
Bahagia rasanya aku bisa mengukir kenangan indah bersama Dea di kota M. Ada rasa bahagia yang aku rasakan ketika Dea menerima ungkapan cinta ku padanya.
Rasa bahagia itu masih terus kurasakan hingga saat ini. Hari ini adalah hari yang sangat aku tunggu-tunggu, hari dimana aku akan bertemu lagi dengan keluarga besar, baik dari pihak ibu maupun ayah.
Hari ini adalah hari ulang tahun ibu ku, aku dan kedua saudara ku yang lain akan mengadakan syukuran untuk memperingatinya. Aku adalah anak ke bungsu dari tiga bersaudara, kakak pertama ku adalah seorang perempuan namanya Imelda, dia sudah menikah dan mempunyai seorang anak perempuan yang berumur 1 tahun. Aku biasa memanggilnya dengan nama kak Imel atau mama Viona sesuai dengan nama anaknya. Kakak kedua ku seorang laki-laki namanya Josep, ia juga sudah menikah namun belum di karuniai momongan.
''Vel, siapa gadis yang bersamamu di acara pernikahan Bram?'' Tanya kak Imel.
''Gadis yang mana kak?''
''Ngak usah pura-pura kamu, yang mana lagi kalau bukan yang kamu gandeng Vel'' kak Imel memukul kepala ku menggunakan pembungkus kado yang sedang dia pegang.
''Oh itu, menurut kakak gimana?''
''Gimana apanya?''
''Ya penglihatan kakak, dia seperti apa?''
''Dari cerita mama kakak suka, apa lagi baru sekali ketemu udah bikin mama nyaman sama dia. Ngak seperti yang lalu-lalu, setiap kamu kenalkan mereka ribut mulu sama mama''
''Dia memang berbeda kak''
''Emang kamu ketemunya dimana?''
''Di sekolah''
''Dia guru juga disana? Mukanya masih imut-imut udah jadi guru'' ujar kak Imel yang membuatku tertawa.
''Koq kamu ketawa sih Vel?''
''Dia bukan guru kak, mana ada guru mukanya imut dan bikin gemes kayak gitu''
''Terus, jangan bilang kamu suka sama siswa kamu sendiri''
''Emang iya'' ujar ku yang membuat kak Imel menertawai ku.
''Emang murid kamu itu suka sama kamu yang udah tua'' ujar kak Imel terus tertawa.
''Tua-tua gini aku tetap gagah loh''
''Kalau gagah ngak akan jomblo''
''Siapa bilang aku jomblo''
''Kalau bukan jomblo apa namanya, ngak laku'' ujar kak Imel terus menertawakan ku.
''Aku punya pacar loh kak''
''Siapa murid kamu itu, ngak percaya aku kalau dia mau sama bujang lapuk kayak kamu''
''Kakak ngak percaya? Coba kakak pikir kalau dia bukan pacar ku, ngak mungkin kan aku ajak dia ke acara keluarga. Ngak mungkin juga dia mau pake baju pengantin terus jalan sama aku jadi pengiring pengantin''
__ADS_1
''Benar itu pacar kamu? Kamu ngak sedang main-main kan Vel. Ingat loh pesan papa, jangan pernah mainkan perasaan perempuan''
''Iya kakak ku yang cantik, aku serius bahkan jika saja bisa aku juga ingin segera melamarnya''
''Serius Vel, wah ternyata adik ku ini bukan jomblo akut lagi. Jos, sini deh kakak ada kabar gembira'' ujar kak Imel memanggil kak Josep.
''Ada apa sih kak teriak-teriak'' ujar kak Josep datang bersama dengan istrinya kak Febi.
''Ternyata adek kita ini sudah ngak jomblo lagi loh'' ujar kak Imel sembari mengedip-ngedipkan matanya pada kak Josep.
''Yang benar kak, mana ceweknya''
''Kamu ingat ngak cewek yang di ceritain sama mama waktu mama pulang dari acaranya Bram?''
''Ingat kak, kenapa sama cewek itu?''
''Itu pacarnya adik kamu ini, dan ternyata itu muridnya di sekolah''
''Yang benar kak, jadi dia pacaran sama anak kecil''
''Iya Jos''
Kak Imel dan kak Jos menertawakan aku yang jatuh cinta sama Dea.
''Kalau dia memang pacar kamu kenapa kamu ngak undang dia ke acara kita nanti malam?'' Tanya kak Josep.
''Siapa bilang aku ngak undang Dea''
''Yap, benar sekali''
''Wah, ternyata ada udang di balik batu" ujar kak Jos sambil tertawa.
''Kita lihat nanti malam apa benar dia udah ngak jomblo lagi'' ujar kak Imel.
''Liat aja nanti, pasti kalian juga akan naksir liat Dea'' ujar ku berlalu meninggalkan mereka.
Aku memilih menghubungi Boy, meminta bantuannya dan Siska untuk membawa Dea ke acara nanti malam.
''Boy, dimana?'' Tanya ku pada Boy melalui sambungan telpon.
''Lagi di supermarket Vel, kenapa?''
''Bareng Siska ngak?''
''Iya nih, kenapa?''
''Gue mau minta tolong sama kamu dan Siska''
''Minta tolong apa?''
''Bisa ngak kerumahnya Dea, terus ajak dia ikut ke acara nanti malam, mau hubungin Dea tapi Dea ngak punya ponsel''
__ADS_1
''Ok, tenang aja. Putri Dea akan tiba dengan selamat di acara nanti malam. By the way Dea pake baju apa?''
''Entar aku kirim uang, tanya Siska tolong pilihkan gaun untuk Dea''
''Ok''
Setelah memutus panggilan aku segera mentransfer uang ke rekening milik Boy.
''Semoga aja Dea tak berhalangan malam ini'' ujar ku masuk ke dalam kamar.
Saat memasuki kamar aku langsung tersenyum kala menatap foto Dea yang aku pajang di atas meja di dalam kamar ku.
''Ngapain kamu disitu, senyum-senyum sendiri kayak orang gila'' ujar kak Imel menghampiri ku.
''Ngak ngapa-ngapain, ada apa kak?'' ujar ku menutup pintu kamar ku.
''Ada apa sih di dalam? Kenapa kamu tutup?''
''Ngak ada apa-apa kak, ayo kita hias ruangannya'' ujar ku membawa kak Imel menjauhi kamar ku.
Kami kembali menghias ruangan dimana acara ulang tahu ibu akan dilaksanakan. Ibu sedang di ajak berjalan-jalan oleh ayah, agar kami dapat melakukan persiapan ulang tahun yang akan menjadi kejutan buat ibu.
''Nah udah siap nih, kita siap-siap yuk bentar lagi mama pulang'' ujar ku pada kak Jos.
''Jos, Vel, kalian mandi gih, mama udah mau pulang tuh, tamu juga udah pada datang''
''Iya kak''
Aku dan kak Jos menuju kamar masing-masing untuk mandi dan bersiap. Kak Imel dan kak Febi sudah lebih dulu bersiap karena mereka akan menyambut tamu-tamu yang datang.
Setelah mandi dan berpakaian aku memilih untuk berdiam diri di kamar sambil menunggu telfon dari Boy.
Saat sedang duduk membaca buku terdengar notifikasi pesan dari ponsel ku.
(Dea cantik kan?) Isi pesan dari Boy disertai foto Dea memakai gaun berwarna biru muda.
(Sangat cantik. Kalian udah dimana?) Balas ku.
(Kami udah hampir sampai, kamu tunggu di depan) Balas Boy.
(Ok) Balas ku kemudian memakai sepatu santai yang biasa aku kenakan di rumah, kemudian bergegas menuju ke halaman depan rumah menunggu mereka tiba.
Dengan tidak sabar aku menunggu kedatang Dea, ingin rasanya aku segera bertemu dengannya. Sudah beberapa hari ini aku tak bertemu dengannya di karenakan aku ada kegitan yang harus aku lakukan di luar sekolah. Beberapa hari tak melihatnya membuat aku sangat rindu padanya.
''Nunggu siapa Vel?'' Tanya kak Febi.
''Nunggu Boy kak'' ujar ku.
''Oh gitu, kakak masuk dulu ya''
''Iya kak''
__ADS_1