
Dengan menggandeng tangan Dea, Marvel berjalan menuju ke luar rumah dimana sudah ramai tamu yang berdatangan. Mereka berdua duduk di kursi yang ada di samping bu Valencia, ayah David dan bibinya.
Dea merasa sangat bersyukur karena sudah di pertemukan dengan Marvel dan keluarganya.
Ibadah dimulai setelah Dea dan Marvel sudah duduk di kursinya, juga setelah cinta pertama Dea datang.
''Terimakasih sudah datang ayah'' ujar Dea pada sang ayah yang duduk di sampingnya.
''Tentu saja nak, ayah tidak akan melewatkan setiap momen kebahgiaan putri ayah'' ujar ayah David mengusap punggung sang anak.
''Terimakasih ayah''
Ibadah syukuran dan segala rangkaian acara sore hari ini berjalan lancar, setelah acara selesai dan semua tamu juga sudah menikmati sajian yang di sediakan oleh tuan rumah, semua kembali ke rumah masing-masing.
Bu Valencia memutuskan untuk menginap sedangkan sang suami dan Imelda juga Febi di antar pulang oleh Marvel. Ayah Dea juga memutuskan untuk bermalam kali ini, ia ingin menghabiskan waktu bersama dengan anak dan menantunya.
Ayah David, Marvel dan Dea kimi duduk di halaman di samping rumah, setelah pulang dari mengantarkan keluarganya. Kini hanya mereka bertiga yang belum tidur.
''Terimakasih nak Marvel sudah membuat anak ayah bahagia, ayah sangat bersyukur karena Dea sangat bahagia bersama nak Marvel'' ujar ayah David menggenggam tangan menantunya itu.
''Sama-sama ayah, aku juga berterimakasih karena ayah sudah memberikan putri ayah untuk Marvel. Doakan kami bisa menua bersama dan bisa memberikan cucu untuk ayah''
Dea hanya tersenyum melihat kedua laki-laki beda generasi yang sama-sama ia sayangi itu saling berpelukan.
''Ayah kenapa menangis?'' Tanya Dea melihat sisa air mata yang masih ada di pipi ayahnya.
''Ngak apa-apa sayang ayah bahagia karena kamu bahagia nak'' ujar ayah David berbohong. Ia tahu jika tak mungkin sang anak akan memberikan cucu kepadanya sebelum ia meninggalkan dunia ini.
Dokter sudah mengatakan jika ia hanya akan bertahan hidup setahun lagi, sedangkan Dea tak mungkin memberinya cucu dalam setahun ini. Ayah David mengidap penyakit kanker darah yang sudah cukup parah namun ia tak pernah mengatakannya pada siapapun termasuk istri dam anak-anaknya.
''Besok ayah harus pulang pagi-pagi nak, ayah harus mengantar adik dan kakakmu ke sekolah. Ngak apa-apa kan nak?"
"Ngak apa-apa ayah. Tapi malam ini ayah tidur sama Dea juga yah''
''Iya nak''
Setelah berbincang-bincang cukup lama dan waktu juga sudah menunjukkan pukul 10 malam, akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk istirahat juga terlebih ayah David akan pulang pagi-pagi sekali.
__ADS_1
Pukul 3 pagi Dea sudah bangun, ia bangun awal untuk membuat sarapan dan juga untuk bekal sang ayah.
Sekitar pukul 4 pagi ayah David juga terbangun ia terkejut melihat sang anak sudah berada di dapur.
''Kamu sudah bangun sayang'' ayah David mengusap kepala sang anak.
''Iya ayah, aku sudah buatkan sarapan untuk ayah. Sekarang ayah cuci muka dulu terus sarapan, baru ayah berangkat, aku juga sudah membuatkan bekal untuk ayah''
''Iya nak''
Ayah David menuju ke kamar mandi dan membasuh wajahnya setelahnya ia menuju ke meja makan dan mulai sarapan dengan ditemani sang anak dan Marvel.
''Apa ayah jadi pulang pagi ini?'' Tanya Marvel setelah mereka selesai sarapan.
''Iya nak, ayah titip Dea lagi nak''
''Tentu saja ayah''
Marvel dan Dea mengantar kepergian ayah David, setelah sang ayah pergi Dea kembali menangis.
''Ada apap sayang?''
''Mungkin hanya perasaan kamu saja sayang, atau mungkin ayah rutin olahraga jadi sekarang agak kurusan'' ujar Marvel mencoba menghibur sang kekasih meski ia juga merasakan jika ada yang berubah dari postur tubuh ayah David.
''Aku merasa ayah sedang menyembunyikan sesuatu dari ku kak, aku merasa jika ayah sedang punya masalah berat''
''Semoga saja itu hanya persaan kamu saja sayang'' ujar Marvel sambil mengusap punggung Dea yang masih menangis.
Dea mengusap air matanya sebelum ia kembali masuk ke dalam rumah, ia tak mau orang melihat air matanya.
''Kalian dari mana?'' Tanya bu Valencia ketika melihat Marvel dan Dea masuk ke dalam rumah.
''Habis nganter ayah mah'' ujar Dea.
''Ayah kamu sudah pulang?''
''Iya mah, ayah harus nganter kakak dan adik Dea ke sekolah''
__ADS_1
''Oh gitu, tapi beliau sudah sarapan kan nak?''
''Sudah mah, kami juga sudah sarapan tadi sama ayah. Ayo mama juga sarapan, selimutnya biar Dea yang lipat'' ujar Dea pada bu Valencia yang terlihat sedang melihat selimut yang ia pakai semalam.
''Ngak usah sayang, biar mama aja cuma lipat selimut koq'' ujar bu Valencia melanjutkan melipat selimut.
Setelah melipat selumut bu Valencia kemudian mencuci wajahnya dan sarapan. Bu Valencia sarapan bersama dengan bi Tina, setelah sarapan ia segera mencari Dea dan Marvel.
Ia sudah mencari di seluruh rumah namun ia tak menemukan kedunaya.
''Kemana lagi mereka berdua ya?'' Gumannya.
''Ada apa bu, apa ibu sedang mencari sesuatu?''
''Saya sedang mencari Marvel dan Dea, kira-kira mereka ada dimana?''
''Mungkin mereka ada di kebun bu, kemarin Dea bilang mau panen sayur pagi ini karen ada pedagang dari pasar yang pesan sayur''
''Oh gitu, saya kesana saja kalau begitu bi'' ujar bu Valencia.
''Silahkan bu''
Bu Valencia berjalan menuju ke arah dapur dimana disana ada pintu yang terhubung langsung ke kebun dimana Dea dan Marvel saat ini berada. Keduanya sedang asik memetik sayuran ketika bu Valencia tiba disana.
Ia melihat Marvel dan Dea tertawa di sela-sela kegiatan mereka memetik sayur. Bu Valencia merasa sangat bahagia karena semenjak Marvel berkenalan dan berhubungan dengan Dea, banyak perubahan positif yang terjadi dalam sikap Marvel. Satu yang paling ia syukuri adalah Marvel manjadi sangat perhatian pada keluarganya.
''Sayang'' panggil bu Valencia membuat kedua insan yang sedang bercanda itu menoleh padanya.
''Iya mah, mama butuh seauatu?'' Tanya Dea menghampiri bu Valencia.
''Tidak sayang, mama sedang mencari kalian saja karena mama tidak melihat kalian di dalam rumah''
''Kami sedang panen sayuran mah, kemarin ada yang pesan buat di jual di pasar''
''Oh gitu sayang, mama bantuin ya sayang. Sudah lama mama ngak ke kebun begini, terakhir kali waktu sama kamu panen sayur disini sayang''
''Boleh mah asal mama tidak kecapean saja''
__ADS_1
''Ngak koq sayang, mama ngak akan capek justru mama senang''
Mereka bertiga menikmati kegiatan mereka di kebun, bu Valencia sangat bahagia melihat Dea dan Marvel yang asik memetik sayuran. Marvel memetik sayuran sedangkan Dea mengikatnya menjadi beberapa ikatan yang siap di jual.