MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
PERNIKAHAN MARVEL (POV AUTHOR)


__ADS_3

Dea tak kembali lagi ke taman belakang, setelah menerima surat perjanjian itu. Ia langsung masuk ke dalam kamar setelah ia keluar dari ruangan kerja Rey.


''Apa salah ku bu? Kenapa ibu begitu membenciku sampai ibu tega menjual ku hanya demi lembaran rupiah. Ibu bahkan berbohong jika ayah berhutang padahal sebenarnya ibu hanya ingin menjual ku. Kenapa ibu tak membunuh ku saja bu, aku ikhlas bu. Aku lebih baik mati dari pada menikah dengan orang yang tak aku cintai. Bagaimana pernikahan ku dengan kak Marvel, apa yang akan aku katakan padanya? Kak Marvel bahkan tak tahu aku ada dimana sekarang'' ujar Dea kemudian ia menangis tersedu-sedu di sudut kamar.


Ia tak menyadari jika sedari tadi Ecy dan bi Marni sudah berada di ruangan itu mendengarkan apa yang ia katakan.


Bi Marni dan Ecy ikut menangis mendengar tangisan pilu yang keluar dari mulut Dea, mereka baru mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Dea.


''Nak'' ujar bi Marni mendekat ke arah Dea. Suara bi Marni membuat Dea langsung menghapus air matanya dan berusaha tersenyum meski ia tak bisa menyembunyikan kesedihannya.


''Iya bu, ada yang bisa Dea bantu?'' Tanya Dea dengan senyum yang terkesan di paksakan.


Bi Marni mendekat dan duduk di samping Dea, ia memeluk tubuh mungil Dea, ''Terkadang kita harus menangis jika kita tak sanggup lagi nak, menangislah jangan simpan rasa sakit di hatimu, itu bisa membuatmu sakit'' ujar bi Marni membuat Dea yang tadinya berusaha untuk tenang, menumpahkan segala rasa sedihnya di dalam pelukan bi Marni.


Ecy juga mengusap punggung Dea, ia tahu jika perasaan nonanya itu sangat rapuh saat ini. Meski ia tak pernah berada di posisi Dea, tapi ia dapat melihat rasa sakit yang dalam dari tatapan mata Dea.


''Maafkan Dea bu, baju ibu jadi basah'' ujar Dea menyesal melihat baju bi Marni yang basah karena air matanya.


''Tidak apa-apa nak, kenapa kamu tak memberitahu kami masalahmu nak? Kenapa kamu menyimpan dukamu sendiri?''


''Maafkan Dea bu, Dea hanya tak mau di kasihani oleh orang bu. Lagi pula mungkin ini sudah jalan hidup yang harus Dea jalani'' ujar Dea dengan air mata yang masih menetes sesekali di pipinya.


''Siapa Marvel nak?'' Tanya bi Marni.


''Kak Marvel calon suami Dea bu, kami akan menikah beberapa hari lagi. Tapi semua sudah terjadi seperti ini, kak Marvel bahkan tak tahu aku dimana sekarang, mau mengabarinya juga aku tak bisa karena kartu sim ponselku sudah di ganti'' ujar Dea dengan tatapan yang sangat menyedihkan.


Ecy dan bi Marni terkejut mendengar ucapan Dea, ''Jadi non Dea harusnya menikah dengan Marvel?'' Tanya Ecy dan di angguki oleh Dea sebagai jawabannya.


Bu Marni semakin kasihan melihat nasib gadis dalam dekapannya itu, ibu mana yang tega menikahkan anaknya dengan orang yang tak di kenalinya hanya demi uang.


Malam ini Dea akhirnya menceritakan apa yang terjadi pada bi Marni dan Ecy karena terus di desak oleh bi Marni. Setelah menceritakan semuanya, Dea meminta pada bi Marni dan Ecy untuk tak mengatakannya pada siapapun termasuk suaminya.

__ADS_1


.


Beberapa hari berlalu akhirnya acara pesta pernikahan di sebuah gedung mewah terlaksana juga, namun beberapa orang terkejut, sebab sang pengantin wanita bukanlah seperti yang mereka pikirkankan.


Wanita yang kini berada di pelaminan bersanding dengan Marvel tak orang-orang kenali, banyak di antara mereka yang berbisik-bisik mengenai siapa perempuan yang bersanding dengan Marvel.


Marvel begitu bahagia di hari pernikahannya, sejak dua hari sebelum pernikahannya, ia tak mengingat apapun tentang Dea. Hal itu membuat ibu Valencia dan kedua kakaknya merasa jika ada yang salah dengan Marvel karena tak mungkin ia tak mengingat apapun tentang Dea.


Mereka juga bahkan mengingat bagaimana gelisahnya Marvel saat masuk dan melakukan pemberkatan di gereja tadi, mereka memutuskan jika mereka akan membawa Marvel berobat sebab pasti ada yang salah pada sang anak.


''Bu, sepeprtinya ada yang salah dengan Marvel'' ujar Imelda.


''Iya nak, bukan Marvel saja, ayahmu juga terlihat aneh ia sepertinya sangat bahagia melihat Marvel menikah dengan Regina'' ujar bu Valencia yang juga merasakan keanehan pada sang suami.


''Ayah?'' Tanya Josep.


''Iya nak, ayah kamu juga terlihat aneh, bahkan ia sangat mendukung pernikahan ini dan dia juga sangat bahagia dan seperti sudah sangat akrab dengan Regina padahal kita sendiri tak mengenalnya'' ujar sang ibu.


''Kamu juga merasa ada yang aneh Mel?'' Tanya Josep.


''Iya dek'' ujar Imelda.


Mereka bertiga menatap ke arah pengantin yang tersenyum bahagia di atas pelaminan. Keduanya terlihat sangat bahagia meski sesekali tatapan terlihat Marvel kosong.


Di tempat lain tepatnya di kediaman Hamington dimana Dea kini tinggal, Dea sedang duduk di taman belakang rumah sambil melamun. Ia tak menyadari jika seorang sedang memperhatikannya dari jauh.


''Reyland sedang apa kamu?'' Ujar Sofi menghampiri Rey yang sedang berdiri di balkon kamarnya melihat Dea yang duduk di taman.


Ia tak pernah melihat wajah Dea selama mereka menikah, bukan tak pernah bertemu melainkan ia sangat membenci Dea hingga ia tak mau melihat wajah Dea. Ia selalu membelakangi Dea saat berbicara dengan Dea, ia merasa jijik melihat Dea karena ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Baginya, Dea hanya wanita murahan yang rela menjual harga dirinya demi bebberapa lembaran rupiah.


''Ngak apa-apa sayang, aku hanya ingin mencari angin segar. Oh iya apa jadi kita liburan?''

__ADS_1


"Iya sayang, ayo siap-siap aku kan mau duluan ke bandara"


''Iya sayang" ujar Rey membelai rambut sang kekasih.


Mereka berdua masuk ke dakam kamar dan menyiapkan pakaian yang akan mereka bawa untuk berlibur ke kuar negeri.


Rey akan melakukan perjalanan bisnis sekalian liburan ke luar negeri. Awalnya sang ibu meminta Rey untuk membawa Dea ikut serta dalam perjalanannya kali ini, namun Rey menolak dengan alasan jika Dea harus banyak istirahat agar cepat hamil.


Deapun tak memaksakan diri untuk ikut, selain ia tak tahu apapun tentang bisnis, ia juga tak mau menjadi penghalang bagi kegiatan Rey. Dea jga tak tahu jika Sofi ikut bersama Rey ke luar negeri.


Sofi berangkat lebih dahulu ke bandara karena ia tak ingin bertemu dengan ibu Wayna, sebab ia tak pernah akur dengan ibu dari sang kekasih.


Beberapa menit setelah kepergian Sofi, benar saja ibu mertua Dea datang ke rumah, ia dan Dea akan mengantarkan Reyland ke bandara.


''Dea'' panggilnya saat memasuki rumah karena tak mendapati Dea dimanapun.


''Iya mah'' ujar Dea muncul dari arah dapur. Untung saja ia mendengar suara mobil sang mertua jadi ia bisa berganti pakaian dahulu.


''Kamu dari mana nak?''


''Dea habis dari taman belakang mah''


''Oh gitu, Rey mana? Apa dia sudah siap? Ini kita sudah mau ke bandara loh'' ujar ibu Wayna.


Dea bingung harus menjawab apa, karena ia tak tahu apa Rey sudah siap berangkat atau belum.


''Ayo berangkat mah'' ujar Rey turun dari atas tangga sambil menenteng koper di tangan kanannya.


Dea menghela nafas lega setelah melihat Reyland.


Mereka bertiga langsung menuju ke mobil dan langsung berangkat ke bandara. Setelah pesawat yang di tumpangi sang suami lepas landas Dea dan sang mertua segera pulang ke rumah.

__ADS_1


Meski Rey tak pernah bersikap baik pada Dea, tapi Dea tetap mendoakan keselamatan sang suami.


__ADS_2