
Sehari sebelum pernikahan Dea sudah tidak masuk kuliah, ia sedang sibuk mempersiapakan diri untuk acara pernikahannya dengan Marvel. Banyak kegiatan yang mereka lakukan untuk mempersiapkan hari bahgia mereka esok harinya.
Semua keluarga dari kedua calon mempelai juga sudah datang, mereka semua tinggal di salah satu hotel yang juga milik keluarga Marvel di kota itu. Satu hotel penuh oleh keluarga dan kerabat yang akan menghadiri pernikahan Dea dan Marvel esok hari.
Resepsi pernikahan keduanya juga akan di gelar di ballroom hotel tersebut sehingga kerabat tak harus pergi jauh dari tempat mereka menginap.
''Sayang, kamu dimana?'' Tanya Marvel mencari keberadaan Dea yang sedang sibuk bersama bibinya membantu beberapa orang yang sedang membuat kue bolu.
''De, kamu masuk gih di kamar, ada Marvel tuh'' ujar bu Valencia menghampiri calon menantunya itu.
''Iya mah'' ujar Dea segera berlari kecil masuk ke kamarnya.
''Dea mama mah, bukannya tadi ada suaranya disini?'' Tanya Marvel celingukan mencari keberadaan Dea.
''Kamu ini, mama kan sudah bilang kamu ngak boleh ketemu Dea sampai besok''
''Tapi mah, aku kan mau ngomong sama Dea''
''Mau ngomong apa sih, besok kan bisa''
''Tapi mah''
''Ngak ada tapi-tàpi, sekarang ayo kita pulang besok kamu harus bangun pagi-pagi'' ujar Bu Valencia mengajak Marvel untuk pulang sebab kini mereka sedang di rumah salah satu kerabat mereka dimana Dea akan bermalam hari ini.
''Aku ngomong sama Dea ya mah bentar aja'' ujar Marvel dengan wajah memohon pada sang ibu.
''Ngak, ayo kamu keluar dulu mama masih mau ngomong sama bibi kamu sebentar''
''Iya mah'' ujar Marvel berlalu dari area dapur namun ia tak benar-benar langsung menuju ke mobilnya, ia berbelok arah dan melangkah ke halaman samping dan menuju ke teras yang ada di depan kamar dimana Dea berada.
Tok tok tok
Marvel mengetuk pintu kamar Dea membuat Dea yang sedang duduk disana bergegas untuk membuka pintu, sebab ia tak tahu jika Marvel yang berada di sana. Ia mengira jika itu adalah sahabat-sahabat yang sudah ia tunggu sedari tadi.
''Kalian sud....'' ucapan Dea terhenti sebab Marvel langsung menarik Dea kedalam pelukannya ketika Dea sudah membuka pintu.
''Ka-kak Marvel? Kakak sedang apa disini? Kita ngak boleh bertemu sampai besok kak''
''Aku kangen sama kamu sayang'' ujar Marvel tetap memeluk Dea yang berusaha melepaskan diri dari pelukan Marvel.
__ADS_1
''Marvel'' Terdengar suara bu Valencia memanggil Marvel dari arah depan rumah.
''Kamu masuk ya sayang, istirahat jangan begadang, aku pulang dulu sayang besok kita bertemu lagi'' ujar Marvel mencium bibir Dea sekilas kemudian berlari ke arah sang ibu yang sudah menunggunya di samping mobil.
''Kamu dari mana sih Vel?''
''Aku habis dari toilet mah, tadi kebelet pipis'' ujar Marvel berbohong.
''Kamu ngak lagi bohong kan?''
'''Ngak mah, memang aku mau kemana?''
''Ya kali aja kamu menemuin Dea dan ganggu dia''
''Ngak koq mah''
''Ya udah kalau gitu, ayo masuk kita pulang''
Bu Valencia masuk terlebih dahulu ke dalam mobil di ikuti Marvel yang langsung duduk di samping sang ibu.
Mobil berjalan meninggalkan halaman rumah sedangkan Dea masih menatap ke arah mobil yang mulai perlahan menghilang di balik tembok pagar rumah.
''Cie... yang liatin calon suaminya sampai segitunya'' goda Darmi yang kini sudah berada di samping Dea.
''Dari tadi kali Dea, kamu sih sibuk pelukan sama pak Marvel sampai ngak sadar kita ada disini''
''Eh.. ng-ngak''
''Ngak usah malu Dea, kita ngak liat koq waktu pak Marvel nyium kamu'' ujar Gema dan di ikuti gelak tawa dari ketiga sahabat Dea yang lain.
Pipi Dea bersemu merah mendengar ucapan sahabatnya, ia merasa sangat malu sebab sahabatnya melibat Marvel mencium dirinya.
''Ayo masuk semuanya''
Dea dan teman-temannya masuk ke kamar Dea dimana ia akan tidur dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya sebelum ia berganti status menjadi istri Marvel.
''Jadi gimana perasaan kamu sekarang?''
''Gimana maksudnya?''
__ADS_1
''Maksud aku gimana perasaan kamu mau nikah sama pak Marvel?''
''Ya gimana ya, aku bahgia tapi aku juga takut ketemu sama orang-orang nantinya, sebab mereka berharap kak Marvel nikah sama orang lain''
''Aduh.. duh.. sahabat kita ini masih aja mikirin perasaan orang lain di bandingkan dengan kebahagiaannya sendiri. Ngak usah mikirin orang lain sayang, kamu harus bahagia bersama pak Marvel'' ujar Sukma.
''Bener tuh De, sekarang kamu harus fokus sama kebahgiaan kamu, jangan kamu selalu berkorban demi orang lain''
''Makasih ya teman-teman kalian selalu ada buat aku''
''Sama-sama sayang''
Dea dan sahabat-sahabatnya bercerita banyak hal seru, mereka memutuskan untuk beristirahat.
Jika Dea sudah bisa tertidur lelap bersama sahabat-sahabatnya, lain halnya dengan Marvel yang kini masih terjaga, ia tersenyum memandangi langit malam yang di penuhi oleh bintang-bintang.
''Semoga hari esok berjalan dengan lancar'' gumamnya.
''Nak,kamu belum tidur?'' Tanya pak Wisnu masuk ke dalam kamar sang putra dan mendapati Marvel masih duduk di depan pintu balkon.
''Ayah, kenapa ayah belum istirahat?''
''Kamu sendiri kenapa belum istirahat?''
''Aku masih belum ngantuk pah''
''Kamu harus istirahat Vel, ingat besok hari penting jangan sampai kamu lambat bangun'' ujar sang ayah dengan raut wajah yang tak bisa Marvel artikan.
''Apa ada hal penting yang ingin ayah bicarakan dengan Marvel?'' Tanya Marvel melihat raut wajah aneh sang ayah.
''Tidak ada nak, hanya saja ayah berharap ini pernikahan terakhirmu nak, bahagiakan Dea. Sudah begitu banyak masa sulit yang ia harus lalui di usianya yang masih sangat muda, ayah berharap kamu bisa menjaganya dengan baik dan jika ia melakukan kesalahan cobalah bantu ia untuk memperbaikinya jangan kamu memarahimya atau bahkan meninggalkannya. Ayah tahu dia anak yang baik dan juga sangat penyayang, ayah harap kamu tak menyianyiakannya''
''Ayah tenang saja, Marvel akan menjaga Dea dengan sepenuh hati Marvel yah, Marvel sangat mencintai Dea, doakan saja kami bahagia''
''Tentu nak, ayah akan selalu mendoakan kalian berdua, sekarang ayo kita istirahat''
''Baik yah'' ujar Marvel melangkah masuk ke dalam rumah mengikuti langkah sang ayah yang sudah berjalan lebih dahulu masuk ke dalam rumah.
Sesampainya di kamar Mavel tak langsung benar-benar tertidur, ia masih memikirkan kemungkinan yang akan terjadi esok hari. Ia sudah sangat menantikan hari dimana ia dan Dea akan mengikat janji suci pernikahan mereka di hadapan Tuhan.
__ADS_1
Marvel menulis pesan dan ia kirimkan kepada Dea sebelum ia memutuskan untuk tidur sebab ia benar-benar tak ingin terlambat bangun dan mengacaukan hari esok.
[Selamat malam calon istriku, sampai betemu besok ketika kamu sudah menjadi istri ku, selamat istirahat sayang] Dea tersenyum membaca isi pesan yang masuk ke ponselnya. Saat itu Dea baru saja pulang dari toilet dan ia melihat layar ponselnya berkedip, ia segera mengusap layar ponselnya dan melihat ada sebuah pesan yang masuk. Saat ia membuka pesannya ia langsung tersenyum melihat isi pesan dari Marvel.