MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
RUMAH DEKAT GUNUNG (POV AUTHOR)


__ADS_3

Siang hari sekitar pukul 1 ketika Marvel, Geral dan Dea sudah selesai makan siang, mereka memutuskan untuk pergi ke rumah ayah David.


Dea dan Geral bercanda sepanjang jalan menuju kerumah Dea, sesekali mereka menyapa masyarakat yang bertemu dengan mereka di jalan.


''Kita mau kemana kak?''


''Kita ke rumah, tapi kita beli kue dulu di warung mak Lis''


''Benar kak?''


''Iya sayang''


''Nanti Geral boleh ambil susu ngak?''


''Boleh dong sayang. Kamu mau susu apa?'' ujar Marvel.


''Aku mau susu ultra kak yang rasa coklat bolehkan?''


''Tentu sayang'' Marvel mengusap kepala Geral.


Mereka tiba di sebuah toko yang cukup besar, toko itu adalah satu-satunya toko yang cukup lengkap yang ada di kampung ini.


''Kita ambil keranjang dulu ya sayang'' ujar Marvel pada Geral.


''Iya kakak''


Geral mengambil dua buah keranjang satu ia bawa dan satu lagi ia berikan pada Dea.


''Carilah apa yang ingin kamu beli sayang, aku dan Geral mau nyari cemilan'' ujar Marvel.


''Baik pak''


Marvel dan Geral berlalu meninggalkan Dea yang tersenyum menatap kepergian keduanya. Dea sangat bersyukur karena Marvel mampu mengambil hati sang adik yang biasanya tak suka dengan orang yang baru ia temui.


''Dea'' sapa seorang pemuda.


Dea berbalik badan karena mendengar namanya di panggil. Ia terkejut melihat siapa orang yang memanggilnya.


''Kak Budi'' ujar Dea. Budi adalah kakak kelas sekaligus sahabat Dea sewaktu duduk di bangku sekolah dasar. Mereka terpisah saat Budi pindah keluar daerah karena mengikuti orangtuanya. Ayah budi seorang anggota TNI sehingga jika ayahnya pindah tempat bertugas maka ia juga ikut pindah.


Keduanya berpelukan mereka sangat rindu satu dengan yang lain, mereka memang sangat akrab bahkan banyak yang mengira jika mereka adalah saudara. Terlebih ibu dan ayah Budi sangat menyayangi Dea krena mereka tak memiliki anak perempuan.


''Kakak Budiapa kabar?'' Tanya Dea setelah mengurai pelukannya.


''Aku baik kamu gimana?'' Tanya Budi.


''Aku juga baik, kakak ngapain kesini? Kakak tinggal disini lagi?''


''Ngak Dea, aku lagi jalan-jalan saja liat rumah nenek. Kamu ngapain disini? Aku kira kamu tinggal sama bibi?''


''Aku juga lagi jalan-jalan Di sekalian libur sekolah, oh iya kakak sama siapa?''


''Aku sama mama''

__ADS_1


''Oh ya? Mana tante Vani?''


''Tuh'' tunjuk Budi pada seorang wanita paruh baya yang sedang memilah sayur-sayuran.


''Aku samperin dulu ya'' ujar Dea.


''Iya, aku mau cari oleh-oleh dulu''


''Oleh-oleh?''


''Iya besok aku sudah balik ke kota E, karena papa cuti cuma 3 hari''


''Oh gitu, aku temui tante Vani dulu ya''


Dea menghampiri wanita paru baya yang sedang memilah sayuran itu, wanita yang menganggap Dea sebagai anaknya saat mereka masih tinggal di kota ini.


''Siang tante Vani'' sapa Dea.


Bu Vani tersenyum namun ia tak mengenali Dea karena terakhir kali mereka bertemu Dea masih berumur 8 tahun.


''Iya, maaf kamu siapa? Tante tidak ingat?''


''Tante lupa sama anak tante yang paling cantik? Yang suka makan kelapa, suka ikan goreng, suka manja-manja sama om Kevin'' ujar Dea dan membuat bu Vani seketika tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


''Dea, ini benar kamu sayang?'' Tanya bu Vani.


''Iya tante, ini Dea anak tante''


''Iya tante, aku maish tinggal dengan bibi dan nenek, kenapa tante tak mengunjungi ku di rumah?''


''Maaf sayang tante pikir kamu sudah tidak tinggal disana lagi. Oh iya kamu sedang apa disini?''


''Saya datang liat rumah nenek sekalian liburan juga tante''


''Oh gitu, habis ini kamu mau kemana?''


''Mau ke rumah ibu tante''


''Kamu sudah ketemu sama Budi?''


''Sudah tante''


''Nanti malam tante ke rumah ibu kamu ya''


''Boleh tante, tapi maaf ya kalau Dea ngak ada disana''


''Loh kenapa? Kamu mau kemana nanti malam?''


''Aku ngak kemana-mana tante, aku memang tidak tidur di rumah ibu, aku tinggal di rumah nenek yang dekat gunung''


''Maksudnya bagaimana sayang?''


''Aku bermalam di rumah nenek yang dekat gunung tante, kalau tante mau tante bisa kesana saja''

__ADS_1


''Baiklah sayang, besok pagi tante kesana''


''Sudah selesai mah?'' Tanya Budi menghampiri ibunya dan Dea.


''Sudah nak. Dea kami permisi dulu ya sayang, besok baru kami kesana soalnya tante ada kegiatan habis ini''


''Baik tante, hati-hati di jalan''


''Kamu juga hati-hati ya sayang'' ujar bu Vani memeluk Dea.


Dea kembali mencari apa yang ingin ia beli tadi, setelah merasa semuanya sudah lengkap ia segera mencari keberadaan Marvel dan Geral.


''Kemana ya mereka berdua, katanya mau nyari cemilan tapi koq ngak ada'' ujar Dea berjalan menyusuri rak-rak yang berisi berbagai macam kue dan snack buatan pabrik.


Sudah beberapa kali Dea berputar-putar di tempat yang sama namun ia tak kunjung menemukan dua orang yang sedang ia cari. Akhirnya ia memutuskan untuk menunggu ke duanya saja di kasir.


Dea berdiri di samping meja kasir menunggu Marvel dan Geral yang entah kemana, sudah setengah jam Dea menunggu tapi mereka berdua tak kunjung terlihat.


Dea mulai merasa khawatir dengan dua laki-laki beda generasi itu, ia menitipkan belanjaanya di samping meja kasir kemudian mencari Marvel dan Geral.


''Koq ngak ada sih? Aku harus cari kemana ini?'' Tanya Dea pada diri sendiri.


Dea terus mencari mereka di antara ramainya orang-orang yang sedang berbelanja, dia bahkan menangis karena khawatir takut terjadi sesuatu pada mereka, ditengah kebingungannya tiba-tiba saja ada yang menepuk pundaknya.


''Nyari apa sayang'' ternyata Marvel yang menepuk pundaknya.


Dea spontan memeluk Marvel dan menangis.


''Kamu kenapa sayang? Kenapa menangis?''


''Bapak dari mana aku khawatir sama bapak dan Geral. Geral dimana?'' Tanya Dea tak mendapati Geral disana.


''Geral sudah aku antar pulang sayang. Tadi kami ketemu ayah yang juga belanja disini, terus Geral minta ikut sama ayah padahal ayah bawa banyak belanjaan jadi aku antar saja mereka ke rumah''


''Oh gitu, aku nyariin kalian berdua'' ujar Dea masih sesekali terisak.


''Maaf ya sayang aku sudahh bikin kamu khawatir, mana belanjaan kamu?''


''Ada di kasir pak tadi aku titip sama mbak kasirnya''


''Ya udah kalau gitu kita bayar ya terus pulang''


''Kita ngak ke rumah ibu?''


''Tidak sayang, katanya mereka akan pergi ke kampung suami bi Renata ada acara disana'' ujar Marvel dan membuat Dea langsung mengerti.


Dea bisa melihat raut wajah Marvel yang sedang sedih, ia tak ingin bertanya lagi karena akan menyakiti hatinya jika Marvel memberitahunya tentang hal yang lain.


''Ya sudah kalau gitu kita bayar terus kita pulang. Gimana kalau habis ini kita ke makam nenek?''


''Boleh sayang''


Marvel melihat Dea tersenyum juga ikut tersenyum, meski Marvel tahu jika hati gadis yang ada di sampingnya saat ini sedang sedih.

__ADS_1


__ADS_2