
Waktu begitu cepat berlalu, kini ujian akhir telah selesai Dea laksanakan tinggal menunggu pengumuman saja apakah lulus atau tidak.
Ujian telah seleaai di laksanakan akan tetapi mereka masih di haruskan untuk datang ke sekolah karena masih banyak hal yang harus mereka urus. Terlebih lagi Dea yang aktif dalam berbagai kegiatan di sekolahnya.
Jika teman-temannya yang lain sudah bisa berleha-leha di rumah mereka atau bahkan pergi berlibur, berbeda dengan Dea yang di sibukkan dengan berbagai kegiatan, terlebih hari pernikahannya dan Marvel yang tingga 2 bulan lagi.
Seperti hari ini setelah melakukan segala rutinitas di sekolah, mereka berdua melanjutkan kegiatan mereka untuk melakukan pemesanan gaun pengantin.
Marvel ingin memesan khusus gaun pengantin yang akan di pakai oleh sang kekasih, ia ingin hanya Dea satu-satunya wanita yang akan memakai gaun itu. Ia sengaja mengajak Dea agar Dea dapat memilih sendiri model gaun yang ia inginkan.
Mereka masuk ke sebuah butik yang cukup terkenal di kota tempat tinggal mereka sebagai penyedia jasa penyewaan dan pembuatan baju pengantin. Di dalam butik itu sudah terpajang berbagai jenis dan model baju pengantin, Marvel dan Dea sangat terpesona dengan berbagai gaun yang terpajang pada manekin yang ada di dalam sana.
''Gaunnya bagus-bagus kak'' ujar Dea setengah berbisik pada Marvel.
''Iya sayang, ayo kjta cari yang punya butik'' ujar Marvel menggandeng tangan Dea masuk lebih dalam menuju ke ruangan dimana sang pemilik berada.
''Emang bapak tahu dimana yang punya?''
''Tahu dong, aku dan mama sering kesini'' ujar Marvel mengetuk pintu yang berada di depan mereka.
Tok...tok..tok
''Masuk'' ujar seorang wanita dari dalam sana.
Dea merasa tak asing mendengar suara orang yang ada di dalam ruangan itu dan ia begitu terkejut saat melihat siapa yang ada di dalam sana.
''Bu Siska'' ujar Dea saat melihat Siska yang tersenyum ke arahnya.
''Mesranya calon pengantin'' ujar Siska yang membuat Dea agak menjauh dari Marvel, namun Marvel justru menarik pinggangnya hingga kini tak ada lagi jarak di antara keduanya.
Siska hanya bisa terkekeh melihat Dea yang masih malu-malu jika Marvel memperlakukannya dengan manis di hadapan orang lain.
''Ayo kita lihat-lihat gaunnya atau kalian mau minum apa dulu?'' Tanya Siska.
''Ngak usah repot-repot Sis, kita ngak lama koq cuma mu liat baju aja, masih banyak yang harus kami urus hari ini'' ujar Marvel.
__ADS_1
''Ya sudah kalau begitu, kita lihat baju saja'' ujar Siska memdahului Marvel dan Dea menuju ke sebuah ruangan dimana ada begitu banyak gaun yang sangat indah lebih indah dari gaun-gaun yang mereka lihat tadi.
Layaknya perempuan lain, Dea begitu terpesona melihat deretan gaun berwarna putih yang begitu indah. Ia bahkan tak berkedip saat melihat sebuah gaun yang menurutnya sangat indah.
''Ayo sayang kamu suka yang mana?'' Tanya Marvel namun tak mendapati jawaban dari Dea karena Dea masih sibuk mengamati gaun indah yang ada di hadapannya.
''Sayang'' ujar Marvel sambil menepuk pipi Dea menyadarkan Dea dari khayalannya.
''Eh, iya kak. Kakak ngomong apa?''
''Aku bilang kamu suka yang mana?'' Ujar Marvel mencubit pipi Dea.
''Hem, Dea suka yang ini kak'' ujar Dea menunjuk gaun yang ada di hadapannya. Gaun yang membuatnya tak berkedip sejak tadi karena terpesona akan keindahannya.
''Yang ini?'' Tanya Siska mengambil gaun yang di pilih oleh dea.
''Iya bu'' ujar Dea malu-malu.
''Ya sudah ayo kita coba dulu'' ujar Siska menuntun Dea ke sebuah ruangan untuk mencoba gaun pilihannya.
''Gio, tolong carikan Marvel pasangan dari gaun ini'' ujar Siska pada seorang pekerjanya sebelum masuk ke ruangan.
''Cantiknya'' ujar Siska yang terpesona akan kecantikan Dea yang terlihat sangat alami.
Pipi Dea bersemu merah mendengar ucapan Siska, ''kamu cantik sekali De'' ujar Siska memperlihatkan tampilan Dea pada cermin besar yang ada di sampingnya.
Dea sendiri terkejut melihat penampilannya di dalam cermin, ia tak bisa menyangkal apa yang di katakan oleh Siska, ternyata ia memang cantik memakai gaun ini.
''Terimakasih bu'' ujar Dea malu-amlu.
''Ayo kita keluar temui Marvel, pasti dia akan terpesona melihat kamu''
Dea berjalan ke luar ruangan dengan gaun pengantin yang melekat sempurna di tubuhnya, saat Siska membuka pintu, ternyata Marvel juga sudah berganti pakaian dan duduk di kursi dimana ia duduk tadi.
Selain Marvel, disana juga sudah ada bu Valencia, Imelda dan Febi.
__ADS_1
''Halo semua'' ujar Siska yang membuat Mereka semua menoleh ke arah sumber suara.
Marvel memandang Dea dengan tatapan yang tak bisa di gambarkan dengan kata-kata, ia begitu terpesona melihat Dea. Meski tanpa polesan make up, tapi Dea terlihat sangat cantik dan anggun dalam balutan gaun pengantin.
Bu Valencia, Imelda dan Febipun tak kalah terpesonanya dengan Marvel, mereka semua memandang Dea tanpa berkedip.
''Gimana bu cantik kan?'' Tanya Siska.
''Sangat cantik Sis'' ujar bu Valencia.
Imelda dan Febi bahkan tak bisa berkata-kata melihat penammpilan Dea, mereka hanya mengangkat kedua ibu jari mereka tanda bahwa mereka juga sangat menyukai penampilan Dea.
Marvel sendiri belum berkedip sejak melihat penampilan Dea, bahkan saat sang ibu memintanya untuk berdiri berdampingan dengan Dea ia tak merespon.
Puk
Imelda memukul lengan Marvel dengan majalah yang ada di atas meja membuat Marvel tersadar .
''Apa sih kak''
''Kamu itu, ibu ajak ngomong ngak di dengar. Mikirin apa sih kamu? Ayo kamu pasti lagi mikir macam-macam kan lihat Dea pakai gaun pengantin''
''Ng-ngak, ngak koq'' ujar Marvel gugup dengan wajah yang sudah memerah. Ia merasa malu karena sang kakak mampu menebak apa yang tadi ia pikirkan saat melihat penampilan Dea.
''Dasar kamu'' Imelda kembali menonjok lengan sang adik.
''Ada apa mah?''
''Mama bilang coba kamu berdiri di samping Dea mama pengen lihat'' ujar bu Valencia.
Marvel segera berdiri dan memghampiri Dea, ia memggenggam tangan Dea saat ia sudah berada tepat di sampingnya.
''Eh, ngak gitu megangnya, kamu harus menggandeng tangannya bukan di genggam'' ujar Imelda.
Marvel dan Dea menurut saja apa kata mereka, semua orang sangat puas meelihat penampilan keduanya. Mereka memutuskan untuk memakai pakain itu saat acara oernikahan nanti.
__ADS_1
Gaun yang di coba Dea memang buatan tangan Siska dan itu memang baru dan belum pernah di pakai oleh siapapun. Awalnya Marvel ingin memesankan lagi Dea gaun yang sama persis dengan itu, tetapi Dea menolak karena gaun yang ia pilihpun juga gaun yang baru.
Setelah selesai dengan urusan pakaian pengantin Marvel dan Dea segera pulang untuk istirahat karena sore nanti mereka harus ke toko perhiasan untuk memesan cincin pernikahan.