MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
PEMUDA DI GERBANG SEKOLAH (POV AUTHOR)


__ADS_3

Dea dan ketiga sahabatnya berjalan ke arah gerbang sekolah sambil bercanda ria saat waktu pulang sekolah tiba. Gema sudah tinggal di rumah Dea sejak beberapa hari yang lalu, ia juga sudah di angkat anak oleh bi Tina dan namanya sudah ada di kartu keluarga milik nek Diah. Saat mereka melewati gerbang sekolah, mereka berpapasan dengan seorang pemuda yang terus menatap ke arah Dea, dari sorot matanya tersirat kebencian pada Dea.


''Itu siapa De? Kenapa dia natap kita kayak gitu?''


''Ngak tahu Mi, aku juga baru liat mungkin guru baru'' ujar Dea.


Entah mengapa ia merasa khawatir setelah bertemu orang itu, ada perasaan risau di dalam hatinya.


Rencananya hari ini mereka akan pergi ke rumah Dea untuk mengerjakan tugas kelompok. Saat tiba di rumah Dea terkejut karena ada dua mobil terparkir di halaman rumahnya.


''Kenapa banyak sekali mobil? Mobi siapa ya?'' Tanya Darmi.


''Aku juga ngak tahu Mi''


Mereka berempat berjalan beriringan masuk ke dalam rumah, mereka berpikir jika ada yang sedang bertamu, namun ketika mereka masuk tak ada tanda-tanda jika sedang ada tamu.


''Siang'' ujar keempatnya.


''Siang juga nak, eh ada Darmi dan Sukma juga? Ayo masuk nak'' ujar bi Tina.


''Iya bi, terimakasih''


''Aku ganti baju dulu ya'' ujar Gema menuju ke kamarnya yang berada di samping kamar nek Diah


''Iya Gem, kamu juga ganti baju aja dulu De'' ujar Darmi.


Gema dan Dea berjalam ke kamar mereka masing-masing untuk berganti pakaian. Tak lama setelahnya, Dea kembali menemui Darmi dan Sukma.


''Bi, yang di depan rumah itu mobil siapa?'' Tanya Dea pada bibinya.


''Itu mobil calon suami anaknya bu Weni nak, mereka akan melamar besok jadi datang membawa uang belanja, mereka parkir disini karena tak bisa parkir di rumah bu Weni''


''Oh gitu bi''


''Iya, oh ya kalian makan siang dulu, kebetulan tadi bibi masak banyak''


''Iya bi terimakasih, tahu aja kalau aku lagi lapar'' ujar Sukma.


Dea dan Darmi hanya geleng-geleng kepala melihat sahabat mereka itu.


''Ayo kita makan dulu, setelah itu kita kerjakan tugas kita'' ujar Dea menarik tangan Darmi dan Sukma. Saat tiba di meja makan Gema ternyata sudah duduk di sana sambil meminum air es.


Mereka berempat makan dengan sangat lahap, Dea bahkan tak tahu jika ada seorang yang sedang menatapnya dari jendela.


''De, ada yang liatin kamu tuh'' ujar Gema.


''Hah??'' Beo Dea.


Gema menunjuk ke arah jendela, Dea mengikuti arah jari telunjuk Gema dan membuat Dea seketika tersenyum kala melihat Marvel berdiri di sana. Marvel berjalan ke pintu dan masuk kedalam ruang makan dimana Dea dan teman-temannya berada.


''Hy sayang'' ujar Marvel mengusap kepala Dea.


''Ehem, pak kita juga ngak di sapa nih'' ujar Gema.


Dea hanya bisa tersenyum dengan pipi yang merona, ia masih terus malu jika mendapat perlakuan romantis dari Marvel di depan teman-temannya.


''Hy semua'' ujar Marvel yang ikut duduk di samping Dea.

__ADS_1


Semenjak Dea keluar dari rumah sakit, Marvel setiap hari akan menyempatkan waktunya untuk mengunjungi Dea, ia semakin ketat menjaga Dea.


''Mari makan pak'' ajak Dea, ia berdiri dan mengambilkan piring dan makanan buat Marvel.


''Ulalala udah kayak istri siaga'' goda Darmi.


Sukma dan Gema hanya tersenyum mendengar ucapan Darmi, mereka juga berencana akan menggoda Dea, tapi setelah makan.


''Gimana tinggal disini Gema? Semuanya aman-aman kan?'' Tanya Marvel.


''Aman pak'' ujar Gema mengangkat kedua ibu jarinya.


Marvel ikut bergabung dengan keempat sahabat yang sedang makan siang, sesekali Darmi dan Gema menggoda Dea.


Setelah makan siang keempat sahabat itu melanjutkan dengan mengerjakan tugas sekolah mereka. Marvel sendiri sedang tidur di kamar Dea.


''Jadi tiap hari pak Marvel datang kesini De?''


''Iya Mi, semenjak kejadian kecelakaan itu, aku sudah seperti bayi yang baru belajar jalan, kemana-mana di awasi sama pak Marvel, juga sama ini nih'' ujar Dea menunjuk ke arah Gema.


Gema yang mendengarnya hanya tertawa saja, sedangkan Darmi dan Sukma malah terkejut. Gema memang di tugaskan untuk menjaga Dea jika Marvel sedang tak ada di sana, Gema dengan senang hati melakukannya karena baginya Dea sudah seperti adiknya.


''Sampai segitunya!''


''Iya Mi, sekarang aku cuma di rumah aja kalau pulang dari sekolah ngak kemana-mana, kalau ngak di temani oleh pak Marvel''


''Oh gitu, jadi pengen punya pacar juga biar ada yang jagain'' Darmi mulai berhayal memiliki pacar yang selalu ada di sisinya.


''Emang ada yang suka sama kamu Mi?''


''Iya pasti ada dong Gem, aku kan syaaan.....tik'' ujar Darmi mengibas-ngibaskan rambut panjangnya.


Cukup lama mereka mengerjakan tugas mereka hingga tak terasa hari sudah sore, Marvel sudah terbangun dari tidurnya dan juga sudah selesai mandi.


''Waawww.., ganteng amat suami orang'' ujar Darmi menggoda Dea.


''Tuhan, adakah satu untuk ku yang seperti dia'' ujar Sukma.


Mereka berdua sedang menggoda Dea karena melihat Marvel sedang berjalan ke arah mereka.


''Hy semua, sudah selesai tugasnya atau ada yang belum biar bapak bantu?''


''Sudah selesai semuanya pak, ini kita sudah siap-siap mau pulang'' ujar Sukma.


''Oh gitu, ya sudah bapak pinjam Dea sebentar ya bapak mau bicara sebentar''


''Silahkan pak''


Marvel menarik tangan Dea dan membawanya masuk ke dalam rumah, Dea yang tak tahu apa yang akan Marvel bicarakan, hanya bisa mengikuti kemana Marvel membawanya.


''Ada apa pak?'' Tanya Dea ketika mereka sudah ada di dalam rumah.


''Aku sudah mau pulang sayang, mau siap-siap dan mungkin seminggu kedepan kita tidak bisa bertemu karena aku juga akan ada kegiatan di luar kota'' ujar Marvel yang membuat kedua bola mata Dea membulat sempurna.


''Bapak serius'' ujar Dea dengan hati yang tak menentu.


''Iya sayang, selama aku pergi kamu jaga diri ya sayang. Jika ada yang kamu liat mencurigakan segera laporkan sama aku atau kamu bisa kasi tahu Gema''

__ADS_1


''Iya pak, bapak hati-hati di jalan ya. Maaf Dea ngak bisa antar bapak''


''Ngak apa-apa sayang, kamu jaga diri ya. Aku cuma seminggu koq perginya, semoga nanti semuanya lancar, aku minta doa kamu saja''


''Amin''


''Ya sudah kalau begitu, aku pulang dulu ya sayang, nanti aku kabari kalau aku sudah mau berangkat''


''Iya hati-hati'' ujar Dea memeluk Marvel.


Marvel tersenyum melihat Dea memeluknya, kini kekasihnya itu tak malu lagi untuk memeluknya.


Dea dan Marvel bergandengan tangan menuju ke tempat Marvel memarkir motornya, setelah duduk di atas motor Marvel mencium pipi Dea sebelum menjalankan motornya.


Dea yang terkejut hanya bisa berteriak kesal pada Marvel yang sudah berlalu meninggalkannya, sedangkan teman-temannya tertawa melihat ekspresi Dea.


''Ayo habis ngapain sama pak Marvel di dalam?''


''Ngak ngapa-ngapain cuma ngobrol aja''


''Ngobrolin apaan?''


''Ada deh, mau tahu aja kamu. Oh iya kalian mau langsung pulang atau kemana dulu?''


''Aku mau ke rumah bibi dulu, di temani Darmi juga''


''Oh gitu, ya udah kalian hati-hati di jalan''


''Iya De, oh iya kau mau tanya dong De?''


''Mau tanya apa Mi?''


''Giman rasanya di cium ama pak Marvel?'' Tanya Sukma yang membuat Dea melongo.


Darmi yang tadinya ingin bertanya kini tertawa mendengar pertanyaan konyol Sukma.


Pertanyaan macam apa yang di tanyakan Sukma, Dea jadi bingung sendiri harus menjawab apa.


Darmi dam Gema yang mendengar pertanyaan konyol sahabatnya tertawa terpingkal-pingkal.


''Kamu nanya apa sih, Ma?'' ujar Gema yang memegangi perutnya karena sakit akibat tetawa.


Darmi menyusut air matanya yang terus mengalir karena ia terus tertawa setelah mendengar pertanyaan Sukma tadi.


''Ya, aku ngak tahu gimana mau jelasin, lagian kamu ngak ada pertanyaan lain gitu yang mau kamu tanyain, masa nanya itu, aku kan bingung mau jawab apa'' ujar Dea.


''Ngak ada aku cuma penasaran aja, apa lagi tinggi badanmu ngak sampai dada pak Marvel. Pasti kalau pak Marvel mau cium kamu, harus nunduk dulu'' ujar Sukma.


Ia mulai membayangkan jika Dea sedang di cium oleh Marvel, setelahnya ia tertawa.


''Udah ah, ngapain sih mikir yang begituan'' ujar Dea dengan pipi yang terus merona.


''Iya deh, kami pulang dulu ya Gem, Dea''


''Iya Mi kalian hati-hati ya, sampai jumpa di sekolah besok''


''Iya'' Sukma dan Darmi masuk ke dalam mobil yang memang di tugaskan untuk menjemput Sukma oleh kedua orangtuanya.

__ADS_1


Gema dan Dea membereskan tempat mereka belajar tadi setelahnya mereka berdua nasuk ke rumah.


Gema menuju ke kebun membantu bi Tina yang sedang memanen kacang panjang, sedangkan Dea mencuci gelas yang mereka pakai minum tadi, kemudian menyusul Gema ke ekebun.


__ADS_2