MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
BABY ZEINA (POV DEA)


__ADS_3

Tak terasa waktu sangat cepat berlalu, kini aku sudah duduk di bangku kelas dua belas. Hubungan ku dan pak Marvel juga semakin membaik dari waktu ke waktu, rencananya kami akan menikah setelah aku lulus sekolah karena aku sekarang tinggal sendiri di rumah nenek, meski begitu aku akan melanjutkan kuliah setelah menikah nanti.


Bi Tina sudah menikah setahun yang lalu tepat beberapa bulan setelah acara syukuran dilaksanakan. Suami bi Tina adalah seorang abdi negara dan bi Tina harus ikut suaminya keluar kota dimana sang suami bertugas, oleh sebab itu aku kini tinggal sendiri.


Awalnya bibi berat untuk meninggalkan ku tapi aku dan ayah berusaha membuatnya yakin jika aku akan baik-baik saja, akhirnya bibi mau mengikuti suaminya.


Gema juga sudah tinggal di asrama semenjak bi Tina ikut suaminya, ia tak ingin membuat orang salah paham jika kami tinggal berdua. Ia tinggal di asrama yang ada di dekat sekolahnya. Ya, sekolah barunya, Gema pindah ke sebuah sekolah yang memiliki asrama, untuk biaya pendidikannya aku dan pak Marvel yang mengurusnya. Hasil kebun belakang rumah yang masih aku kelolah sampai sekarang membuatku bisa membantu sedikit untuk biaya Gema di sana.


Saat libur tiba, Gema juga akan datang dan membantu ku di kebun, biasanya ia akan membuatkan aku lahan baru untuk aku tanami atau membantu ku memanen jika ada yang siap panen.


Suami bibi bernama Piter Zei, aku biasa memanggilnya dengan panggilan paman Zei. Paman Zei juga seperti bibi yang sudah tak meemiliki orabg tua, sehingga ia sangat menyayangi bibi, selain itu paman Zei juga sahabat bibi sewaktu sekolah. Bibi dan paman kini di karuniai seorang bayi mungil bernama Zeina singkatan dari nama ayah dan ibunya. Baby Zeina kini baru berusia satu minggu dan rencananya hari ini aku dan Marvel akan berangkat ke rumah bibi yang ada di luar kota.


Setelah jam pelajaran usai aku dan pak Marvel memutuskan untuk segera pulang ke rumhq masing-masing dan berisiap untuk berangkat ke rumah bibi. Dari kota tempat tinggal ku hanya butuh waktu 5 jam umtuk tiba di kota tempat tinggal bibi sekarang. Awalnya paman Zei ingin menjemput ku tapi aku mengatakan padanya jika aku akan datang bersama pak Marvel akhirnya ia tak jadi menjemput ku.


Lagi pula aku ingin paman selalu berada di sisi bibi untuk saat ini, meski aku belum tahu rasanya tapi aku yakin jika bibi sangat membutuhkan bantuan paman saat ini. Rencananya kami akan menginap sehari disana karena ada tanggal merah di kalender untuk dua hari kedepan.


Tepat pukul 2 siang pak Marvel tiba di rumah, aku terkejut kala melihat siapa yang turun dari mobilnya.


''Kalian'' ujar ku terkejut melihat Sukma, Gema dan Darmi turun dari sana.


''Kamu ngak mau ngajak kita nih'' ujar Sukma merentangkan kedua tangannya.


Aku berlari memeluk kedua sahabat ku, Sukma dan Darmi, Gema juga ingin ikut bergabung tapi langsung di tarik oleh pak Marvel.


''Udah kamu kesini ikut saya, kita naikkan barang-barang ke atas mobil'' ujar pak Marvel menarik tangan Gema menjauh dari kami bertiga.


''Yah gagal deh meluk ciwi-ciwi'' ujarnya pura-pura kesal.


Gema dan pak Marvel sibuk menaikkan barang-barang yang akan kami bawa ke rumah bibi. Aku, Sukma dan Darmi juga sibuk menata bekal untul kami makan di perjalanan nanti.


''Kak aku belum kabari bibi kalau kita semua mau kesana'' ujar ku pada pak Marvel yang sedang duduk di teras setelah mencuci tangannya sehabis menaikkan barang-barang ke atas mobil.

__ADS_1


''Ngak apa-apa sayang, tadi aku sudah kabari paman Zei'' ujarnya tenang.


''Syukurlah kalau begitu, paman bilang apa kak?''


''Paman bilang, dia akan sangat senang jika kita semua datang, kebetulan besok mereka mau ngadain syukuran buat kelahiran putri mereka''


''Syukurlah kalau begitu, jadi sekalian kita bisa bantu-bantu besok kak''


''Iya sayang, gimana udah siap semua belum?''


''Sudah kak, tinggal berangkat saja'' ujar ku.


''Kalau begitu kita berangkat sekarang saja biar tidak kemalaman sampai disana''


''Iya kak, aku panggil yang lain dulu'' aku masuk ke rumah dan memanggil Darmi dan Sukma yang sedang asik menonton tv, Gema sendiri sudah duduk di mobil setelah menaik barang bawaan kami tadi.


Barang yang kami bawa cukup banyak karena kami juga membawa beberapa bahan sembako dan juga perlengkapan bayi. Perlengkapan bayi yang aku beli dan pak Marvel sudah cukup banyak di tambah lagi dengan yang di beli oleh Sukma, Darmi dan Gema, alhasil mobil yang kami kendarai penuh oleh barang bawaan kami.


''Kami mau menengok anak bi Tina bu''


''Bibi kamu sudah lahiran?''


''Iya bu''


''Syukurlah kalau begitu, tunggu sebentar ya neng saya mau titip sesuatu buat si kecil. Anaknya cewek apa cowok neng?''


''Cewek bu''


Bu Tiwi tergesa-gesa masuk ke dalam rumah setelah mendengar jawaban ku dan tak lama ia kembali dengan sebuah kantong plastik yang lumayan besar.


''Ini oleh-oleh dari ibu buat si kecil, maaf ya neng ibu ngak bisa ikut nengok karena anak ibu ngak ada yang jaga''

__ADS_1


''Iya bu, terimakasih. Kalau begitu kami permisi bu''


''Iya neng, hati-hati di jalan semuanya, ibu doain kalian tiba dengan selamat''


''Amin terimakasih bu'' ujar ku kemudian masuk ke dalam mobil.


Kami berempat melambaikam tangan pada bu Tiwi sebelum mobil meninggalkan halaman rumah.


''ltu bu Tiwi ngasih apaan De?'' Tanya Gema.


''Ngak tahu Gem, mungkin perlengkapan bayi baru lahir juga, di rumahnya kan jual yang seperti itu''


''Oh gitu'' ujar Gema kemudian menutup matanya.


Ternyata ia tertidur setelah memasukkan barang-barang tadi ke mobil, ia terbangun karena mendengar suara bising saat aku berbicara dengan bu Tiwi tadi.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam, kami memutuskan untuk istirahat dan memakan bekal yang kami bawa tadi. Kami istirahat di sebuah warung makan yang ada di tepi pantai, kami memesan lauk sebagai tambahan untuk berjaga-jaga jika lauk yang kami bawa masih kurang.


''Loh koq beli lauk lagi De? Kan kita bawa lauk tadi'' ujar Darmi melihat banyaknya lauk yang terhidang di atas meja.


''Buat jaga-jaga siapa tahu masing kurang lauknya Mi''


''Ohw''


Setelah semua pesanan kami sudah terhidang di atas meja kami mulai makan dan tak butuh waktu lama semua yang ada di atas meja sudah habis kami lahap, kecuali peralatan makannya hehehe.


Setelah makan kami istirahat sejenak sembari menikmati angin pantai dan melihat ramainya muda-mudi yang sedang menikmati waktu senja.


Merasa sudah cukup waktu untuk istirahat, kami kembali melanjutkan perjalanan ke kota tempat bibi kini tinggal. Seharusnya hanya butuh waktu kurang lebih dua jam lagi untuk tiba disana namun karena suasana jalanan yang cukup ramai , kami baru tiba saat jam sudah menunjukkan pukul 8 malam.


Paman sampai beberapa kali menelpon kami karena khawatir kami mengalami kendala di perjalanan.

__ADS_1


Sampai kami tiba di rumahnya, paman baru berhenti mengirim pesan dan menelpon kami. Bergantian ponsel kami di hubungi oleh paman, Darmi dan Sukma sampai tertawa melihat tingkah paman yang begitu menghawatirkan kami.


__ADS_2