
Dea dan Amelia masih kebingungan tentang tujuan Marvel yang akan datang ke kosan Dea nanti malam.
Di tempat lain, Marvel masuk ke dalam mobilnya dengan senyum merekah, ia memeluk handuk Dea yang tidak sempat ia berikan pada Dea tadi.
''Aku akan kembali berjuang Dea, meski kali ini mungkin akan lebih sulit dari hari-hari yang lalu'' ujar Marvel menatap fotonya dan Dea yang ia gantung di dalam mobilnya.
Marvel mengemudikam mobilnya meninggalkan parkiran kampus menuju ke sebuah rumah kecil dimana sudah ada beberapa orang yang sudah menunggunya sejak tadi.
Marvel tidak tahu jika akan ada kejutan yang menantinya di rumah nanti, sebuah kejutan yang akan membuat senyumannya mrnjadi pudar.
Sekitar satu jam mengendarai mobil ia kini tiba di halaman rumahnya, ia dapat melihat jika ada begutu banyak orang di sana juga ada sebuah tenda yang terpasang di halaman rumah itu.
''Loh ini ada apa pak rt?'' Tanya Marvel pada pak rt yang saat itu sedang membantu warga lain menyusun meja dan kursi.
''Loh pak Marvel koq malah nanyak saya, kan harusnya pak Marvel yang tahu'' ujar pak rt.
''Tapi saya benar-benar tidak tahu pak, ini ada apa koq ada tenda segala di depan rumah saya?''
''Jadi pak Marvel benar-benar ngak tahu apa-apa?''
''Ngak pak rt''
''Loh ini gimana toh, koq malah calon mantennya yang ngak tahu'' ujar pak rt kemudian masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Marvel.
Di dalam rumah tak jauh beda dengan keadaan di luar, setiap sudut rumah di hiasi oleh bunga-bunga yang indah.
''Neng Hany, pak Yuda, ini gimana toh, koq pak Marvel ngak tahu ada apa ini?'' Tanya pak rt pada seorang wanita yanh sedang menata bunga di atas meja.
Menyadari kehadiran pak rt, ia lantas menghentikan aktifitasnya dan tersenyum ke arah pak rt.
''Eh pak rt, ada apa pak?''
''Ini gimana toh neng Hany, katanya mau lamaran tapi masa yang laki-laki ngak tahu jika mau ngelamar''
''Lamaran? Siapa yang mau lamaran di rumah saya pak rt?''
''Ya pak Marvel siapa lagi? Kan kata neng Hany bapak mau lamar neng Hany nanti malam, ibu dan bapak pak Marvel juga sudah datang dan sekarang sedang istirahat di rumah saya'' ujar pak rt yang membuat Marvel semakin bingung.
''Bapak dan ibu saya ada di rumah pak rt?''
''Iya pak, katanya neng Hany yang telpon mereka dan minta mereka datang karena pak Marvel mau melamar neng Hany nanti malam"
"Tapi saya ngak akan melamar siapa-siapa pak rt, apa lagi Hany. Saya dan Hany ngak punya hubungan apa-apa"
"Bagimana ini neng Hany? Katanya mau lamaran, koq pak Marvel bilangnya ngak?"
"Kita akan lamaran koq pak rt, iya kan sayang?" Ujar Hany mengandeng tangan Marvel.
"Ngak pak rt, saya ngak akan lamar siapa-siapa. Saya akan melamar seseorang tapi bukan malam ini dan bukan Hany orangnya"
"Apa maksud kamu Marvel?"
"Ya, aku emang ngak ada hubungan kan sama kamu, lagipula siapa yang minta kamu buat acara ini?"
__ADS_1
"Bukannya kemarin di kampus kamu bilang kalau kamu mau mau melamar seorang wanita"
"Ya"
"Lalu siapa lagi yang akan kamu lamar jika bukan aku?"
"Aku ngak akan lamar kamu, ingat kita ngak punya hubungan apa-apa. Hati ku hanya milik satu orang dan itu bukan kamu"
"Tapi siapa Marvel?"
"Kamu tidak perlu tahu siapa, yang perlu kamu tahu kalau orang itu adalah pemilik hati ku, dulu, sekarang dan selamanya"
"Ngak Vel, kamu harus sama aku ngak boleh sama yang lain" ujar Hany memeluk Marvel erat-erat membuat Marvel mendorongnya dengan agak keras sebab ia menempel di badan Marvel dengan erat. Akibat dorongan Marvel Hany sampai jatuh terbentur lantai membuat sang kakak yaitu Yuda datang menghampiri sang adik.
"Kamu apa-apaan Vel mendorong calon istri kamu begitu?"
"Calon istri? Sejak kapan Hany menjadi calon istri ku, aku dan Hany ngak punya hubungan apa-apa" ujar Marvel yang membuat Yuda mengerutkan keningnya.
"Ini bagaimana Hany? Bukannya kamu bilang kalau Marvel mau ngelamar kamu?"
"Iya kak, iya kan sayang?"
"Ngak Hany, aku dan kamu ngak ada hubungan apa-apa, kita hanya berteman saja. Lagi pula aku bilang kalau aku mau melamar tapi bukan kamu, aku mau melamar kekasih ku" ujar Marvel yang membuat Hany tertawa.
"Hahaha gadis mana yang kamu mau lamar Marvel, tante Valencia saja ngomong kalau kamu ngak punya pacar. Jadi apa salahnya jika aku yang kamu lamar" ujar Hany.
Pak rt yang sudah kebingungan dengan percakapan Marvel, Hany dan Yuda, segera menghubungi orangtua Marvel yang berada di rumahnya.
"Selamat sore pak rt, ada apa?"
"Ada apa pak rt?'' Tanya pak Wisnu yang mengambil alih ponsel dari tangan sang istri.
''Begini pak Wisnu, pak Marvel sudah ada di rumah dan ia terkejut melihat melihat ada tenda di rumahnya. Ternyata pak Marvel tidak tahu menahu soal lamaran ini pak'' ujar pak rt membuat pak Wisnu dan bu Valencia terkejut.
''Apa maksud pak rt?''
''Jika bapak ingin tahu lebih jelasnya, bapak bisa langsung kemari sebab pak Marvel dan neng Hany sedang berdebat pak''
''Baiklah pak rt saya akan segera kesitu'' ujar pak Wisnu kemudian langsung menuju ke rumah Marvel setelah menutup panggilan.
''Ada apa pah?'' Tanya bu Valencia.
''Katanya Marvel sudah ada di rumahnya dan kini sedang berdebat sama Hany dan Yuda. Kita kesana aja mah biar kita tahu apa yang terjadi''
''Ayo pa''
Bu Valencia dan pak Wisnu segera menuju ke rumah Marvel mereka ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, sebab mereka datang ke kota ini karena telpon dari Hany yang mengatakan jika ia akan di lamar oleh Marvel.
Sekitar 5 menit mereka akhirnya tiba di rumah Marvel, terlihat Marvel dan Yuda sedang beradu mulut sambil saling memukul satu sama lain.
''Hentikan kalian berdua, kenapa kalian bertengkar!'' Tanya pak Wisnu membuat dua lelaki yang sedang bertikai itu berhenti.
''Papa'' ujar Marvel melihat sang ayah datang menghampiri.
__ADS_1
''Masuk dan kita bicarakan di dalam, apa kalian tidak malu di lihat oleh orang-orang?''
''Baik pa''
''Baik om, ayo dek'' ujar Yuda menggandeng tangan Hany yang sudah menangis sedari tadi melihat kakaknya dan Marvel bertengkar.
Kini penampilan Marvel dan Yuda sudah sangat kacau sebab mereka sudah saling memukul sejak tadi.
''Jelaskan ada apa sampai kalian berdua berkelahi seperti tadi, Marvel, Yuda?''
''Marvel tidak mau melamar Hany om'' ujar Yuda.
''Kenapa Marvel, bukankah kamu bilang kamu akan melamar seseorang saat bicara dengan ibumu di telpon kemarin?'' Tanya pak Wisnu.
''Iya pah, aku mengatakan jika akan melamar seseorang tapi orang itu bukan Hany pah''
''Tapi nak Hany yang menelpon papa dan mama untuk datang kemari, katanya kamu akan melamarnya hari ini. Sebab itu tadi pagi papa langsung berangkat dari rumah bersama mama kamu''
''Ngak pah, papa dan mama tahu sendiri kalau aku ngak pernah ada hubungan apa-apa sama Hany, kami hanya sebatas teman pah''
''Nak Hany bagaimana ini, bukannya kamu bilang Marvel yang meminta kamu untuk menghubungi kami karena Marvel sibuk mempersiapkan pertunangan kalian'' Ujar pak Wisnu membuat Hany tertunduk sedangkan Marvel mengeram karena kesal.
''Jelaskan Hany, saya tidak mau orangtua saya dan kakak kamu salah paham. Karena saya tidak pernah mengatakan jika saya akan melamar kamu dan juga kita tak memiliki hubungan apa-apa selain berteman'' ujar Marvel sedikit emosi sebab Hany hanya diam sejak tadi.
''Maafkan saya om, tante, kak Yuda saya sudah berbohong Marvel memang tak pernah bilang jika akan melamar saya, tapi saya cinta sama Marvel karena itulah saya melakukan ini semua''
''Tuh kan Yuda, kamu dengar sendiri apa kata adikmu. Sekarang bawa adikmu pergi dari hadapan ku sebelum kesabaran ku habis dan suruh semua orang yang sedang membuat tenda menghentikan aktifitas mereka sebab tak akan ada acara apapun di rumah ini''
''Ayo sekarang ikut kakak pulang'' ujar Yuda menarik tangan Hany yang terus menunduk sejak tadi.
Bu Valencia tak menghentikan apa yang Marvel lakukan sebab mereka juga kesal dengan apa yang sudah dilakukan Hany.
''Bapak-bapak dan ibu-ibu maaf sudah membuat semuanya repot, terimakasih atas apa yang kalian semua lakukan. Tapi mohon maaf tidak akan ada acara lamaran di rumah ini, semuanya hanya salah paham jadi mohon berhentilah memasang tenda dan menghias rumah'' ujar pak Wisnu.
Senua orang yang ada di rumah itu membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing, sementara Marvel yang berada di dalam rumah bersama bu Valencia sedang di obati lukanya oleh sang ibu.
''Sakit bu pelan-pelan'' ujar Marvel saat sang ibu mengoleskan obat pada luka di bibir Marvel.
''Iya ini udah pelan-pelan, lagian kenapa kamu sampai bertengkar sama Yuda sih nak?''
''Habisnya Yuda sudah menghina Dea mah''
''Dea? Kamu jangan mikirin Dea terus nak, ingatlah dia sudah punya anak dan suami''
''Ngak mah, Dea sudah ngak punya anak dan suami'' ujar Marvel membuat sang ibu yang sedang mengompres lebam di pipinya menghentikan gerakan tangannya.
''Apa maksud kamu Marvel?''
''Nanti mama juga tahu, sekarang mama istirahat nanti jam setengah 7 malam aku ajak mama dan papa mengunjungi suatu tempat pasti mama bahagia''
''Kemana?''
''Kejutan mah, kalau aku kasih tahu bukan kejutan lagi namanya mah''
__ADS_1
''Baiklah kalau begitu, kamu istirahat gih mama buatkan papa teh hangat dulu''
''Iya mah''