
Di hari minggu Dea tetap ke sekolah karena ada kegiatan yang harus mereka lakukan sehubungan dengan hasil lomba yang ia ikuti.
.
Hari senin pagi Dea begitu bersemangat berangkat ke sekolah, sepanjang jalan ke sekolah Dea tak henti-hentinya tersenyum, entah mengapa hari ini ia begitu bahagia.
Saat memasuki gerbang sekolah, ia berpapasan dengan bu Selvy. Ia tersenyum dan menyapa bu Selvi namun bu Selvy mengabaikannya.
''Apa bu Selvy masih marah ya sama aku?'' Gumamnya sambil berjalan menuju ke kelasnya.
Saat melewati ruang guru, ia sempat melihat ke dalam ruang guru berharap di dalam sana pak Marvel sudah duduk.
''Liatin apa De?'' ujar Gema yang tiba-tiba saja sudah ada di sampingnya bersama Darmi dan Sukma.
''Ngak liatin apa-apa koq'' ujarnya sambil tersenyum berlalu meninggalkan ketiga sahabatnya yang merasa heran akan sikap Dea.
''Ada apa dengannya?'' Tanya Darmi yang mendapat jawaban gelengan kepala dari kedua temannya.
''Ayo kita ke kelas, ngak lama lagi bel bunyi'' ujar Sukma.
Ketiganya berjalan menuju kelas masing-masing, Darmi yang berjalan ke kelasnya di kagetkan dengan suara riuh dari dalam kelasnya.
''Ada apa nih?'' Tanyanya pada teman-teman sekelasnya yang sedang berkerumun.
''Itu Darmi, ada berita heboh'' ujar Laila.
''Berita apaan?''
''Ternyata waktu Dea dan teman-teman kita pergi lomba ke kota M, pak Marvel nikah disana. Fotonya lagi viral di fb''
''Yang benar lho, emang nikah sama siapa pak Marvelnya?''
''Ngak tahu coba kamu tanya sama Dea, dia kan ikut lomba juga pasti Dea tahu. Dari tadi kita coba tanya tapi Dea bilang dia ngak tahu''
''Emang pak Marvel nikah benaran?''
''Ya benarlah Mi, masa nikah bohongan. Cewek yang digandeng pak Marvel cantik loh, mukanya seperti ngak asing tapi kita ngak bisa ngenalin''
''Penasaran aku, mana coba fotonya?''
''Nih'' ujar Laila memperlihatkan foto Dea dan Marvel ketika sedang menjadi pengiring pengantin dan saat berfoto di atas pelaminan juga saat berfoto dengan ibu Marvel.
''Mirip Dea ngak sih?'' ujar Darmi spontan.
''Bener mirip Dea, apa ini benaran Dea ya? Tapi tadi kami tanya Dea bilang dia ngak tahu''
''Oh gitu nanti aku coba tanya Dea deh, lagian ngak mungkin kan pak Marvel sama Dea nikah. Secara Dea masih sekolah dan belum cukup umur buat nikah. Tapi memang mirip Dea sih muka cewek ini''
''Iya, satu sekolah heboh loh karena foto ini''
''Ntar aku tanya pak Boy deh'' gumam Darmi menuju ke mejanya.
''Benar kamu ngak tahu Dea? Kamu kan juga ikut lomba, emang pak Marvel ngak ngajak kalian ke acara pernikahannya gitu?'' Tanya Ica teman sekelas mereka.
''Iya bener aku ngak tahu, aku juga ngak setiap saat dengan pak Marvel, aku bersama teman-teman yang lain. Lagi pula itu urusan pribadi pak Marvel, saya tidak mau ikut campur''
''Iya juga sih''
Mereka akhirnya bubar setelah bel pertanda jam pelajaran akan di mulai berbunyi. Dea merasa lega karena untuk sementara waktu dia tak akan mendapatkan pertanyaan dari teman-temannya.
Setelah jam pelajaran pertama selesai, dilanjutkan dengan mata pelajaran yang kedua, dengan semangat Dea mengikuti pelajaran yang beberapa hari ini ia tinggalkan.
Darmi melihat ada yang berbeda dari sahabatnya, ia melihat Dea selalu tersenyum sepanjang pelajaran.
__ADS_1
''Ada apa De? Dari tadi aku perhatikan kamu senyum terus''
''Ngak apa-apa Mi, aku senang aja akhirnya bisa ikut belajar lagi bareng kalian semua''
''Oh gitu''
Ketika jam istirahat tiba, Dea memutuskan untuk ke kantin membeli beberapa jajanan, saat hendak kembali ke kelas, ia melihat Marvel sedang duduk sendirian di taman.
Dea melihat sekeliling karena merasa tak ada orang yang melihat Dea berlari-lari kecil menghampiri Marvel.
''Pak''
''Iya sayang''
''Pak, panggil Dea aja ini di sekolah loh''
''Iya sayang... maksud ku Dea. Ada apa Dea?''
''Bapak tahu ngak kalau foto kita waktu di nikahan kak Bram ada yang bagikan di fbnya''
''Ia tahu, itu saya yang bagikan'' ujar Marvel yang membuat Dea terkejut.
''Loh koq di bagikan pak? Sekarang teman-teman mikirnya itu foto nikah bapak, untung saja mereka ngak tahu siapa perempuan yang di samping bapak kalau mereka tahu habislah saya pak''
''Biar semua orang tahu kalau saya sudah punya pasangan dan sedang bahagia Dea''
''Tapi mereka mikirnya itu foto nikah pak''
''Ya anggap aja begitu karena disana aja kita juga di anggap pengantin, Aminkan saja Dea''
''Iya pak, iya saya permisi pak, ada teman-teman. Nanti mereka bisa curiga kalau saya sama bapak disini'' ujar Dea berlalu hendak meninggalkan taman.
''Iya sayang'' teriak Marvel yang membuat Dea langsung bersembunyi di balik bunga-bunga karena banyak yang melihat ke arahnya.
''Ngapain De?'' Tanya Sukma yang heran melihat tingkah Dea.
''Ngak ada apa-apa, itu tadi uang aku jatuh di sekitar sini, aku cari-cari tapi ngak ketemu''
''Oh gitu, mau aku bantu cari ngak?''
''Ngak usah deh, kita ke kelas ku aja yuk'' ujar Dea menggandeng tangan Sukma menuju ke kelasnya.
Gema dan Darmi terlihat sedang memakan kue yang di bawa oleh Gema, saat Dea dan Sukma masuk ke kelas.
''Makan ngak panggil-panggil'' ujar Sukma.
''Tadi aku ke kelas, kamunya ngak ada ya udah aku kesini aja. Dari mana De?'' Tanya Gema.
''Habis dari kantin beli jajan nih, ayo makan sama-sama''
''Benar ngak sih pak Marvel itu udah nikah?'' Tanya Sukma.
''Menurut berita sih gitu, kamu ngak tahu De? Menurut yang aku dengar pak Marvel nikahnya ditempat kalian lomba''
''Aku ngak tahu''
''Yang benar? Aku malah curiga sama kamu'' ujar Darmi.
''Curiga apaan?''
''Ya curiga kalau kamu yang jadi pengantin wanitanya'' ujar Darmi yang sukses membuat Dea terbatuk-batuk.
''Pelan-pelan De'' Gema memberikan air mineral pada Dea.
__ADS_1
''Makasih, kalian mikir apa sih? Ngak mungkin kan aku nikah, kita masih sekolah loh umur juga belum cukup, ngak mungkinlah aku yang di foto itu''
''Iya juga sih, siapa ya kira-kira perempuan beruntung yang dinikahi pak Marvel''
''De, kami ada tugas dari pak Marvel nih. Entar pulang sekolah aku dan Gema ke rumahmu ya?''
''Ayo, silahkan saja''
''Tapi bantuin kami kerjain ya?'' ujar Gema.
''Ok'' ujar Dea.
Setelah jam pelajaran berakhir mereka berempat pulang bersama-sama, Darmi juga ikut ke rumah Dea.
''Ngak apa-apa nih kita main ke rumah mu De?'' Tanya Sukma.
''Ya ngak apa-apa, nenek dan bibi pasti juga senang kalau kalian kesana.
Darmi, Sukma dan Gema masih sibuk membicarakan foto yang di unggah oleh Marvel di salah satu aplikasi sosial media miliknya.
Setibanya di rumah Dea, mereka semua duduk di sebuah pondok yang berada di bawah pohon mangga yang ada di halaman rumah Dea.
''Lihat deh, ternyata yang mengunggah foto ini pak Marvel loh, captionnya semoga Tuhan memberkati hubungan kita'' Gema menunjukkan ponselnya pada ketiga temannya.
''Wah, jadi berita itu pasti benar dong kalau pak Marvel udah nikah, nih ada fotonya di pelaminan. Tapi ini ada pengantin lain juga''
''Mungkin mereka nikah barengan, kita liat komen-komennya yuk'' ujar Sukma dan di angguki oleh Gema.
Semoga cepat dapat momongan, bahagia selalu Vel, nikah ngak undang-undang Vel, selamat menempuh hidup baru, Tuhan memberkati rumah tangga barunya. Kurang lebih seperti itulah kata-kata pada kolom komentar pada unggahan foto milik Marvel.
''Tuh kan benar pak Marvel udah nikah, ada yang nulis komen lagi nih'' ujar Gema ketika melihat notifikasi jika seseorang sedang menulis komen pada unggahan Marvel.
(Tuhan memberkati hubungannya kak Marvel dan kak Dea, semoga cepat nyusul kita juga) isi komentar yang di tulis oleh akun bernama Bram Geraldi. Komentar itu langsung membuat ketiga sahabat Dea terkejut sekaligus tersenyum penuh arti menatap Dea.
''Kalian kenapa natap aku begitu?'' Tanya Dea yang merasa aneh dengan tatapan ketiga temannya.
''De, jujur sama kita''
''Soal apa Mi''
''Soal ini''
''Kan aku udah bilang aku ngak tahu''
''Jangan bohong De, ini ada yang bilang kalau itu kamu dan pak Marvel, namanya akunnya Bram Geraldi''
''Kak Bram''
''Nah loh kamu kenal sama si Bram ini?''
''Itu sepupu pak Marvel yang nikah'' ujar Dea kecoplosan, ia segera sadar dan menutup mulutnya.
''Nah loh, ayo ngaku''
''Iya, iya itu aku dan pak Marvel''
''Kalian nikah?'' Tanya Darmi.
''Ya ngaklah Mi, itu waktu aku temani pak Marvel ke acara nikahan sepupunya. Ternyata aku dan pak Marvel jadi pengiring pengantin makanya kami berpakaian begitu. Yang nikah itu sepupunya bukan kami, yang ibu-ibu di foto itu ibunya pak Marvel'' jelas Dea.
''Benaran? Kalian ngak nikah kan?''
''Iya Gem, udah ah ngapain bahas itu terus katanya mau belajar''
__ADS_1
''Iya nyonya Marvel'' ujar Sukma dan di ikuti tawa dari Darmi dan Gema.