
(POV DEA)
Setelah punggung ayah sudah tak terlihat lagi dan mobil yang membawanya perlahan menjauh, aku kembali merasakan kekosongan di sudut hati ku. Aku begitu bahagia ketika ayah datang di acara lamaran ku ini, namun hati ku kembali sedih setelah ayah kembali ke kampung dimana beliau tinggal bersama ibu dan saudara-saudara ku yang lain.
''Sudah jangan sedih sayang, ini hari bahagia. Ingat pesan ayah jadilah anak yang kuat'' ujar pak Marvel sembari mengusap air mata ku yang masih terus berjatuhan memandang jauh ke depan, melihat mobil yang membawa ayah, yang bahkan hampir tak terlihat lagi.
''Terimakasih pak'' ujar ku.
Kami masuk kembali ke dalam rumah, tak ingin membuat keluarga yang masih ada mencari kami.
''Nah ini dia yang kita cari. Nah loh habis kamu apain Dea koq matanya sembab kayak habis nangis?'' Goda kak Josep.
''Ish... kamu ini, aku ngak ngapa-ngapain Dea. Oh iya ada apa pada nyariin kami''ujar pak Marvel.
''Ini kita udah mau balik, emang kamu mau tinggal?''
''Ya balik lah''
''Ya sudah ayo kita balik, kami pamit ya Dea, nenek dan bi Tina'' ujar bu Valencia.
''Iya bu hati-hati'' ujar nenek..
''Iya ma, hati-hati di jalan semua, terimakasih sudah datang'' ujar ku dan dibalas senyum oleh semuanya.
''Aku pulang dulu ya sayang, sampai jumpa besok'' ujar pak Marvel.
''Iya pak hati-hati''
Ketiga sahabat ku sudah pulang sejak tadi mereka di antar oleh teman pak Marvel.
(POV AUTHOR)
Marvel beserta keluarga besarnya pamit, kini hanya tinggal Dea, nek Diah dan bi Tina yang berada di rumah itu, kerabat mereka juga sudah pulang semuanya.
''Ayo istirahat nek'' ujar Dea menuntun sang nenek yang sudah mulai mengantuk menuju ke kamarnya.
''De,bibi tidur dulu ya''
''Iya bi, aku juga mau tidur. Kita tidur di kamar Dea aja ya nek, Dea pengen tidur sama nenek'' ujar Dea.
Karena lelah Dea dan nek Diah langsung tertidur lelap, sementara Marvel yang masih dalam perjalanan terus di goda oleh keluarganya.
''Cie... jadi udah bisa nih'' Goda Bram.
''Bisa dong'' lanjut Josep.
''Apa sih kalian ini'' ujar Marvel salah tingkah.
__ADS_1
Mereka terus menggoda Marvel hingga mereka berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing. Jika semua orang sudah tertidur lelap karena kelelahan, tidak begitu dengan Marvel. Ia tetap terjaga hingga pukul 1 dini hari, jika kalian bertanya apa yang dia lakukan sampai lambat tidur. Apa lagi kalau bukan memandangi fotonya bersama Dea juga cincin yang melingkar dj jari manisnya.
Marvel begitu bahagia hingga ia tak sabar untuk bertemu lagi dengan pujaan hatinya esok. Meski dia harus menahan diri untuk tak terlalu dekat dengan Dea karena mereka akan bertemu di sekolah, namun tak membuat rasa bahagia di hatinya hilang.
''Terimakasih sayang, terimakasih kamu sudah membuat aku merasa menjadi orang yang paling bahagia hari ini. Terimakasih sudah mau menjadi pendamping hidup ku, maaf jika nanti aku banyak melakukan kekeliruan, namun aku berjanji aku akan berusaha melakukan yang terbaik untuk hubungan kita sayang''. Ujarnya kemudian tertidur sambil memeluk foto Dea yang ia ambil secara sembunyi-sembunyi.
Sinar matahari pagi terasa hangat menerpa semua ciptaan Tuhan yang sedang melakukan aktifitas paginya. Marvel masih bergelung di bawah selimutnya, sedangkan Dea sudah dalam perjalanan menuju ke sekolah.
''Pagi Gem'' ujarnya melihat Gema yang juga baru datang.
''Pagi juga calon pengantin'' goda Gema.
''Apa sih Gem, pagi-pagi udah ngomongin itu'' ujar Dea memajukan bibirnya.
''Gimana semalam?'' Gema menaik turunkan alisnya.
''Apanya yang gimana?'' Tanya Dea bingung atas pertanyaan Gema.
''Ya semalam, pak Marvel nginap rumah kamu kan?''
''Ya ngaklah Gem, mau ngapain pak Marvel nginap di rumah ku, ntar jadi bahan gosip kalau dia tinggal''
''Jadi kalian ngak bobo bareng gitu?''
''Ya ampun Gem, mikir apa sih kamu. Jangan mikir yang aneh-aneh deh''
''Iya... iya ampun'' ujar Gema karena Dea mencubit salah satu telinganya.
''Pagi Dea'' ujar Rosa.
''Pagi Ros, tumben kamu cepat datang?''
''Iya habis masih ada tugas dari pak Boy yang belum selesai mana harus di kumpul nanti''
''Oh gitu, ya udah duluan gih, aku masih nunggu seseorang dulu''
''Nunggu siapa? Pak Marvel ya?''
''Ish bukan, aku lagi nunggu Bian anak bahasa''
''Oh gitu, aku duluan ya''
''Ok''
Dea duduk di bangku yang ada di dekat gerbang sekolah, ia terus tersenyum memandang cincin yang melingkar di jari manisnya.
''Hem''
__ADS_1
''Hy Bi''
''Ngapain senyum-senyum lo kesambet?''
''Ngak apa-apa, oh iya kata bibi kamu nyariin aku. Ada apa?''
''Iya mama ngomong sama kamu kemarin?''
''Iyalah, ada apa sih?''
''Aku ada tugas tapi ngak tahu ngerjainnya, bantuin aku dong ya..ya..ya.. plis''
''Iya..iya.., katanya anak bahasa koq punya tigas minta tolongnya sama anak perawat sih aneh kamu''
''Ya mau gimana lagi kamu kan pandai'' ujar Bian.
Bian adalah anak dari bibi Greda, dia saudara ayah Dea juga namun beda ibu, meski begitu, dia sangat akrab dengan Dea.
''Jadi gimana mau bantuin ngak?''
''Ya udah ayo ikut, ngerjainnya di kelas aku aja ya?''
''Ok''
Keduanya berjalan bersisihan menuju kelas Dea, mereka tak menyadari jika seorang wanita sedang mengawasi keduanya, bahkan saat Dea sedang bercanda sambil merangkul Bian, orang itu memotret keduanya.
''Awas kamu, karena kamu sudah membuat Marvel mengabaikan aku di pesta Bram, aku akan buat perhitungan denganmu. Kamu cuma siswa dan aku calon istri Marvel, aku akan tunjukkan foto ini pada Marvel, pasti dia langsung tak suka dekat denganmu'' ujar wanita yang mengawasi keduanya dengan senyum miring. Ia tak tahu saja jika Marvel dan Dea sudah bertunangan.
Ketika Marvel tiba di sekolah ia terkejut melihat seseorang yang ia kenali juga berada di sekolah itu.
''Devina'' gumamnya melihat Devina berdiri di depan ruang guru sambil berbincang-bincang dengan guru lainnya.
Yapz benar, Devina adalah wanita yang mengawasi Dea dan Bian tadi.
''Hy Vel'' ujar Devina menyadari kehadiran Marvel disana.
''Ya hy'' ujar Marvel berjalan melewatinya. Ia masih sangat kesal mengingat perlakuan Devina dan ibunya pada Dea saat itu.
''Tunggu Vel'' ujar Devina mengikuti Marvel kemudian berjalan di sisi Marvel dan menggandeng tangannya.
''Kamu ngapain?'' Tanya Marvel sembari melepaskan gandengan tangan Devina.
''Ya aku kangen aja sama kamu, oh iya aku ada kabar baik, mulai hari ini aku mengajar di sekolah ini'' ujar Devina yang membuat kangkah Marvel terhenti.
''Maksud kamu?''
''Maksud ku kita akan mengajar di sekolah yang sama, jadi kita bisa menghabiskan waktu lebih banyak berdua'' ujar Devina sangat percaya diri.
__ADS_1
''Oh gitu, tapi maaf ini bukan tempat untuk bermain-main ini sekolah. Jangan berbuat seperti tadi banyak siswa-siswi disini dan juga saya tidak suka'' ujar Marvel meninggalkan Devina.
'Selvy sudah pergi, sekarang Devina lagi yang datang, sampai kapan ujian cinta kita akan berakhir De?' batin Marvel.