
Semua orang yang berada di ruang perawatan Regina menatap pria asing itu dengan tatapan heran. Betapa tidak, ia datang dan langsung mengambil bayi mungil itu dari pelukan Marvel kemudian membawanya kedalam pelukannya sembari memangis.
''Ru-Rudi'' gumam Regina. Kini Regina tak lagi meneteskan air matanya melainkan memasang wajah panik, keringat dingin juga mulai menetes dari keningnya.
''Apa yang kamu lakukan sama bayi ini Regina? Apa kamu sengaja membunuhnya?'' Ujar lelaki itu, ada kilatan amarah di dalam matanya.
''Siapa kamu? Kenapa kamu mengambil anak ku?'' Tanya Marvel ingin mengambil bayi mungil itu dari dekapan pria asing itu.
''Aku?'' Ujar pria itu.
''Iya, tolong kembalikan anak saya'' ujar Marvel menengadahkan tangannya ke arah pria asing itu.
''Bapak tanyakan saja pada Regina siapa saya dan apa hubungan saya dengan bayi ini'' ujar pria asing itu sembari tersenyum ke arah Regina.
Kini semua mata memandang ke arah Regina membuatnya semakin merasa atakut, ''aku tidak mengenalnya mas'' ujar Regina.
''Kamu jangan berdusta Regina, sampai berapa lama kamu harus berbohong dan menipu suamimu dan keluarganya'' ujar pria asing itu membuat orang-orang yang ada di ruangan itu semakin terkejut.
''Hubungan apa maksud anda?'' Tanya Marvel.
''Apa anda yakin jika bayi ini adalah putri anda?'' Tanya pria itu pada Marvel.
''Tentu saja, saya ayahnya sebab saya suami Regina''
''Apa anda yakin? Karena saya tahu betul siapa ayah dari bayi ini'' ujar pria itu yang membuat Marvel kesal.
''Apa maksud anda?''
''Santai jangan emosi, biar saya jelaskan..''
''Jangan dengar dia mas, bu. Dia.. dia berbohong tolong percaya pada ku'' ujar Regina memotong ucapan pria asing itu yang membuat Marvel semakin kebingungan.
''Sebenarnya ada apa ini? Apa yang kamu sembunyikan dari kami Regina? Katakan!!!'' Bentak Marvel.
''Sabar dek, ingat istrimu baru saja melahirkan'' ujar Imelda mengusap bahu adiknya.
''Tapi kak, aku bingung dengan semua ini, sebenarnya ada apa dan siapa laki-laki ini? Kenapa dia menggendong putri ku?''
''Lanjutkan pak, apa yang bapak ingin sampaikan'' ujar Josep.
''Nama saya Rudi dan Regina itu istri saya dan anak yang sedang saya gendong ini adalah anak kami berdua'' ujar pria bernama Rudi yang membuat seisi ruangan terkejut.
Hening, tak ada suara yang terdengar selama beberapa menit hingga suara benda terjatuh mengagetkan semua orang.
__ADS_1
''Mau apa kamu kesini?'' Ujar Regina yang kini sudah berada di hadapan Rudi.
''Aku ingin mengambil anak ku yang ternyata di bunuh oleh ibunya sendiri'' ujar Rudi dengan nada marah.
''Itu anak aku dan mas Marvel'' ujar Regina.
''Kamu yakin?''
''Mas tolong percaya sama aku, aku tak mungkin menghianati kamu'' ujar Regina berdiri di hadapan Marvel.
Marvel sendiri tak bisa berkata-kata, pikirannya terasa kosong bahkan ia tak tahu apa yang sedang terjadi di ruangan itu.
''Maaf pak Rudi, apa bapak punya bukti jika itu anak bapak? Karena kami tidak ingin mengambil keputusan yang salah'' ujar Josep.
''Tentu saja pak...''
''Josep''
''Baiklah pak Josep, ini saya bawa banyak bukti jika bayi malang ini adalah putri saya dan juga saya punya bukti jika Regina memang sengaja ingin membunuh bayi ini. Dia meminum ramuan yang entah apa sehingga membuat ia melahirkann sebelum waktunya dan ia juga sengaja tidak mengedan karena ia memang ingin anak ini mati'' ujar Rudi sambil terus memeluk bayi mungil di pangkuannya itu.
''Bisa kami lihat buktinya pak?''
''Tenti saja pak Josep'' ujar Rudi mengeluarkan beberapa lembar kertas dari dalam saku jaketnya dan memberikannya pada Josep.
''Kak jangan percaya itu semua bohong, itu hanya rekayasa dia saja sebab ia tidak mau putus dari ku''
''Tenanglah Regina, jika memang ia berbohong kenapa kamu harus panik seperti ini?'' Ujar Imelda. Ia mulai curiga jika apa yang di katakan oleh Rudi benar adanya.
''Ini foto..''
''Itu foto aku dan Regina juga anak pertama kami'' ujar Rudi.
''Apa??'' bu Valencia terkejut mendengar ucapan Rudi.
''Maksud pak Rudi?''
''Maksud saya kami sudah punya anak sebelum Regina dan pak Marvel menikah, dan beberapa bulan setelah menikah kami masih terus berhubungan sebab Regina tak mengatakan kepada saya jika dia sudah menikah lagi dan juga saat hamil, saya yang selalu mengantarkannya untuk periksa sebab saya tahu jika anak dalam kandungan Regina itu anak saya''
''Jadi selama ini..'' ujar Josep.
''Selama ini saya tidak tahu jika Regina sudah menikah. Ibunya juga tak mengatakan apapun dan karena saya bekerja di pulau B dan hanya akan kembali saat akhir pekan maka saya tidak sering bersamanya'' ujar Rudi.
''Akhir pekan?'' Tanya Marvel.
__ADS_1
''Iya setiap akhir pekan, aku Regina dan putra kami Siolan akan menghabiskan waktu bersama, maafkan saya tuan saya tidak tahu jika dia sudah menikah sebab dia tak mengatakan apapun pada saya''
''Tidak mas, itu bohong''
''Diam Regina''
''Apa kamu punya bukti?''
''Tentu saja bahkan saksinya juga aku punya. Pak Helmi masuk pak'' ujar Rudi dan tak lama masuklah seorang pria yang sudah sepuh dan seorang anak laki-laki ke dalam ruang rawat Regina membuat kedua bola mata Regina membukat sempurna.
''Ba-bapak'' ujar Regina.
''Silahkan duduk pak'' ujar bu Valencia mempersilahkan kakek itu dan Rudi juga anak lelaki itu untuk duduk.
''Mama'' ujar anak lelaki itu kala melihat Regina.
''Mama?'' gumam Imelda.
Brugh
Regina terjatuh di lantai, dengan cepat Marvel dan Josep memindahkannya ke atas ranjang kemudian memanggil perawat. Setelah di periksa oleh dokter, ternyata Regina hanya kelelahan yang membuatnya tak sadarkan diri.
''Anakmu nak?''
''Iya pak, tapi dia sudah pergi'' ujar Rudi memeluk bayi mungil yang bahkan belum di beri nama itu.
''Cucu kakek''
''Bisa tolong jelaskan lagi pak Rudi?'' Tanya Josep.
''Seperti yang sudah saya katakan tadi jika bayi ini adalah bayi saya. Saya punya bukti tes DNA yang mampu menguatkan jika bayi ini benar anak saya dan jika kalian tidak percaya kita bisa mengulangi tes DNA antara saya dan bayi ini. Ini juga anak aku dam Regina, kami memang belum menikah secara negara tapi secara adat kami sudah resmi menikah'' ujar Rudi membuat amarah di dalam dada Marvel semakin memuncak.
Sang ibu yang mengetahui jika putranya sedang emosi langsung menghampirnya dan mencoba untuk menenangkannya.
''Mohon maaf bapak-bapak dan ibu-ibu ini siapa nak?'' Tanya kakek itu pada Rudi.
''Mereka ini suami Regina dan keluarganya'' ujar Rudi yang membuat kening kakek itu berkerut.
''Loh..loh.. kamu ka suaminya Regina nak''
Marvel memijat pelipisnya yang terasa sangat pusing, ia bahkan tak bisa berkata-kata lagi. Ternyata kakek itu adalah ayah Regina yang selama ini tinggal bersama cucunya anak pertama Regina.
Josep dan Imelda serta bu Valencia bergantian berbicara dengan Rudi dan ayah Regina. Mereka mencari informasi tentang Regina, apa saja yang telah di lakukan Regina. Satu hal yang membuat mereka geram adalah ternyata Regina memang sengaja meminum ramuan agar ia cepat melahirkan agar anaknya tak selamat.
__ADS_1
Setelah pembicaraan panjang, mereka semua pergi kerumah Rudi untuk melakukan acara pemakaman bayi mungil yang di beri nama Semesta.