
Pak Marvel berjalan dari atas panggung mini itu membawa sebuket bunga mawar putih yang ia beli tadi.
Ia menyanyikan lagu dari salah satu musisi tanah air yaitu Yovi and Nuno yang berjudul janji suci.
Sembari bernyanyi ia terus berjalan ke arah dimana Dea duduk, ramai suara sorak-sorai dari orang-orang yang ada disana.
Antara bahagia dan malu itulah yang Dea rasakan saat ini, ia bahagia karena diperlakukan dengan sangat romantis oleh Marvel. Di sisi lain Dea merasa malu karena di lihat oleh banyak orang.
Marvel terus mendekat ke arah Dea sambil terus bernyanyi, banyak yang terbawa perasaan melihat adegan itu. Ia memberikan bunga itu kepada Dea kemudian menggenggam tangan Dea dan membawanya ikut naik ke panggung.
Banyak yang mengabadikan momen itu dengan kamera ataupun ponsel yang mereka miliki. Dea terus menunduk tak berani menatap Marvel maupun orang-orang yang ada disana.
Setelah tiba di atas panggung pak Marvel melepas genggaman tangan Dea kemudian berlutut dan mengeluarkan sebuah kotak dari dalam sakunya. Kotak itu berisi sebuah cincin emas putih yang sudah ia siapkan sebelum berangkat ke kota ini, cincin itu pemberian ibunya.
Mendengar lagu yang Marvel nyanyikan saja sudah membuat hati siapapun merasa tersentuh, Dea juga merasakan hal yang sama.
(POV DEA)
Sehari sebelum lomba kami di ajak untuk melihat lokasi tempat di adakannya perlombaan esok hari. Saat kami akan kembali ke rumah setelah melihat lokasi, pak Marvel meminta ijin kepada pak Bimo untuk membawa ku membeli buku yang kami perlukan untuk menghadapi lomba esok hari.
Aku berpikir bahwa itu memang benar jadi ku putuskan untuk mengikuti kemauan pak Marvel. Namun ternyata aku salah, itu hanyalah sebuah kebohongan kecil yang di buat oleh pak Marvel agar kami bisa berjalan berdua.
Disinilah kami sekarang di sebuah kafe, pak Marvel meminta ku menunggunya di salah satu kursi sedangkan ia pamit ke toilet.
Lagi-lagi itu hanyalah sebuah alasan pak Marvel karena beberapa saat kemudian ada seorang pelayan mengantarkan semangkuk mie ayam dan setangkai mawar putih.
Awalnya aku ragu jika itu untuk ku, namun setelah melihat mawar putih itu aku teringat akan pak Marvel.
Satu hal yang sangat membuat ku terkejut adalah ketika pak Marvel muncul di atas panggung dengan sebuket bunga mawar putih di tangannya. Ia menyanyikan lagu Yovi and Nuno yang berjudul janji suci sembari berjalan ke arah ku.
Ada rasa bahagia yang aku rasakan, pak Marvel memperlakukan aku begitu istimewa. Di sisi lain aku juga merasa malu, namun semua itu tak mengalahkan rasa bahagia yang aku rasakan saat ini.
Pak Marvel menghampiri ku dan memberikan bunga yang ia bawa kemudian menggenggam tangan ku dan membawa ku ke atas panggung.
__ADS_1
Saat kami sudah tiba di atas panggung ia terus menggenggam tangan ku hingga lagu yang ia nyanyikan berakhir. Setelah selesai bernyanyi, ia berjongkok di depan ku dan mengeluarkan sebuah kotak dari dalam sakunya. Ketika ia membuka kotak itu ternyata berisi sebuah cincin, dalam hati aku bertanya-tanya, 'apakah pak Marvel benar-benar serius pada ku? Tapi aku tak cukup layak untuknya'.
''Dihadapan semua orang yang ada di sini, aku ingin meminta mu untuk menjadi kekasih ku, apa kamu bersedia Dea?'' Tanya pak Marvel menatap mata ku.
Aku hanya diam bergeming di tempat ku, tak tahu harus mengatakan apa dan berbuat apa? Jujur saja aku memang mulai menaruh hati pada pak Marvel, perhatian dan kebersamaan kami beberapa hari ini mampu membuat ku merasa nyaman berada di dekatnya. Namun aku menyadari jika aku tak pantas untuknya, perbedaan kami bagaikan langit dan bumi.
''Maaf pak tapi saya tidak bisa'' ujar ku menarik tangan ku dari genggamannya.
''Tapi kenapa Dea?''
''Bapak terlalu sempurna untuk orang seperti saya, saya merasa tak pantas untuk bapak''
''Bagi saya kamu sempurna Dea, kamu spesial berbeda dari orang lain, hal itu yang membuat aku jatuh cinta sama kamu Dea'' pak Marvel kembali menarik tangan ku.
''Jadi bagaimana Dea, apa kamu mau menerima saya? Saya benar-benar serius, jika saja bisa saya ingin melamar kamu saat ini juga''
''Ayo neng bagaimana apa di terima?'' ujar pemuda yang menyanyi saat kami baru tiba tadi.
''Gimana Dea, apa kamu mau menjadi kekasih saya?''
''Jangan menangis Dea, ini hari bahagia'' pak Marvel berdiri dan mengusap air mata ku.
''Saya ..saya bahagia pak, terimakasih sudah menjadikan saya salah satu bagian dari hidup bapak''
''Saya yang berterimakasih Dea, kamu sudah mau menerima dan menghargai perjuangan saya'' ujar pak Marvel merangkul ku.
''Terimakasih semua atas dukungannya doakan kami berjodoh'' ujar pak Marvel mengakhiri segala drama yang terjadi di atas panggung yang mendapatkan hadiah sorak-sorai dari semua pengunjung.
Kami menikmati makan siang hari ini dengan perasaan bahagia, mie ayam yang aku makan terasa sangat enak. Setelah makan kami beranjak untuk pulang, sesampainya di rumah kami disambut oleh bu Siska dan pak Bimo.
''Bagaimana pak Marvel?'' Tanya pak Bimo.
''Sukses pak'' pak Marvel mengangkat tanganku dimana ada cincin yang melingkar di salah satu jari ku.
__ADS_1
''Syukurlah kalau begitu, semoga kalian berjodoh'' ujar pak Bimo menepuk pundak pak Marvel.
Aku hanya tersenyum mendengar ucapan keduanya, malu tentu saja namun tetap rasa bahagia menyelimuti ku. Bu Siska ikut tersenyum bahagia kemudian memeluk ku erat.
''Selamat Dea, kamu memang seorang yang pantas di perjuangkan'' ujar bu Siska kemudian berlalu meninggalkan aku berdua dengan pak Marvel.
''Sekarang kamu ke kamar dan istirahat, saya juga mau istirahat, atau kamu mau temani saya ke kamar''
''Eh.. ngak..ngak pak, saya duluan'' ujar ku berlalu dari hadapan pak Marvel.
''Selamat istirahat calon istri ku'' ujar pak Marvel saat aku sudah tiba di depan pintu kamar ku.
Aku hanya berbalik dan tersenyum kemudian masuk ke dalam kamar. Aku terkejut saat tiba di dalam kamar, teman-teman yang sekamar dengan ku tersenyum aneh saat melihat ku.
''Ayo... dari mana kamu?'' Tanya Melati.
''Ehhh... itu... aku...''
''Ngak usah di jawab Dea, kita udah tahu semuanya. Selamat ya atas hubungan baru kamu sama pak Marvel, kita semua turut bahagia dengar kamu udak nerima pak Marvel'' ujar Cindy.
''Jadi kalian semua tahu?''
''Iya Dea, kami semua tahu bahkan kejadian waktu di bus kita juga tahu'' ujar Cindy.
''Hah???!'' Beo ku.
''Iya kejadian waktu kamu dan pak Marvel berciuman, meski itu secara tak sengaja tapi bisa bikin kita baper''
''Tapi itu kan kejadian yang ngak di sengaja'' ujar ku tersipu malu.
''Biarpun ngak di sengaja tapi udah terjadi hehehe, sekali lagi selamat ya udah jadi pasangan idola sekolah kita. Kalau kita pulang dan orang satu sekolahan tahu bisa heboh tuh satu sekolah''
''Tolong jangan kasih tahu yang lain ya'' ujar ku.
__ADS_1
''Iya Dea, ini akan jadi rahasia kita''