
Kak Imel dan pak Marvel mengantarkan aku pulang ke rumah, sesampainya di rumah aku meminta kak Imel dan pak Marvel untuk masuk dulu, namun mereka menolak karena harus buru-buru pulang.
''Terimakasih sudah nganter Dea pulang dengan selamat pak Marvel dan bu Imelda'' ujar nenek.
''Sama-sama nek, terimakasih sudah mengijinkan Dea datang di acara syukuran ulang tahun mama kami nek''
''Sama-sama bu''
''Kami pamit dulu nek, Dea''
''Iya bu, pak, sekali lagi terimakasih'' ujar nenek.
''Terimakasih pak, kak Imel''
''Sama-sama, kami pamit ya''
''Hati-hati di jalan pak, kak Imel'' ujar ku ketika mereka berdua sudah masuk ke dalam mobil.
Mobil perlahan meninggalkan halaman rumah, aku dan nenek bergegas untuk masuk ke dalam rumah karena udara di luar terasa cukup dingin.
''Ini apa De?''
''Ini kue ulang tahun nek, di kasi sama kak Imel tadi. Tadi Dea udah nolak nek, tapi kata kak Imel tak baik menolak pemberian apa lagi kalau kue ulang tahun, jadi Dea terima saja nek''
''Oh gitu De, ya udah sini kuenya nenek mau coba makan kue ulang tahunnya''
Aku meletakkan sepotong kue ulang tahun ke dalam sebuah piring kemudian memberikannya pada nenek.
''Ayo cobain nek, rasanya enak. Tadi Dea udah makan disana rasanya sangat enak, ini buatan kak Imel''
''Hem.. sangat enak De'' ujar nenek terus memasukkan suapan demi suapan ke mulutnya.
.
Pagi berikutnya ketika aku sedang dalam perjalanan menuju ke sekolah, aku berpapasan dengan motor yang biasa di gunakan oleh pak Marvel ketika berangkat ke sekolah namun bukan pak Marvel yang mengendarainya.
''Itu bukannya motor pak Marvel ya?'' Tanya ku pada diri sendiri.
Aku terus memandang motor itu hingga tak terlihat lagi, aku sangat yakin jika itu adalah motor milik pak Marvel.
Sepanjang jalan hingga aku tiba ke sekolah, aku terus memikirkan motor yang berpapasan dengan ku tadi di jalan.
Karena tak fokus saat berjalan, hampir saja aku menabrak dinding jika seseorang tak menghalangi ku.
"Maaf, maaf saya tidak melihat jalan"
"Tak apa-apa sayang, emang kamu lagi mikirin apa sampai tak fokus jalan?"
"Eh, pak Marvel, maaf pak"
__ADS_1
"Kamu mikirin apa sayang?"
"Ngak ada apa-apa pak, bapak naik apa ke sekolah?"
"Naik mobil kak Imel, memangnya kenapa De?"
"Tadi saya liat motor bapak di jalan tapi bukan bapak yang pake"
"Itu kak Calvin, suami kak Imel sayang"
"Oh gitu pak"
"Pagi De, pagi pak" ujar Gema menghampiri ku.
"Pagi juga Gema" ujar ku bersamaan dengan pak Marvel dan membuat Gema tersenyum.
"Saya permisi ke kelas pak, ayo Gem" ujar ku menarik Gema.
"Iya sa, iya Dea"
Aku berjalan tergesa-gesa sambil menarik Gema, jangan sampai ia tahu apa yang terjadi antara aku dan pak Marvel.
"Ngomongin apa tadi sama pak Marvel?"
"Ngak ngomongin apa-apa''
''Ngak ngomongin apa-apa Gem''
Aku dan Gema berpisah ketika kami menuju ke kelas masing-masing, setibanya di kelas ternyata sudah ramai bahkan ada beberapabmurid yang belum pernah aku lihat sebelumnya, mungkin dari kelas lain.
''Ada apa nih ramai-ramai?'' Tanya ku pada Darmi.
''Oh Dea, itu De ada kabar baru lagi''
''Kabar apa lagi?''
''Semalam ada yang liat pak Marvel satu mobil sama Cewek''
Uhuk...uhuk..uhuk....
''Kamu kenapa De?''
''Ngak apa-apa cuma lagi batuk aja'' ujar ku berbohong.
Entah siapa yang melihat kami semalam, tapi mudah-mudahan saja ia tak melihat ku.
''Emangnya mereka liat pak Marvel dimana?''
''Katanya sih rumahnya Resy kan dekat tuh sama rumah pak Marvel, nah semalam kan ibunya pak Marvel ngerayain ulang tahun jadi banyak yang datang di rumah itu. Si Resy melihat pak Marvel gandeng cewek masuk ke dalam mobil terus pergi bareng cewek itu, kata Resy mereka mesra banget loh, apa kamu ngak tahu De?''
__ADS_1
''Aku ngak tahu Mi, ya kali semua tentang pak Marvel aku tahu''
''Iya juga sih, oh iya sudahh lama aku ngak liat kamu di godain pak Marvel, kita jadi ngak ada bahan buat godain kamu. Gimana hubungan kamu sama pak Marvel?'' Tanya Darmi.
''Emang ada hubungan apa antara Dea dan pak Marvel?'' Tanya Leni salah satu teman kelas ku.
''Eh.. ngak ada hubungan apa-apa Leni, Darmi asal ngomong aja'' ujar ku.
''Oh gitu, kirain kamu ada hubungan apa-apa sama pak Marvel secara kalian kan sering bersama akhir-akhir ini''
''Kami bersama kan buat bimbingan Len''
''Iya juga sih''
Aku bisa bernafas lega setelah Leni berlalu menuju ke kursinya.
''De, benaran kamu ngak tahu soal cewek yang bersama pak Marvel semalam?''
''Aku ngak tahu Mi, ngapain aku kepoin pak Marvel malam-malam''
''Tapi bukankah kamu bilang yang di foto ini kamu dan pak Marvel, berarti kalian ada hubungan dong. Secara pak Marvel udah nulis di postingannya. Ayo ngaku sama aku kalau kamu memang ada apa-apa sama pak Marvel'' ujar Darmi memperlihatkan kembali foto yang di unggah pak Marvel beberapa hari yang lalu.
''Ngak ada apa-apa Mi. Koq kelas belum mulai sih ini udah jam 8 loh'' ujar ku melihat jam di pergelangan tangan ku.
''Kamu ngak tahu ya kalau hari ini guru-guru akan rapat dengan ketua yayasan''
''Oh iya, aku lupa Mi''
''Kamu kan cuma mikirin pak Marvel aja'' ujar Darmi.
Aku memilih meninggalkan Darmi yang terus mencari informasi tentang hubungan ku dengan pak Marvel, aku belum siap untuk memberitahu siapa-siapa tentang hubungan kami.
Karena hari ini tak ada guru yang akan masuk di kelas, jadi ku putuskan untuk duduk saja di taman sambil membaca buku.
Saat sedang serius membaca buku novel yang di berikan teman sekolah ku saat masih duduk di bangku SMP, tiba-tiba saja ada yang datang dan menyiram ku dengan air yang sangat bau dan sangat dingin.
Karena terkejut aku berteriak dan membuat beberapa murid yang juga berada di taman saat itu melihat ke arah ku.
''Ini buat kamu perempuan murahan yang sudah merebut Marvel dari saya. Saya tidak peduli jika setelah ini saya di keluarkan dari sekolah yang penting saya sudah memberikan pelajaran buat kamu. Masih kecil-kecil sudah belajar menjadi perebut pacar orang, gimana besarnya bisa-bisa menjadi perebut suami orang''
''Apa maksud ibu?'' Tanya ku pada bu Selvy.
''Saya tahu kalau yang ada di foto yang di unggah pak Marvel di fbnya itu kamu. Apa yang kamu kasih sama pak Marvel sampai dia ninggalin saya hanya buat sampah kayak kamu'' ujar bu Selvy yang membuat ku terkejut.
Entah dari mana bu Selvy tahu jika aku yang ada di foto itu bersama pak Marvel.
''Huuuu......'' ujar beberapa murid yang ada di taman itu.
Bu Selvy kembali menyiramkan air bau itu pada ku, dan ternyata air itu adalah air es bekas ikan. Badan ku langsung menggigil karena air itu sangat dingin, bahkan bongkahan-bongkahan kecil es masih ada di situ.
__ADS_1