MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
KADO ULANG TAHUN (POV DEA)


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini aku tak melihat keberadaan pak Marvel di sekolah, bahkan saat jam pelajaran yang ia ajarkan ia tak masuk di kelas. Yang aku dengar pak Marvel sedang mengikuti sebuah kegiatan mewakili sekolah, hal itu membuat ku cukup lega, karena awalnya aku berpikir jika pak Marvel sedang kurang sehat.


''Mikirin apa sih De? Beberapa hari ini aku liat kamu banyakan melamun?''


''Ngak mikirin apa-apa Mi, hanya saja aku merasa kurang enak badan akhir-akhir ini''


''Oh gitu, jaga kesehatan ya De, jangan sampai kamu sakit lagi''


''Iya makasih Mi''.


.


Sore hari setelah mengerjakan pekerjaan rumah, aku dan nenek duduk di halaman samping rumah sambil membuat kerajinan dari manik-manik, bibi datang menghampiri kami dan memberi tahu jika ada yang mencari ku di depan.


''Siapa bi?''


''Kurang tahu De, bibi baru liat, namanya Boy dan Siska''


''Itu guru Dea bi''


''Ya udah kamu temui sana, mereka sudah bibi suruh menunggu di ruang tamu''


Aku bergegas ke ruang tamu menemui bu Siska dan pak Boy, tak lupa aku juga membawa dua gelas minuman hangat yang memang selalu di siapkan nenek.


''Sore pak Boy dan bu Siska. Silahkan di minum pak, bu'' ujar ku meletakkan nampan berisi minuman hangat dan beberapa toples berisi kue.


''Terimakasih Dea tak perlu repot-repot''


''Tak apa bu. Ada perlu apa bu Siska dan pak Boy repot-repot datang kemari?''


''Kami datang mau menjemput kamu Dea'' ujar bu Siska yang membuat ku heran.


''Jemput saya?''


''Iya Dea''


''Memang ada apa pak? Apa ada hal yang penting?''


''Tidak Dea, kami cuma mau ajak kamu ke acara syukuran keluarga saya'' ujar bu Siska.


''Apa benar bu?''


''Iya Dea''


''Tapi saya harus minta ijin sama bibi dan nenek dulu''


''Silahkan Dea''


Aku meninggalkan pak Boy dan bu Siska menemui nenek dan bibi yang masih berada di taman samping.


''Nek''


''Ada apa Dea?''

__ADS_1


''Dea di ajak pak Boy dan bu Siska ke acara syukuran keluarga mereka. Apa Dea boleh pergi?''


''Boleh Dea, tapi hati-hati disana dan jangan pulang terlalu malam bahaya''


''Baik nek, Dea siap-siap dulu nek''


''Iya De''


''Bu Siska, pak Boy saya ganti baju dulu boleh?''


''Silahkan Dea, kamu mandi juga ngak apa-apa, kita masih mau nikmatin minuman ini rasanya enak'' ujar bu Siska.


Aku menuju ke kamar mengambil handuk dan pakaian ganti kemudian menuju ke kamar mandi. Setelah mandi dan berganti baju, aku segera menemui bu Siska dan pak Boy. Aku memakai celana jeans panjang yang kupadukan dengan kemeja berwarna putih.


''Maaf pak, bu sudah lama menunggu saya''


''Ngak apa-apa Dea, minum kita juga belum habis ini. Kamu udah selesai?''


''Iya bu'' ujar ku.


Setelah menghabiskan minuman yang aku suguhkan, kami segera berangkat ke tempat yang di maksud bu Siska, namun sebelum itu kami singgah lebih dulu di rumah bu Siska.


''Masuk dulu Dea'' ujar bu Siska.


Aku mengikuti bu Siska masuk ke dalam rumahnya, sedangkan pak Boy menunggu kami di luar, ia memilih untuk duduk menemani security di posnya.


''Ayo ikut saya Dea'' ujar bu Siska dan aku mengikutinya masuk ke sebuah kamar.


''Emang kita mau kemana bu? Koq pakai gaun lagi? Aku merasa ini ada hubungannya sama pak Marvel''


''Nah tepat sekali, kita memang akan kerumah pak Marvel''


''Benar bu?'' ujar ku merasa bahagia.


''Iya sayang, nah sekarang ganti bajunya. Kita mau ke acara ulang tahun ibunya pak Marvel'' ujar bu Siska yang membuat langkah ku terhenti.


''Tapi saya ngak punya hadiah buat ibunya pak Marvel bu''


''Dengan kamu hadir saja itu sudah jadi kado terindah buat ibu pak Marvel. Sudah sana pakai bajunya jangan biarkan pak Marvel terlalu lama menunggu''


Akhirnya aku masuk ke kamar mandi mengganti pakaianku dengan gaun yang diberikan bu Siska.


''Lagi-lagi ibu memberikan saya baju, yang lalu saja entah dimana?''


''Itu bukan dari saya Dea, itu semua dari pak Marvel. Gaun yang kamu pake waktu itu juga pak Marvel yang belikan buat kamu Dea''


''Jadi ini pak Marvel yang berikan bu?''


''Iya Dea, ayo sini'' bu Siska kembali merias ku, namun kali ini aku meminta agar tipis-tipis saja.


''Nah tambah cantik, ayo sayang kita berangkat''


Aku memasukkan baju ku kedalam paper bag bekas gaun tadi, kemudian membawanya ikut serta.

__ADS_1


''Ayo berangkat'' ujar bu Siska memanggil pak Boy.


''Kami pamit ya pak Rendi'' ujar pak Boy pada satpam rumah bu Siska.


''Hati-hati pak''


Kami berangkat ke rumah pak Marvel dengan menggunakan mobil milik pak Boy, sepanjang perjalanan aku terus berpikir bagaimana jika orang-orang disana tak menyukai ku, seperti ibu dan anaknya yang ada di pesta pernikahan kak Bram waktu itu.


''Ada apa Dea?'' Tanya bu Siska.


''Tidak apa-apa bu''


''Paling lagi mikirin Marvel Sis, mereka kan udah beberapa hari ngak ketemu'' ujar pak Boy.


''Benar kamu'' ujar bu Siska.


Kurang lebih 25 menit perjalanan dari rumah bu Siska, kami tiba di sebuah rumah yang lumayan besar dengan arsitektur yang sangat klasik. Rumah itu sudah di hiasi dengan hiasan lampu-lampu kecil juga balon-balon.


Terlihat beberapa tamu juga berdatangan ke rumah itu, setelah mobil terparkir dengan sempurna kami semua turun dari mobil.


''Dea kamu tunggu disini sebentar ya'' ujar pak Boy kemudian berlalu bersama bu Siska meninggalkan ku di sebuah bangku taman yang ada di depan rumah.


Beberapa tamu yang datang melihat ku sambil tersenyum ada juga yang menyapa ku.


''Koq pak Boy dan bu Siska belum kembali? Mereka kemana?'' ujar ku mencari keberadaan mereka di antara orang-orang yang keluar masuk rumah itu.


Saat tengah mencari keberadaan bu Siska dan pak Boy, tiba-tiba saja ada yang menutup mata ku. Dari sentuhan tangan dan bau parfum yang ia kenakan aku yakin itu pak Marvel.


''Pak Marvel'' ujar ku.


''Kamu tahu?'' ujar pak Marvel melepaskan tangannya dari mata ku dan duduk di samping ku.


''Iya pak, tangan sama bau parfum bapak sudah saya hapal''


''Ayo masuk'' ujar pak Marve tersenyum.


''Tunggu bu Siska dan pak Boy dulu pak''


''Ngak usah, mereka udah di dalam, mereka yang ngasih tahu aku kalau kamu disini''


''Oh gitu pak, saya ngak bawa kado ulang tahun buat ibunya bapak''


''Ngak apa-apa sayang, dengan kamu datang aja mama pasti udah senang''


''Tapi..''


''Udah ahh nanti keburu mama datang''


Pak Marvel meraih tangan ku dan menggenggamnya, ia mensejajarkan langkahnya dengan langkah kecil ku.


''Kita di liat orang-orang pak''


''Biar aja Dea, aku udah kengen sama kamu'' ujar pak Marvel yang membuat pipi ku terasa hangat.

__ADS_1


__ADS_2