MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
AYAH AKAN DATANG? (POV AUTHOR)


__ADS_3

Dea berada di rumah sakit selama tiga hari, sedangkan nek Diah selama 4 hari. Selama Dea berada di rumah sakit, Marvel dengan setia menjaganya, ia tak berada di rumah sakit hanya ketika ia ada jadwal untuk mengajar.


''Pagi De'' ujar Gema ketika ia berpapasan dengan Dea di gerbang sekolah.


''Pagi Gem, mau kemana?'' Tanya Dea melihat Gema terburu-buru berlari ke luar gerbang.


''Nanti saja aku cerita Dea, aku buru-buru'' ujarnya terus berlari.


''Dia kenapa ya?'' Gumam Dea kemudian berjalan menuju ke kelasnya.


Setibanya di kelas, ia langsung duduk di bangkunya, Darmi belum terlihat hadir.


''Dea'' panggil seorang siswa yang ia tak ketahui namanya.


''Iya'' ujarnya melihat ada beberapa murid yang mendatanginya. Mereka bukan teman kelas Dea, mereka kakak kelas Dea.


''Dea kami semua kesini mau minta maaf sama kamu, soal kejadian waktu itu'' ujar salah satu di antara mereka dan di angguki oleh yang lainnya.


''Sudahlah tidak apa-apa, aku sudah memaafkan kalian. Lagi pula itu semua karena kesalahpahaman, jadi lupakan saja'' ujar Dea tersenyum. Ia memang sudah melupakan hal buruk yang sudah menimpanya dan juga sudah memaafkan semuanya.


''Terimakasih Dea'' ujar mereka kemudian meninggalkan kelas Dea.


''Pagi De'' ujar Darmi yang baru saja tiba.


''Pagi Mi, tuh muka cerah amat lagi ada kabar bahagia kayaknya''


''Iya dong, kamu kan udah masuk sekolah lagi''


''Oh gitu, btw pangeran kamu mana?''


''Pangeran siapa?''


''Siapa lagi kalau bukan pak Marvel'' ujar Darmi.


''Oh hehehehe, aku ngak tahu Mi, ya kali pagi-pagi udah sama aku''


''Siapa tahu'' ujar Darmi kemudian terkekeh.


''Jadi benar kalian udah tunangan De?'' Tanya Rosa.


''Ngak Ros, kita masih sekolah loh''


''Iya sih, tapi pak Marvel bilang dia itu tunangan kamu''


''Itu..... aku juga ngak tahu''


''Apa iya?'' Goda Leni.


''Iya'' ujar Dea, ia tak tahu harus bilang apa pada teman-temannya.


''Waktu kamu di rumah sakit, benar pak Marvel tiap malam jagain kamu?'' Tanya Leni.


''Siapa yang bilang?''


''Pak Marvel yang ngomong waktu masuk kelas kita''


''Oh gitu, iya tiap malam pak Marvel bermalam disana''


''Ciee.....cie....''


''Apa ciecie..''


''Ngapain aja pak Marvel kalau malam?''

__ADS_1


''Ya tidur lah, mau ngapain lagi''


''Siapa tahu kalian ada ngobrol sesuatu gitu, atau ngapain gitu''


''Ngak ngapa-ngapain, oh iya bahas yang lain aja''


''Tapi kita masih penasaran sama kamu dan pak Marvel. Foto pake baju pengantin waktu itu belum kamu jelasin loh sama kita'' ujar Rosa.


''Itu waktu aku dan pak Marvel jadi pengiring pengantin di acara nikahan sepupunya'' ujar Dea.


''Oh gitu, kirain kalian nikah'' ujar Rosa.


Teman-teman Dea terus membicarakan tentang hubungan Dea dan Marvel, mereka masih ingin tahu bagaimana Dea dan Marvel bisa saling mencintai.


Dea hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah teman-temannya, ia lebih memilih untuk menyalin materi pelajaran yang tidak ia ikuti selama ia sakit dari catatan Darmi.


Dua minggu berlalu sejak kepulangan Dea dari rumah sakit, Marvel menemui Dea saat jam istirahat.


''Gimana keadaan nenek sayang?'' Tanya Marvel saat keduanya sudah duduk di salah satu bangku yang ada di taman.


''Nenek sudah sehat pak, oh iya aku ngak di tanyain?''


''Kamu ngak usah ditanya, kamu kan udah di depan aku sayang'' ujar Marvel mengusap kepala Dea.


''Hehehe, ada apa bapak manggil saya tumben''


''Pastinya aku punya kabar bahagia sayang''


''Kabar apa?'' Tanya Dea penasaran.


''Besok kami akan ke rumah'' ujar Marvel yang membuat Dea heran.


''Ke rumah siapa pak?''


''Mau ngapain?'' Tanya Dea dan membuat Marvel tertawa.


''Kamu ngak ingat apa kata mama waktu datang di rumah sakit'' ujar Marvel.


Dea berpikir sejenak kemudian tersenyum dengan pipi yang memerah.


''Sudah ingat belum?'' Tanya Marvel.


Dea mengangguk, Marvel memberikan sebuah paper bag pada Dea.


''Jadi bapak benar mau datang melamar besok? Ini apa?''


''Iya sayang, mulai besok kamu akan jadi milik aku meski belum seutuhnya, setidaknya sudah ada ikatan di antara kita dan kedua keluarga kita'' ujar Marvel.


''Apa bapak yakin mau menjadikan saya pendamping bapak? Saya belum cukup dewasa untuk mendampingi bapak, saya tak ingin bapak kecewa jika saya tak sesuai harapan bapak dan keluarga. Lagi pula saya punya banyak kekurangan jika di bandingkan dengan bapak. Satu hal lagi yang paling penting pak, saya anak yang tak di inginkan oleh orangtua saya, jadi kemungkinan mereka tak akan ada disana ketika bapak dan keluarga bapak datang'' ujar Dea dengan air mata yang mulai menetes.


''Jangan menangis sayang, apapun yang orang katakan, saya sudah yakin untuk menjadikan kamu pendamping saya Dea. Semua orang punya kekurangan Dea, saya juga punya banyak kekurangan. Mengenai orangtua kamu, aku sudah berbicara dengan bibi dan ia mengatakan jika ayahmu akan datang'' ujar Marvel yang membuat Dea menatapnya.


''Ayah akan datang?'' ujar Dea dengan wajah berseri.


''Iya sayang, udah jangan sedih lagi. Itu baju yang aku belikan untuk kamu, bapak, bibi dan nenek. Pakailah di acara lamaran kita besok''


''Terimakasih pak''


''Iya sayang, sekarang kamu balik ke kelas bentar lagi bel bunyi. Hapus dulu air matanya sayang, ntar di kiranya aku ngapa-ngapain kamu''.


Marvel mengusap sisa air mata di pipi Dea.


Saat memasuki kelas Darmi, Sukma dan Gema sudah duduk di bangku Dea.

__ADS_1


''Ada apa?'' Tanya Dea, meski ia tahu jika pasti dirinya akan di goda oleh ketiga sahabatnya.


''Apaan tuh?'' ujar Sukma melihat paper bag di tangan Dea.


''Oh ini baju, nanti aku cerita saat pulang sekolah''


''Ok, kami balik dulu ya ke kelas'' ujar Sukma.


Gema dan Sukma berlalu menuju kelas mereka, tak lama berselang bel tanda pelajaran akan di mulai berbunyi. Saat pak Marvel masuk ke kelas, Dea menjadi pusat perhatian teman-temannya.


''Kenapa teman-teman pada liatin aku?'' Tanya Dea pada Darmi.


''Karena tunangan kamu sudah masuk'' ujar Darmi kemudian terkekeh.


Dea memilih diam tak menanggapi ucapan Darmi, jika ia menjawab maka akan bertambah panjang.


Sepanjang pelajaran beberapa siswa tak fokus pada materi yang dibawakan oleh pak Marvel, mereka fokus memperhatikan Dea yang fokus belajar.


''Koq Dea bisa fokus belajar ya? Dia sama sekali tak terganggu dengan pak Marvel'' ujar Leni.


''Iya'' ujar Lois teman sebangkunya.


Setelah pelajaran usai Dea dan Darmi diminta oleh pak Marvel untuk tinggal karena ada yang akan ia sampaikan. Dea sudah tahu jika hal yang akan di sampaikan pasti berhubungan dengan acara pertunangannya besok.


''Gema dan Sukma mana?'' Tanya Marvel.


''Mereka mungkin bentar lagi kemari pak'' ujar Dea.


''Masih manggil pak?'' Tanya Darmi.


''Iya Mi, emang mau manggil apa lagi?''


''Panggil sayang atau apa gitu, entar kalau lagi jalan sama pak Marvel di kiranya bapak kamu''


''Benar tuh Darmi'' ujar Marvel.


''De, ayo kita pulang'' ujar Gema di ambang pintu.


''Masuk Gema'' ujar pak Marvel.


''Iya pak'' ujar Gema masuk ke dalam kelas di ikuti Sukma di belakangnya.


''Nih buat kalian bertiga'' ujar Marvel menyerahkan tiga buah paper bag pada ketiga sahabat Dea.


''Ini apa pak?'' Tanya Gema.


''Buka aja''


Ketiganya membuka paper bag masing-masing, mereka terkejut mendapati ada baju batik di dalam sana.


''Ini untuk apa pak?'' Tanya Sukma.


''Kalian ada acara ngak besok sore jam 5?''


''Tidak ada pak, memang ada apa?''


''Besok saya dan keluarga akan melamar Dea secara resmi, jika ada waktu kami harap kalian mau datang'' ujar Marvel merangkul bahu Dea.


''Serius pak?'' Tanya Darmi.


''Iya kalian datang ya''


''Pasti pak, semoga berjalan lancar sayang'' ujar Darmi memeluk Dea.

__ADS_1


__ADS_2