MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
ADA KEJADIAN APA DI KAMAR? (POV AUTHOR)


__ADS_3

Marvel benar-benar tak bisa berhenti memikirkan Dea setelah melihat penampilanya saat masuk ke kamar tadi.


''Kamu benar-benar bikin jantung aku mau copot De'' gumam Marvel masih memandangi pintu kamar Dea.


''Kita berangkat pak?'' Tanya Dea menghampiri Marvel.


''I-iya ayo berangkat, kita pamit sama nenek dulu yuk''


Mereka berjalan ke arah kios untuk berpamitan pada nenek.


''Nek, Dea sama pak Marvel mau berangkat ke sekolah'' ujar Dea menghampiri sang nenek yang sedang melayani beberapa pembeli.


''Sudah mau berangkat ya nak, hati-hati di jalan nak''


''Iya nek''


''Saya pamit ya nek'' ujar Marvel mencium punggung tangan nenek.


Marvel dan Dea berjalan ke arah motor Marvel dan saat hendak naik ke atas motor, Dea mendengar namanya di panggil.


''Iya bu'' ujarnya melihat bu Mira dan bu Tiwi menghampiri mereka.


''Ciee yang pagi-pagi keramas'' ujar bu Tiwi yang membuat Dea dan Marvel saling pandang karena kebingungan.


''Iya bu, tadi habis dari kebun banyak tanah di kepala jadi Dea keramas bu'' ujar Dea tak mengerti arti ucapan bu Tiwi.


''Oh gitu, ibu kira neng Dea sama pak Marvel keramas karena....'' ujar Bu Mira sengaja tak melanjutkan ucapannya untuk menggoda Dea.


''Karena apa bu?'' Tanya Dea.


''Karena habis olahraga malam'' ujar bu Tiwi.


Dea yang mengerti arah pembicaraan bu Tiwi langsung tersipu malu, pipinya merah bak tomat matang sekarang.


''Kami berangkat dulu ya bu'' ujar Dea kemudian meminta Marvel segera menyalakan menyalakan motornya.


''Sudah mau berangkat neng?''


''Iya bu, ada yang bisa Dea bantu?''


''Kita mau titip bahan kue kalau nenng Dea ngak keberatan?''


''Boleh bu, habis pulang sekolah Dea belikan nanti''


''Maksih ya neng, ia uang sama catatannya'' ujar bu Mira menyerahkan uang beserta selembar kertas.


''Kami pergi dulu bu'' ujar Marvel berpamitan pada keduanya.


Motor yang Marvel kendarai melaju perlahan meninggalkan halaman rumah Dea.


Bu Tiwi dan bu Mira tertawa melihat pipi Dea yang memerah saat mereka goda tadi.

__ADS_1


''Neng Dea masih malu-malu ya bu'' ujar bu Tiwi.


''Benar bu, mungkin mereka belum melakukannya''


''Iya bu, ayo kita beli sayur'' ajak bu Mira berjalan ke arah kios nek Diah.


Ketika melewati kerumunan siswa yang juga masuk ke dalam sekolah, Dea melepaskan pelukan tangannya dari pinggang Marvel.


''Kenapa di lepas?'' Tanya Marvel ketika keduanya sudah turun dari motor.


''Ini kan di sekolah pak, masa iya saya harus meluk bapak''


''Hehe siapa tahu kamu masih pengen peluk saya'' goda Marvel.


''Apa sih pak, saya duluan ya'' ujar Dea berjalan meninggalakan Marvel.


''Dea'' panggil Marvel.


''Ada apa pak?'' Tanya Dea dengan raut wajah kesal setelah di goda oleh Marvel.


''Kamu ngak bawa tas kamu'' ujar Marvel menganggkat tas ransel milik Dea.


Dea menepuk jidatnya dan berlari kecil menghampiri Marvel, ''saya lupa pak,terimakasih'' ujarnya mengambil tas dari tangan Marvel.


''Pasti kamu ingat kejadian di kamar tadi makanya ngak fokus'' ujar Marvel kembali menggoda Dea sebelum menuju ke ruangannya.


''Ada kejadian apa di kamar?'' Tanya Darmi menghampiri Dea bersama Sukma dan Gema setelah Marvel sudah masuk ke ruangannya.


Ketiga sahabat Dea ternyata mendengar ucapan terakhir Marvel tadi.


''Aku nanya, apa yang barusan pak Marvel katakan? Kenapa dia ngomong kamar-kamar. Emang kamu sama pak Marvel habis ngapain?''


''Ng-ngak, ngak ada yang ngomong masalah kamar'' ujar Dea berbohong dengan pipi yang memerah.


''Ngak usah bohong De, tuh hidung kamu udah panjang karena bohong'' ujar Darmi membuat Dea langsung memegang hidungnya dan membuat teman-temannya tertawa.


''Hahahaha kamu itu lucu banget De, ya kali hidung bisa panjang? Emang kamu pinokio?'' ujar Sukma.


Dea merutuki kebodohannya yang langsung memegang hidungnya saat mendengar ucapan Darmi.


''Udah De, jujur aja sama kita. Sebenarnya apa yang terjadi kenapa pak Marvel bisa bareng kamu datangnya dan apa maksudnya dengan bilang kejadian di kamar? Kalian tinggal bareng? Sekamar?'' Tanya Sukma


''Iii..itu...itu, nantilah aku cerita'' ujar Dea berjalan mendahului teman-temannya.


'Gara-gara pak Marvel nih aku harus di introgasi sama mereka pagi-pagi' gerutu Dea dalam hati.


''Ok jam istirahat kita ketemu di taman'' ujar Sukma.


Dua mata pelajaran telah selesai, saatnya mereka menikmati jam istirahat sebelum melanjutkan mata pelajaran terakhir.


''Hy De, hy Mi'' ujar Sukma menghampiri keduanya.

__ADS_1


''Hy Sukma, mana Gema?''


''Dia lagi ada urusan sama guru biologi'' ujar Sukma duduk di samping Dea.


''Jadi gimana De, mau jelasin yang tadi ngak?''


''Soal apa?'' Tanya Dea pura-pura lupa.


''Ngak usah pura-pura lupa, ayo jawab. Kamu udah janji loh tadi''


Dea menghela nafas kasar sebelum menjawab pertanyaan Sukma.


''Tapi kalian janji jangan ketawa?''


''Iya'' ujar Darmi dan Sukma.


''Semalam pak Marvel nginap di rumah ku'' ujar Dea yang membuat Sukma dan Darmi langsung melotot.


''Yang benar kamu'' ujar Darmi kemudian tersenyum usil bersama Sukma.


''Jadi udah dong semalam?''


''Udah apa? Ngak usak mikir macam-macam kami ngak ngapa-ngapain''


''Serius''


''Iya, lagian kami tidur ngak di kamar tapi di ruang tengah sama nenek''


''Oh gitu, terus masalah kejadian di kamar? Itu gimana? Katanya ngak tidur di kamar''


''Janji jangan ketawa?''


''Iya janji''


''Tadi habis bawa sayur ke kios, aku langsung ke kamar mandi buat mandi, aku lupa kalau di rumah ada pak Marvel jadi aku ngak bawa baju ganti. Habis mandi aku langsung masuk ke kamar buat ngambil baju di lemari, karena lupa ada pak Marvel aku masuk kamar cuma pake handuk. Waktu ngambil baju dari dalam lemari baru deh aku liat di cermin kalau pak Marvel ada di kamar dan duduk di kursi tempat biasa aku belajar. Karena terkejut spontan saja aku berteriak, pak Marvel langsung berdir di depan ku terus tutup mulut ku pake tangannya sementara aku sibuk nutup bagian dada ku'' ujar Dea menutup wajahnya karena malu mengingat kejadian tadi pagi.


Dea tak menceritakan jika ia terpojok di lemari dan Marvel yang terus menatapnya sebelum keluar dari kamar, Dea bahkan merasa tak bisa bernafas berada sedekat itu dengan Marvel dengan hanya dibalut handuk.


Darmi dan Sukma yang mendengar cerita Dea justru berbanding terbalik, mereka malah tersenyum karena merasa mendapat angin segar, ada bahan untuk menggoda Dea lagi.


''Habis itu kalian ngapain?''


''Ngak ngapa-ngapain, pak Marvel keluar dan aku pake baju, sumpah aku masih malu kalau ingat kejadian tadi pagi''


''Ngapain malu sih De, orang yang liat suami sendiri''


''Yakin kalau kalian ngak ngapa-ngapain?''


''Yakinlah, emang mau ngapain? Jangan mikir aneh-aneh lagi''


''Iya.. iya yakin koq''

__ADS_1


''Untung pak Marvel kuat iman jadi dia ngak langsung...''


''Udah ah, kalian bikin aku tambah merasa malu saja'' ujar Dea masih menutup mukanya.


__ADS_2