
Sudah sebulan ini aku dan Dea tak sering bertemu, bukan tanpa sebab, itu semua karena aku dan Dea sedang ada kegiatan masing-masing. Aku juga sebenarnya sedang ingin menggodanya saja. Beberapa hari lagi adalah ulang tahun pertunangan kami yang pertama, aku dan bi Tina sudah merencanakan sebuah kejutan buat Dea.
Setelah kepergian nek Diah, aku mulai menjauh dari Dea, aku ingin ia berpikir jika aku sudah berubah agar kami bisa lebih mudah mengerjainya nanti.
Aku sesungguhnya tak tega untuk membuat Dea merasa aku mengabaikannya namun hal itu harus kulakukan demi kelancaran rencana kami nanti.
Hari ini seperti rencana kami bebrapa hari yang lalu, kini tiba hari dimana kami akan memberikan kejutan pada Dea.
Setalah kegiatan belajar mengajar di sekolah usai, aku segera ke rumah Dea. Dari sekolah ke rumah Dea tak membutuhkan waktu yang lama karena aku mengendarai motor. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit jika kita memkai kendaraan, tapi butuh sekitar 30-35 menit jika kita berjalan kaki.
Sudah tiga hari ini aku sengaja tak menemui Dea baik di sekolah maupun ke rumahnya. Dapat aku lihat jika ia merasa sedih atas apa yang aku lakukan, aku juga mendengar dari sahabat-sahabatnya jika Dea sering melamun.
Jujur saja aku merasa sangat bersalah padanya andai saja bukan karena akan membuat kejutan untuknya aku tak akan melakukan ini.
Saat aku tiba di rumah Dea, ternyata ibu, kak Febi dan kak Imel sudah ada disana. Mereka sedang membantu orang-orang yang sedang membuat makanan untuk di sajikan nanti.
Kami sekeluarga mengadakan syukuran atas apa yang sudah kami lalui selama setahun ini, baik suka atau duka.
''Siang'' ujar ku saat memasuki rumah.
Didalam sana sudah ramai tetangga yang membantu mengolah bahan makanan. Aku sangat bersyukur karena warga disini sangat erat tali persaudaraannya. Jika ada warga yang membuat suatu kegiatan maka warga yang lain akan turut membantu.
''Siang'' jawab mereka hampir serempak.
''Gimana di sekolah Vel?'' Tanya kak Febi.
''Semuanya beres kak, oh iya aku sudah minta Darmi, Sukma dan Gema buat ajak Dea jalan-jalan dulu sampai semua yang kita siapkan selesai'' ujar ku sembari duduk membantu ibu melipat-lipat kotak kue.
''Syukurlah kalau begitu, katakan pada Darmi agar Dea jangan sampai pulang sebelum jam 5'' ujar Mama.
''Iya mah'' ujar ku kemudian mengambil ponsel dan mengirim pesan pada Darmi.
[Darmi, tolong jaga Dea. Cari alasan agar ia jangan pulang dulu sebelum jam 5], setelah mengirm pesan pada darmi aku masuk ke kamar Dea untuk berganti pakaian.
__ADS_1
Aku tak akan kesusahan lagi saat mencari baju yang akan aku pakai saat berada di rumah ini, Dea sudah menyiapkan satu bagian dari lemari bajunya untuk menyimpan baju ku.
Berawal dari kepulangan Dea dari rumah sakit saat kecelakaan hari itu, aku sering bermalam disini oleh karena itu ada cukup banyak baju ku di lemari Dea.
''Vel, kamu sudah belum ganti bajunya?'' Tanya kak Imel mengetuk pintu kamar yang aku tutup.
''Udah kak, masuk saja'' ujar ku.
''Kamu ikut kakak beli bahan masakan ke pasar ya Vel'' ujar kak Imel.
''Iya kak, ayo''
Aku dan kak Imel berangkat ke pasar bersama dengan dua orang ibu-ibu. Disana aku dan kak Imel membeli berbagai bahan masakan yang di anggap masih kurang.
Saat tengah berbelanja aku melihat seseorang yang terlihat seperti bu Desi sedang bergandengan mesra dengan seorang pemuda. Saat aku mendekat ke arah mereka, kak Imel memanggil ku sehingga aku mengurungkan niat untuk menyapa orang itu.
''Ayo Vel, kita ke sana lagi'' ujar kak Imel menunujuk ke arah penjual ikan.
''Kamu mau beli ikan apa sayang?'' Tanya bu Desi pada pemuda itu.
''Terserah kamu saja Desi sayang, apapun yang kamu belikan aku akan makan, terlebih kalau kamu yang masak pasti enak'' ujar pemuda itu sambil mencolek dagu bu Desi. Mendengar ucapan pemuda itu aku sangat yakin kalau itu bu Desi.
Aku merasa geli melihat tingkah keduanya, bu Desi mengalungkan tangannya ke leher sang pemuda.
Entah mengapa aku kepikiran untuk memotret keduanya, segera aku mengeluarkan ponsle ku dari saku kemudian memotret keduanya.
''Kamu ngapain Vel?'' Tanya kak Imel.
''Ngak apa-apa kak, aku lagi foto ikan-ikan ini seperti segar-segar'' kilah ku.
''Ohw'' hanya satu kata itu yang di ucapkan kak Imel kemudian ia melanjutkan memilih ikan.
Setelah semua belanjaan kami rasa sudah cukup, kami segera kembali ke rumah. Sesampainya di rumah aku menurunkan belanjaan dan langsung membawanya ke dapur.
__ADS_1
Ada dua buah tenda yang terpasang di halaman rumah, yang satu khusus di siapkan untuk orang muslim dan yang staunya lagi untuk non muslim. Keluarga ibu yang berasal dari pulau jawa kebetulan sedang berkunjung dan sebagian besar adalah muslim jadi kami memutuskan untuk membuat tenda khusus untuk mereka tempati nanti.
Untuk makanan mereka juga, kami pesan khusus, karena mereka tak terbiasa makan makanan yang di buat oleh orang non muslim sementara kami semua yang ada disini beragama non muslim.
Dalam keluarga ibu ada empat agama, tapi tak pernah terjadi perselisihan karena mereka semua saling menghargai.
Ternyata apa yang orang-orang masak tadi sebagian akan di makan sebagai menu makan siang hari ini.
Semua orang yang ikut membantu menyiapkan segala sesuatu untuk acara nanti malam, menikmati menu yang sudah di siapkan oleh ibu-ibu. Setelah makan siang dan istirahat sejenak, barulah ibu-ibu kembali berkutat di dapur untuk membuat olahan makanan.
Karena merasa lelah aku duduk di kursi kemudian tak terasa aku malah tertidur. Aku terbangun ketika ponsel ku yang berada di sampingku bergetar, saat aku meraihnya ternyata ada panggilan masuk dari Darmi.
''Halo Darmi, ada apa?''
''Halo pak, ini Dea sudah mau pulang, apa kami belum bisa pulang?'' Tanya Darmi dari seberang telpon.
Aku melihat jam di pergelangan tangan ku ternyata sudah hampir jam 5.
''Kalian ada dimana sekarang?''
''Kami ada di kedai mie ayam mang Ardi pak''
''Ya udah kalian kemari saja sekarang''
''Baik pak''
Setelah menutup panggilan, aku segera bangun kemudian mencari ibu dan kak Imel. Ternyata mereka sedang duduk di halaman bersama beberapa keluarga ibu yang sudah datang.
''Eh Vel, sana kamu mandi dulu, nih bude kamu udah pada datang'' ujar ibu.
''Eh, i-iya bu'' ujar ku malu karena aku baru sadar jika sedari pulang dari pasar tadi aku belum mandi.
Segera aku mausk ke dalam rumah dan mandi kemudian berganti pakaian dan menemui keluarga ibu yang sudah datang.
__ADS_1