MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
PAK TIO (POV AUTHOR)


__ADS_3

Hari pertama Dea sebagai mahasiswi berjalan dengan lancar, tak ada satupun halangan berarti yang ia alami selama proses belajar mengajar hari ini.


''Gimana hari pertamanya Dea?''


''Berjalan dengan baik Amel, oh ya tadi yang ngajar di kelas aku namanya pak Tio, orangnya humoris juga ya'' ujar Dea.


''Oh ya, padahal waktu pak Tio ngajar kami dulu orangnya galak sekali loh''


''Ah masa sih?''


''Iya benar, kamu tanya aja sama senior kita pasti semua juga ngomong gitu''


''Tapi tadi di kelas kami pak Tio ramah sekali'' ujar Dea.


''Mungkin ada yang di suka sama pak Tio di kelas kalian'' ujar Amelia sekenanya sebab ia heran dengan apa yang di katakan oleh Dea tentang dosen mereka itu.


''Apa iya?''


''Bisa jadi Dea, kan ngak mungkin pak Tio berubah jadi ramah seperti itu tanpa sebab''


''Iya juga sih, ya sudahlah itu urusan beliau. Oh iya sebelum pulang kita singgah di supermarket yang kemarin ya''


''Boleh tapi jangan lari-lari lagi ya''


''Iya hehehe''


Dea dan Amel berjalan beriringan di lorong kampus, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang terus mengawasi gerak gerik mereka.


''Aku akan dapatkan kamu, kamu target aku selanjutnya'' ujarnya dengan seringai di bibir.


''Kamu masih ada kelas ngak Dea?''


''Ngak ada sih, tapi aku mau jalan-jalan keliling kampus dulu, aku ingin tahu ruangan-ruangan di kampus ini''


''Ok, ayo aku temani sekalian kita ke kantin''


''Boleh tuh''


Dea dan Amel berjalan berkeliling kampus, Amel menunjukkan pada Dea ruangan-ruangan yang biasanya akan mereka gunakan selama proses belajar mengajar.


''Nah Dea, ini kantin di kampus ini, di sini ada beberapa penjual yang menjajakan berbagai jenis makanan, mulai dari makanan berat sampai makanan ringan juga ada penjual berbagai macam minuman''


''Wah luas banget kantinnya Amelia, kelas aku waktu SMA aja kalah luas dari kantin kampus kita ini''


''Hahaha kamu ada-ada saja Dea, karena ini hari pertama kamu, aku traktir kamu makan mie ayam favorit aku''


''Tapi..''


''Ngak ada penolakan ok'' ujar Amel menarik tangan Dea ke salah satu meja di sudut ruangan.


''Baiklah''


''Tunggu ya aku pesan dulu'' Amelia menuju ke salah satu gerobak yang ada di kantin, ia terlihat memesan mie ayam dan dua minuman dingin yang berupa jus melon.

__ADS_1


''Siang, boleh saya duduk'' ujar seorang laki-laki menghampiri Dea.


''Silahkan pak Tio'' ujar Dea. Ternyata yang datang adalah pak Tio, dosen yang Dea dan Amelia bicarakan tadi.


''Terimakasih, kamu sendiri saja?''


''Tidak pak, saya bersama teman saya Amelia. Dia sedang memesan mke ayam disana pak'' ujar Dea menunjuk Amel yang sedang menatap ke arahnya.


''Oh begitu, jika ada yang kamu kurang pahami tentang materi saya tadi kamu boleh tanyakan pada saya, ini nomor ponsel saya'' ujar pak Tio menyerahkan selembar kertas berisi 12 digit angka pada Dea.


''Baik pak, terimakasih pak Tio''


''Jika tidak di kelas kamu bisa panggil saya Tio saja, saya belum setua itu untuk kamu panggil bapak''


''Tapi bapak itu dosen saya''


''Lalu apa masalahnya, panggil saya Tio saja jika berada di luar kelas seperti ini, saya permisi ya''


''Baik pak silahkan'' ujar Dea.


Amelia yang sedari tadi memperhatikan Dea dan pak Tio, menaruh curiga pada Dea. Ia curiga jika penyebab pak Tio memjadi ramah di kelas Dea tadi karena dia menaruh hati pada Dea. Setelah pak Tio pergi Amel segera menghampiri Dea.


''Kamu ngak apa-apa Dea?'' Tanyanya menelisik setiap inci tubuh Dea.


''Aku ngak apa-apa Amel, ada apa sih? Koq kamu kelihatan khawatir sekali?''


''Oh hehehe, tadi pak Tio ngapain nyamperin kamu, kamu ngak di apa-apain kan?''


''Ngak koq, emangnya kenapa sih?''


''Ngak Amel, tadi pak Tio datang ngasih nomor ponselnya, katanya kalau ada yang aku tidak paham dengan materi yang dia berikan aku bisa tanya sama beliau''


''Apa? Pak Tio ngasih nomor ponselnya sama kamu?''


''He'em nih'' ujar Dea memberikan kertas yang di berikan padanya tadi.


''Seperrinya aku tahu kenapa pak Tio sangat ramah tadi di kelas kalian, pasti pak Tio suka sama kamu''


''Ngak mungkin ah, itu cuma pikiran kamu saja''


''Tapi aku yakin benar loh, wah hari pertama kuliah udah dapat gebetan aja hehehe''


''Hahaha apa sih Amel, ada-ada saja kamu''


''Ngak apa-apa lagi Dea, kamu cantik dan pintar, pak Tio juga ganteng dan pintar kalian cocokloh lagi pula pak Tio juga belum terlalu tua koq, mungkin umurnya hanya beda 10 tahun sama kita. Btw kamu umur berapa sih Dea?''


''Aku umur 19 tahun lebih sebentar lagi 20 tahun''


''Wah kita seumuran dong, aku juga udah mau 20 tahun ini, kamu lambat masuk sekolah ya makanya baru kuliah tahun ini?''


''Ngak koq, aku ngak lanjut kuliah setelah tamat sekolah, aku nganggur 2 tahun lebih''


''Oh gitu''

__ADS_1


''Permisi neng ini pesanannya'' ujar bapak penjual mie ayam meletakkan dua mangkuk mie ayam di atas meja.


''Terimakaish pak'' ujar Dea.


''Sama-sama neng, mari''


Dea menikmati mie ayam yang di belikan oleh Amelia, rasanya sangat enak dan hampir mirip dengan rasa mie ayam mang Ardi tempat Dea dan Marvel selalu makan. Di tengah-tengah menikmati mie ayam, tiba-tiba saja Dea teringat dengan kenangannya bersama Marvel di warung mie ayam mang Ardi membuatnya meneteskan air mata tanpa ia sadari.


Amaelia yang melihat air mata Dea menjadi khawatir, ia pikir jika temannya itu kepedasan sebab Dea menaruh banyak sambal pada mie ayamnya.


''Kamu kenapa Dea? Apa mienya pedas?''


''Ngak koq, ini enak''


''Terus kenapa kamu nangis?''


''Aku.. aku ngak nangis koq'' ujar Dea menghapus air matanya.


''Kirain kamu kepedasan''


''Ngak koq, ayo lanjut makan'' ujar Dea mulai menyuap kembali mie ayamnya begitupun dengan Amel.


Setelah mie ayam keduanya habis mereka memutuskan untuk segera pulang, saat akan keluar dari kantin, Dea melihat ada seorang wanita yang membagikan selebaran di depan kampus mereka.


''Sialahkan neng'' ujarnya memberikan selembaran uang ternyata sebuah brosur pada Dea dan Amel.


''Terimakasih'' ujar Dea dan Amel.


''Lowongan pekerjaan, dicari....'' Dea membaca brosur yang berisi lowongan pekerjaan itu dengan teliti.


''Dea'' ''Amel'' ujar Amel dan Dea bersamaan membuat keduanya tertawa.


''Kamu aja duluan'' ujar Dea.


''Gimana kalau kita kerja di toko ini, kan lumayan tuh hasilnya. Kerjanya juga cuma dari jam 4 sore sampai jam 7 malam. Tempatnya juga ngak jauh dari kosan kita''


''Boleh tuh, aku juga mau ngomong gitu tadi. Ya sudah sekarang kita pulang dan istirahat nanti sore kita coba kesana buat lamar pekerjaan kali aja kita di terima kan lumayan buat nambah-nambah biaya kuliah''


''Ok''


Keduanya pulang dan langsung istirahat setelah membersihkan diri dan berganti pakaian. Sore hari sekitat pukul 3, Dea dam Amel berangkat ke toko yang tertera pada brosur yang mereka dapatkan tadi.


''Semoga kita masih bisa di terima kerja ya''


''Iya''


Dea dan Amel mempercepat langkah mereka ke arah toko yang di maksud sebab sudah banyak orang yang mengantri di toko itu untuk melamar pekerjaan juga.


''Yah, sudah ngak ada lowongan Dea, sudah ada yang duluan dari kita'' ujar Amel keluar dari toko setelah bertanya pada seorang pelayan di toko itu.


''Ngak apa-apa Amel, itu bukan rejeki kita. Kita mau kemana nih sekarang?''


''Hmmm kemana ya?''

__ADS_1


''Gimana kalau kita jalan-jalan ke pasar cuci mata saja, kita ngak usah beli kita ngak punya uang'' ujar Amel yang membuat Dea tertawa.


__ADS_2