
Dea membantu Sukma dan Gema mengerjakan tugas sekolah mereka, sesekali mereka menggoda Dea perihal foto dirinya dengan Marvel.
''De, gimana ceritanya kamu bisa pake baju pengantin?'' Tanya Darmi tiba-tiba.
''Awalnya aku ngak kepikiran kalau pak Marvel mau ngajak aku ke acara nikahan sepupunya, karena dia cuma bilang temani saya pergi besok, aku ngak tahu kemana dan untuk apa''
''Terus'' ujar Sukma.
''Ya aku iyakan saja, besoknya saat aku sudah mandi dan siap-siap pergi, bu Siska, Cindy dan Melati masuk ke kamar bawa gaun biru terus aku di minta untuk pakai''
''Koq gaun biru? Yang di foto kan gaun pengantin warna putih De'' ujar Darmi bingung akan penjelasan Dea.
''Makanya dengar dulu''
''Iya'' ujar Darmi sambil terkekeh.
''Jadilah aku pake gaun itu, awalnya aku merasa aneh pake gaun ditambah lagi saat aku keluar dari kamar mandi, bu Siska, Cindy dan Melati kembali nyuruh aku duduk di kursi. Mereka pakein aku bedak dan macam-macam lainnya, awalnya aku nolak karena aku pikir kami akan jalan-jalan saja. Setelah di rias aku jadi ketawa sendiri karena aku kelihatan berbeda, seperti orang lain''
''Terus gaun putihnya dari mana?''
''Saat di tempat resepsi aku dan pak Marvel dihampiri seorang ibu dan anaknya, katanya sih teman ibunya pak Marvel waktu sekolah dan ternyata anaknya itu suka sama pak Marvel. Waktu pak Marvel di ajak omnya untuk berbicara, ibu dan anknya itu ikut duduk di tempat dimana aku duduk. Mereka bilang kalau aku itu ngak pantas ada di acara itu, aku cuma anak kampung. Mereka juga bilang kalau aku tetap berada di situ aku cuma akan bikin pak Marvel dan keluarganya malu. Pas ada pelayan lewat bawah minuman mereka ngambil jus, terus mereka nyiram tuh jus ke aku, karena malu di liat banyak orang akhirnya aku lari keluar gedung dan duduk ditaman sambil nangis. Mungkin karena mendengar aku menangis seorang ibu-ibu menghampiri ku, karena kesal, ya aku cerita aja kalau aku habis di siram oleh ibu-ibu dan anaknya di dalam gedung. Mungkin karena kasihan ibu itu bawa aku masuk ke mobilnya terus di bawa untuk ganti baju, awalnya aku nolak pas di kasi gaun itu, tapi saat dia bilanng aku akan jadi pengiring pengantin dan ngak mungkin pake baju biasa, ya mau ngak mau aku pake. Setelah itu kami pulang ke gedung karena pengantin sudah hampir tiba''
''Kesel aku dengar ibu-ibu itu nyiram kamu, ngak tahu aja kalau hati pak Marvel udah ada pemiliknya'' ujar Darmi dengan raut wajah kesal.
''Baiknya ibu itu, semoga nanti aku punya mertua seperti itu. Emangnya ibu-ibu itu siapa?''
''Em.. itu.. ibunya pak Marvel''
''Hah???? Berarti yang foto sama kamu?''
''Iya''
''Wah...wah... ternyata sudah akrab ya sama mamer''
''Apaan sih udah ahh lanjut belajarnya'' ujar Dea, karena ia tak ingin di goda terus oleh ketiga temannya.
Mereka belajar sambil menikmati es kelapa muda dan cemilan berupa kue kering yang di bawa Dea dari kota tempatnya mengikuti lomba.
''Makasih ya De, udah bantuin kita nyelesaiin tugas''
''Iya Gem, sama-sama''
Darmi, sukma dan Gema pamit pulang pada Dea dan neneknya ketika jam sudah menunjukkan pukul 3 sore.
Setelah teman-temannya pulang, Dea membereskan tempat bekas minum dan makan mereka, ia membawanya masuk kerumah kemudian mencucinya.
.
__ADS_1
Ke esokan harinya ketika Dea sedang berjalan bersama Darmi dan Sukma melewati ruangan wakil kepala sekolah, ia terkejut ketika seseorang menariknya secara tiba-tiba. Hampir saja ia berteriak jika ia tak melihat siapa yang menariknya masuk ke ruangan itu.
''Pak Marvel'' ujar Dea pelan.
Marvel tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.
''Cincin?''
''Iya, kamu lupa ya kalau kamu ninggalin ini''
Dea melihat jarinya kemudian tersenyum.
''Hehehe maaf pak''
''Sini tangannya, jangan di lepas lagi ya sayang''
''Iya pak, kalau begitu saya permisi pak''
''Iya sayang''
Dea berjalan perlahan keluar dari ruangan itu, ia tak ingin kedua temannya yang sedang pusing mencarinya tahu jika ia baru saja bersama pak Marvel.
Sebelum benar-benar menutup pintu Dea tersenyum kepada Marvel. Marvel yang menyadari hal itu sontak saja melompat kegirangan di dalam ruangannya, tingkahnya sudah seperti anak kecil yang sedang bahagia di ajak bermain.
''Kenapa loh'' ujar Boy yang sudah ada di ruangan Marvel, membuat Marvel langsung duduk di kursinya.
''Tumben olahraga siang-siang, habis ngapain lu sama Dea?''
''Eh.... Dea?'' ujar Marvel pura-pura tak tahu.
''Iya Dea, tadi aku liat kamu narik Dea masuk ke ruangan ini, habis kamu apain tadi''
''Enak aja kamu, ngak ngapa-ngapain koq. Tadi aku cuma balikin cincin yang lupa Dea pake waktu kami pulang''
''Oh gitu kirain kamu...'' Boy menaik turunkan alisnya.
''Mikir apa sih kamu Boy. Udahlah.. sana kamu ke ruanganmu, aku mau ke kelasnya Dea''
''Ngapain kamu ke ruangannya Dea?''
''Mau nyium Dea''
''Yang benar lu?''
''Ya mau ngajarlah Boy, ini jadwal aku di kelasnya''
''Oh gitu, jangan curi-curi kesempatan lu kalau lagi ngajar''
__ADS_1
''Biarin Deakan punya aku''
''Begini nih kalau orang lagi jatuh cinta'' Boy berlalu meninggalkan Marvel yang tersenyum memandang fotonya bersama Dea yang ia cetak dan letakkan di atas mejanya.
Di dalam kelas, Dea terus di goda oleh Darmi. Ia masih belum tahu jika Dea dan Marvel sudah menjadi sepasang kekasih. Dea belum memberitahukan kepada siapapun jika ia sudah menerima cinta Marvel.
''Siang anak-anak'' ujar Marvel masuk ke dalam kelas.
''Siang pak'' ujar mereka serentak.
''Hari ini kita tidak akan mengerjakan tugas apa-apa. Bapak ingin kalian melihat kembali materi yang bapak sudah ajarkan, jika ada yang belum kalian mengerti silahkan di tanyakan''
''Baik pak''
Beberapa murid sibuk membaca buku catatan mereka, sedangkan yang lain sibuk mengamati Marvel.
''Ada apa anak-anak? Kenapa bapak perhatikan dari tadi kalian fokusnya sama bapak''
''Kita penasaran pak'' jawab Yosi.
''Soal apa?''
''Soal foto yang bapak unggah?''
''Foto ini?'' ujar Marvel menunjukkan fotonya bersama Dea yang ternyata ia jadikan walpaper ponselnya.
Dea tersipu malu di tempat duduknya, ia bahkan menutup wajahnya dengan buku yang sedang ia baca. Pipinya sudah berwarna merah merona, ia merasa deg-degan, jangan sampai Marvel mengatakan kalau yang bersamanya adalah dirinya.
''Benar pak'' ujar mereka serentak.
''Tapi ini tidak masuk materi pelajaran. Kalian doakan saja hubungan kami langgeng''
''Amin, jadi bapak sudah nikah?''
''Belum, doakan saja agar bisa secepatnya''
''Amin pak''
''Ayo lanjut belajarnya, ngak ada yang mau bertanya?''
''Nama pacarnya siapa pak?'' Tanya seorang siswa .
''Namanya Dea'' ujar Marvel yang membuat satu kelas menoleh ke arah Dea.
''Koq pada liatin aku? Yang namanya Dea banyak loh bukan cuma aku''
''Iya juga sih''
__ADS_1
Dea akhirnya bisa bernafas lega karena bisa meyakinkan teman sekelasnya, jika yang di foto itu bukan dirinya, sementara Darmi yang berada di sampingnya sudah tersenyum menggoda, karena melihat pipi Dea yang sudah merona. Dea memberikan tatapan tajam pada Marvel pertanda ia sedang marah, namun Marvel malah tersenyum menatapnya yang semakin membuatnya kesal.