MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
SIAPA GADIS CANTIK DAN MANIS ITU VEL? (POV AUTHOR)


__ADS_3

Saat Dea dan Marvel berjalan masuki rumah banyak pasang mata yang memperhatikan keduanya.


''Siapa gadis yang ada di samping pak Marvel?'' Tanya seorang ibu kepada ibu yang lain.


''Mungkin pacarnya pak Marvel bu'' jawab lawan bicaranya.


''Oh gitu bu, cantik ya pacar pak Marvel''


''Iya bu''


Mereka terus membicarakan Dea dan Marvel, ada yang suka pada mereka dan ada pula sebagian orang yang mencela mereka.


''Kamu duduk disini dulu ya De'' ujar Marvel menunjuk sebuah kursi yang berada di sebelahnya.


Saat Dea sudah duduk di kursi yang ia tunjukkan, Marvel segera berlalu menuju ke ruangan dimana kedua kakaknya berada.


''Kak'' ujar Marvel memanggil kedua kakaknya.


''Ada apa Vel?'' ujar Josep.


''Ayo ikut ada yang mau aku kenalkan sama kalian berdua'' ujarnya menarik tangan kedua kakaknya.


''Siapa yang mau kamu kenalin Vel?''


''Itu'' ujar Marvel melihat ke arah dimana DEa sedang duduk.


''Siapa gadis manis dan cantik itu Vel?''


''Dia pacar ku kak''


''Maksud kamu pacar kamu yang kamu bilang siswi kamu itu?'' Tanya Imel.


''Iya kak, gadis mana lagi kalau bukan dia, ayo aku kenalkan kalian'' Marvel membawa ke dua kakaknya menemui Dea.


Melihat pak Marvel berjalan ke arahnya dengan menggandeng dua orang yang mirip dengannya, membuat Dea segera berdiri dari duduknya.


''Kenalkan ini kak Imel dan kak Josep, mereka kakak ku. Kak Imel dan kak Josep ini Dea adik baru kalian''


Dea mengulurkan tangan dan di sambut hangat oleh Imel dan Josep.


''Dea kak''


''Aku Imelda, panggil saja kak Imel dan yang ini kamu panggil saja kak Jos''


Dea mengangguk mengiyakan ucapan Imel sambil tersenyum menampakkan kedua lesung pipinya.


''Dapat dari mana kamu cewek manis banget kayak dia, kakak aja yang cewek naksir liatnya'' bisik Imel pada Marvel.


''Hehehe rahasia dong''


''Ayo duduk dek'' ujar Imelda mempersilahkan Dea duduk kembali di kursinya.


''Ambilin minum Vel'' ujar Imelda.


''Tidak usah pak, terimakasih. Nanti saya ambil sendiri''


''Ngak apa-apa Dea, sesekali biarkan laki-laki yang melayani perempuan'' ujar Imelda. Marvel berlalu ke arah dapur mengambil segelas minuman dingin untuk Dea.


''Dea kakak mau tanya boleh?'' Tanya Imelda.


''Silahkan kak''


''Kamu benaran pacaran sama Marvel?''

__ADS_1


''Bisa di bilang seperti itu kak'' ujar Dea malu-malu.


''Marvel ngak pernah nyakitin kamu kan?''


''Tidak kak, selama ini pak Marvel baik sama saya''


''Syukurlah kalau begitu, kalau dia nakal bilang sama kakak biar kakak kasih pelajaran sama dia''


''Iya kak''


Marvel datang dengan nampan berisi segelas minuman dingin dan piring yang berisi beraneka ragam kue basah.


''Ayo Dea minum''


''Terimakasih pak''


''Dea, kakak ke sana dulu ya sepertinya anak kakak nangis'' ujar Imelda. Sebenarnya anaknya tak menangis, ia hanya ingin melihat interaksi kedua orang itu.


Imelda mengintip keduanya dari balik tembok yang membatasi ruangan tempat Dea dan Marvel dengan ruangan yang ia tempati.


''Ngapain sayang?'' ujar Calvin, suami Imelda yang heran melihat tingkah sang istri.


''Diam sayang, aku sedang liat Marvel sama pacarnya''


''Pacar, maksudmu Selvy?''


''Bukan sayang, ini pacar Marvel yang baru. Dia siswinya Marvel di sekolah''


''Yang benar kamu? Mana aku liat'' ujar Calvin mulai ikut mengamati Dea dan Marvel.


''Makasih ya Dea sudah mau datang di acara ulang tahun mama''


''Iya pak, tapi saya masih merasa tidak enak pak, karena saya ngak bawa kado apa-apa''


Dea tersenyum mendengar ucapan Marvel, ia melanjutkan memakan kue yang Marvel bawa tadi.


Imelda dan Calvin tersenyum melihat keduanya, ia senang karena ia tak pernah melihat Marvel memperlakukan wanita manapun seperti perlakuannya pada Dea.


Sekitar pukul 17:25 ibu dan ayah Marvel tiba di rumah, ibunya terkejut kala melihat rumah dalam keadaan yang sangat gelap.


''Kemana anak-anak pa? Kenapa lampunya mati semua?''


''Mungkin mereka sedang keluar mah, ayo kita masuk saja'' ujar pak Wisnu menggandeng tangan sang istri masuk ke dalam rumah.


Ketika mereka sudah berada di tengah-tengah ruang tamu, tiba-tiba saja lampu menyala dan anak-anaknya sudah berdiri di hadapannya dengan kue ulang tahun di tangan Imelda.


Bu Valencia menangis terharu melihat apa yang di lakukan oleh anak-anaknya.


''Selamat ulang tahun mama'' ujar mereka bertiga kemudian memeluk bu Valencia secara bergantian.


Imelda menuntun ibu dan ayahnya kemudian mendudukkan mereka di satu kursi yang sudah mereka persiapkan.


Dihadapan semua tamu undangan yang datang, bu Valencia kembali menangis, ia sangat bahagia di perlakukan seperti ini oleh anak-anaknya.


''Terimakasih buat semuanya yang sudah berkenan hadir disini, terimakasih buat anak-anak ku yang sudah membuat acara ini. Mama sayang kalian semua''


''Kami juga sayang mama'' ujar Marvel memeluk ibunya.


Josep menyalakan lilin-lilin yang ada di atas kue kemudian mereka bernyanyi dan setelahnya meminta bu Valencia untuk meniup lilinnya.


Bu Valencia belum menyadari kehadiran Dea disana, karena Dea masih duduk di ruangan dimana ia duduk tadi.


Setelah acara tiup lilin dan pemotongan kue, ibu Valencia menyadari jika Marvel sudah tidak berada di tempatnya lagi.

__ADS_1


''Adikmu kemana Mel?'' Tanyanya.


''Mungkin lagi jemput hadiah buat mama''


''Jemput hadiah?''


''Iya ma, Marvel punya kado spesial buat mama''


''Kado apa? Mama jadi penasaran''


Tak lama berselang Marvel benar-benar kembali ke ruangan itu dengan menggandeng seorang wanita cantik.


Bu Valencia tersenyum melihatnya, ia sangat bahagia melihat Dea datang di acara ulang tahunnya.


''Selamat ulang tahun ma, maaf Dea ngak bawain mama kado apa-apa'' ujar Dea mencium tangan bu Valencia.


''Dengan kamu datang di acara ini saja,' sudah jadi kado terbaik buat mama sayang, mama sudah ingin marah dengan Marvel tadi, mama pikir dia tidak ngundang kamu'' bu Valencia memeluk Dea dengan penuh kasih sayang.


Semua orang menikmati acara itu dengan bahagia tak terkecuali Dea, saat jam sudah menunjukkan pukul 8 malam ia segera meminta ijin untuk pulang.


''Pak, saya mau pamit pulang sudah jam malam''


''Kamu sudah mau pulang?''


''Iya pak, saya mau pamit dulu sama ibunya bapak''


''Tapi kenapa buru-buru sayang?''


''Aku sudah janji sama nenek untuk pulang cepat, lagi pula besok sekolah pak''


''Oh iya, ayo aku antar kamu pamit pada mama''


Dea dan Marvel mencari keberadaan bu Valencia di antara tamu undangan yang datang.


''Mamah'' ujar Marvel ketika melihat sang ibu.


''Ada apa nak?''


''Ikut Marvel sebentar boleh?''


''Ada apa Vel?''


''Saya mau pamit pulang ma'' ujar Dea.


''Kenapa buru-buru nak?''


''Besok Dea sekolah ma, lagi pula Dea juga sudah janji sama nenek kalau Dea akan pulang cepat''


''Oh gitu nak, biar Marvel dan Imel ngantar kamu pulang ya. Tak baik membiarkan anak gadis pulang sendiri malam-malam''


''Apa tidak akan merepotkan ma?''


''Tidak sayang''


''Boleh pinjam kamar mandinya ma? Saya mau ganti baju, tak enak di lihat orang pulang malam-malam pakai gaun''


''Iya sayang, silahkan. Tunjukkan kamar mandi pada Dea Vel, ingat jangan macam-macam''


''Iya mama sayang''


Marvel mengantar Dea menuju ke kamar mandi yang terletak di dekat ruang keluarga. Setelah mengganti baju Dea kembali menemui bu Valencia dan benar-benar pamit pulang.


Ia di berikan sebagian dari kue ulang tahun bu Valencia, dengan di antar oleh Marvel dan Imelda ia pulang ke rumahnya dengan selamat.

__ADS_1


__ADS_2