MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
KAMAR VIP (POV AUTHOR)


__ADS_3

Dea yang masih tak sadarkan diri membuat Marvel benar-benar khawatir, ia sangat takut jika terjadi hal yang buruk pada Dea.


Ia bahkan melupakan rapat yang harus ia ikuti, yang ada di pikirannya saat ini hanya Dea.


''Gimana keadaan Dea Vel?'' ujar Boy menghampiri Marvel yang duduk di kursi depan UGD.


''Entahlah Boy aku belum tahu, kenapa kamu nyusul kesini?''


''Aku diminta pak Bimo jemput kamu, katanya masalah ini harus segera di selesaikan. Jika terus dibiarkan Selvy akan semakin semena-mena sama Dea''


''Tapi aku tak mau ninggalin Dea Boy'' ujar Marvel dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.


''Kami yang akan jaga Dea pak'' ujar Darmi yang datang bersama Gema dan Sukma.


''Bapak kembalilah ke sekolah selesaikan semuanya dengan bu Selvy, kami tidak mau Dea terus di ganggu pak'' ujar Gema.


''Benar pak, andai bukan guru, sudah kami beri pelajaran bu Selvy itu, sakit hati kami pak Dea di perlakukan begitu'' ujar Sukma dengan nada kesal.


''Ayo Vel, sudah ada yang jaga Dea. Ami, kabari paman gimana kondisi Dea ya?''


''Iya paman''


''Titip Dea ya'' ujar Marvel berdiri dari duduknya, dengan langkah yang lesu ia berjalan mengikuti Boy.


''Gimana ya kondisi Dea? Apa kita boleh masuk?''


''Mudah-mudahan Dea baik-baik saja'' ujar Sukma dan diaminkan oleh Gema dan Darmi.


Ketiganya menunggu dengan cemas di luar ruang UGD, saat melihat bu Ega keluar dari UGD mereka bertiga segera menghampirinya.


''Bagaimana keadaan Dea bu?'' Tanya Darmi.


''Puji Tuhan sudah lebih baik, pak Marvel mana?'' Tanya bu Ega.


''Pak Marvel balik ke sekolah bu, tadi pak Boy datang jemput katanya di panggil pak Bimo buat nyelesaiin masalah dengan bu Selvy''


''Oh gitu, ayo masuk Dea pasti senang liat kalian disini. Sebentar lagi Dea akan dipindahkan ke kamar perawatan''


Ketiga sahabat itu mengikuti bu Ega masuk kedalam ruang UGD, mereka melihat Dea sedang terbaring dengan mata yang tertutup.

__ADS_1


''De'' ujar Darmi perlahan.


''Mungkin dia sedang tidur, tadi habis minum obat'' ujar seorang perawat.


''Apa boleh di pindah sekarang Sus?'' Tanya bu Ega.


''Boleh dok, tapi pasiennya sedang tidur''


''Tak apa, biar bisa istirahat di kamar rawat saja disini banyak orang''


''Baik dok, mari saya bantu''


Darmi, sukma, Gema, bu Ega dan seorang perawat mendorong tempat tidur Dea menuju ke ruangan dimana Dea akan dirawat. Akibat pengaruh obat Dea masih tertidur lelap, perlahan-lahan wajahnya sudah mulai tak pucat lagi.


Setelah melapor pada perawat yang bertugas di ruangan di mana Dea akan dirawat, akhirnya mereka tiba di sebuah kamar VIP.


Mereka semua tercengang kala membaca tulisan yang ada di pintu [VIP MAWAR], juga ketika mereka masuk ke dalamnya. Ruangan itu terlihat bukan seperti ruangan di rumah sakit, melainkan sebuah rumah kecil lengkap dengan kamar, ruang tamu dan juga peralatan elektronik.


''Yakin bu, Dea dirawat di ruangan ini?''


''Ini ngak salah ruangan kan Sus?'' Tanya Darmi pada perawat yang mengantar mereka.


''Tidak salah ruangan, laki-laki yang mengantar pasien yang memesan kamar ini untuk pasien''


''Iya Darmi, sukma, pak Marvel memang pesan sama saya jika Dea harus dirawat inap, maka harus di rawat di ruangan yang hanya di tempati oleh satu pasien saja'' ujar bu Ega.


Mereka berempat duduk di kursi sambil menunggu Dea kembali sadar.


Ditempat lain yaitu sekolah, sedang terjadi adu mulut antara bu Siska dan Bu Selvy. Bu Selvy yang tidak mau di salahkan atas apa yang menimpa Dea sedangkan bu Siska yang terus membela Dea.


Selvy juga menuduh jika Siska yang sudah mempengaruhi Marvel agar menjauhinya. Ia memang tak menyukai Siska, karena dulu Selvy pernah mencintai Boy namun cintanya di tolak karena Boy memang sudah berpacaran dengan Siska.


Selvy dan murid-murid yang ada ditaman tadi di kumpulkan di aula sekolah mereka semua ditanya satu persatu mengenai kejadian yang baru saja terjadi. Banyak di antara siswa yang ternyata di provokasi oleh Selvy untuk melempari Dea dengan tepung dan telur busuk yang ia bawa. Sedangkan sebagian lagi yang menghina Dea, saat di tanya kenapa mereka melakukan hal itu beberapa yang menjawab jika mereka iri melihat pak Marvel dan Dea, beberapa lagi menjawab jika mereka di tipu oleh Selvy.


Beruntung hari itu ketua yayasan tak jadi datang sehingga mereka semua tak mendapatkan sanksi yang berat.


Ketika Marvel dan Boy tiba disana, semua orang langsung menatap ke arah Marvel. Baju yang ia kenakan masih basah karena menggendong Dea tadi. Ia memberikan tatapan kemarahan pada Selvy, Selvy sendiri yang tak pernah melihat Marvel menatapnya semenakutkan itu sontak saja menunduk dan terdiam.


''Siang pak'' ujar pak Marvel pada pak Bimo.

__ADS_1


''Siang pak Marvel silahkan duduk'' ujar pak Bimo.


Marvel duduk di hadaapan semua orang yang ada di aula saat ini. Guru-guru yang hendak mengikuti rapat tadi juga masih berada di ruangan aula.


''Karena pak Marvel sudah di sini, kita akan menyelesaikan permasalahan yang selalu di timbulkan oleh bu Selvy'' ujar pak Bimo.


''Huuuuuuu.......'' Orang-orang yang hadir disana menyoraki Selvy.


''Bu Selvy, apa alasan ibu kali ini sehingga ibu melakukan perbuatan yang tak patut di tiru oleh murid, saya harap ibu punya alasan yang tepat, karena tindakan ibu tadi menyiram Dea dengan air es bisa berakibat fatal jika tak segera di tolong. Dea bisa saja mengalami hipotermia dan kehilangan kesadaran juga trauma, jika keluarganya tahu, ibu bahkan bisa di laporkan ke pihak yang berwajib''


''Saya hanya ingin Marvel kembali pada saya pak, saya tidak mau perempuan seperti Dea membuat Marvel melupakan saya. Bapak tahu kan saya sudah berhubungan lama dengan Marvel, saya tidak ingin dia mempunyai hubungan dengan wanita lain apa lagi dengan anak kampung itu''


Marvel semakin geram dengan ucapan Selvy, jika saja Selvy seorang laki-laki mungkin ia sudah babak belur dihajar Marvel.


''Huuuuuu.....'' terdengar lagi sorakan dari semua yang ada di ruangan aula, mereka sangat muak melihat Selvy.


''Tenang semua'' ujar pak Bimo.


''Bagaimana dengan pak Marvel?''


''Saya tidak tahu harus berbicara apa pak, jujur saja saya sedang emosi saat ini'' ujar Marvel.


''Baiklah biar saya yang jelaskan disini. Mungkin banyak di antara kita yang bertanya-tanya tentang hubungan apa yang terjadi di antara pak Marvel dan Dea? Ada juga yang bilang jika pak Marvel sudah menikah, ada juga yang menganggap Dea merusak hubungan pak Marvel dan bu Selvy''


''Benar pak''


''Apa bu Selvy tidak ingin menjelaskan yang sesungguhnya?'' Tanya pak Bimo pada Selvy, namun yang di tanya terus menunduk karena tkut melihat tatapan mata Marvel.


''Sesungguhnya bu Selvy dan pak Marvel memang memiliki hubungan, tapi itu dulu. Beberapa tahun yang lalu mereka berdua sudah putus hubungan dan saya sendiri yang jadi saksinya. Jadi yang menganggap Dea merebut pak Marvel dari bu Selvy adalah salah, itu yang pertama. Yang kedua mengenai kabar jika pak Marvel dan Dea memiliki hubungan, itu memang benar. Saya menjadi saksi saat pak Marvel berhasil mendapatkan hati Dea setelah berjuang cukup lama, tapi bukan berarti Dea merebut pak Marvel dari bu Selvy, karena jauh sebelum pak Marvel mendekati Dea, pak Marvel dan bu Selvy memang sudah tak memiliki hubungan apa-apa. Mengenai ucapan pak Marvel, jika Dea adalah tunangannya, saya tak tahu itu benar apa tidak. Yang saya tahu keduanya memang memiliki hubungan khusus yang bahkan sudah di ketahui oleh keluarga besar pak Marvel, kemungkinan jika Dea memang tunangan pak Marvel bisa saja terjadi.'' Jelas pak Bimo.


''Tapi apakah boleh pacaran dengan guru atau murid sendiri?'' Tanya seorang siswi.


''Tentu saja boleh, hati manusia tidak ada yang tahu. Yang pasti jangan sampai hubungan itu mempengaruhi proses belajar mengajar.'' ujar pak Bimo.


Pak Bimo memberikan surat peringatan kepada bu Selvy, jika ia melakukan hal yang sama satu kali lagi, maka ia akan di keluarkan dari sekolah secara tidak terhormat.


Setelah semuanya jelas, semua yang ada di ruangan itu membubarkan diri kecuali Marvel dan pak Bimo.


''Bagaimana ini bisa terjadi?'' Tanya pak Bimo

__ADS_1


''Saya juga tidak tahu pak, tadi saya di ruangan ini siap-siap mau rapat, tapi......'' Marvel menceritakan semua yang terjadi pada Dea.


''Setelah ini kita ke rumah sakit liat keadaan Dea'' ujar pak Bimo.


__ADS_2