MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
PESERTA TERBAIK


__ADS_3

Teman-tan Dea terus menggodanya sampai akhirnya mereka lelah dan memutuskan untuk istirahat.


Di saat waktu makan malam tiba, Marvel tak segan lagi menunjukkan perhatiannya pada Dea. Sedangkan Dea hanya bisa mengucapkan terimakasih dan tersipu malu.


''Ngak usah malu seperti itu Dea, kita semua turut bahagia atas hubungan kalian'' ujar pak Bimo.


Dea hanya tersenyum mendengarkan ucapan sang guru, sedangkan guru pembimbing dan teman-temannya juga ikut tersenyum menatapnya.


Makan malam itu penuh dengan kebahagiaan, setelah mereka makan malam Dea, Cindy dan Melati membereskan bekas makan malam mereka dan mencuci piring sebelum mereka tidur.


Malampun berlalu, pagi-pagi sekali semua orang sudah sibuk di rumah itu, semuanya sibuk mempersiapkan diri untuk lomba nanti.


''Dea, aku jadi deg-degan'' ujar Melati.


''Sama, aku juga''


''Kamu juga? Kamu kan udah biasa ikut lomba begini?''


''Ia tapi tetap aja aku gugup''


''Bukan gugup karena lomba kali, tapi gugup karena seharian ini cuma berduaan aja sama pak Marvel'' goda Cindy.


''Benar tuh, iya kan Dea?''


''Ngak koq, kalian ini. Udah ahh ayo kita siap-siap bentar lagi kita berangkat'' ujar Dea memasukkan segala yang ia perlukan selama perlombaan nanti. Ia juga memasukkan sepasang pakaian sebagai cadangan kalau-kalau terjadi hal yang tak di inginkan.


Setelah ketiganya bersiap mereka segera menemui guru pembimbing masing-masing. Mereka semua akan berangkat secara terpisah, mereka akan berangkat dengan guru pembimbing masing-masing.


''Permisi pak Bimo, kendaraan untuk pak Marvel tidak bisa datang pak, tiba-tiba saja bannya meletus di jalan'' ujar mang Diman menghampiri pak Bimo.


''Jadi bagaimana, apa ada mobil lain yang bisa di sewa?'' Tanya pak Bimo.


''Saya tidak tahu pak''


Mereka semua kebingungan mencari kendaraan untuk Marvel dan Dea. Dea jadi khawatir jika ia terlambat maka bisa di diskualifikasi. Dalam kebingungan itu, Dea melihat motor mang Diman dan ia memiliki ide intuk naik motor saja.


''Bapak kan bisa bawa motor, kenapa kita ngak naik motor mang Diman aja?'' bisik melati.


''Jadi bagaimana ini pak Marvel?''


''Kami bisa naik motor saja pak, jika mang Diman meminjamkan?''


''Tapi apa ngak apa-apa?''


''Ngak apa-apa pak yang penting kita tidak terlambat. Boleh saya pinjam motornya mang Diman?''


''Tentu saja pak, saya ambilkan kunci serta helm dulu'' mang Diman berlalu ke dalam rumah dan tak lama ia kembali dengan membawa 2 buah helm ditangannya.


''Silahkan pak''


Pak Marvel menerimanya kemudian memberikan satu helm kepada Dea, setelahnya mereka juga ikut berangkat.

__ADS_1


Mobil yang membawa teman-teman Dea yang lain sudah lebih dulu berangkat, terakhir Dea yang berangkat.


''Untung ban mobilnya kempes ya Dea'' ujar Marvel sesaat setelah mereka tiba di tempat lomba dan membuat Dea heran.


''Koq untung sih pak, untung ada motor mang Diman, kalau ngak kita bisa terlambat pak''


''Ya, untung karena aku bisa berduaan sama kamu, tadi waktu kamu peluk aku di motor rasanya aku senang sekali''


''Tapi kan itu buat saya pegangan pak biar ngak jatuh''


''Apapun itu, terimakasih sudah membuat saya bahagia pagi ini. Sekarang kita juga harus berjuang, semoga perjuangan kita tak mengecewakan''


''Amin pak''


''Ayo masuk Dea''


Dea dan Marvel berjalan beriringan ke tempat mereka akan mengadakan lomba. Teman-teman Dea yang lain ada yang sudah sementara mengikuti lomba ada juga yang sedang mendapat pengarahan dari panitia lomba seperti yang Dea lakukan sekarang.


Setelah mendapatkan pengarahan mereka di minta untuk duduk ditempat yang sudah di sediakan oleh panitia lomba.Lomba yang dea ikuti ada 3, yaitu lomba pidato, lomba cerdas cermat dan juga lomba penerjemah.


Pada lomba pidato, para peserta lomba di berikan satu materi yang harus mereka bahas dalam pidatonya. Dilomba cerdas cermat mereka diminta untuk berlomba menjawab pertanyaan yang diberikan oleh panitia. Untuk lomba terakhir mereka di minta menjadi penerjemah bahasa dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.


Sebelum memulai lomba Dea tak lupa untuk berdoa memohon pertolongan Tuhan. Dalam lomba ini Dea harus bersaing dengan 149 peserta lainnya, Dea sempat merasa tak percaya diri karena lawannya ada yang berasal dari kota besar, sedangkan ia hanya dari kota kecil.


''Semangat sayang'' bisik Marvel ketika tiba giliran Dea untuk maju ke depan.


Dea tersenyum dan mengangguk sebelum menuju ke tempatnya.


Lomba kali ini mampu membuat Dea sedikit kewalahan, apa lagi pada lomba cerdas cermat. Meski begitu ia tetap berusaha untuk melakukan yang terbaik yang ia bisa.


''Bagus Dea, kamu memang yang terbaik'' ujarnya hendak memeluk Dea.


''Pak'' Dea menahan Marvel.


''Hehehe maaf'' Marvel menjadi salah tingkah di tatap oleh orang-orang di situ, hampir saja ia memeluk Dea.


''Saya merasa tidak ada apa-apanya di banding peserta yang lain pak'' ujar Dea setelah meminum air yang di berikan Marvel.


''Jangan merasa begitu, Dea yang aku kenal selalu percaya diri''


''Para pemenang sudah di tentukan dan akan di bacakan oleh juri jam 4 sore. Diberikan waktu kepada peserta untuk istirahat lebih dahulu'' ujar panitia lomba.


Beberapa anggota panitia membagikan kue dan minuman kepada peserta lomba juga guru pembimbingnya. Ada juga peserta yang keluar dari ruangan lomba untuk mencari udara segar termasuk Dea dan Marvel.


Mereka berdua menuju ke tempat Melati dan Cindy, sesampainya disana ternyata juri sudah mengumumkan pemenang lomba.


Cindy yang mengikuti lomba matematika meraih juara 2, Melati yang mengikuti lomba Fisika juga meraih juara 2. Satu teman lainnya yaitu Revan belum di ketahui hasilnya, di karenakan dia mengikuti lomba olahraga dan tempatnya agak jauh dari ketiga temannya.


''Gimana sama Revan ya pak?'' Tanya Dea.


''Belum tahu Dea, pak Bimo belum ngabarin saya''

__ADS_1


Setelah kedua temannya turun dari panggung Dea segera menghampiri keduanya kemudian memberikan selamat.


''Selamat ya buat kalian berdua, kalian hebat'' ujarnya mengacungkan kedua jempolnya.


''Terimakasih Dea, kamu gimana hasilnya?'' Tanya Cindy


''Belum tahu Cin, nanti jam 4 baru di umunkan''


''Oh gitu''


Cindy dan Melati masing-masing mendapat hadiah berupa uang tunai senilai 25 juta rupiah, mereka juga mendapatkan masing-masing sebuket bunga dari guru pembimbingnya.


Waktu menunjukkan pukul 15:35 ketika Dea dan Marvel kembali ke ruangan tempat lomba di adakan. Mereka tak sabar menunggu hasil lomba di bacakan.


Pukul 16:15 panitia mulai membacakan hasil lomba hari ini, dimulai dari 50 peserta terbaik hingga tersisa 6 peserta terbaik. Dea sangat senang karena namanya masuk kedalam 6 peserta terbaik.


Para peserta dan guru pembimbing mereka di minta untuk naik ke atas panggung dan menerima hadiah mereka. Saat pembacaan nama 3 peserta terbaik Dea sangat gugup, namun setelah mendengar namanya disebut ia sangat bahagia.


Semua peserta saling bergandengan tangan dengan guru pembimbing masing-masing tak terkecuali Dea dan Marvel, mereka berdua saling menatap saat tangan keduanya saling bertautan. Senyum menghiasi bibir keduanya, mungkin orang lain akan melihatnya biasa saja namun bagi keduanya itu adalah sebuah kebahagiaan yang tak ternilai.


''Baiklah ini adalah saat yang kita tunggu-tunggu, disini sudah ada 3 orang peserta terbaik kita mari berikan tepuk tangan'' riuh suara tepuk tangan di ruangan itu.


Cindy, Melati, bu Siska dan bu Susi juga sudah ada di ruangan itu, mereka juga sangat bersemangat menunggu hasil akhir lomba yang di ikuti Dea.


''Juara ketiga jatuh kepada....... Jeslin Hadiya, dari SMA BUDI BAKTI, selamat kepada Jeslin. Silahkan maju dan menerima hadiahnya'' Peserta yang di sebutkan namanya tadi maju ke depan dan menerima hadiah serta piala dari panitia.


''Sekarang tinggal dua peserta lagi, Dealova Melody dari SMK BINA HARAPAN dan Wayan Budi dari SMA ANGKASA. Siapakah di antara keduanya yang akan menjadi pemenang pada perlombaan kali ini? Apakah Dealova atau Wayan? Mari kita dengarkan keputusan dewan juri''.


Seorang panitia naik ke atas panggung membawa amplop yang berisi nama pemenang lomba.


''Kira-kira siapa ya pemenangnya'' ujar panitia membuka amplop secara perlahan.


Dea mempererat genggaman tangannya karena ia merasa gugup dan hal itu di sadari oleh Marvel.


''Tidak usah gugup, apapun hasilnya kamu tetap yang terbaik'' ujar Marvel memberi semangat, ia juga mempererat genggaman tangannya pada tangan mungil Dea.


''Siapa yang akan menjadi juara 1 dan siapa yang akan menjadi juara 2, dan pemenangnya adalah........ Selamat kepada Wayan Budi terpilih sebagai juara kedua dalam lomba kali ini'' ujar panitia yang membuat Dea dan Marvel sangat bahagia dan terharu, perjuangan keduanya tak sia-sia.


Karena terlalu bahagia Dea tak sadar jika Dea langsung memeluk Marvel, hingga Dea merasakan ada yang aneh.


''Maaf pak'' ujarnya melepas pelukannya pada Marvel.


''Ngak apa-apa sayang, aku suka'' bisiknya yang mampu membuat pipi Dea bersemu merah.


''Silahkan maju Dealova Melody dan pak Marvel Geraldi, selamat atas keberhasilan kalian menjadi juara pertama dalam lomba kali ini'' ujar panitia menyerahkan sebuah piala dan sebuah papan kecil yang bertuliskan jumlah hadiah uang tunai yang Dea menangkan.


Setelah melalui banyak proses di atas panggung akhirnya mereka bisa turun dan menemui yang lainnya.


''Selamat Dea, pak Marvel sudah mengharumkan nama sekolah kita'' ujar pak Bimo menyalami keduanya.


''Selamat pak Marvel'' ujar Cindy, Melati dan Revan.

__ADS_1


Cindy dan Melati memeluk Dea dan memeberinya selamat.


''Selamat ya Dea, perjuangan kamu dan pak Marvel berhasil, ternyata ikatan cinta kalian membawa berkah'' bisik Cindy yang kembali mampu membuat pipi Dea bersemu merah.


__ADS_2