
(POV AUTHOR)
Bi Tina menyadari jika antara Marvel dan keponakannya ada sebuah hubungan yang khusus.
Ia menyadari hal itu ketika melihat perhatian yang di tunjukkan oleh Marvel kepada Dea. Terlebih saat ini ketika Dea masuk rumah sakit, Marvel dengan setia menjaganya juga membiayai seluruh biaya rumah sakitnya bersama nenek Dea.
Ketika Marvel datang melihat nek Diah di kamarnya, bi Tina yang penasaran tentang hubungan Dea dan Marvel mencoba untuk bertanya pada Marvel.
''Bagaimana keadaan nenek bi?'' Tanya Marvel.
''Ibu sudah lebih baik pak, terimakasih, Ibu sedang tidur pak, bagaimana keadaan Dea?''
''Syukurlah bi, Dea sedang bersama teman-temannya bi habis makan malam''
''Bibi boleh bertanya pak Marvel?''
''Boleh bi silahkan''
''Apa pak Marvel punya hubungan khusus dengan Dea?''
Marvel terkejut mendengar pertanyaan bi Tina namun ia tetap menjawab dengan sejujur-jujurnya.
''Iya bi, maaf saya belum memberitahu bibi dan nenek''
''Saya tak masalah jika pak Marvel dan Dea punya hubungan, yang penting tak melewati batas dan bisa menjaga Dea, karena tak selamanya saya dan ibu bisa menjaga Dea. Sedangkan kedua orang tua Dea, seperti tak menginginkan Dea, kami berharap bapak bisa menjaga Dea''
Marvel bahagia mendengar apa yang bi Tina ucapkan, ia pikir hubungannya dengan Dea akan di tentang karena perbedaan usia mereka, namun di luar dugaan bi Tina merestui hubungan mereka.
''Saya berjanji akan menjaga Dea dengan baik bi, terimakasih sudah memberi kepercayaan bagi saya''
''Sama-sama pak Marvel, tolong jaga Dea''
''Dea'' ujar nek Diah lirih dari tempatnya berbaring.
Marvel dan bi Tina menghampiri nek Diah yang sedang membuka matanya perlahan.
''Ibu sudah bangun?''
''Dea bagaimana keadaannya?''
''Dea baik-baik saja nek'' ujar Marvel.
''Pak Marvel, terimakasih atas semuanya'' ujar nek Diah.
''Sama-sama nek''
''Bu, pak Marvel ini pacar cucu ibu'' ujar bi Tina.
Nek Diah tersenyum kemudian memanggil Marvel untuk mendekat, nek Diah meraih tangan Marvel.
''Tolong jaga Dea dengan baik pak, saya percayakan Dea pada bapak'' ujar nek Diah sambil menepuk-nepuk perlahan tangan Marvel.
''Iya nek terimakasih''
''Ayo makan dulu bu'' ujar bi Tina mengambil bubur dan mulai menyuapi nek Diah.
''Saya kembali ke kamar Dea dulu nek, mungkin teman-temannya sudah mau pulang. Saya yang akan menjaga Dea malam ini, biar bibi disini saja jagain nenek''
''Terimakasih pak Marvel''
''Sama-sama nek'' ujar Marvel keluar dari ruangan rawat nek Diah.
''Semoga mereka berjodoh nak, pak Marvel orang yang baik'' ujar nek Diah.
''Amin bu''
__ADS_1
(POV MARVEL)
Aku begitu bahagia ketika bi Tina dan nek Diah merestui hubungan ku dengan Dea, awalnya aku berpikir jika hubungan kami akan di tentang oleh mereka karena perbedaan usia kami, namun aku salah mereka justru mempercayakan Dea pada ku. Dengan senyum merekah aku berjalan kembali ke kamar Dea, tapi sebelum itu aku mampir ke kantin rumah sakit dan memesan 3 bungkus nasi goreng untuk teman-teman Dea.
Setelah makan malam ketiganya pamit untuk pulang, aku memberikan bebarapa ribu untuk ongkos mereka pulang.
''Belum ngantuk sayang?'' Tanya ku melihat Dea sedang duduk di atas ranjangnya.
''Belum pak''
''Berasa tua aku kamu panggil bapak terus''
''Bapak kan memang sudah tua'' ujarnya kemudian tertawa kecil.
''Tua-tua begini tapi tetap ganteng dan bisa bikin kamu jatuh cinta'' ujar ku yang membuat pipi Dea merona.
''Ngak tuh'' ujarnya bersembunyi di balik selimutnya.
Aku gemas di buatnya hingga spontan aku memeluknya dan membuatnya seketika terdiam di balik selimutnya. Jantung ku berdetak sangat cepat ketika aku memeluk Dea.
''Pak'' ujarnya pelan.
''Iya sayang, ada apa?''
''Jangan peluk saya pak'' ujarnya yang membuat ku tersadar.
''Maaf sayang, habis kamu sangat menggemaskan''
Perlahan-perlahan ia mengeluarkan kepalanya dari balik selimut, ia terlihat sangat menggemaskan.
''Kau sangat menggemaskan sayang'' ujar ku mengusap kepalanya.
''Bapak benar-benar ingin bermalam disini?''
''Bukan begitu pak, hanya saja bapak bisa lelah kalau menjaga ku disini semalaman, terus besok masih harus ke sekolah''
''Ngak apa-apa sayang, lagi pula aku sudah berjanji pada bibi dan nenek jika aku akan selalu menjagamu''
''Maksudnya pak?''
''Nenek dan bibi sudah tahu hubungan kita sayang, nenek dan bibi juga merestui hubungan kita''
''Apa benar pak?''
''Tentu sayang''ujar ku yang membuat Dea tersenyum.
Dengan melihatnya tersenyum, mampu membuat ku bahagia, aku memintanya berbaring dan beristirahat.
Tidak lama Dea sudah tertidur lelap, aku mengambil kasur lantai dan menggelarnya di bawah ranjang Dea.
''Selamat malam sayang'' ucap ku mencium pipinya.
Saat sedang berbaring sambil melihat-lihat foto ku dan Dea yang aku simpan di galeri ponsel ku, terdengar ketukan pintu.
Aku bangun kemudian membuka pintu ruangan Dea, ternyata ibu dan Kak Imel juga kak Febi yang datang.
Aku mempersilahkan mereka masuk dan mempersilahkan mereka untuk duduk. Di rumah aku tak sempat memberitahu mereka penyebab Dea masuk rumah sakit.
''Bagaimana keadaan Dea?'' Tanya ibu.
''Dea sudah lebih baik bu, hanya saja memang belum di ijinkan oleh dokter untuk pulang''
''Dea sakit apa Vel?''
Aku menceritakan semua yang terjadi pada Dea, beberapa kali aku melihat wajah kak Imel sangat kesal mendengar cerita ku.
__ADS_1
''Si selvy benar-benar ngak bisa di biarin Vel, dia harus dapat akibatnya'' ujar kak Imel.
''Kamu bilang nenek Dea juga sakit?''
''Iya mah, beliau dirawat di kamar sebelah, mama mau liat?''
''Ayo''
Aku, mama dan kak Febi menuju ke kamar rawat nenek sedangkan kak Imel menemani Dea di kamarnya.
Tok...tok..tok..
''Masuk'' ujar bi Tina.
Kami semua masuk kedalam ruangan nenek, bi Tina tampak terkejut melihat kami.
''Silahkan duduk'' ujar bi Tina.
Ibu, kak Imel dan aku duduk di kursi.
''Ada apa pak Marvel?''
''Ibu saya ingin menjenguk nenek bi''
''Terimakasih bu sudah menjenguk ibu saya'' ujar bi Tina.
''Sama-sama bu''
Cukup lama mereka berbincang-bincang, ibu bahkan membicarakan hubungan ku dengan Dea.
Ibu meninggalkan sedikit rejeki untuk membantu kebutuhan nenek dan bi Tina selama di rumah sakit ini.
Kami kembali ke kamar Dea sebelum ibu pulang ke rumah, saat memasuki kamar, terlihat Dea dan kak Imel sedang berbincang-bincang.
''Ngomongin apa sih seru amat'' ujar ku.
''Malam ma, kak Febi''
''Malam juga sayang, gimana keadaan kamu?''
''Aku baik-baik aja mah, mama kenapa datang malam-malam?''
''Mama khawatir sama kamu sayang''
''Terimakasih ya mah, sudah datang jenguk Dea malam-malam''
''Iya sayang, mama sudah mau pulang ini, cepat sembuh ya sayang'' ujar mama memeluk Dea.
''Marvel jaga menantu mama jangan sampai kenapa-kenapa dan jangan sampai kamu macam-macam'' ujar mama mencubit pipi ku.
''Iya mama sayang''
''Cepat sembuh ya sayang, jika kamu dan nenek sudah sehat, mama serta keluarga mama akan melamar kamu buat jadi mantu mama'' ujar mama yang membuat Dea dan aku terkejut.
''Maksudnya mah?'' Tanya ku.
''Tadi mama sudah ngomong sama nenek dan bibi Dea tentang hubungan kalian dan nenek meminta untuk datang melamar jika beliau sudah sehat'' ujar mama yang membuat ku sangat bahagia.
''Mama pamit ya sayang, ingat pesan mama Vel'' ujar mama mulai berjalan ke luar ruangan.
''Baik mama'' ujar ku.
''Hati-hati mah, kak Imel dan kak Febi'' ujar Dea.
''Iya sayang''
__ADS_1