''Saya ngambil jurusan bahasa inggris mbak Dea? Mbak Dea kerja atau apa disini?''


''Saya mau kuliah mbak Amelia, saya mahasiswi baru di kampus mbak, satu jurusan juga dengan mbak''


''Berarti kita satu kampus dong, saya juga baru semester 3 mbak Dea''


''Panggil Dea saja mbak''


''Kalua begitu kamu panggil saya Amel saja, kita berteman''


''Iya'' Ujar Dea, ia kini memiliki teman baru di kota yang baru.


Keduanya tertawa sambil bercanda, ''mbak Amel sudah lama kos disini?''


''Belum lama sih, baru satu tahun. Disini tetangga kos ramah-ramah begitu juga dengan ibu dan bapak kos''


''Syukurlah kalau begitu, mbak Dea mau kemana ini? Saya mau ke depan jalan besar cari lauk makan malam, apa mau ikut?''


''Mau ke rumah pak rt buat laporan jika saya warga baru disini''


''Ya sudah sekalian aja kita cari makan sesudah ke rumah pak rt''


''Baiklah, saya ambil berkas-berkas dulu ya''


''Ok, aku juga ambil uang dulu'' ujar Amelia masuk ke kamarnya.


Setelah mengambil berkas-berkas yang ia butuhkan, Dea segera keluar dari kamar bertepatan dengan Amelia yang juga keluar dari kamarnya. Setelah mengunci pintu keduanya berjalan beriringan menuju ke rumah pak rt.


Sesampainya di depan rumah ketua rt, keduanya mengetuk pintu dan menyampaikan maksud kedatangan mereka setelah bertemu dengan ketua rt. Tak butuh waktu lama urusan Dea dengan ketua rt telah seleaai, setelah berpamitan keduanya langsung menuju ke salah satu warung makan yang ada di tepi jalan.


Keduanya memesan nasi dengan lauk ikan gurame bakar, sembari makan malam keduanya bercerita tentang rencana apa yang akan mereka lakukan di kampus besok.


''Amel, kita singgah di supermarket sebentar ya, aku mau beli bahan buat bikin sarapan besok'' ujar Dea ketika mereka berdua telah selesai makan.


''Ok''


Setelah selesai makan malam keduanya mampir ke supermarket sebelum pulang ke rumah. Di supermarket Dea melihat sesuatu yang membuatnya langsung bersembunyi dan keluar dari supermarket tampa membeli apapun membuat Amelia yang juga ikut berlari bersama Dea heran.


"Ada ap Dea?" Tanya Amelia.


"Ngak apa-apa Amel, kita pulang saja yuk"


"Ayo" ujar Amelia ia melihat raut wajah khawatir di wajah Dea.

__ADS_1


__ADS_2