
Gaun putih yang sederhana namun indah dan sangat elegan melekat indah di tubuh ramping Dea, ia terlihat sangat cantik dalam balutan gaun pengantin. Jika orang yang tak mengenalnya akan berpikir jika Dea adalah seorang putri dari salah satu kerajaan yang biasa mereka lihat di film, karena pada kenyataannya tampilan Dea kini bak putri-putri yang ada di dalam cerita dogeng dan film.
''Kamu cantik sekali, patutlah tuan Marvel tak pernah mau melirik wanita lain'' puji Stefany, MUA yang bertugas untuk mendadani Dea di hari bahagianya.
Dea hanya tersipu malu mendengar pujian dari Stefany dan mengucapkan terimakasih. Setelah Stefany keluar dari ruangan itu kini tinggallah Dea seorang diri di ruangan yang sudah di sulap menjadi kamar pengantin. Ia mematutkan diri di depan sebuah cermin besar kemudian melihat pantulan dirinya di dalam cermin.
Ia tersenyum sembari meneteskan air mata, hari ini ia sedih dan bahagia sebab dulu saat ia menikah dan kini ia menikah lagi,tak pernah di hadiri oleh kedua orangtuanya. Ia bahkan lebih sedih sebab kini sang ayah sudah berpulang kepangkuan bapa di surga.
''Ayah, aku akan menikah hari ini, tolong berikan restu ayah untukku dan kak Marvel. Sion sayang, hari ini mama akan menikah, mama tidak akan melupakanmu sayang'' ujar Dea dengan beberapa tetes air mata yang sudah membasahi pipinya.
''Astaga apa yang sudah aku lakukan'' ujar Dea panik, ia mengambil tisu dan mengelap air matanya denga perlahan.
Stefany masuk ke ruangan itu lagi bersama dengan bi Tina, Darmi, Sukma, Amelia, Ana, mbok Namu dan anaknya.
''Aduh sayang koq nangis'' ujar Darmi dan Sukma memeluk Dea.
''Eh, maaf bu Stefany riasannya jadi rusak'' sesal Dea, ia mengira jika riasan di wajahnya akan luntur sebab air matanya.
''Tenang saja sayang riasan itu ngak akan luntur meski kamu menangis bombay hahahaha'' ujar Stefany mencoba mencairkan suasana.
''Kamu sudah siap sayang? Sebentar lagi Marvel beserta keluarganya akan datang untuk menjemput kamu. Jangan ada air mata hari ini kecuali air mata bahagia, ayahmu akan sedih jika kamu sedih di hari bahagiamu'' ujar bi Tina memeluk keponakannya.
Dea hanya bisa mengangguk dan membalas pelukan hangat dari bi Tina.
''Sekarang kamu duduk di atas tempat tidur itu, tunggu Marvel dan keluarganya untuk masuk setelah itu kita berdoa dan berangkat ke gereja'' ujar bi Tina menuntun Dea untuk duduk di tepi tempat tidur sebelah kiri.
''Bi''
''Iya sayang''
''Koq aku deg-degan ya'' ujar Dea yang di sambut gelak tawa oleh semua yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
''Dea..Dea, situasi begini kamu masih bisa melawak hahahaha, wajar saja sayang kalau kamu deg-degan, ini kan pernikahn kamu dengan orang yang kamu cintai'' ujar Darmi.
''Kamu berdoa saja semoga semuanya di lancarkan''
''Amin''
Beberapa menit menunggu akhirnya Marvel beserta keluarga besarnya tiba, terdengar suara ketukan di daun pintu dan suara orang menyapa dari luar kamar.
Pemangku adat yang ditunjuk sebagai tetua dalam acara pernikahan Marvel dan Dea memulai dengan berdoa dan dilanjutkan dengan permintaan ijin kepada tetua dari pihak Dea untuk menjemput mempelai perempuan.
Cukup lama perbincangan antar dua tetua adat berlangsung sebelum Marvel beserta kedua orangtuanya masuk ke dalam kamar dimana Dea berada. Saat pintu sudah terbuka lebar, Marvel dapat melihat, seorang putri yang sangat cantik dengan senyum yang sangat manis sudah duduk dengan anggun menunggu dirinya.
Marvel begitu terpukau melihat Dea yang terlihat semakin cantik dalam balutan gaun putih yang sangat indah.
''Ehem'' ujar pak Wisnu yang menyadarkan Marvel dari kegiatannya yang terus menatap Dea sedari mereka masuk ke ruangan itu.
''Sepertinya pangeran kita terpesona dengan tuan putri'' goda salah satu tetua adat yang juga ikut masuk ke ruangan itu membuat suasana menjadi riuh oleh suara orang-orang yang menertawakan Marvel.
Marvel hanya bisa tersenyum karena telah ketahuan sedang memandangi Dea. Marvel memberikan rangkaian mawar putih yang ia bawa kepada Dea, ia tak lepas memandangi wajah Dea yang tersenyum menerima bunga darinya.
Setelah prosesi saling memberi bunga selesai, di tutup dengan doa sebelum mereka berangkat ke gereja untuk melakukan pemberkatan pernikahan.
Dea di digandeng oleh Marvel keluar dari kamar pengantin itu dengan senyumm bahagia dari seluruh kerabat yang hadir. Beberapa di antara mereka menggoda Marvel membuat Marvel hanya bisa tersenyum malu.
Dea dan Marvel masuk ke dalam mobil yang sudah di sulap sedemikian rupa hingga terlihat sangat cantik. berbagai jenis bunga menghiasi mobil yang memang sudah cukup mewah itu.
Sepanjang perjalan Marvel tak melepaskan genggaman tangannya pada Dea, ia bahkan terus menatap wajah Dea hingga tak terasa mereka sudah sampai di pelataran gereja.
Marvel dan Dea berjalan bersisihan menuju altar pernikahan di ikiuti oleh kelaurga kedua mempelai yang mengambil tempat suduk yang sudah dihias dengan bunga-bunga putih.
Dea tak berhenti menatap ke arah Dea yang sedang tersenyum kepada beberapa orang yang menatap ke arah mereka.
__ADS_1
'Terimakasih Tuhan' batin Dea. Rasanya ingin sekali ia menangis saat ini, sebab apa yang ia anggap hanya sebagai angannya selama ini, kini bisa tercapai. Berjalan bergandengan tangan menuju ke altar penikahan bersama dengan orang yang ia cintai.
Tak jahh berbeda dengan Dea, Marvel juga merasakan kebahagiaan yang sama. Ia merasa sangat bahagai, tak henti-hentinya ia mengucap syukur. Matanya yang biasa menatap tajam akan orang lain kini penuh dengan binar-binar kebahgiaan.
Dea dan Marvel kini sudah sampai di depan altar dan keduanya di minta duduk di kursi yang sudah disiapkan untuk kedua mempelai. Banyak pasang mata yang menatap kagum ke arah keduanya, terlebih mereka yang mengetahui perjalanan kisah cinta keduanya yang penuh dengan tantangan dan rintangan sebelum keduanya di persatukan oleh Tuhan.
Ibadah pemberkatan pernikahan keduanya dimulai tepat setelah semua yang hadir sudah mengambil tempat duduk. Sepanjang ibadah dilaksanakan tak pernah senyum luput dari bibir keduanya.
Senyum keduanya seolah memberi tahu kepada semua yang hadir jika keduanya sangat bahagia. Kini tibalah saatnya dimana keduanya akan mengucapkan janji suci pernikahan keduanya dihadapan Tuhan dan semua umatnya.
''Saudara Marvel Geraldi, bersediakah engkau menerima saudari Dealova Melody menjadi istrimu satu-satunya, mencintai dia dalam keadaan untung atau malang, sakit atau sehat dan menjadi pedoman untuknya dan anak-anak kalian nanti, apa jawab saudara?''
''Saya Marvel Geraldi berjanji dihadapan Tuhan dan jemaatnya bersedia menerima engkau Dealova Melody menjadi istriku satu-satunya dan akan selalu mencintaimu dalam keadaan apapun hingga Tuhan yang memisahkan kita. Aku berjanji akan menjadi pedoman dan pelindung untukmu dan anak-anak kita nanti'' dengan tegas dan lancar kata-kata indah yang keluar dari bibir Marvel mampu membuat mata Dea berkaca-kaca.
''Terimakasih atas jawaban saudara. Saudari Dealova Melody, bersediakah engkau menerima saudara Marvel Geraldi menjadi suamimu satu-satunya, mencintai dia dalam untung atau malang, sakit atau sehat, menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anak kalian, apa jawab saudari?''
''Saya Dealova Melody berjanji dihadapan Tuhan dan jemaatnya, memerima engkau Marvel Geraldi sebagai suamiku satu-satunya, akan selalu mencintaimu sampai Tuhan memisahkan kita. Aku bersedia menjadi sahabatmu dan ibu jntuk anak-anak kita''
''Terimakasih untuk kedua mempelai, semoga kalian berdua bisa memegang teguh janji yang sudah kalian ucapkan dihadapan Tuhan''
Keduanya kemudian berlutut di atas altar dan menerima berkat dan di aminkan oleh semua yang hadir.
Tibalah saatnya dimana keduanya akan saling memakaikan cincin pernikahan, dengan senyum yang terus merekah kedunya saling memakaikan cincin di iringi suara tepuk tangan.
''Sekarang kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri, saudara Marvel anda boleh mencium pengantin wanita''
Dengan perlahan Marvel membuka kain tipis penutup bagian kepala Dea dan mendekatkan bibirnya ke kening sang istri.
Cup
Dengan bibir Marvel di kening Dea sorak-sorai terdengar dari para hadirin untuk menggoda keduanya. Marvel sedang tersenyum bahagia karena kini mereka tak akan terpisah lagi kecuali Tuhan yang berkehendak.
__ADS_1
Dea merasa sangat malu karena Marvel menciumnya dihadapan banyak orang membuat pipinya kini sudah sangat merona terlebih ketika matanya bertatapan dengan mata Marvel.
Segala prosesi pernikahan telah selesai, berkas-berkas pernikahanpun sudah mereka tanda tangani. Kini mereka akan kembali ke rumah untuk istirahat sebab malam nanti resepsi pernikahan keduanya akan dilakasanakan.